
****
Selama setengah jam Zhang Rui di siksa Xiao Feng, itu waktu yang sebentar tetapi bagi Zhang Rui merupakan waktu yang lama rambutnya sudah habis dibakar api emas Xiao Feng, tinggal menyisakan kulit yang sudah sedikit melepuh namun vitalitas hidupnya masih sangat kuat dia belum mati meskipun energi Qi nya dihilangkan Xiao Feng.
"Arrghh!"
"Masih belum mau bicara?"
"Si,, sialan sampai mati pun aku ti,, tidak akan bicara" ucap Zhang Rui terengah-engah karena menahan rasa panas dan sakit dibagian kepalanya, Xiao Feng bisa saja langsung mendapatkan ingatannya dengan teknik pencarian jiwa namun dia ingin menyiksanya terlebih dahulu ketika setiap mengingat fikiran kotor dan apa yang dilakukannya terhadap Lin Mei Ling. Biarpun dia belum memiliki rasa yang sama seperti terhadap Feng Xi tetap saja Lin Mei Ling adalah sahabat baiknya.
"Baiklah jika tidak mau bicara" ucap Xiao Feng lalu mengeluarkan alat pencapit kecil, Zhang Rui bergetar tubuhnya melihat itu.
"Ap,, apa yang hendak kau lakukan?!"
"Santai saja kau akan segera mengetahuinya" ucap Xiao Feng lalu berjalan dan memegang tangan kanan Zhang Rui dengan tangan kiri. Xiao Feng lalu mengarahkan alat pencapit ke ujung jari Zhang Rui dan tak lama kemudian suara memilukan kembali terdengar. Ternyata Xiao Feng mencabuti kuku jari tangan Zhang Rui.
"Ssst jangan berisik masih ada delapan jari" ucap Xiao Feng tenang, wajahnya tidak menunjukan emosi sedikitpun. Zhang Rui semakin bergidik, selama dia bertualang dialam Dewa sudah banyak melihat orang kejam, jahat. Tetapi yang seperti Xiao Feng begitu tenang ketika melakukan penyiksaan dia baru pertama kali melihat dan dipastikan orang ini lebih kejam dari penjahat paling kejam sekalipun.
"Aarrghhh,, berhenti aku bicara!" ucap Zhang Rui yang sudah tidak tahan ketika seluruh kuku dijari tangannya sudah dicabut dan melihat Xiao Feng bergerak ke arah kakinya. Xiao Feng tersenyum tipis.
"Cih aku tidak percaya"
"Kumohon aku bersumpah atas nama dewa kali ini aku akan bicara asal kau melepaskan ku setelah aku mengatakan semuanya" ucap Zhang Rui.
"Haha disini kau tidak layak mengajukan negosiasi, nikmati saja karena selain aku memiliki urusan dengan organisasi Kapak Ganda hal yang paling aku benci kau berfikiran kotor dan menyentuh orangku" ucap Xiao Feng.
"Tuan aku mohon,, aku tidak tahu jika itu orangmu!"
__ADS_1
"Cih alasan saja, kau menunjukan sketsa wajahku pada Mei Ling sudah pasti kau mengetahui informasiku"
Xiao Feng tidak menunggu lebih lama, sudah puas menyiksa Zhang Rui dia kemudian menggunakan teknik matanya membaca ingatan Zhang Rui, akhirnya agen nomor 8 organisasi Kapak Ganda pun tewas dengan kondisi sangat mengenaskan.
[Ding,, selamat tuan telah membunuh di level Kaisar Raja mendapatkan 1.520.000 PS dan 11.520.000 PP]
Xiao Feng membiarkan saja mayat Zhang Rui tergantung, kemudian dia berjalan keluar dari bangunan itu. Menatap langit sejenak, diapun keluar dari dunia jiwa setelah mengirim pesan kepada Feng Xi.
****
Disebuah tempat lain yang cukup jauh dari lembah pertarungan Xiao Feng dan kedua anggota Organisasi Kapak Ganda terlihat hamparan kebun teh yang cukup luas, pohon teh yang hijau memanjang tampak sangat menyegarkan mata apalagi cahaya matahari pagi yang berwarna kekuningan bersinar hangat.
Seorang pria paruh baya mengenakan caping atau penutup kepala dari bambu berjalan perlahan, dipunggungnya tergantung buntalan kain yang membungkus benda panjang seperti pedang. Pria paruh baya itu menghentikan langkahnya sejenak ketika telinganya menangkap suara.
"Dua anggota lagi terbunuh rupanya Zhang Rui dan Cang Zhui, sungguh bodoh pantas saja ketua menyuruhku berkumpul" gumam pria itu lalu dengan cepat melesat ke arah timur. Baru melesat sejauh satu kilometer, dia dihadang oleh sosok muda tampan.
"Maaf tuan apakah ini jalan ke arah pusat alam dewa?" tanya pemuda tampan itu, pria paruh baya menghentikan langkahnya dan menatap pemuda didepannya.
"Haha aku hanya bertanya kenapa kau marah"
Pria paruh baya mengamati kalau pemuda itu tidak mengeluarkan energi Qi, dia berpendapat kalau pemuda tampan didepannya hanya orang biasa.
"Jangan salahkan aku jika hari ini ditahun depan adalah hari peringatan kematianmu!" ucap pria itu lalu mengulurkan tangan kanan berbentuk cakar mengincar ke arah pemuda didepannya.
Pemuda itu tersenyum lalu mengangkat tangan kirinya dan menangkap tangan kanan pria paruh baya.
"Tap!"
__ADS_1
Kaget sudah pasti Karena serangannya bisa ditahan, pria paruh baya itu menarik tangannya lalu membuat gerakan menendang ke arah dada. Pemuda itu memiringkan tubuhnya ke samping sehingga serangan tendangan itu lewat tiga jengkal di sisi tubuhnya. Pemuda itu berputar lalu tangan kanan membentuk tinju yang langsung mengarah ke perut pria paruh baya.
"Wuut!"
"Lihat perut!"
Melihat serangan pria paruh baya memutar tubuhnya ke atas untuk menghindari dan mendarat jarak dua puluh langkah didepan pemuda itu, pria paruh baya tidak menyangka pemuda yang tidak memiliki aura Qi bisa menyerangnya.
"Rupanya kau menyembunyikan kekuatanmu anak muda!"
"Benar,, memang tujuanku seperti itu supaya aku bisa menghabisi mu!" seru pemuda itu.
"Kita baru bertemu, apa sebab kau ingin menghabisi ku?"
"Tidak ada sebab sih,, yang jelas orang seperti kalian harus dimusnahkan apalagi orang dari Organisasi Kapak Ganda agen nomor 6" pemuda itu kembali berkata dan tentu membuat kaget pria paruh baya. Perkataan pemuda itu menunjukan kalau dia sengaja menghadangnya dan sudah mengetahui identitasnya.
"Haha karena kau sudah tahu aku dan darimana diriku berasal sebaiknya kau pergi ke akhirat saja!" ucap pria tua yang tak lain agen nomor 6 dari organisasi Kapak Ganda, Su Lio.
"Haha karena aku sudah disini tentu saja kau yang akan ke akhirat, aku sudah tiga hari mencarimu!" ucap pemuda itu, Su Lio yang merasa tidak ada jalan lain segera mengambil buntalan dipunggungnya, dengan sekali tarik kain terlepas dan sebuah pedang hitam besar dengan pinggiran seperti gergaji terlihat.
"Baiklah anak muda suatu kehormatan bagimu bisa mati oleh pedang ku!" ucapnya lalu melesat ke arah pemuda sambil menebaskan pedangnya dari atas ke bawah. Su Lio bermaksud membelah tubuh pemuda itu, namun pemuda itu dengan sigap menghindari dengan melompat ke samping. Tangan kanan dikibaskan dan siluet cakar binatang dari elemen angin muncul menabrak pedang besar Su Lio.
"Rasakan ini, Cakar Angin Harimau!"
"Wuusshh!"
Cakar angin deras dan tajam menabrak sisi pedang, karena Su Lio dengan sigap memutar pedangnya untuk melindungi diri dari serangan lawan. Tubuhnya terlempar ke belakang namun tidak jatuh hanya terseret sejauh 20 langkah dan menimbulkan dua garis lurus memanjang di atas permukaan tanah.
__ADS_1
Ternyata pemuda yang menghadang itu adalah Bai Hu, ketika ditugaskan oleh Xiao Feng mencari informasi, Bai Hu bergerak melewati kebun teh kebetulan sekali dia melihat ada seseorang sedang berjalan. Mulanya Bai Hu ingin bertanya ke arah kota terdekat tetapi melihat ada gambar kapak merah bersilang dia bagaikan mendapat jackpot bisa menemukan salahsatu anggota organisasi itu. Setelah diamati Bai Hu akhirnya tahu kalau pria itu adalah agen nomor 6.
****bersambung****