
*****
Xiao Feng kini sedang duduk di ruang santai kediamannya di temani Guru Ren dan Ren Yun sementara Qing Long dia ditugaskan ke paviliun pusat.
"Pangeran menurutku apa yang pangeran katakan tadi memang sedikit tidak baik, Raja sudah pasti tidak senang!" ucap Guru Ren, Xiao Feng hanya tersenyum lalu meneguk tehnya.
"Yah,, bagaimanapun juga aku diam disini atau keluar sama saja kan guru?"
"Maksudnya?"
"Yang Mulia Raja tiba!" tiba-tiba terdengar ucapan lantang dari penjaga. Xiao Feng tersenyum tipis.
"Benar kan dia sudah datang!" ucap Xiao Feng, Guru Ren hanya tersenyum menyeringai.
Xiao Dong pun masuk dan Xiao Feng memberi penghormatan lalu ayah dan anak ini duduk bersebalahan di kursi panjang.
"Feng'er aku tahu maksudmu tadi membuat sistem seperti itu adalah sebagai pasukan dadakan yang akan mengejutkan musuh jika sewaktu-waktu keadaan darurat, namun seperti yang diucapkan Perdana Mentri ada benarnya juga itu bisa memicu pemberontakan!" ucap Xiao Dong.
"Memang benar ayah,, tapi lain cerita jika itu dikendalikan oleh Raja, maksudnya tidak semua warga yang kita latih. Melainkan para pemuda dan kita kirimkan orang terpercaya untuk mengawasi tetapi tetap pemegang kekuasaan tertinggi ada di tangan Raja, kalau kasusnya seperti sistem kekaisaran jelas itu akan timbul perselisihan jika kerajaan lebih kuat dibanding kekaisaran. Tapi maksudku dengan sistem pemegang kendali tunggal di tangan Raja, nanti pasukan itu hanya tunduk pada ayah!" ucap Xiao Feng menjelaskan. Xiao Dong menghela nafasnya sejenak.
"Sudahlah tidak perlu dipikirkan sekarang, didunia kultivator memang yang kuat itu yang menguasai tapi kita harus ingat kita adalah anggota kerajaan. Kita tetap harus mengikuti aturan kerajaan yang berdasarkan suara dari berbagai pihak. Aku marah padamu adalah untuk menyelamatkanmu, kau bisa gunakan waktu empat puluh hari ini untuk beristirahat bukankah kau sudah sering bepergian jauh ku yakin kau lelah,, sudah begitu saja ayah masih ada hal yang harus dikerjakan!" ucap Xiao Dong sambil tersenyum lalu dia bangkit berdiri. Xiao Feng juga berdiri dan memberi penghormatan, Xiao Dong mengangguk lalu keluar meninggalkan kediaman Xiao Feng.
Sepeninggal Xiao Dong, Xiao Feng kini memanggil Guru Ren dan Ren Yun. Xiao Feng memberikan beberapa tugas kepada mereka dan mengatakan kalau Xiao Feng ingin berkultivasi tertutup di kediamannya untuk mengisi hari. Guru Ren dan Ren Yun menganggukkan kepalanya patuh kemudian meninggalkan kediaman. Xiao Feng tersenyum tipis lalu dia menghilang berteleportasi ke paviliun pusat.
****
"Menurutku Pangeran sengaja membuat melakukan itu di pertemuan tadi siang" ucap Guru Ren yang sedang berjalan bersama Ren Yun.
"Maksud ayah bagaimana?"
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu kalau setelah acara penyucian pusaka semua anggota kerajaan tidak diperkenankan mengadakan perjalanan apapun itu alasannya selama dua hari. Pangeran aku yakin dia akan melakukan perjalanan, sebenarnya bisa saja dia pergi tanpa diketahui siapapun namun dia menjaga citra atau tradisi" ucap Guru Ren.
"Jadi menurut ayah Pangeran akan tetap keluar melakukan perjalanan?"
"Menurutmu bagaimana? apa kau yakin Pangeran melakukan kultivasi tertutup?" Guru Ren balik bertanya. Ren Yun tampak berfikir tapi tak lama kemudian dia tersenyum tipis.
"Benar ayah,, sepertinya aku harus lebih memahami Pangeran!"
"Benar sebagai bawahan Pangeran yang dipercaya kita harus memahami Pangeran, tentu ayah sangat memahami dia dari sewaktu kecil. Pangeran pandai menyembunyikan diri dan suka bertindak secara diam-diam" ucap Guru Ren, Ren Yun mengangguk setuju. Mereka berdua terus berjalan untuk melakukan tugas yang diberikan Xiao Feng yaitu mengawasi Ratu Lian dan Xiao Jun.
*****
Xiao Feng kini sudah berada di Paviliun Pusat dia disambut Sun Xie dan Qing Long.
"Tuan Muda!" ucap keduanya memberi penghormatan. Xiao Feng mengangguk.
"Bagaimana dengan mereka?" tanya Xiao Feng
"Sun Xie selama satu Minggu paviliun pusat kau tutup dulu, sekarang kau ikut aku bersama yang lain ke Qingzhou, jika ada yang ingin membeli informasi biarkan mereka ke cabang dikota terdekat!" ucap Xiao Feng lalu mereka bertiga menuju ruang kultivasi dihalaman belakang.
Xiao Feng kemudian masuk ke dalam ruangan dan melihat semua orang sudah memasuki ranah Alam Langit seperti Sun Ling'er dan Li Ying di Alam Langit *3, Yuan Li dan Ren Yan *2 dan Sun Guan *1 sedangkan Zhu Que naik tiga tingkat di Raja Perak *4. Mereka menghentikan kultivasinya setelah mendengar suara Xiao Feng. Lalu keluar dan berkumpul dibawah pohon rindang di tepi lapangan.
"Kakak, apakah kita berangkat sekarang?" ucap Li Ying dengan mata polosnya.
"Benar Ying'er kita akan berangkat sekarang, karena kita semua sudah bisa terbang. Kita akan terbang ke Qingzhou paling satu atau dua hari kita sudah sampai" ucap Xiao Feng. Dipimpin Xiao Feng mereka kemudian terbang ke udara menuju Kerajaan Qingzhou, sebenarnya bisa saja Xiao Feng berteleportasi tapi dia ingin membiasakan timnya dengan mengendalikan kekuatan barunya.
"Kakak, ternyata terbang seperti ini seru juga pantas saja Bibi Zhu sering terbang!" ucap Li Ying yang terbang disamping Xiao Feng antusias melihat pemandangan dibawahnya. Ketiga saudara Sun juga mengangguk setuju.
"Benar Ying'er aku sering melihat Xie Gege terbang dan baru kali ini aku terbang sendiri!" Sun Ling'er berkata. Para orang dewasa seperti Xiao Feng, Yuan Li dan Ren Yan hanya tersenyum. Zhu Que sendiri dia terbang samping kiri Xiao Feng bersebelahan dengan Qing Long. Sepuluh anak lain yang dulu bersama ketiga saudara Sun, Xiao Feng tidak membawa mereka. Xiao Feng menugaskan mereka untuk menjaga paviliun pusat walaupun sedang ditutup sekalian Xiao Feng menyuruh mereka untuk berkultivasi meningkatkan kekuatan mereka.
__ADS_1
*****
Di bagian barat Qingzhou, Bai Hu yang sudah mendapat kabar kalau Xiao Feng sudah berangkat hatinya merasa lega.
"Akhirnya Tuan berangkat juga" ucapnya senang. Lalu dia melanjutkan mengawasi pembangunan benteng. Tidak ada yang berani mencegahnya sebab Bai Hu menunjukan token Paviliun Gagak Hitam, jadi semua orang tahu kalau dia adalah suruhan Hei Feng Xi.
Disela berjalan Bai Hu di kagetkan dengan kemunculan tiba-tiba dari seorang gadis cantik berambut putih.
"Hei kau,, bukankah kau yang bersama si rubah hitam?" ucap gadis itu yang tak lain adalah Feng Xi.
"Nona Feng?"
"Hmm bagaimana kau tahu itu aku?"
"Haha nona Feng apa kau tidak ingat diriku?" ucap Bai Hu, Feng Xi mengerutkan kening berfikir, dia tidak pernah bertemu sebelumnya dengan orang ini.
"Seingatku aku belum pernah bertemu dengan kau, mungkin kemarin aku melihat kau bersama rubah hitam"
"Haha nona Feng kau dulu sering mempermainkan ku sewaktu aku masih menjadi harimau, sekarang kau begitu cepat melupakanku!" ucap Bai Hu dengan nada dibuat sedih.
"Ka,, kau Bai Hu si kucing jelek dan menyebalkan itu!" ucap Feng Xi kaget, Bai Hu memonyongkan bibirnya kesal tapi mengangguk membenarkan.
"Kyaaa,, kau sekarang telah menjadi manusia tapi tetap saja jelek dan menyebalkan!" Feng Xi mencubit pipi Bai Hu kanan kiri dengan kedua tangan.
"Awww,, nona Feng ini sakit"
"Cih,, kau binatang suci dicubit seorang gadis saja sudah sakit"
"Hehehe!"
__ADS_1
Mereka berdua berjalan sambil mengobrol ringan, Feng Xi juga ikut mengawasi pembangunan benteng yang sudah hampir selesai sambil menunggu kedatangan Xiao Feng.
*****bersambung