Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 413


__ADS_3

*****


Klan Xiao


Malam mulai berganti menjadi ganti, tampak sinar kuning keemasan mulai menerpa namun sosoknya yang memberi sinar masih malu-malu belum menunjukkan diri. Kicauan burung terdengar merdu seolah menemani beberapa orang yang mulai melakukan aktifitasnya.


Di pintu gerbang Klan Xiao yang masih tertutup muncul sebuah riak seperti gelombang air di udara tak lama kemudian beberapa sosok bermunculan yang tak lain adalah Xiao Feng, Feng Xi, Sun Xie, Sun Guan, Sun Ling'er dan Li Ying, keenam orang itu berdiri kemudian berjalan santai menuju gerbang.


"Wah kediaman klan Xiao cukup besar dan mewah" ucap Li Ying mengedarkan pandangannya.


"Benar gerbangnya saja sebesar ini apalagi jika masuk ke dalam" Ling'er menimpali.


"Tentu saja besar nanti aku akan membuat kediaman yang lebih besar dan mewah daripada ini, ayo kita masuk dan temui leluhur" Xiao Feng berkata sambil tersenyum tipis lalu mengajak yang lain masuk. Penjaga gerbang sempat tertegun karena melihat tiga gadis muda yang sangat cantik, namun setelah melihat Xiao Feng penjaga gerbang dengan tergesa-gesa membuka pintu gerbang.


Sejak Xiao Feng memasuki klan Xiao para anggota keluarga sudah mengetahui kalau Xiao Feng adalah cicit langsung dari patriak Xiao Tianjun.


"Selamat datang tuan muda" ucap penjaga gerbang dengan menangkupkan kedua tangan.


"Leluhur masih ada atau sudah berangkat ke toko?" tanya Xiao Feng.


"Leluhur masih berada dikediaman, jika tuan muda ingin berkunjung aku bisa mengantar"


"Tidak perlu aku akan pergi sendiri kau tetap bertugas" ucap Xiao Feng lalu memasuki gerbang dan melemparkan kantung kain yang langsung ditangkap penjaga. Kedua mata penjaga membulat ketika melihat isi kantung kain yang tak lain batu roh kelas tinggi dan beberapa buah pil tingkat 8.


"Haiss tuan muda memang baik sekali dan pantas saja tuan muda tidak melirik gadis-gadis klan Xiao ternyata yang bersamanya jauh lebih cantik bahkan mungkin Dewi di bagian inti alam dewa juga kalah kecantikannya dengan mereka, selera tuan muda memang beda" ucap penjaga.


"Makanya kita harus belajar banyak dari tuan muda biarpun usia hampir sama tapi kekuatannya saja luarbiasa" temannya menimpali, mereka memandang rombongan Xiao Feng yang memasuki kediaman sampai tidak terlihat.


****


Xiao Feng terlebih dahulu memeriksa latihan generasi muda klan Xiao, terlihat Yuan Li yang masih mengawasi latihan dengan duduk dikursi dan sebuah meja kecil yang terdapat arak. Kedua kakinya disilangkan diatas meja dan tubuhnya menyender sambil sesekali menyesap arak.


"Sepertinya hidupmu begitu santai ya?" ucap Xiao Feng yang melihat Yuan Li santai dengan sebotol arak di genggamannya.


"Yah,, hidup itu harus dinikmati mumpung masih....." Yuan Li seketika menghentikan ucapannya karena merasa suara yang dibelakangnya dengan ragu-ragu dia memutar kepalanya.


"Brukk!"


Yuan Li sangat kaget hingga tubuhnya tersungkur, dia buru-buru berdiri dan merapikan pakaian "Hehe tuan muda sudah datang" ucapnya sambil tersenyum canggung.


"Ckckc Yuan Li, Yuan Li hidupmu begitu santai"

__ADS_1


"Hehe nona Feng ini tidak seperti yang kalian lihat"


Yuan Li tersenyum malu-malu seperti anak yang ketahuan mencuri. Feng Xi tersenyum sinis lalu mengambil arak Yuan Li kemudian berkata "Ckck arak ini sungguh kualitas buruk kau dapat dari mana" gadis cantik itu melempar botol arak sembarang.


"Paman Yuan Li"


"Eh ada Li Ying, Ling'er, Guan'er dan Sun Xie kalian luar biasa sudah mencapai ranah Dewa Merah" ucap Yuan Li ketika melihat bocah-bocah yang berdiri dibelakang Xiao Feng.


"Tentu saja aku tidak mau kalah dari paman" Li Ying berkata dengan menjulurkan lidahnya.


"Sudahlah,, Yuan Li bagaimana latihan mereka?" Xiao Feng menengahi.


"Latihan mereka sudah sedikit menunjukan kenaikan hanya belum terlalu bagus, mungkin karena generasi muda klan Xiao tidak terlalu tertarik beladiri jadi berimbas terhadap lambatnya latihan mereka" ucap Yuan Li.


"Hmm aku juga tahu,, setelah mereka berhasil naik tingkat saja kau latih terlebih dahulu fisik mereka, mereka masih lemah fisiknya, aku mau menemui leluhur dulu" ucap Xiao Feng.


"Apa perlu ditemani tuan muda"


"Tidak usah kau awasi saja latihan, aku bersama Xixi dan yang lain akan menemui leluhur" ucap Xiao Feng, Yuan Li hanya menganggukkan kepala.


****


"Hohoho anak-anak muda yang mengesankan Feng'er mereka siapa?" ucap Xiao Tianjun. Xiao Tianjun sedang menikmati teh diteras depan kediamannya dan melihat rombongan Xiao Feng berjalan ke arahnya.


"Tidak usah memakai segala etiket duduk dulu"


"Baik leluhur"


"Pelayan sajikan teh untuk cicitku!" seru patriak, tanpa menjawab pelayan segera menyajikan teh.


"Feng'er siapa mereka?" Xiao Tianjun mengajukan pertanyaannya kembali.


"Yang disebelah ku Feng Xi leluhur dia merupakan tunangan ku dan ini Li Ying, Ling'er, Sun Guan dan Sun Xie mereka adik-adikku beri salam kepada leluhur" ucap Xiao Feng.


"Salam leluhur semoga panjang umur" ucap keempat anak muda, Xiao Tianjun tertawa lebar dan mengusap janggut putihnya.


"Hoho kalian tampan dan cantik sekaligus berbakat tidak usah terlalu sopan" Xiao Tianjun menganggukkan kepalanya puas ketika melihat tingkat kekuatan keempat anak muda didepannya lalu mengarahkan pandangannya ke arah Feng.


"Kau gadis cantik dan baik bagaimana bisa berhubungan dengan bocah ini, apa dia tidak menggunakan mantra jahat kepadamu" ucap Xiao Tianjun.


"Yah,, sebenarnya sih dia menggunakan mantra jahat leluhur aku berusaha menahan tapi tidak bisa" ucap Feng Xi, Xiao Tianjun kembali tertawa sedangkan Xiao Feng hanya tersenyum masam.

__ADS_1


"Margamu Feng tadi?" tanya Xiao Tianjun, Feng Xi menganggukkan kepala.


"Hmm apakah kau berasal dari alam manusia dan dari kerajaan Qingzhou?"


"Benar leluhur"


"Hahaha bagus sekali, kau seperti Feng Xiang'er cantik dan berbakat"


"Emm Feng Xiang'er siapa leluhur?" ucap Xiao Feng.


"Hufftt Feng Xiang'er adalah leluhur klan Feng dan dia seangkatan denganku dulu kami sering bertarung" ucap Xiao Tianjun sambil tersenyum tipis, Xiao Feng menangkap kilatan cahaya kecil Dimata Xiao Tianjun. Feng Xi sendiri tidak terlalu terkejut karena dia mengetahui leluhurnya dari buku sejarah.


"Leluhur rupanya kenal dengan leluhur Feng" ucap Feng Xi.


"Haha tentu saja kenal, ketika melihatmu aku seperti melihat dirinya di masa muda"


"Apakah yakin leluhur hanya sebatas kenal?" ucap Xiao Feng menyipitkan matanya. Xiao Tianjun terbatuk mendengar pertanyaan Xiao Feng.


"Dasar bocah,, itu hanya masa lalu tidak usah diceritakan"


"Yah aku yakin leluhur pasti menyimpan suatu rahasia tapi aku juga tidak tertarik" ucap Xiao Feng.


"Dasar kau,,, oh iya aku mendengar kalau Jian Duanhu tewas apakah kau sudah mendengarnya Feng'er?" ucap Xiao Tianjun.


"Aku baru pulang menjemput Xixi dan yang lain, Jian Duanhu apakah kepala keluarga klan Jian?"


"Benar,, kabar ini aku dapat dari mata-mata klan Xiao yang aku tempatkan di klan Jian, kabarnya ada seorang anak muda seorang diri mendatangi klan Jian tadi malam dan membunuh Jian Duanhu" ucap Xiao Tianjun namun matanya melirik Xiao Feng.


Feng Xi yang merasa ada hal penting yang dibicarakan leluhur Xiao dan Xiao Feng segera mengajak anak-anak.


"Leluhur aku ingin berjalan-jalan bersama anak-anak, silahkan kalian lanjutkan perbincangan" ucap Feng Xi sambil menangkupkan kedua tangan.


"Baiklah pelayan antar nona Feng"


"Baik patriak"


Selepas kepergian Feng Xi dan anak-anak, Xiao Tianjun melihat Xiao Feng "Katakan apakah kau yang menghabisi Jian Duanhu?"


Xiao Feng tersenyum tipis, melihat itu Xiao Tianjun sudah memastikan kalau Xiao Feng pelakunya "Haha aku sungguh puas sekali,, Feng'er kau memang bintang keberuntunganku"


"Aku hanya ingin menghilangkan masalah saja leluhur tapi leluhur jangan senang dulu kejutan berikutnya akan datang"

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2