Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
Ch. 34 Hadiah


__ADS_3

"Baiklah Tuan. Mohon Tuan terima hadiahnya."


"Aku tak membutuhkannya!" ucap Xiao Lei yang sebenarnya hanya berpura-pura tak tertarik.


"Sialan, apa hadiah ini kurang! batin ketua Meng itu.


"Tok... Tok... Tokk... Tuan di bawah banyak rombongan keluarga-keluarga yang terkenal ingin bertemu Tuan." ucap pelayan


"Baiklah, suruh saja perwakilan untuk naik."


"Tapi, Tuan karena terlalu banyak mungkin ruangan ini tidak mencukupi."


"Suruh satu saja yang naik!"


"Baik, Tuan."


"Baiklah, apa ada yang perlu di bicarakan lagi?"


"Tuan,...."


"Tunggu dulu, satu saja yang tinggal dan yang lain keluar."


"Kalian pergi, aku saja yang tetap disini"


"Baik, Ketua."


Semua perwakilan pun tiba di ruangan Xiao Lei, sehingga ruangan kini menjadi penuh oleh para ketua keluarga dan hadiah-hadiah yang mereka bawa. Mereka disana saling melawan satu sama lain untuk menjilat Xiao Lei. Hingga akhirnya Xiao Lei mulai geram dengan pertengkaran mereka yang sangat berisik dan memusingkan.


"Cukup! Jika kalian hanya ingin bertengkar keluar sekarang juga!"


....


Semua diam dan hanya menunduk hingga akhirnya mereka memohon ampun pada Xiao Lei dan meminta maaf.


"Sudahlah, sekarang lebih baik kalian keluar bawa hadiah itu keluar juga!"


"Baiklah, Tuan." ucap mereka sembari saling menatap menyalahkan satu sama lain dan keluar.


"Meme, buatlah ilusi agar mereka meninggalkan hadiah mereka di penginapan tetapi tidak menyalahkan ku karena tak memilih mereka!"


"Baik, Tuan. Tapi poin Tuan akan habis total untuk ini."


"Tak apa, lakukanlah."


"Baiklah, Tuan."


Meme pun mulai membuat ilusi dan akhirnya semua hadiah pun di titipkan ke penginapan untuk diserahkan kepada Xiao Lei.


"Tuan, banyak barang yang di titipkan oleh para kepala keluarga untuk diserahkan kepada Tuan."


"Kembalikan saja!"


"Maaf Tuan, mereka memaksa dan kami tidak sanggub menolak titipan mereka."


"Baiklah, bawa semua ke atas!"

__ADS_1


"Baik, Tuan." petugas penginapan pun mulai mengangkat dan mengantarkannya ke ruangan Xiao Lei. Hingga ada setumpuk barang berharga di ruangan Xiao Lei yang sangat banyak.


"Wahhh... aku benar-benar kaya sekarang." ucap Xiao Lei yang bahagia dengan hadiahnya.


"Kak Lei memang hebat! Kak Lei benar-benar utusan dari sekte angkasa?"


"Tidak, Mira aku hanya bercanda dengan mereka. Lencana itu hanya peninggalan dari ibuku."


"Berarti mereka semua tertipu, bagaimana jika terbongkar."


"Tenang saja, kita tak lama disini. Bagaimanapun juga kita tetap akan pergi menjelajah."


"Tapi, hadiah ini?"


"Tenang saja, mereka sendiri yang meninggalkan. Bahkan aku tadi telah menolaknya."


"Benar juga kata Kak Lei."


"Oiya, Mira pilihlah apapun yang kau suka dari hadiah ini."


"Tapi, hadiah ini kan milik Kak Lei."


"Milikku juga milikmu, bukankah begitu? pilih saja yang kau mau." ucap Xiao Lei sembari memeluk Mira dan memegang janggutnya membuat Mira memerah dan malu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memilihnya." sembari melepaskan pelukan Xiao Lei dan mendekati tumpukan hadiah untuk memilih sepuasnya.


Beberapa saat kemudian, setelah Mira memilih semua yang dia inginkan.


"Meme, scan semua ini jadikan poin!"


"Selamat, Tuan. Total poin yang di dapatkan yaitu 1299 poin."


"Waow, kali ini benar untung banyak! Tapi, Meme tidakkah aku naik level lagi?"


"Level berikutnya berbeda. Kali ini masih sangat jauh dari level lima."


"Yasudahlahh, tak apa. Yang penting kali ini aku untung sangat banyak." ucap Xiao Lei berbunga-bunga.


"Tuan, hentikan tingkah konyol mu! Mira masih memandangi mu!" ucap Meme membuat Xiao Lei merubah sikapnya secepat kilat hingga terlihat keren lagi di hadapan Mira.


"Kak, Lei bolehkan aku menanyakan sesuatu?"


"Ada apa?"


"Kak Lei bukankah tidak memiliki kantong penyimpanan ataupun cincin penyimpanan? Lalu Kak Lei menyimpan hadiah-hadiah itu dimana?"


"Aku beri kamu satu rahasia. Pada jutaan tahun yang lalu, ada sebuah dunia yang sangat luas hingga datang musibah yang sangat luar biasa menghancurkan dunia itu menjadi berkeping-keping, dan dunia yang kita tinggali hanyalah sebagian kecil dari pecahan itu. Saat ini hanyalah orang-orang tertentu yang dapat memasuki dunia pecahan lainnya. Dan aku salah satu nya yang beruntung bisa mendapatkan alat ajaib semacam ruang penyimpanan tanpa wujud dan hanya aku yang dapat melihatnya."


"Apa benar seperti itu? Seberapa luas dunia sebelum pecah itu? Apakah banyak alat yang begitu hebat di pecahan lain? Seperti apa dunia di pecahan lain?"


"Sudahlah, Mira tak perlu memikirkannya. Oiya Mira aku punya sesuatu untukmu. Ini darah dewa ini bisa menambah kekuatanmu."


"Bagaimana kau memperolehnya, Kak Lei?"


"Ketika di pelelangan Jinduo."

__ADS_1


"Makasih, Kak Lei." ucap Mira sembari mencium Xiao Lei.


Xiao Lei pun bengong sebentar dan menyuruh Mira berlatih dan menggunakan darah dewa itu.


"Meme, ayo kita berlatih!"


"Baik, Tuan. Kita berlatih membual atau apa kali ini."


"Mengapa kau menyindirku lagi?"


"Meme tak menyindir itu kenyataan kan Tuan?"


"Ya, memang Meme yang paling mengerti aku."


"Sudahlah kita mulai dengan latihan untuk tubuh dan jiwa, aku sudah mentransfer ke otak Tuan."


"Baiklah, aku akan mulai berlatih."


Xiao Lei pun berlatih keras selama tiga hari terus menerus dengan jurus-jurus baru dari sistem. Sekarang Xiao Lei telah menembus pelatihan hingga tingkat 5 menengah.


"Akhirnya aku hampir mencapai pelatihan awal ku dulu, perkembangan ku begitu cepat kini, ini semua berkat Memeku."


"Sudah kewajiban ku Tuan, Tuan pelatihan mu kini jika di bandingkan dengan pelatihan mu dulu sangatlah jauh berbeda."


"Ya, aku tahu saat ini aku lebih hebat!"


"Tidak, Tuan masih terlalu lemah."


"Lemah? Aku akan terus berkembang hingga menjadi satu-satunya penguasa dunia ini tanpa ada tandingannya."


"Ya, tentu saja bisa karena Tuan memiliki sistem."


"Sudahlah, hari ini aku akan bersiap-siap menuju bank untuk menukarkan uang dan ke pelelangan Jinduo menemui Mo Ci."


"Tuan, apa Tuan tidak takut penyakit karena kebanyakan wanita."


"Aku hanyalah lelaki polos, bagaimana bisa terkena penyakit."


Xiao Lei pun keluar dan berpamitan kepada Mira untuk tetap disini. Para penguntit sebelumnya pun di tugaskan untuk menjaga Mira dari jauh untuk memperoleh obat penawarnya. Kemudian Xiao Lei pergi ke bank dan mengambil uang sebanyak 5juta.


"Meme, simpan uang ini di sistem penyimpanan."


"Baiklah, Tuan."


"Oiya, Meme, carikan aku jurus sihir atau teknik apa saja yang hebat untuk dipadukan dengan sihir."


"Baiklah, Tuan pilihlah yang ada di layar." ucap Meme membuat Xiao Lei sibuk memilih hingga menemukan yang paling cocok.


"Meme, tukarkan teknik sihir ilusi dan waktu."


"Baik, Tuan. Penukaran berhasil. Barang Meme simpan di sistem penyimpanan Tuan, ambil kapanpun Tuan butuhkan."


Xiao Lei pun melanjutkan perjalanan ke pelelangan Jinduo.


"Tuan!" teriak Mo Ci dari jauh.

__ADS_1


__ADS_2