
Lin Mei Ling dengan takut-takut mencoba mengajak berbicara harimau itu dia berusaha untuk duduk dan bersandar ke dinding ruangan.
"Tuan harimau jika kau ingin memangsaku ku harap lakukan dengan cepat agar tidak merasa sakit"
"Kau gadis baik hatimu bersih penuh kelembutan, untuk apa memangsamu" harimau putih itu berkata, Lin Mei Ling kini bertambah kaget karena setahu dia binatang tidak ada yang bisa berbicara.
"Ao,, apa kau yang barusan berbicara?" tanya Mei Ling. Harimau itu mengangguk. Lin Mei Ling bernafas lega sebab harimau itu tidak akan memangsanya.
"Kalau boleh tahu siapa namamu Tuan harimau?"
"Namaku Bai Hu dan aku tersesat mencari tuanku, kebetulan aku merasakan aura binatang jadi aku bergerak ke sini dan lukamu mengandung racun berbahaya"
Lin Mei Ling menatap lukanya, goresan memanjang bekas kuku itu mengeluarkan darah kehitaman. Bai Hu kemudian mengalirkan qi nya untuk menahan penyebaran racun.
"Aku hanya bisa menahan penyebarannya namun untuk pulih hanya tuanku yang bisa melakukannya, ayo kita tinggalkan tempat ini" Lin Mei Ling kemudian bangkit berdiri dengan sempoyongan, Bai Hu merebahkan tubuhnya dan menyuruh Lin Mei Ling untuk naik. Bai Hu dan Lin Mei Ling lalu keluar dari gubuk dan terbang meninggalkan tempat itu.
****
Xiao Feng dan Ao Xuan setelah kepergian Lin Mei Ling kini melanjutkan perjalanan mereka terbang menyusuri hutan. Tujuan mereka masih mencari Raja Obat.
"Ao Xuan menurutmu Raja Obat susah ditemukan?"
"Benar, hanya keberuntungan saja jika kita dapat menemuinya dia suka bertualang dan tidak menetap disuatu tempat" Ao Cuan menjawab
"Akan sangat sulit mencarinya"
"Yah, bagaimanapun manusia seperti mereka sulit ditebak jalan pikirannya"
Saat mengobrol santai, Xiao Feng merasakan aura yang tidak asing dia melihat ke sekeliling lalu menggunakan teknik matanya. Dan dijarak sekitar 10 kilometer dia samar-samar melihat harimau putih bersayap dengan seseorang duduk diatasnya. Xiao Feng segera menyuruh Ao Xuan agar lebahnya mendekati harimau itu.
Bai Hu pun merasakan aura dari tuannya dan menambah kecepatannya, tidak berselang lama di sebuah padang rumput akhirnya Xiao Feng dan Bai Hu bertemu, mereka mendarat ke tanah. Bai Hu setelah menurunkan Lin Mei Ling mengecilkan tubuhnya sampai seukuran Xiao Feng dan mendekati Xiao Feng. Bai Hu menggesek-gesekkan kepalanya dilengan Xiao Feng sambil menggeru pelan.
"Bai Hu akhirnya kita bertemu lagi!" ucap Xiao Feng dia mengelus kepala Bai Hu, dia sangat senang bertemu kembali dengan Bai Hu setelah hampir sebulan di dunia ini.
"Jadi harimau ini milikmu?" Lin Mei Ling bertanya dengan senyum menawan terukir diwajah cantiknya. Xiao Feng kemudian berbalik dan menatapnya. Ao Xuan mendekati mereka dan memperhatikan kalau harimau itu sangat aneh karena ada sayap dipunggung nya.
"Benar namanya Bai Hu, dan kenapa kalian bisa bersama?"
"Iya benar kenapa nona Mei bisa bersama binatang saudaraku?" Ao Xuan ikut menimpali. Lin Mei Ling menghela nafas sejenak kemudian menatap ke arah Ao Xuan dan Xiao Feng. Kemudian mengajak mereka untuk duduk.
__ADS_1
"Jadi begini,,,,"
Lin Mei Ling kemudian menceritakan kejadian dari sejak setelah bertemu mereka dan sampai bersama Bai Hu, Xiao Feng dan Ao Xuan hanya diam mendengarkan.
"Em luka di bahu mu apakah sudah diobati?" tanya Xiao Feng,
"Belum kata Bai Hu hanya tuan muda Feng yang bisa mengobatinya" ucap Lin Mei Ling.
"Baiklah aku akan lihat dulu kalau memungkinkan aku akan mencoba mengeluarkan racunnya" Lalu Xiao Feng menyuruh Lin Mei Ling menunjukan lukanya. Lin Mei Ling membuka sedikit pakaian dibahunya terlihat jelas kulit seputih giok seolah bercahaya dan ada goresan memanjang disertai bagian sekitar luka tampak membiru kehijauan.
"Em,, maaf nona Mei aku akan mencoba menyedot racun itu"
Lin Mei Ling hanya menganggukkan kepala, Xiao Feng kemudian berdiri dibelakang Lin Mei Ling dan menyentuh bahunya, Lin Mei Ling diam saja biarpun Xiao Feng ukurannya masih kecil namun rasa hangat tangan Xiao Feng jelas terasa di kulitnya. Dia menutup matanya, tanpa sadar Lin Mei Ling merona merah dipipinya dan badannya gemetar karena gugup.
Ao Xuan yang duduk disamping Bai Hu melihat itu sedikit iri dia terkekeh pelan "Dia sangat beruntung sekali,haha"
"Memang tuanku selalu beruntung" ucap Bai Hu, Ao Xuan yang mendengar terlonjak kaget dia menatap Bao Hu yang sedang duduk disampingnya.
"Ka,,kau bisa bicara?"
"Ya bisa memangnya kenapa? nona Mei saja sudah tahu" ucap Bai Hu sambil menjilat kakinya dan mengusap ke kepalanya. Ao Xuan tidak berkata lagi, dunia ini banyak menyimpan keanehan namun seekor hewan bisa bicara lebih aneh lagi padahal dia tidak tahu saja kalau Bai Hu adalah binatang suci bukan binatang biasa.
"Hah,, baiklah nona sudah selesai kau boleh buka matamu"
"Terima kasih Tuan Feng sudah menolongku, budi mu akan kuingat"
Xiao Feng hanya tersenyum "tidak perlu sungkan nona, aku disini belum lama dan tidak mempunyai teman selain Ao Xuan jadi tidak perlu berkata seperti itu"
"Hmm baiklah sekali lagi terima kasih" Lin Mei Ling berkata lalu dia tersenyum manis dan menatap Xiao Feng dengan mesra.
"Hari sudah hampir malam sebaiknya kita cari goa untuk bermalam" Ao Xuan tiba-tiba berkata.
"Sebelah timur dari sini jarak lima kilometer ada gua kecil mungkin kita bisa bermalam disana" ucap Xiao Feng setelah menggunakan teknik matanya. Sebenarnya bisa saja Xiao Feng masuk ke dunia jiwa namun karena masih ada Ao Xuan dan Lin Mei Ling dia tidak ingin membuat keduanya merasa lebih aneh lagi. Mereka kemudian bangkit berdiri dan bersiap menuju gua.
Tiba-tiba dari kejauhan ada suara tertawa mendekati mereka disertai bau herbal lalu tidak lama muncul sosok pria berusia 40 an berpakaian hijau dipunggungnya ada sebuah buntalan kain menggembung.
"Haha,, Lin Mei Ling gadis tercantik seluruh alam, bagaimana kabarmu?" sosok pria itu kemudian duduk didepan mereka, Lin Mei Ling yang tahu siapa yang datang berseru senang.
"Si Raja Obat, sungguh sebuah kebetulan kita bisa bertemu disini"
__ADS_1
Ao Xuan dan Xiao Feng kaget mendengar ucapan Mei Ling, akhirnya mereka bisa bertemu dengan sosok yang sedang dicarinya. Xiao Feng kemudian menatap pra itu mencoba menganalisa.
"Sistem analisis"
[Ding..]
Nama : Yao Wang
Umur : 650 tahun
Ras : -
Level : Raja Emas *3
Elemen : Api
Xiao Feng mengangguk setelah melihat tingkat kekuatan pria itu dia sudah tidak kaget karena dunia ini sudah pasti terdapat orang-orang kuat.
"Wah,, rupanya kau memiliki kenalan baru disini" ucap Yao Wang setelah mengamati. Dia heran melihat ada dua mahluk kecil yaitu manusia d seekor harimau.
"Lin Mei Ling mengingat Budi baikmu, aku akan mengabulkan satu permintaan katakan saja mungkin obat awet muda sejuta tahun atau mungkin obat agar tubuhmu tidak gemuk,,haha"
Lin Mei Ling tertawa merdu "Terima kasih tuan Yao jika ingin memberikan obat itu, namun aku ada satu permintaan bisakah kau membesarkan temanku yang kecil itu" ucap Mei Ling sambil menunjuk Xiao Feng.
Yao Wang melihat Xiao Feng lalu tertawa lagi "Haha apakah manusia kerdil ini yang kau maksud?"
"Benar"
"Haha itu sangat mudah sekali, tunggu sebentar" Yao Wang kemudian mengeluarkan tungku dari buntalan kain lalu dia mengeluarkan elemen api untuk memanaskan tungku. Disaat bersamaan dia mengeluarkan beberapa tumbuhan herbal aneh yang bahkan Xiao Feng pun tidak tahu jenis herbal itu.
Yao Wang melemparkan herbal ke dalam tungku lalu membakarnya, setelah sekitar lima menit tungku mengeluarkan aroma harum dan pil melompat keluar, Yao Wang menangkap pil itu.
"Haha pil sudah jadi sebaiknya kau segera makan"
Xiao Feng melihat pil yang sebesar kepalanya dia meneguk ludah "Ehm ini sangat besar bagaimana aku menelannya" ucap Xiao Feng yang membuat Yao Wang, Lin Mei Ling dan Ao Xuan tertawa.
"Haha kau benar juga aku lupa mengecilkan ukurannya"
"Haha saudaraku malah bagus kalau kau bisa menelannya tubuhmu akan menjadi sangat besar nanti" Ao Xuan ikut berkata.
__ADS_1
Yao Wang kemudian mengeluarkan apinya lagi dia membakar pil itu, perlahan pil itu mengecil sampai seukuran pil yang biasa bagi Xiao Feng. lalu menyerahkan pil dan Xiao Feng langsung menelan tanpa lama-lama.
****bersambung