
****
"Memangnya apa yang kau pastikan sampai mengikuti cucuku selama ini?"
"Saya hanya merasa ada kaitan dengan Lin Mei Ling namun selalu menemui jalan buntu ketika mencari petunjuk dan benda itu tusuk konde perak adalah salahsatu petunjuk untuk menyingkap rahasia kehidupanku, saya mencoba memeriksa sendiri namun saya berlaku ceroboh. Tapi saya terpaksa melakukannya jika tidak saya tidak akan memiliki kesempatan" ucap sosok berwajah seram dengan tertunduk. Mereka semua diam mendengarkan sosok berwajah seram bercerita.
"Kau jangan berbelit-belit jelaskan saja tujuanmu!" bentak Lin Mu.
"Nenek, terus terang lidahku kelu hendak mengucap apa yang terpendam sejak belasan tahun silam, saya ingin menerangkan siapa diri saya tapi mungkin kalian tidak percaya. Mungkin wajah ini bisa memberikan sejuta kata yang tidak bisa kuucapkan"
Habis berkata seperti itu Cheng Tian menggerakkan tangannya ke bawah leher, jari telunjuk dan jempolnya mencubit kulit. Lalu kulit itu terbuka dan Cheng Tian menarik lapisan kulit itu dari bawah sampai ke atas. Lin Mi, Lin Mi dan Lin Mei Ling menyaksikan itu dengan wajah terkejut sebab wajah seram menyerupai tengkorak itu hanyalah sebuah topeng tipis. Begitu topeng itu lepas tampaklah wajah tampan pria berusia sekitar 40 an. Cheng Tian melihat ke arah Lin Mu.
"Nenek apakah kau mengenali wajah ini?"
Nenek Lin Mi menajamkan penglihatannya, dahinya mengkerut lalu wajahnya memucat. Lin Mu berdiri sempoyongan dan berjalan mundur sampai menyentuh dinding kediaman. Seluruh badannya gemetar.
"Tua Bangka Lin Mu kau kenapa mendadak sakit" ucap Lin Mi, Lin Mei Ling pun heran melihat Lin Mu yang tiba-tiba limbung.
"Ka..kau!" ucap Lin Mu, tangannya bergetar ketika menunjuk sosok pria didepannya.
"Apakah nenek mengenali saya?"
"Ka..kau adalah an..anakku Cheng.. Cheng Tian?" dengan suara bergetar nenek Lin Mu berkata, air mata mengalir dipipinya. Cheng Tian juga mulai menangis. Sementara Lin Mi matanya sedikit memerah hanya Lin Mei Ling yang terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
"Benar ibunda aku Cheng Tian"
Lin Mu langsung saja memeluk Cheng Tian sambil menangis keras. Cheng Tian menyambut pelukan ibunya, keduanya sama-sama menangis.
"Demi dewa, kau telah mengembalikan anakku, Mei'er ini adalah ayahmu cepat sapa dia"
Lin Mei Ling terdiam dia tidak menyangka kalau pria tampan didepannya adalah paman sekaligus ayahnya. Lin Mei Ling mengalir air matanya dia perlahan berdiri dengan gemetar, dia menggelengkan kepalanya berulang kali. Gadis itu hatinya terguncang mendapati kenyataan kalau ayah sekaligus pamannya berada didepannya.
__ADS_1
"Tidak... tidak..!!"
Gadis itu memegang kepala dengan kedua tangannya dan berteriak histeris. Tiba-tiba dia melesat keluar dari ruangan dengan menerobos jendela.
"Mei'er!!"
Lin Mi bergerak cepat menyusul dia mengkhawatirkan kalau gadis itu berbuat nekat, Lin Mu dan Cheng Tian juga bergerak menyusul.
****
Xiao Feng sendiri bersama Qing Long sedang terbang mencari sosok berwajah seram Cheng Tian, Xiao Feng memiliki firasat kalau akan ada sesuatu yang disembunyikan pria itu tapi tanpa sepengetahuan Xiao Feng kalau Cheng Tian memang sudah mengungkapkan jati dirinya.
Disisi lain Lin Mei Ling masih saja terbang cepat tanpa arah tujuan, dia masih belum menerima kenyataan ini.
"Mei'er tambahkan hatimu menghadapi kenyataan ini!" teriak Lin Mi yang mengejar dibelakangnya. Cheng Tian dan Lin Mu juga mengejar. Tepat saat itu Lin Mei Ling berpapasan dengan Xiao Feng yang sedang terbang juga. Ketika gadis itu melihat Xiao Feng matanya memerah dan ketika sudah berada didepan Xiao Feng gadis itu mendadak limbung dia terjatuh dari udara namun dengan cepat Xiao Feng menangkapnya dan membawanya turun. Lin Mei Ling yang berada diperlukan Xiao Feng menangis tersedu seolah mengadu kepada suaminya. Xiao Feng juga bingung kenapa gadis itu menangis tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dia membiarkan saja gadis itu menangis di pelukannya, tak lama kemudian Lin Mi muncul disusul Lin Mu dan Cheng Tian.
"Mei'er kau...!" ucapan Lin Mi terhenti saat Xiao Feng mengangkat tangannya.
"Mei'er ikut aku dulu"
Lin Mei Ling tidak menjawab dia terdiam sepertinya gadis itu tertidur. Lin Mi dan Lin Mu akhirnya membawa Mei Ling ke tempat lain.
"Anak muda aku titip dulu anakku, kau temani dia!" ucap Lin Mu lalu melesat pergi. Xiao Feng menatap Cheng Tian, dia merasa heran siapa orang ini.
****
"Tuan sepertinya anda memiliki kaitan dengan mereka?" ucap Xiao Feng yang kini sedang duduk di kursi berhadapan dengan Cheng Tian diatas meja seguci arak tampak menemani mereka. Cheng Tian menuangkan dulu arak ke gelasnya.
"Tuan Muda sebelumnya terimakasih telah menemani Mei'er, asal kau tahu aku adalah sosok pria berwajah seram yang selalu mengikuti gadis itu. Aku adalah ayahnya!"
Xiao Feng terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Lantas kenapa gadis itu tidak ingin berbicara kepadamu?"
Cheng Tian menghela nafasnya sejenak lalu dia menceritakan asal usulnya. Xiao Feng lebih terkejut setelah mendengar penuturan Cheng Tian.
"Tuan mungkin ini kenyataan berat bagi Mei Ling tapi aku yakin dia sebenarnya senang karena telah mengetahui hal yang menjadi ganjalan dihatinya"
"Aku harap seperti itu"
*****
Ditempat lain Lin Mei Ling sudah terbangun dari tidurnya disana sudah ada Lin Mu dan Lin Mi.
"Cucuku kau sudah bangun?"
Mei Ling menatap sebentar Lin Mu "Nenek aku malah berharap tidak bangun lagi daripada menghadapi kenyataan kalau aku adalah anak dari pamanku"
"Jangan seperti itu Mei'er, bagaimanapun juga di ayahmu kau sama suci seperti anak lainnya yang tidak menanggung dosa orangtua mereka"
"Aku faham nek, tapi kenyataan ini sangat berat untukku" ucap Mei Ling kemudian kembali menangis. Lin Mi juga menghela nafas, memang benar kenyataan ini sangat berat. Dari lahir sudah ditinggal ibunya ketika sudah besar mengetahui kenyataan dia anak dari pamannya adalah hal yang sangat berat bahkan bagi Lin Mi sendiri.
Lin Mei Ling setelah sekian lama akhirnya dia tertidur lagi. Lin Mu dan Lin Mi tidak ingin menganggu, mereka keluar dari dari ruangan dan berbincang-bincang.
"Lin Mi kudengar kalau dua bulan lagi She Mo akan mengadakan pertemuan"
"Benar aku yakin dia memiliki maksud tapi ada baiknya, ini adalah saat yang tepat untuk menumpas biang masalah di alam roh. Dan aku juga kemarin mendapat pesan kalau Ying Chan si kakek penempa ingin memberitahukan sesuatu"
"Benarkah? apa itu?"
"Dia berkata akan menyampaikan sebuah rahasia mengenai kehidupanmu!" ucap Lin Mi yang membuat Lin Mu bertanya heran.
**** bersambung
__ADS_1