
Xiao Lei yang masih berlari dan raja monster yang mengejarnya dari belakang pun juga melancarkan serangan-serangannya hingga Xiao Lei pun terluka walaupun telah mencoba untuk menghindarinya karena serangannya terlalu kuat. Hanya saja Xiao Lei tetap gigih mencoba untuk berlari mencari tempat yang aman sesuai peta peninggalan ibunya itu. Tidak disangka raja monster itu sangat marah dan melancarkan serangan secara terus menerus, Xiao Lei pun mulai kehilangan kesadarannya dan terjatuh pingsan.
"Manusia... kau di takdirkan mati untukku karena kau telah berani mengambil barang ku!" dengan penuh amarah si raja monster hendak membunuh Xiao Lei.
"Ctarr...!!!" serangan dadakan dari seorang gadis cilik yang membuat sang raja terpental.
"Roarr....!!!! Bagaimana bisa sang raja terluka oleh manusia kecil sepertimu... ku bunuh kau manusia!" ucap sang raja monster penuh dengan amarah.
__ADS_1
"Ctarrr.... Ctarrr... Ctarrr....!!! Beraninya kau menyebut diri sendiri raja di hadapan gadis cantik sepertiku!!!" ucap gadis itu sembari terus mengayunkan cambuk ajaibnya.
"Ternyata kau bisa mengerti bahasa ku... hebat sebenarnya siapa kau manusia kecil... akan ku biarkan mayat mu utuh jika kau memberi tahuku!" ucap raja monster sembari terus melawan serangan si gadis.
"Kau benar-benar telah melalukan kesalahan besar!!! Beraninya kau berencana membunuhku!!! Mati kau!!!" ucap si gadis penuh emosi sembari melancarkan jurus pemungkas nya.
Gadis cilik itu pun kemudian mengambil kristal monster itu dan melihat Xiao Lei yang terkapar penuh luka.
__ADS_1
"Apa itu sungguh kau..." ucap gadis itu kepada Xiao Lei yang masih tergeletak pingsan.
Setelah memandang Xiao Lei cukup lama, gadis itu memutuskan untuk membantu Xiao Lei menyembuhkan luka.
"Kau harus terus baik-baik saja!" ucap gadis itu.
Xiao Lei pun terbangun ketika Lei mulai membuka matanya Lei melihat sosok gadis walaupun dengan bayangan yang masih buram. Gadis kecil itu kemudian menjauh pergi dari Xiao Lei sebelum Lei melihat jelas wajahnya. Hanya saja gadis itu meninggalkan satu perhiasan rambut yang terukir nama marga Xia. Lei pun tersenyum dan menggenggam perhiasan rambut itu dan berkata "Aku akan menemukanmu gadisku... Saat kita bertemu nanti, aku lah yang akan menjagamu." di dalam hatinya.
__ADS_1
Xiao Lei melanjutkan perjalanannya menuju susunan teleportasi dengan melewati jalan yang paling aman. Ketika menuju ke susunan itu Xiao Lei hanya bertemu dengan beberapa monster level 1 yang lemah saja sehingga Xiao Lei hanya memiliki sedikit luka dan itu tidak menjadi hambatan untuk Xiao Lei. Sembari terus meneruskan perjalanan Xiao Lei juga mencari hewan buruan yang lemah. Setelah seminggu lamanya Xiao Lei pun mencapai titik tempat susunan teleportasi itu. Hanya saja di tempat itu tak terlihat adanya susunan. Bahkan setelah Xiao Lei mencari tetap saja tidak menemukannya. Xiao Lei pun memutuskan tetap di tempat dan tidak putus asa untuk mencari susunan tersebut. Hari pertama dan kedua Xiao Lei menelusuri setiap sudut di tempat itu dan hasilnya nihil tak terdapat apapun. Hari ketiga Xiao Lei fokus mempelajari peta sehingga Xiao Lei benar-benar bisa menentukan titik tempat susunan dengan benar dan memastikan tidak salah tempat. Hari ke empat, Xiao Lei memutuskan bahwa tempat itu benar dan seharusnya susunannya memang terdapat disini. Hari ke lima, Xiao Lei mulai mencoba mempelajari tempat itu. Hari ke enam, ke tujuh, ke delapan, Xiao Lei tetap mempelajari tempat itu hingga detail nya juga ikut dia pelajari. Tetapi tetap belum menemukan apa pun tentang susunan itu.