
*****
Xiao Feng dan Feng Xi melepas ciumannya mereka saling bertatapan dengan dahi menempel tidak lupa senyum terulas dibibir keduanya.
"Bukti cinta darimu yang menurut buku cerita manis juga rasanya" ucap Feng Xi, Xiao Feng tersenyum dan mengusap bibir gadis itu dengan jempolnya.
"Kau tahu Xixi, ada satu gadis yang sejak dulu menjadi idolaku" ucap Xiao Feng pelan sambil mengusap pipi halus Feng Xi.
"Siapa?" tanya Feng Xi padahal dia sebenarnya sudah tahu siapa gadis yang dimaksud Xiao Feng.
"Putri Xiyun dari Qingzhou dan kini dia sedang dalam pelukanku" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, Feng Xi terkejut lalu melepas pelukannya.
"Kau,, bagaimana kau tahu?" tanya Feng Xi.
"Pada suatu malam aku ketika pulang dari kuil melihat kau bersama pria utusan dari ayahmu dan dari situ aku tahu ternyata dua gadis yang aku inginkan ternyata satu orang" ucap Xiao Feng.
"Oh,, jadi kalau aku bukan Xiyun kau juga akan menjadikan Xiyun istrimu juga?" ucap Feng Xi.
"Ehhh,, bukan seperti itu maksudku emm,, bagaimana ya,, kau tahu aku dari dulu sangat mengidolakan putri Xiyun karena kecerdasan dan tingkah anggunnya tetapi setelah tahu itu kau hahaha,, kau rupanya sangat menarik" ucap Xiao Feng sambil menarik Feng Xi ke dalam pelukannya.
"Sama aku juga seperti mimpi Pangeran Xiao Feng yang aku kagumi ternyata juga memiliki perasaan kepadaku,, akhirnya aku bisa tidur nyenyak karena perasaanku terbalas" ucap Feng Xi. Xiao Feng tersenyum lalu mencium kepala Feng Xi.
"Berarti waktu dipertemuan antar pangeran sebenarnya putri Xiyun itu adalah dirimu, lalu kau berbohong padaku ketika bertemu di taman kota kalau kau tahu diriku karena mendengar kabar orang?" ucap Xiao Feng. Feng Xi melepas pelukan Xiao Feng lalu mengedipkan satu mata dan menjulurkan lidahnya sambil melesat terbang. Xiao Feng langsung mengejar gadis itu.
"Awas kau ya,, kalau dapat habis kau!" seru Xiao Feng.
"Tidak,,, jangan mengejarku hahaha!"
*****
__ADS_1
Keesokan harinya Xiao Feng sudah berada di ruang kerjanya dipaviliun dan dia berencana untuk mulai menyelidiki masalah ras iblis yang sudah muncul. Setelah memeriksa beberapa laporan dia keluar dari ruangannya dan langsung menuju halaman belakang menemui Bai Hu dan Qing Long.
"Tuan" ucap Bai Hu dan Qing Long bersamaan ketika melihat Xiao Feng datang.
"Kalian berdua ikut aku ke gunung Shangzi kita akan menyelidiki suatu hal" ucap Xiao Feng lalu melihat sekeliling
"Dimana semua orang?"
"Anak-anak kembali berlatih bersama Zhu Que dan Zhu Yue sementara nona Feng tidak tahu kemana" ucap Bai Hu, Xiao Feng hanya mengangguk dan tak lama kemudian Feng Xi muncul.
"Feng Ge mau kemana?" ucap Feng Xi, Bai Hu yang mendengar panggilan Feng Xi mengerutkan kening lalu tersenyum penuh makna kepada Xiao Feng. Xiao Feng yang melihat Bai Hu segera melototkan matanya.
"Xixi, kau barusan memanggilku apa?" ucap Xiao Feng sambil mendekati Feng Xi.
"Feng Ge, tidak apa-apa aku memanggilmu seperti itu" ucap Feng Xi sambil tersenyum,
"Tidak apa-apa aku malah senang, oh iya aku bersama Qing Long dan Bai Hu akan menyelidiki sesuatu di gunung Shangzi dan akan berangkat sekarang" ucap Xiao Feng.
"Benar,, kali ini aku ingin menyelidiki tentang kemunculan ras iblis, apa kau masih ingat dulu aku memecahkan guci didesa yang merupakan alat komunikasi ternyata dibuat dari batu bawah gunung Shangzi" ucap Xiao Feng
"Aku ikut!"
"Tidak perlu,, aku tidak ingin menempatkan mu kedalam bahaya,, aku bertiga saja sudah cukup kami hanya menyelidiki saja dan akan kembali secepat mungkin, kau disini awasi mereka berlatih dan jika sempat berlatihlah lagi" ucap Xiao Feng dan gadis itu hanya menurut.
"Baiklah kau harus berjanji untuk segera kembali" ucap Feng Xi sambil memeluk Xiao Feng, Xiao Feng melirik Qing Long dan Bai Hu lalu mengibaskan tangannya memberi kode. Bai Hu dan Qing Long segera berbalik. Xiao Feng kemudian mencium kening Feng Xi lalu segera berangkat bersama Bai Hu dan Qing Long. Feng Xi melihat kepergian Xiao Feng sampai tidak terlihat lagi dari pandangannya, gadis cantik itu berjalan menuju ruang kultivasi dia ingin menjadi lebih kuat lagi karena tidak ingin menjadi beban Xiao Feng.
*****
Xiao Feng dan yang lainnya terbang dengan kecepatan penuhnya menuju kerajaan Shangzhou karena sudah berada di ranah Raja jadi mereka terbang dengan sangat cepat seolah kilatan cahaya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah memasuki kawasan Kerajaan Shangzhou. Mereka terus terbang tidak berhenti dulu karena Xiao Feng ingin segera menyelidikinya.
__ADS_1
"Tuan berapa jauh lagi?" ucap Bai Hu yang terbang disebelahnya.
"Hmm paling lambat 30 menit lagi sampai" jawab Xiao Feng sambil melihat peta dilayar sistemnya, berkat peta yang dibuat master Tianji yang sudah di pindai dan disempurnakan sistem Xiao Feng jadi bisa mengetahui seluruh daratan dibenua Awan Biru. Akhirnya mereka sampai di kawasan gunung Shangzi ternyata memang benar kalau kawasan itu dingin dan seperti tidak pernah dikunjungi manusia.
"Apakah disini tuan tempatnya?"
"Benar,, memang disini dan tempat ini sesuai rumor kalau tidak pernah dikunjungi manusia" ucap Xiao Feng melihat sekeliling, mereka berada di Padang rumput dibawah kaki gunung Shangzi angin dingin berhembus kencang seolah hendak membekukan darah. Jika manusia biasa sudah pasti tidak akan tahan berada ditempat itu.
"Sistem dibagian mana bebatuan itu" ucap Xiao Feng dalam fikirannya.
[Ding.. bebatuan itu berada di dalam gunung, tuan bisa memasukinya lewat kawah dipuncak gunung]
Xiao Feng mengangguk faham lalu dia terbang menuju puncak gunung diikuti Qing Long dan Bai Hu. Sesampainya dipuncak gunung Xiao Feng memang melihat ada kawah, memang gunung Shangzi adalah gunung berapi yang sudah lama tidak aktif namun hawa panas masih terasa berbanding terbalik dengan dibawah kaki gunung yang dingin. Xiao Feng melihat ke bawah kawah dan tidak ada sesuatu yang aneh, dia langsung menggunakan teknik matanya dan benar saja ada sebuah array yang melingkupi bagian bawah kawah.
"Hmmm array ini berjenis ilusi untuk menyamarkan sesuatu didalamnya" gumam Xiao Feng.
"Bai Hu, Qing Long ayo kita terjun ke bawah" ucap Xiao Feng lalu melompat ke dalam kawah dan diikuti Bai Hu, Qing Long. Xiao Feng berhenti di area yang agak luas didalam kawah tempat array berada, setelah memindai array dengan matanya Xiao Feng mengalirkan Qi dan langsung menunjuk titik terlemah array.
"Prankkk!"
Array hancur seperti kaca yang dipecahkan, Xiao Feng langsung maju dan melihat ada gua cukup besar disana. Tanpa fikir panjang dia langsung masuk.
Keadaan didalam gua terang dan sangat bersih serta sejuk, Xiao Feng mengamati sekeliling gua dan meraba dindingnya.
"Tampaknya ini gua buatan manusia Tuan!" ucap Bai Hu dan Xiao Feng mengangguk.
"Benar tidak mungkin gua alami sehalus ini"
Mereka berjalan masuk lagi ke dalam sambil tidak lupa Xiao Feng terus mengaktifkan teknik matanya mencegah hal yang tidak diinginkan.
__ADS_1
*****bersambung