Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 350 Mengobati Chu Huanran


__ADS_3

****


Xiao Feng memang berencana mampir dulu ke klan Chu di kota Mawar Putih, entah kenapa dia tiba-tiba merasa rindu dengan gadis kecil cantik menggemaskan Chu Huanran, tanpa berlama-lama Xiao Feng mengajak Feng Xi untuk menuju klan Chu.


Tak berselang lama Xiao Feng sudah sampai di klan keluarga Chu kota Mawar Putih, suasana klan saat ini tidak terlalu ramai beberapa orang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Xiao Feng pun berjalan memasuki gerbang kediaman keluarga Chu.


"Identitasnya Tuan?" ucap penjaga ramah, dia tidak berani bersikap tidak sopan melihat Xiao Feng yang tampan ditambah gadis cantik dan dua orang tampan dibelakangnya dengan penampilan mewah, takutnya mereka dari klan atau sekte besar.


Xiao Feng menyerahkan tokennya dan penjaga segera mencatat dibuku kecil.


"Aku mau bertemu Patriak Chu Yang!" ucap Xiao Feng.


"Baik tuan muda tunggu sebentar karena Patriak sedang bersama nona muda?" ucap penjaga.


"Memangnya kenapa nona muda kalian?"


"Sudah tiga hari ini nona muda terbaring tubuhnya panas dingin" ucap penjaga, Xiao Feng terkejut mendengarnya.


"Bawa aku cepat, biar kulihat!"


"Silahkan tuan muda!" ucap penjaga lalu membawa Xiao Feng dan yang lainnya masuk.


"Feng Ge memangnya siapa nona muda itu, jangan-jangan simpananmu ya?!" ucap Feng Xi menatap Xiao Feng curiga, Xiao Feng menghela nafasnya pelan.


"Bukan Xixi,, dia gadis kecil yang tidak sengaja bertemu denganku di taman beberapa waktu lalu!" ucap Xiao Feng.


"Hmm baiklah aku percaya, ayo masuk!"


****


Didalam kamar nona muda keluarga Chu, Chu Huanran terbaring diatas tempat tidur tubuhnya mengeluarkan hawa panas dan dingin secara bersamaan. Bulir keringat mengucur seukuran jagung didahi gadis kecil itu, disampingnya Patriak keluarga Chu Yang duduk dikursi dan ada seorang pria paruh baya berdiri dan membuka sebuah gulungan kain berisi jarum-jarum kecil.


"Tabib cucuku menderita penyakit apa?" tanya Chu Yang, raut kekhawatiran terlihat jelas diwajahnya yang sudah tidak lagi muda.


"Sebentar aku periksa dulu!" ucap tabib lalu memegang pergelangan tangan Chu Huanran untuk memeriksa denyut nadi.


"Patriak ini nona muda sakitnya sudah cukup parah, aliran darahnya terbalik dan menyebabkan suhu tubuhnya panas dan dingin bersamaan" ucap tabib. Patriak Chu Yang terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"Lalu apakah kau bisa menyembuhkan cucuku?"


"Ini memang agak sedikit sulit, aku akan menggunakan akupuntur untuk mengembalikan aliran darahnya!" ucap tabib lalu membuka gulungan kain berisi jarum akupuntur. Tabib kemudian mengambil beberapa jarum namun sebelum ditancapkan sebuah suara menghentikan nya.


"Berhenti!" ucap suara itu, tabib dan Chu Yang serentak menoleh ke belakang dan mereka melihat ada tiga sosok pria tampan dan gadis cantik berambut putih.


"Siapa kau?" ucap tabib dengan agak kesal, dia hendak mengobati namun suara Xiao Feng menghentikannya. Xiao Feng pun masuk ke dalam diikuti Feng Xi sedangkan Qing Long dan Bai Hu menunggu diluar.


"Salam tuan muda Hei Feng Xi!" ucap Chu Yang sambil menangkupkan kedua tangan, Xiao Feng membalas penghormatannya.


"Salam Patriak,,!" ucap Xiao Feng lalu melirik ke arah Chu Huanran yang tubuhnya masih menggigil. Tabib yang merasa diabaikan kembali berkata.


"Kau siapa mengganggu ketika aku hendak melakukan pengobatan!" ucap tabib.


"Tabib ini adalah teman cucuku tuan muda Hei Feng Xi dan gadis ini...?" ucap Chu Yang menghentikan sejenak ucapannya melihat gadis sangat cantik berambut putih disamping Xiao Feng.


"Istriku Bai Feng Xi,, oh iya kenapa Huan'er bisa seperti ini Patriak?" ucap Xiao Feng.


"Begini Huan'er sejak tiga hari tubuhnya mendadak demam dan mengeluarkan hawa panas dingin, aku sengaja mengundang tabib untuk mengobatinya!" ucap Chu Yang, Xiao Feng mendekati tempat tidur hendak memeriksanya namun tabib segera menghadang.


"Berhenti,, aku tidak tahu kau kenalan Patriak atau apa namun apa yang hendak kau lakukan?" ucap tabib, Chu Yang dan Feng Xi hanya menyaksikan saja.


"Anak muda, melihat umurmu mungkin kau tidak mengetahui pengobatan yang jelas aku tabib disini,, apa kau juga seorang tabib?" ucapnya.


"Aku bukan tabib tapi mengerti sedikit pengobatan!"


"Kalau begitu tunjukan lencana tabibmu, jika kau memang benar seorang tabib!"


"Aku tidak memilikinya dan tidak membutuhkannya!"


"Patriak Chu lihat anak muda hanya membual saja bisa mengobati nona muda!" ucap tabib sambil melihat Chu Yang, Chu Yang sendiri agak bingung dengan situasinya.


"Emmm, tuan muda apakah benar anda bisa mengobati Huan'er?" ucap Chu Yang agak sedikit ragu.


"Patriak tenang saja dia bisa mengobati gadis kecil itu!" ucap Feng Xi, tabib pun tertawa kecil.


"Baiklah aku ingin melihat bagaimana caramu mengobati!" ucap tabib.

__ADS_1


"Baiklah,, aku akan melakukannya namun aku tidak pernah ingin merasa rugi dalam berbisnis, apa taruhannya jika aku berhasil?" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, Feng Xi yang melihat senyuman licik Xiao Feng menggelengkan kepalanya.


"Dasar si rubah hitam, selalu aja tidak ingin rugi dalam hal apapun!" gumam Feng Xi dalam hatinya.


"Baiklah jika kau berhasil kau boleh minta apapun, dan jika kau kalah kau harus berlutut dan memanggilku kakek,, asal kau tahu aku murid dari Tabib Ni yang merupakan tabib kerajaan!" ucapnya sombong, Xiao Feng tertawa kecil dan tanpa basa basi lagi, Xiao Feng membuka baju Chu Huanran bagian dada dan mengeluarkan jarum akupunturnya.


"Lihat dengan matamu baik-baik!" ucapnya lalu menggerakkan tangan dan 12 jarum kecil melayang perlahan.


"Titik Renyin, Shuitu, Qishe, Quepen, Qishu, Qufang, Wuyi, Yingchuang, Ruzhong,, masuk!" ucap Xiao Feng lalu jarum kecil itu melesat menusuk beberapa titik meridian dibagian dada Chu Huanran.


"Zeepp!"


"Zeepp!"


Chu Yang dan tabib itu terkejut melihatnya bahkan tabib sampai rahangnya terbuka lebar "Te,, teknik Jari Dewa Obat!" ucap tabib gemetar.


"Apa itu teknik Jari Dewa Obat?" tanya Chu Yang.


"Teknik akupuntur legendaris dan merupakan teknik nomor satu dalam dunia pengobatan,, ini,, siapa anak muda ini!" ucap tabib. Xiao Feng kemudian mengalirkan qi ke dalam jarum sekitar sepuluh detik Xiao Feng menggerakkan kedua jarinya tangan kanan dan jarum kecil pun kembali melayang ke atas dan Xiao Feng langsung menyimpannya. Tak berselang lama hawa panas dan dingin ditubuh Chu Huanran pun lenyap, mata gadis kecil cantik dan menggemaskan itu perlahan terbuka dan yang dilihat pertama kali adalah wajah Xiao Feng.


"Emm apa Huan'er bermimpi bertemu kakak tampan!" gumam gadis kecil itu, Xiao Feng tersenyum lalu memangku Chu Huanran yang masih linglung.


"Huan'er tidak bermimpi ini benak kakak tampanmu!" ucap Xiao Feng dan Chu Huanran langsung memeluk leher Xiao Feng.


"Huhu Kakak Huan'er merindukanmu!" ucapnya, Xiao Feng tersenyum sambil mengusap kepala Chu Huanran. Chu Yang yang melihat Chu Huanran langsung sembuh langsung senang, Feng Xi mendekat dan mencubit pipi gembul gadis kecil itu.


"Hai Huan'er kau cantik dan imut begini sih!" ucap Feng Xi gemas, Chu Huanran pun membulatkan matanya.


"Wah ada kakak cantik seperti peri!" ucapnya lalu turun dan mendekat ke arah Feng Xi, Feng mensejajarkan tubuhnya dengan Chu Huanran lalu mengeluarkan sebuah manisan permen bergagang kayu.


"Lihat kakak punya ini untuk Huan'er, Huan'er mau?" ucap Feng Xi dan tentu saja diangguki oleh Chu Huanran.


"Huan'er mau!"


"Yasudah ayo kita makan ditaman, biarkan kakek dan kakak tampanmu disini,, mereka suka menganggu!" ucap Feng Xi berbisik lalu menggendong Chu Huanran dan pergi keluar kamar. Feng Xi memang sengaja membawa gadis itu keluar karena faham Xiao Feng dan Chu Yang akan berbicara serius mengenai Chu Huanran, Xiao Feng sendiri tidak berkomentar banyak.


"Xixi ini pandai sekali mengambil hati Huan'er hanya dengan permen gula" gumamnya sambil tersenyum.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2