Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 192 Xiao Feng dihadang Tengkorak Hitam


__ADS_3

*****


Keesokkan harinya Xiao Feng sudah bangun pagi sekali setelah sedikit melakukan pemanasan pagi hari dia membersihkan diri dan berganti pakaian warna putih dengan garis hitam disepanjang kerah sampai ke pinggang, rambutnya diikat bagian atas dengan bagian bawah dibiarkan terurai dan di bagian dekat pelipis kiri kanan beberapa helai rambut sengaja dia biarkan tidak terikat dan jatuh lurus sampai ke bawah dagu.


"Hmm ternyata diriku tampan juga!" gumamnya sambil mengelus dagu ketika dia berdiri didepan cermin.


[buat apa tampan tapi selalu sendirian]


Alis Xiao Feng berkedut mendengar suara sistem mengejeknya.


"Ooii,, aku hanya belum menemukan yang cocok!"


Tidak menghiraukan sistem Xiao Feng membuka jendela dan udara pagi dingin khas wilayah Utara Bingzhou menerpa masuk ke dalam kamarnya. Dia kemudian berjalan keluar kamar dan menuju kursi yang berada di teras kediaman itu, tak lama kemudian Feng Xi datang dengan membawa sepoci teh dan kue kecil. Xiao Feng sempat terkesiap sejenak karena penampilan Feng Xi pagi ini dimatanya terlihat sangat cantik dengan handuk putih selaras dengan warna rambutnya yang bagian atasnya di bentuk indah dengan rambut bawah dibiarkan terurai, aroma wangi memancar dari tubuh Feng Xi.


"Sepertinya kau memakai air yang kuberikan tempo hari untuk mandi?" ucap Xiao Feng ketika Feng Xi meletakkan poci diatas meja.


"Hmm sayang kan kalau pemberian orang tidak digunakan!" ucap Feng Xi lalu duduk dan menuangkan teh.


"Benar juga tapi aku suka dengan aroma ini, tubuhmu wangi sekali mengalahkan aroma bunga Peony" ucap Xiao Feng lalu dia mengambil cangkir yang sudah diisi teh.


"Tuan Muda ternyata anda pandai merayu gadis, apakah diluaran sama sudah banyak gadis yang kau rayu!"ucap Feng Xi yang membuat Xiao Feng tertawa.


"Owh iya Xixi, kudengar guru mu sedang berkultivasi?"


"Iya sejak kemarin dia memberi tahu semua orang disekte kalau dia akan berkultivasi tertutup untuk beberapa hari dan untuk sementara urusan sekte di pegang Tetua Agung!"


"Hmm begitu ya,, oh iya hari ini aku akan melanjutkan perjalanan jika kau senggang kau boleh mampir ke Youngzhou"


"Kenapa buru-buru?"


"Yah aku merasa tidak enak saja disini hampir semuanya wanita dan aku pria sendirian disini!"


"Hmm baiklah kalau begitu, kapan-kapan aku akan mengunjungi Youngzhou sekalian menjemput Zhu Yue yang masih berlatih" ucap Feng Xi lirih, sebenarnya dia masih ingin berlama-lama dengan Xiao Feng namun dia segan untuk mengucapkan. Mereka berdua berbincang sampai hari menjelang siang.

__ADS_1


"Baiklah Xixi aku pergi dulu dan ini kau gunakan untuk berlatih,, ingat jangan malas!" ucap Xiao Feng sambil menyerahkan cincin penyimpanan kepada Feng Xi lalu mengacak rambutnya.


"Ishh kau ini jadi rusak kan rambutku!" Feng Xi berdecak kesal.


"Yaya, baiklah sampaikan salam ku kepada Matriak Bing aku akan pergi dulu!" ucap Xiao Feng lalu berdiri dari duduknya, Feng Xi mengikuti.


"Jaga diri baik-baik!"


"Tentu,, dilain hari aku akan mampir kesini!" ucap Xiao Feng lalu dia melihat Feng Xi sedikit lebih lama dan akhirnya dia segera terbang. Feng Xi melihat kepergian Xiao Feng sampai tidak terlihat lagi dimatanya.


"Apakah kau tidak rela dia pergi?" tiba-tiba suara muncul dibelakang dan mengagetkan Feng Xi.


"Kak Chun'er mengagetkanku saja!" ucap Feng Xi


"Haha,, pantas kau menolak lamaran Tuan Muda Zhao rupanya hatimu sudah tertambat kepada Tuan Muda Feng Xi!" ucap Chun'er.


"Kakak ini asal bicara!" ucap Feng Xi sambil berlari meninggalkan Chun'er yang masih tertawa.


*****


Xiao Feng sedang terbang menuju arah timur Bingzhou ketika melewati sebuah hutan kecil dia merasakan aura dari beberapa orang yang mengikutinya. Dia tersenyum tipis lalu turun dan mendarat dilapangan luas.


"Keluarlah kau sudah mengikutiku sejak aku keluar dari sekte Teratai" ucap Xiao Feng dan tak lama kemudian muncul 10 orang berpakaian aneh dan membawa senjata berupa kapak dan pedang di tangannya.


"Haha memang sesuai reputasi dari pemimpin Paviliun Gagak Hitam Hei Feng Xi!" ucap salah seorang dari kelompok itu yang tampaknya adalah pemimpinnya. Xiao Feng melihat orang itu dan langsung mengenali.


"Kelompok Tengkorak Hitam, sebuah organisasi pembunuh bayaran rupanya, sudah merepotkan kalian menghadangku!" ucap Xiao Feng sambil mengeluarkan kipasnya lalu dikibaskan pelan didepan wajahnya. Xiao Feng memindai kalau kultivasi paling tinggi berada di Alam Ilahi *5.


"Haha sungguh hebat bahkan kami pun dikenali oleh orang besar sepertimu, namun hari ini akan menjadi sejarah Hei Feng Xi akan tamat riwayatnya di tangan kami!" ucap pemimpin yang bernama Chu Kai pongah.


"Baiklah segera tuntaskan pekerjaan kalian aku tidak punya banyak waktu!"


"Huh sombong sekali jangan mengira kalau kau berada di Alam Ilahi sendirian bisa mengalahkan kami, anak-anak ayo bereskan dia!"

__ADS_1


"Baik Ketua!" lalu mereka melesat mengelilingi Xiao Feng. Salah seorang pengepung langsung menyerang dengan kapaknya yang diputar sebat diatas kepala.


"Hiyyaa rasakan kapakku ini!"


Orang itu melesat mengayunkan kapaknya mengincar leher Xiao Feng, namun Xiao Feng santai saja dia melipat kipasnya lalu menahan serangan kapak dengan kipasnya.


"Trankk!"


Bunyi benturan kedua senjata terdengar nyaring, Xiao Feng dengan cepat mengirimkan tendangan ketika penyerang itu masih belum menguasai diri.


"Bukk!"


"Uhukkk,,,!"


Tendangan Xiao Feng tepat mengenai dada penyerangnya dan langsung melemparkannya sambil memuntahkan darah, orang itu terhempas dan membentur batu besar dan bergerak-gerak beberapa saat lalu terdiam untuk selamanya dengan beberapa tulang rusuknya patah. Yang lainnya terkejut melihat Xiao Feng dengan sekali gebrakan membunuh teman mereka.


[Ding,,, selamat Tuan telah membunuh dilevel Alam Langit *3 mendapatkan 6400 PS dan 64.000 PP]


"Ayo siapa lagi yang maju?" ucap Xiao Feng menantang. Pemimpin kelompok segera menyuruh untuk menyerang bersama. Xiao Feng memang tidak ingin berlama-lama bergerak sangat cepat seolah menghilang dan ketika muncul dia pasti membunuh satu orang. Akhirnya hanya tersisa pemimpinnya saja.


"Tu,,, tunggu beri aku pengampunan!" ucap pemimpin Tengkorak Hitam.


"Katakan siapa yang menyuruhmu!"


"Biarpun kami pembunuh bayaran, namun aturan pembunuh bayaran tidak akan membocorkan siapa yang menyewa kami!"


"Oohh, kau berpegang teguh pada prinsip ya!" ucap Xiao Feng sambil berjalan mendekati pemimpin itu dengan senyum tipis. Pemimpin itu melihat senyuman Xiao Feng seolah iblis neraka yang siap mencabut nyawanya kapan saja.


"Bajingan daripada mati sia-sia lebih baik melawan,, hiiyaaa!" namun belum sempat menyerang Xiao Feng sudah berada didepannya dan menatap tajam kedua mata pemimpin itu, pemimpin itu langsung termenung setelah ditatap Xiao Feng, rupanya Xiao Feng menggunakan teknik matanya untuk membaca ingatannya. Setelah mendapat informasi Xiao Feng langsung menebas kepala pemimpin itu dan membungkusnya dengan kain lalu menyimpannya didalam cincin penyimpanan.


"Bermain api denganku,, sepertinya kalian tidak sayang dengan sekte kalian!" ucap Xiao Feng lalu terbang ke arah sekte Sembilan Bintang yang sudah diketahui lokasinya.


**** bersambung

__ADS_1


__ADS_2