Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 343 1 vs 5


__ADS_3

****


Karena terfokus menyerang keluarga kerajaan kelima pria tua yang salahsatunya adalah Patriak sekte Kalajengking Merah tidak menyadari kalau warga sudah di amankan, mereka baru menyadari ketika seribu pasukannya terdiam tidak terdengar lagi suara pertempuran.


"Aneh, kenapa kalian tidak menyerang?" seru Patriak sekte Kalajengking Merah.


"Emm Patriak semua orang sudah pergi dan hanya kita saja"


"Sialan siapa yang berani mengacau?!" serunya marah, karena tidak ada target maka lebih dari seribu orang itu langsung menuju keluarga kerajaan yang berlindung di dinding kayu, mereka bersiap melakukan serangan namun muncul empat sosok pria dan wanita muda melayang diatas.


"Kalian tidak akan bisa kabur, setelah membuat kekacauan disini!" ucap salahsatu sosok pria muda yang tak lain adalah Xiao Feng, semua orang melihat ke atas. Sejenak mereka kagum melihat kecantikan Feng Xi dan Lin Mei Ling.


"Hoho ada yang berlagak pahlawan rupanya, anak muda aku sarankan kau menyerahkan dua gadis cantik itu dan hancurkan kultivasimu sendiri dengan begitu aku akan membiarkan mayatmu utuh dan dijadikan persembahan bagi sekte Kalajengking Merahku!" ucap Patriak sekte Kalajengking Merah Liu Zhong, Xiao Feng menyeringai dan melemparkan sebuah gulungan kain.


"Sekte sampah sepertimu tidak layak disebut,, ini hadiah dariku harap Patriak menyukainya!" ucap Xiao Feng. Liu Zhong menangkap buntalan kain itu lalu membukanya, matanya melotot dan tak lama kemudian auranya merembes keluar.


"Sialan kau membunuh anakku, kematianmu sudah digariskan!" ucap Liu Zhong dan tanpa basa basi langsung melesat ke arah Xiao Feng.


"Xixi, Lin Mei Ling dan Bai Hu kalian bersenang-senanglah aku akan bermain dengan orang tua ini!" ucap Xiao Feng.


"Hmm tidak masalah,, ayo Mei Ling kita hajar mereka!" ucap Feng Xi, Lin Mei Ling hanya tersenyum saja.


"Kasih sayang itu milik semua orang tapi tidak untuk orang seperti kalian!"


Lin Mei Ling dan Feng Xi bergerak bersamaan, karena pasukan berbaju hitam memiliki kultivasi paling rendah di Raja Berlian *1 maka cukup merepotkan bagi Lin Mei Ling. Qing Long sendiri membuka dinding kayunya dan Zhu Lian serta pangeran yang lain langsung bergerak membantu hanya raja Zhu Cheng saja dan Ratu yang diam dikelilingi pengawalnya tentu juga dilindungi oleh Qing Long.


***


Liu Zhong melesat ke arah Xiao Feng sambil mengulurkan telapak tangannya, sebuah energi Qi api membungkus kedua tangannya.


"Tapak Kalajengking Merah!"


"Wusshh!"


"Groaahh!"


Sebuah siluet kalajengking merah besar muncul bergerak dengan sangat cepat tampaknya Liu Zhong ingin membereskan Xiao Feng dengan cepat. Xiao Feng hanya tersenyum tipis lalu melesat menyongsong serangan.


"Cih,, teknik ini aku sudah menghadapinya sebelumnya,, Tapak Dewa Naga!"


"Wusshh!"


"Grooah!"

__ADS_1


Sebuah kepala naga besar dengan rahang terbuka lebar keluar dari tangan kanan Xiao Feng, kepala naga itu langsung melesat dan bertabrakan dengan siluet kalejengking merah Liu Zhong.


"Booom!"


"Boom!"


Ledakan besar tercipta, Liu Zhong sedikit terhempas ke belakang namun Xiao Feng tidak melepaskan dia terus mengejar. Liu Zhong yang tidak percaya serangannya berhasil dipatahkan langsung mengeluarkan senjatanya berupa pedang merah.


"Sialan kau yang memaksaku menggunakan pusaka ini!" seru Liu Zhong lalu menebaskan pedangnya, Xiao Feng juga tidak tinggal diam dia mengeluarkan pedang elemennya.


"Trankk!"


"Trankk!"


Benturan kedua senjata tingkat tinggi terjadi beberapa kali hingga menimbulkan percikan api, namun pedang Liu Zhong tampak beberapa bagian sudah agak rusak. Xiao Feng melompat ke atas sambil menebaskan secara vertikal dari atas ke bawah mengincar kepala Liu Zhong.


Melihat serangan Liu Zhong menyilangkan pedangnya di atas kepala.


"Trankk!"


Dia berhasil menahan tebasan Xiao Feng namun pedang Xiao Feng masih menempel, karena berada diatas Xiao Feng langsung menginjak pedang Liu Zhong disertai kaki kanan menendang dada. Karena kedua tangan berfokus menahan tebasan pedang alhasil dada Liu Zhong harus dengan sukarela terkena tendangan Xiao Feng.


"Wuutt!"


"Buuuk!"


"Booom!"


Liu Zhong memuntahkan darah dan terlempar jauh ke belakang hingga menabrak panggung arena, tiga tulang rusuknya patah dan itu terasa sangat sakit, Xiao Feng kembali melesat sambil menusukkan pedangnya.


"Brengsek apa kalian hanya akan diam saja!" seru Liu Zhong ketika Xiao Feng mendekat dan empat pria tua lainnya masih diam saja menonton awalnya mereka berfikir Xiao Feng masih muda akan gampang dibunuh namun yang terjadi malah sebaliknya, Liu Zhong terlempar oleh Xiao Feng. Dengan segera empat pria tua yang salahsatunya adalah perdana menteri langsung melesat mencegat Xiao Feng.


"Anak muda kau memang berani tapi menghadapi kami kau akan mati tidak berkubur!" seru perdana mentri


"Jangan banyak omong, maju!" ucap Xiao Feng.


"Baiklah yang kau meminta bocah sombong, Tarian Bunga Teratai Api!"


"Tebasan Iblis Penghancur Jiwa!"


"Tebasan Api Membakar Langit!"


"Wusshh!"

__ADS_1


Empat serangan tingkat tinggi bergerak secara bersamaan ke arah Xiao Feng, Xiao Feng melesat ke atas lalu memutar pedangnya dan menebaskan secara mendatar dari kiri ke kanan.


"Teknik Pedang Membelah Langit : Tebasan Bulan Sabit!"


"Wushhh!"


Siluet bulan sabit dari elemen es muncul dan melesat ke arah serangan gabungan empat tetua itu, siluet bulan sabit besar disertai butiran es bertaburan dan menebarkan hawa dingin langsung membentur serangan mereka.


"Booom!"


"Boom!"


"Boom!"


Ledakan sangat besar tercipta dan membentuk kawah kecil, angin ledakan menyebar dan menerbangkan segala sesuatu disekelilingnya. Empat tetua terlempar ke belakang dan menabrak Liu Zhong yang sedang memulihkan diri.


"uhuukk!"


"Sialan anak muda ini sungguh kuat sekali serangan gabungan kita berhasil dipatahkan hanya dalam satu jurus!" ucap perdana mentri.


"Dasar tidak berguna, ayo kita serang lagi!" seru Liu Zhong lalu kelima pria tua itu bangkit dan melesat mengurung Xiao Feng.


Pertarungan satu melawan lima pun segera terjadi, Liu Zhong yang berada disisi depan langsung menusukkan pedangnya mengincar dada, Xiao Feng hanya memiringkan badannya ke kanan dan serangan Liu Zhong lewat begitu saja, dari arah kanan perdana mentri juga bergerak dia menebaskan pedangnya mengincar kaki Xiao Feng, ditambah tiga tetua lain juga melesat bersamaan menyerang Xiao Feng.


Yang diserang tampak santai saja, Xiao Feng melompat ke atas menghindari serangan perdana mentri dan disaat bersamaan dia memutar pedangnya menahan serangan tiga tetua lain.


"Trankk!"


"Trankk!"


"Krakk!


"Aargghh!"


Tangan kanan Xiao Feng yang digunakan untuk menahan serangan berhasil menahan dua tebasan, tangan kiri dia gunakan untuk menangkap pergelangan tangan serangan tetua yang satunya sekaligus meremasnya hingga tangan itu patah. Xiao Feng yang masih diudara memutar tubuhnya lalu kaki kanan bergerak cepat menghantam kepala tetua yang tangannya telah dipatahkan.


"Tetua Zhan awass!"


"Wuut!"


"Praakkk!"


Karena tidak fokus akibat sakit ditangannya, tetua yang dipanggil Zhan tidak sempat menghindar dari tendangan Xiao Feng, dengan sukarela dia harus merelakan kepalanya pecah dihantam kaki Xiao Feng. Tetua Zhan langsung mati dengan kepala pecah dan otak bertaburan, semua itu dilakukan Xiao Feng dengan sangat cepat hingga semua orang terlambat bereaksi.

__ADS_1


[Ding,,, selamat tuan telah membunuh di level Raja Berlian mendapatkan 72.000 PS dan 720.000 PP]


*** bersambung ***


__ADS_2