
"Siapa kau,kenapa ikut campur urusanku?" kata pria itu
Xiao Feng mengeratkan tangan yang memegang keranjang dan menghancurkannya.Xiao Feng perlahan berdiri dan berbalik menatap tajam pria itu.
"Aku hanyalah pengembara yang kebetulan singgah,dan aku membenci ketidakadilan"
"huh apa kau mau membela anak itu,aku tekankan anak itu adalah budakku,jadi aku bebas melakukan apa saja terhadapnya"
"Bagaimana kalau aku membelinya?"
Pria itu sejenak terdiam,melihat tampilan Xiao Feng dia berfikir kalau Xiao Feng adalah bangsawan atau saudagar kaya.Dia tersenyum menyeringai ketika sebuah ide terbersit di benaknya.Sambil mengelus dagu dia berkata arogan.
"Hmm kulihat kau memang memiliki kemampuan untuk membelinya,,baiklah jika kau membayar 1000 koin emas aku bebaskan dia kepadamu"
"Bagaimana kalau 500?"
"Haha,,aku tidak sebodoh itu dan kau tidak dalam posisi untuk menawar, 1000 koin jika tidak sebaiknya kau pergi jangan berlagak jagoan disini"
"Hoo,,menarik"
Xiao Feng langsung menghilang dan berada didepan pria itu matanya menatap langsung ke arah mata pria itu,membuat pria itu linglung.Ya Xiao Feng menggunakan Teknik Mata Ruangnya yaitu mata ilusi yang baru di bangkitkan belakangan ini ketika berkultivasi di dunia jiwa dan dia mencoba menggunakannya ke pria itu.
Pria itu diam mematung,Xiao Feng langsung melihat gambaran ingatannya.Ternyata rumah yang ada didaerah itu ada salahsatu anggota Naga Hitam,peristiwa menghilangnya gadis-gadis di desa daun disebabkan adanya campur tangan dari warga yang bekerja sama dengan kelompok Naga Hitam.
Xiao Feng kemudian melepas tekniknya dan pria itu langsung ambruk jatuh dengan mata memutih dan mulut berbusa.
"Naga Hitam kelompok keji dan haus darah,kalian tunggu saja aku akan menjadi raja yama bagi kalian"gumam Xiao Feng setelah melihat ingatan pria itu.
Xiao Feng kemudian berbalik dan menatap anak itu.
"Adik kecil apakah kau mau ikut denganku?"
"Ka..kakak,apakah kakak akan menyuruhku mengambil herbal seperti mereka?" tanya anak kecil itu takut-takut.
Xiao Feng tersenyum tipis mendengarnya,mungkin dia trauma dari masa lalu.
"Tentu tidak, untuk apa kakak menyuruhmu begitu" kata Xiao Feng sambil mengelus kepala anak kecil.
"Oh,,iya siapa namamu adik kecil"
"Aku Li Ying kakak"
__ADS_1
"Perkenalkan nama kakak Feng Xi,kelak dimasa depan aku adalah kakakmu,jadi apa kau mau ikut?"
Zhu Que tiba-tiba mengirim suara ke Xiao Feng.
"Tuan aku merasa anak ini memiliki elemen api yang kuat"
Xiao Feng yang mendengarnya langsung melihat Li Ying,
"Sistem analisa"
[Ding]
Nama : Li Ying
Umur : 5 tahun
Ras : Manusia
Gelar : -
Garis Keturunan : Tubuh Api Kuno
Level : -
Skill : -
Xiao Feng yang melihat itu kaget karena Tubuh Api Kuno merupakan salah satu tubuh yang memiliki karakteristik api kuno satu tingkat dibawah api emas milik Xiao Feng,namun kondisinya masih belum terbangun.
Li Ying melihat Xiao Feng mengerjapkan matanya polos kemudian dia berkata.
"Feng gege aku ingin ikut dengan kakak,karena Ying'er sudah tidak punya siapa-siapa lagi"
"Haha baiklah Ying'er mulai saat ini Feng gege akan bersamamu" Xiao Feng tersenyum dan mencubit hidungnya lalu menggendong Li Ying kemudian dia berjalan menuju rumah-rumah.Xiao Feng menghancurkan rumah itu sampai rata dengan tanah karena dalam ingatan pria itu semua orang selain dia sedang pergi.Xiao Feng kemudian melesat kembali ke desa daun sambil menggendong Li Ying.
****
"Feng gege ini sangat enak"
"Makanlah yang banyak Ying'er,dimasa depan kau tidak akan kekurangan makanan,pelan-pelan tidak akan ada yang merebutnya darimu"
Xiao Feng tersenyum melihat Li Ying yang makan begitu lahap.Saat ini Xiao Feng kembali ke restoran sebelumnya,dengan perawatan Xiao Feng,Li Ying kini sudah lebih baik.kini Li Ying lukanya telah sembuh dan nampak kulitnya putih bersinar dan telah memakai pakaian yang dibeli dari sistem,terlihat wajahnya yang dulu kumal kini tampak cantik dan mungkin ketika dewasa dia akan menjadi gadis yang sangat cantik. Setelah mendengar informasi dari pelayan Li Ying memang anak dari salahsatu warga di desa Daun,dia merupakan anak yatim piatu yang orangtuanya di bunuh oleh kelompok Naga Hitam dan dia dijadikan budak,para warga bukannya tidak mau membantu namun kehadiran kelompok Naga Hitam memang sesuatu yang tidak bisa warga Daun lawan.
__ADS_1
Pihak istana tidak terlalu memperhatikan keadaan perbatasan, jadi warga desa Daun ketika kedatangan kelompok Naga Hitam mereka hanya bisa pindah ke desa atau kota lain untuk mencari perlindungan.
Bai Hu tiba-tiba datang
"Bai Hu kau sudah datang,apa kau mendapat informasi?"
"Tuan aku sudah menyisir desa ini dan hutan dalam radius 10 km dan jarak 8 km dari sini disebelah barat terdapat sebuah kediaman yang dicurigai sebagai markas dari kelompok Naga Hitam" kata Bai Hu
"Baiklah selesai makan kita akan bertamu ke markas itu?"
"Eh,,siapa anak kecil ini Tuan?" tanya Bai Hu ketika melihat Li Ying yang sudah selesai makan.
"Kenalkan dia adikku Li Ying,Ying'er kenalkan dia Bai Hu"
"Hai Bai Hu aku Ying'er waah kau sangat lucu sekali,,kau bisa bicara seperti Zhu Que?"
Mereka pun tertawa dan bercanda ringan sambil meneruskan makan.
****
Di tempat rumah yang dihancurkan Xiao Feng muncul 5 orang tinggi besar,mereka memiliki kultivasi Alam Jendral *1 dan pemimpinnya Alam Jendral *3 mereka kaget melihat rumahnya telah rata dihancurkan seseorang.
"Sialan siapa yang berani menghancurkan tempatku" dengan marah seorang pria berbaju hitam dan didada kirinya ada gambar naga kecil yang disulam benang putih berteriak marah.
"Tuan,,mungkin yang melakukannya warga desa Daun" kata salah satu bawahannya.
"Mereka tidak akan berani berbuat begitu,warga desa Daun tidak ada yang berkultivasi hanya kepala desanya saja yang bisa berkultivasi dan telah kita bunuh tempo hari"
"Terus siapa yang berani berbuat seperti itu Tuan?"
"Aku juga tidak tahu,,cepat kalian cari orang itu dan seret dia ke markas kita,,berani-beraninya bersinggungan dengan kelompok Naga Hitam"
"Baik..Tuan"
Ke empat orang itu segera melesat dan menghilang dengan cepat.
"Siapa orang itu apakah dari istana atau dari pihak sekte aliran putih,seingatku pihak istana tidak terlalu perduli pada daerah perbatasan yang terpencil seperti ini" gumam pria itu.
Karena tidak bisa menebak orang yang menghancurkan rumahnya orang itu segera bergerak menuju markas kelompok Naga Hitam di hutan,dia tidak berani bertindak gegabah sebelum memastikan dari mana orang yamg menghancurkan rumahnya.
**** bersambung
__ADS_1