Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 173 Xiao Feng Dihukum?


__ADS_3

*****


"Guru Ren menurutmu dengan kepulangan Ratu apa akan ada hal yang terjadi?" tanya Xiao Feng. Xiao Feng kini sedang berada dikediamannya bersama Ren Zhi dan Ren Yun sedang duduk santai dibelakang kediaman digazebo yang terletak diatas kolam kecil.


"Hmm,, pangeran hamba tidak boleh berfikir buruk!"


"Tidak boleh apa tidak berani?"


"Keduanya, namun memang dengan kepulangan Ratu tampaknya Pangeran Ketiga akan mulai bergerak"


"Aku tidak merasa khawatir pada adik ketiga, Ratu Lian lebih berbahaya daripada Xiao Jun dia memiliki trik licik dibalik lengannya" ucap Xiao Feng. Guru Ren dan Ren Yun membenarkan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Pangeran?" tanya Ren Yun. Xiao Feng menyesap dulu tehnya.


"Tidak perlu melakukan apa-apa untuk saat ini, aku yakin ayah biarpun terlihat tidak terlalu perduli sebenarnya dia selalu memperhatikan setiap hal secara detail" jawab Xiao Feng.


"Dua hari lagi akan ada pertemuan menyambut kepulangan Ratu dan itu dimana hari penyucian pusaka kerajaan, ada tradisi semua orang tidak diperkenankan meninggalkan istana!" Guru Ren berkata.


"Aku sudah tahu hal itu, guru tenang saja" ucap Xiao Feng seraya tersenyum. Mereka masih berbincang sampai sore, lalu Guru Ren dan Ren Yun berpamitan kembali ke kediamannya.


****


Sementara itu Xiao Jun mengunjungi Ratu Lian dikediamannya, Raja Xiao Dong sudah sejak tadi kembali ke ruang kerjanya di istana.


"Salam kepada ibu semoga ibu panjang umur!" ucap Xiao Jun ketika sudah berada dihadapan Ratu Lian"


"Jun'er duduk sini dekat ibu" ucap Ratu Lian, Xiao Jun dengan tersenyum mengangguk dan duduk disamping Ratu Lian. Ratu Lian mengelus kepala Xiao Jun.


"Ibu, apakah ini tahu kalau kakak kedua diberikan wilayah oleh ayah?"


"Tentu saja ibu tahu, ayahmu memberikan kota itu ada dua hal. Yang pertama untuk menguji kesetiaan Xiao Feng yang kedua itu bisa kita jadikan sebuah kesempatan!"

__ADS_1


"Maksud ibu?"


"Tentu saja ibu sangat memahami ayahmu, dia selalu waspada akan segala hal ayahmu sengaja memberi Xiao Feng kota itu untuk menguji apakah dia mengelola dengan baik dan setia kepada negara atau diam-diam mengumpulkan pasukan yang kelak bisa jadi digunakan untuk memberontak dan kesempatan kita ketika Xiao Feng tidak ada disini kau harus bisa mengambil hati ayahmu agar kelak posisi penerus jatuh ke tanganmu!" Ratu Lian berkata panjang lebar.


"Bagaimana caranya Bu, aku sendiri tidak akan bisa menghadapi kakak kedua secara langsung apalagi dia mendapat dukungan dari keluarga Chen"


"Tenang saja ibu sudah ada disini, tentu ibu juga tidak ingin posisi penerus jatuh ke tangan Xiao Feng" ucap Ratu Lian sambil tersenyum.


Mereka terus berbincang sampai hari menjelang malam. Xiao Jun pun kemudian pamit undur diri.


*****


Dua hari kemudian berlalu dengan cepat semua orang tampak berkumpul di aula istana. Tampak para Mentri dan pejabat sudah berbaris rapi. Disinggasana duduk Xiao Dong dan Ratu Xiao Lian dan ketiga Pangeran duduk di sebelah kiri. Xiao Dong lalu berdiri.


"Hari ini pagi yang sangat cerah, aku berterimakasih kepada kalian yang sudah meluangkan waktu diacara ini, hari ini aku mengadakan pertemuan untuk menyambut kembalinya Ratu sekaligus penyucian pusaka kerajaan. Tidak usah berlama-lama Kasim bawakan pusaka!"


"Baik Raja!"


Kasim kemudian memanggil pelayan, tak lama kemudian dua orang pelayan membawa masing-masing sebuah nampan. Di atas nampan terlihat pedang putih dengan warna merah di bagian tengahnya dan di nampan satunya lagi ada wajan berisi air jernih. Kedua pelayan berjalan ke hadapan Xiao Dong.


"Semoga Youngzhou dilimpahi kemakmuran!" ucap Xiao Dong lalu diikuti semua orang. Xiao Dong meletakkan kembali pedang lalu pelayan pun kembali membawa pedang itu ke gudang penyimpanan pusaka.


"Acara penyucian selesai, aku ingin mendengar pendapat dari kalian mengenai Youngzhou agar semakin kuat"


Semua orang kemudian menyuarakan pendapatnya, Xiao Dong menyimak saja apa yang di sampaikan pejabat dan mentri. Xiao Feng pun juga ikut bersuara.


"Hormat ayah, keadaan disetiap kerajaan saat ini sedang tidak begitu baik. Setiap kerajaan sudah menjadi semakin kuat dan tentu bahaya pasti akan mengintai Youngzhou, aku menyarankan agar kita melatih pasukan rahasia disetiap kota Youngzhou" ucap Xiao Feng.


"Pasukan seperti apa kakak kedua?" tanya Xiao Jun tiba-tiba.


"Pasukan yang siap ditugaskan secara langsung dan itu adalah warga atau penduduk!"

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana Feng'er?" tanya Xiao Dong


"Maksudku jika kita melatih pasukan dari warga biasa dengan beladiri Medan perang musuh yang akan menyelinap atau menyerang tidak akan menduga!"


"Maaf Pangeran bukankah dengan begitu bisa menjadi pisau bermata dua?" Perdana Mentri berkata


"Apa maksud perdana Mentri?" Xiao Jun yang bertanya.


"Maksud hamba jika melatih pasukan dari warga bisa, sangat besar kemungkinan akan terjadi pemberontakan. Kenapa bisa demikian? Karena jika tidak ada yang dipercaya melatih warga maka ketika kekuatan warga sudah mulai meningkat otomatis pihak pasukan istana akan melemah lalu jika ada seseorang yang menggunakannya dengan tujuan tidak baik bukankah sangat mudah jika menghasut warga untuk memberontak, apa yang diusulkan Pangeran Kedua bisa memicu kericuhan dikerajaan?" ucap Perdana Mentri, semua orang terdiam menyetujui bahkan Chen Nian dari Mentri Hukum juga menyetujui ucapan Perdana Mentri. Xiao Dong berdiri dengan raut wajah tidak enak.


"Feng'er, kau lancang berani membuat usul seperti itu,, kau ku hukum tidak boleh melakukan perjalanan selama empat puluh hari.


Xiao Feng segera berlutut "Ananda bersalah dan menerima perintah" ucapnya, Xiao Chen juga ikut berlutut. Sementara Xiao Jun tersenyum sinis.


"Ayah Feng'er tidak bermaksud seperti itu!"


"Chen'er kau pernah belajar tentang ilmu militer pasti kau tahu akibat apa yang diusulkan Feng'er, keputusanku adalah titah!" ucap Xiao Dong. Xiao Chen hanya menggeram kesal dalam hatinya. Setelah perdebatan alot dan tidak menemukan titik terang pertemuan pun ditutup, semua orang mulai berjalan keluar dari aula.


*****


Xiao Jun dan pengawal pribadinya mengikutinya dari belakang tampak berjalan menuju kediamannya.


"Haha Xiao Feng ini sok pintar,, dengan mengusulkan ide seperti itu bukannya terlihat bagus tapi malah konyol!" ucap Xiao Jun.


"Pangeran kedua mana bisa dibandingkan dengan Pangeran" ucap pengawal menimpali. Tiba-tiba dari samping sebuah tendangan menghantam pengawal hingga menabrak dinding sebuah bangunan. Xiao Jun kaget dan berbalik melihat siapa yang menendang, namun sebuah tamparan membuat dirinya terhuyung dan jatuh berlutut.


"Xiao Chen apa yang kau lakukan!" ucap Xiao Jun marah. Ternyata yang barusan menendang dan menampar adalah Xiao Chen Pangeran Pertama. Xiao Chen lalu mencengkram kerah baju Xiao Jun.


"Membiarkan bawahan menghina seorang Pangeran dan memanggilku dengan nama bukankah kalian pantas mendapatkan ini!" ucap Xiao Chen dengan sorot mata tajam. Xiao Jun rahangnya menggembung.


"Kenapa, kau tidak suka? mau melapor? kau juga bisa ku laporkan kepada Mentri Tata Krama karena tidak menghormati saudara dan sudah pasti kau juga dihukum!" ucap Xiao Chen sambil menghempaskan Xiao Jun lalu berbalik pergi meninggalkan Xiao Jun yang menggeram marah.

__ADS_1


"Sialan, awas saja setelah mengurus Xiao Feng kau selanjutnya!"


***** bersambung


__ADS_2