
****
Selama satu bulan ini Xiao Feng tidak melakukan hal-hal yang lain, setelah bertemu dengan calon mertuanya, Xiao Feng disibukkan dengan melatih bawahannya dihalaman belakang paviliun dia ingin mengetahui perkembangan latihan para bawahannya, sedangkan Feng Xi masih berada di Qingzhou setelah sebelumnya ke sekte Teratai bertemu gurunya. Gadis cantik itu masih ingin menghabiskan waktu yang sedikit lagi di alam manusia.
"Ying'er perhatikan langkahmu jangan sembarang bergerak"
"Ling'er gunakan kekuatanmu"
Xiao Feng saat ini berlatih tanding dengan Li Ying, Sun Ling'er, Sun Guan dan Sun Xie dihalaman belakang. Sun Xie yang menyerang didepan menebaskan pedangnya berkali-kali ke arah Xiao Feng. Yang membuat Xiao Feng kagum karena perkembangan Sun Xie cukup luar biasa dimana dia bisa menggunakan pedang besar yang terbentuk dari energi Qi yang dipadatkan.
"Wusshh!"
Xiao Feng tentu saja dengan mudah menghindari serangannya, Li Ying dengan elemen api merah panasnya bergerak ke sisi kanan Xiao Feng lalu menyemburkan bola api besar yang sangat panas.
"Wusshh!"
Bola api itu menerjang dengan cepat dan Xiao Feng mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan terbuka.
"Cesss!"
Xiao Feng menahan bola api dengan tangan kosong yang dilapisi elemen es, uap putih tebal muncul menghalangi pandangan. Ketika Li Ying masih sibuk menghilangkan kabur tipis itu Xiao Feng sudah berdiri didepannya lalu menyentil pelan dahi Li Ying.
"Tukk!"
Li Ying yang tidak siap terlempar ke belakang tidak sampai terjatuh dia dengan sigap menstabilkan posisinya, Xiao Feng tiba-tiba menggerakkan tangan kanan ke belakang dan kemudian sebuah tangan memegang belati tampak sudah ditangkapnya.
"Sun Guan gerakanmu masih sedikit lambat dan auramu masih terdeteksi, gunakan elemen bayanganmu semaksimal mungkin untuk menyembunyikan aura" ucap Xiao Feng.
"Hehe kakak kau memang hebat,, wwoaaaa" ucapnya terhenti ketika Xiao Feng melemparkan Sun Guan ke arah Li Ying yang masih berusaha menstabilkan posisi.
"Bukk"
"Aww"
"Sun Guan kau jatuh tidak melihat-lihat lihat bajuku kotor" omel Li Ying, Sun Guan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Itu kakak yang melemparkanku"
"Hhmmpp"
"Sudahlah kita sudahi latihan hari ini" ucap Xiao Feng lalu berjalan menuju kursi dibawah pohon, Yuan Li dengan sigap mengelap dulu kursi lalu menyodorkan segelas arak setelah Xiao Feng duduk.
"Pangeran silahkan diminum" ucap Yuan Li, Xiao Feng tersenyum sekilas lalu menerima arak dan menyesapnya. Li Ying dan lainnya juga duduk di depan Xiao Feng.
__ADS_1
"Kakak semakin hebat saja, kami berempat tidak bisa mengalahkan kakak" ucap Li Ying sambil cemberut.
"Haha maka dari itu kalian harus rajin berlatih" ucap Xiao Feng sambil mengelus kepalanya.
"Tuan apakah benar kita akan ke alam dewa?" Sun Xie bertanya.
"Tentu saja kalian akan ikut denganku ke alam dewa"
"Yeayy apakah disana sungguh menarik?" ucap Li Ying.
"Tentu saja lebih menarik daripada disini, bahkan banyak pria tampan"
"Ish tetap saja tidak ada yang lebih tampan dari kakak"
"Paman Bai Hu juga tampan tuh"
"Ah tetap saja kakak lebih tampan haha"
"Sudahlah kalian masih kecil membicarakan pria" ucap Xiao Feng merekapun bercanda sambil beristirahat setelah berlatih tanding.
***
"Adik kedua sungguh singkat waktumu disini aku sendiri belum puas bertemu denganmu" ucap Xiao Chen.
"Kakak tenang saja aku pasti akan sering berkunjung dimasa depan bagaimanapun ini adalah rumahku tempat aku kembali pulang sayang ayah tidak ada" ucap Xiao Feng.
"Yah kau tahu sendiri ayah bertualang dia ingin menghabiskan masa tua nya seperti masa muda dulu bertualang menjelajah dunia"
"Kakak selain ingin berpamitan aku juga ingin menyerahkan ini" ucap Xiao Feng lalu memberikan token emas bermotif burung gagak terbang, Xiao Chen melihat itu.
"Maksudmu?"
"Ya karena aku akan pergi lagi ke alam dewa, aku membawa Yuan Li bersamaku untuk sementara Paviliun Gagak Hitam aku serahkan kepada kakak, jika kakak membutuhkan sesuatu maka kakak dapat memobilisasi pasukanku tapi tenang saja aku sudah menunjuk Ren Yan dan Ren Yun untuk mengurusnya dan berada di bawah komando kakak" ucap Xiao Feng.
"Apa tidak terlalu berlebihan, paviliun adalah hasil kerja kerasmu" ucap Xiao Chen.
"Awalnya aku mendirikan paviliun untuk melindungi diri dan sekarang aku sudah bisa menjaga diriku jadi untuk sementara Paviliun biar aku berikan pada kakak sebagai ketua"
"Baiklah kalau begitu tapi aku tetap akan berdiskusi denganmu dan kau tetap sebagai ketua utamanya"
"Baiklah sesuai pengaturan kakak, baiklah kakak sebelum aku pergi tolong terima ini" ucap Xiao Feng sambil menyerahkan sebuah pedang tingkat 9 dan gelang kecil.l dan cincin penyimpanan
__ADS_1
"Apa ini adik kedua?"
"Ini pedang tingkat 9 yang sesuai dengan elemen kakak dan gelang ini hadiahku untuk Lin'er, gelang ini sudah dipasang array pertahanan yang mampu menahan serangan tingkat Kaisar Raja sedangkan untuk cincin berisi sepuluh peti koin emas. Harap kakak menggunakannya untuk kemakmuran rakyat" ucap Xiao Feng, Xiao Chen terkejut mendengarnya.
"Adik kedua kau sangat bermurah hati, aku akan menggunakannya sebaik mungkin" ucap Xiao Chen.
"Tentu aku percaya kepada kakak"
Setelah berbincang sebentar, Xiao Feng dan Xiao Chen berjalan keluar dari istana dengan Yuan Li dibelakangnya. Di halaman sudah ada Feng Xi, Sun Xie, Sun Guan, Sun Ling'er dan Li Ying serta ratu Huang Xiwen menunggu.
"Salam kepada raja semoga raja panjang umur"
"Jangan terlalu sungkan, kalian adalah orang adikku jadi jangan terlalu seperti itu" ucap Xiao Chen lalu menatap Xiao Feng "Adik kedua kau hati-hati di alam dewa jaga diri baik-baik" ucapnya sambil menepuk bahu Xiao Feng.
"Tentu kakak, baiklah kami pamit dulu semoga Youngzhou semakin makmur di masa depan dan jika ada masalah kakak jangan ragu menghubungiku" ucap Xiao Feng.
"Tentu saja, Putri Xiyun kau jaga baik-baik adikku nanti diambil gadis lain haha"
"Tentu saja raja, jika dia macam-macam lihat saja"
"Hahaha"
Xiao Feng kemudian menggunakan teknik matanya dan riak seperti pusaran air muncul diudara. Sun Xie, Sun Guan, Sun Ling'er, Li Ying dan Yuan Li kemudian dimasukkan ke dalam dunia jiwa. Setelah itu dia membuka portal lalu menggandeng tangan Feng Xi.
"Kakak, kakak ipar kami pergi dulu" ucap Xiao Feng lalu memasuki portal, Xiao Chen menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Hati-hati adik kedua"
"Hati-hati paman aku merindukanmu" ucap Huang Xiwen menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan mungil Xiao Lin yang tersenyum digendongannya, Xiao Feng tersenyum dan melambaikan tangan. Portal pun menutup dan menghilang bersama Xiao Feng dan Feng Xi.
"Adikku sekarang sudah dewasa" gumam Xiao Chen melihat kepergian Xiao Feng.
"Kenapa Gege?"
"Tidak apa-apa aku hanya masih merindukan Feng'er kau tahu dulu dia selalu saja mengikutiku dan merengek minta dilatih olehku sekarang dia sudah melebihiku dalam hal apapun. Sejujurnya aku ingin kembali seperti dulu berkumpul di sini sampai tua namun itu tidak mungkin" ucap Xiao Chen.
"Sudahlah jangan terlalu difikirkan naga seperti dia tidak mungkin diam disuatu tempat" ucap Huang Xiwen.
"Benar Wen'er ayo masuk kasihan Lin'er kedinginan" ucap Xiao Feng lalu merangkul bahu istrinya dan memasuki istana.
****bersambung****
__ADS_1