
****
Dengan kecepatan penuh tak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di kerajaan Zhu, keadaan istana tampak kacau banyak mayat baik dari pihak penyerang maupun prajurit bergeletakan bersimbah darah ditanah. Pasukan berbaju hitam lumayan banyak mencoba memasuki istana namun pasukan pengawal istana dipimpin jendral berusaha mempertahankan.
"Tahan mereka jangan sampai masuk!"
"Trankk!"
"Booom!"
"Arrghh!"
Raja Zhu Cheng yang melihat seketika murka dia langsung melesat namun dicegah oleh Xiao Feng.
"Raja jangan maju, keadaan masih berbahaya!"
"Tapi aku sebagai pemimpin tidak bisa diam saja!"
"Biar kami yang maju, jika raja maju dan mendapat ketidakberuntungan akan sangat berbahaya bagi kerajaan!" ucap Xiao Feng, Zhu Cheng pun membenarkan. Tanpa menunggu jawaban Zhu Cheng, Xiao Feng langsung melesat maju diikuti Feng Xi, Lin Mei Ling dan kedua bawahannya Bai Hu dan Qing Long.
"Sial, tidak akan kubiarkan tuan muda Feng membantai sendirian aku ikut, kakak pertama dan kakak kedua kalian jaga ayah dan ibu!" ucap Zhu Lian lalu mengeluarkan pedang kembarnya dan melesat maju, Zhu Cheng tidak sempat mencegah.
"Ying'er kenapa anak ketiga kita sangat suka bertarung!" ucap Zhu Cheng kepada istrinya.
"Kau seperti tidak tahu saja dia pasti ingin bertarung apalagi temannya sudah maju"
"Anakmu memang seperti itu?!"
"Itu anakmu juga!" ucap ratu sambil memalingkan wajah dan mendengus kecil, kedua pangeran hanya meringis melihatnya.
****
Kembali ke Pertarungan di istana, Jendral kerajaan sudah kewalahan menahan serangan pasukan berbaju hitam yang berjumlah sekitar 500an orang memang dangat sedikit untuk ukuran menyerang istana namun kemampuan mereka jauh diatas para prajurit karena rata-rata yang menyerang berada di alam Raja Platinum *8 dan paling tinggi Raja Berlian *1. Disaat itu muncul enam sosok pria dan wanita muda langsung memasuki arena pertempuran.
"Teknik Bintang Angin : Pedang Angin!"
"Wusshh!"
"Crasshh!"
"Arrghh!"
Dua buah pedang sabit berputar tiba-tiba muncul dan langsung membunuh puluhan orang, pasukan berbaju hitam menghentikan sejenak pertempuran dan melihat siapa yang menyerang.
"Siapa yang menyerang dari belakang sialan!" teriak salah seorang yang sepertinya pemimpin dari pasukan berbaju hitam.
__ADS_1
"Aku yang menyerang kenapa? kalian tidak senang?" ucap Xiao Feng sambil menyeringai, pemimpin pasukan berbaju hitam melihat ada empat pemuda dan dua gadis cantik melayang diudara.
"Bocah sialan, mari saja kalian!"
Xiao Feng maju sambil mengeluarkan Pedang Kegelapan nya, Feng Xi masih dengan selendang putihnya mengikuti. Lin Mei Ling tubuhnya berubah menjadi air dan melesat ke arah kumpulan pasukan berbaju hitam, Bai Hu dan Qing Long juga maju, Zhu Lian tidak ingin kalah juga langsung maju dan membantai beberapa orang dengan pedang ganda nya.
"Pemberontak sialan matilah, Tebasan Pedang Ganda!"
"Wusshh!"
Zhu Lian menebaskan kedua pedangnya dan muncul siluet bulan sabit dari elemen api bersilang dan melesat menghantam puluhan orang.
"Booom!"
"Arrghh!"
Bai Hu dengan santai mengibaskan tangannya dan cakar angin keluar dari tangannya langsung memotong puluhan orang, Qing Long tanpa banyak bicara membuat segel tangan lalu sebuah sulur akar tanaman sangat banyak muncul dari dalam tanah dan melilit kaki para pasukan berbaju hitam, saat hendak berusaha melepaskan diri, Qing Long menembakkan bola api dari mulutnya.
"Fiuuuhh!"
"Wushhh!"
"Boomm!"
"Arrghhh!"
Feng Xi melesat tangannya yang memegang selendang diputar sedemikian rupa dan terlihat selendang itu berputar di sekeliling tubuh Feng Xi, dari putaran selendang bermunculan pisau es hitam kecil dan dingin.
"Wuuut!"
"Wuutt!"
"Crasss!"
"Arrghhh,, aku tidak ingin mati disini!"
Pisau es hitam dingin dengan telak menancap puluhan orang sekaligus membekukannya menjadi patung sampai akhirnya jatuh ke tanah dan langsung hancur.
Lin Mei Ling sendiri setelah tubuhnya berubah menjadi air, bergerak melesat diantara pasukan berbaju hitam. Lin Mei Ling menggerakkan tangan kanan dan dari jari muncul semburan air seukuran jempol yang langsung memotong beberapa puluh orang layaknya sinar laser. Jendral Kerajaan bernafas lega melihat ada bantuan terlebih Zhu Lian sudah muncul disampingnya
"Pangeran Ketiga"
"Bagaimana keadaan disini?"
"Gawat mereka mencoba masuk kita harus bagaimana pasukan pembantu yang dihubungi masih membutuhkan waktu satu jam" ucap jendral menjelaskan.
__ADS_1
"Tenang ada aku disini pasti akan aman, jendral pimpin prajurit berjaga diarah belakang disini biar aku saja!"
"Tapi sangat berbahaya disini Pangeran!"
"Tenang saja, ini kerajaanku dan tidak akan ada yang bisa mengambilnya, sudah kau cepat pergi biar aku disini yang mengurus!"
"Baik pangeran kami menerima perintah!" ucap jendral lalu segera bergegas pergi dan menarik pasukannya. Xiao Feng sendiri terus membantai dengan Pedang Kegelapan nya, Pedang Kegelapan ditangan Xiao Feng seolah seekor ular memanjang dan menarik setiap orang yang terkena sabetan atau tusukannya. Dering pemberitahuan sistem terus terdengar dan menjadi irama yang menyenangkan ditelinga Xiao Feng.
"Kami menyerah?!" seru seseorang lalu menjatuhkan pedangnya yang lain mengikuti, Xiao Feng dan yang lain segera menghentikan sejenak.
"Kalian menyerah?" ucap Xiao Feng.
"Iya tuan, kami menyerah jangan bunuh kami,, kami hanya mengikuti perintah"
"Kalian harus tahu hukuman pemberontak adalah hukuman mati, bagiamana menurut pangeran?" ucap Xiao Feng ketika melihat Zhu Lian sudah tiba dan berdiri disampingnya.
"Benar, hukuman pemberontak adalah hukuman mati silahkan tuan muda Feng memutuskan!" ucap Zhu Lian.
"Lain kali dikehidupan selanjutnya kalian jadilah orang baik!" ucap Xiao Feng lalu mengalirkan elemen api emasnya dan sebuah bola api besar muncul diatas kepala Xiao Feng.
"Tidaakk!"
"Aku tidak rela!"
"Kenapa aku harus berurusan dengan kerajaan!"
"Booom!"
Akhirnya sekitar 120 an lebih sisa pasukan berbaju hitam habis dilalap api emas hingga habis dan hanya menyisakan debu saja, Zhu Lian hanya meneguk ludah menyaksikan Xiao Feng.
"Dia ini sangat kejam terhadap musuh begitupun istrinya aku melihat dipertempuran dia juga tidak kalah kejam,, benar-benar pasangan mengerikan!" gumam Zhu Lian sambil melirik Xiao Feng dan Feng Xi yang berdiri berdampingan. Lin Mei Ling pun tiba bersamaan dengan Raja Zhu Cheng, Ratu dan kedua pangeran. Jendral yang melihat pertempuran telah selesai segera mendekati.
"Salam Raja, Ratu dan Pangeran, maaf aku tidak bisa melindungi istana, mohon yang mulia memberi hukuman!" ucap jendral sambil berlutut.
"Tidak perlu, kau telah berjasa menahan serangan pemberontak dan kini masalah sudah selesai" ucap Zhu Cheng.
"Kenapa bisa ada serangan ini yang mulia?"
"Sudahlah kita bahas nanti sekarang bereskan sisa pertempuran!"
"Baik yang mulia!" ucap jendral lalu berlalu pergi dan menugaskan bawahannya untuk membereskan sisa pertempuran.
"Tuan Muda, Nona Muda mari masuk dulu ke istana, aku merasa malu ada tamu tapi tidak menyambut dengan baik!" ucap Zhu Lian. Xiao Feng dan yang lain menangkupkan kedua tangan.
"Tidak masalah yang mulia, pangeran Zhu Lian adalah sahabatku, sudah kewajiban ku untuk membantunya!" ucap Xiao Feng, Zhu Cheng menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ayo masuk, kita bahas dulu ini didalam!" ucap Zhu Cheng lalu melangkah memasuki istana dan diikuti yang lainnya.
***bersambung***