
*****
Xiao Feng yang sudah keluar dari istana memanggil Yuan Li untuk menemaninya, dia berencana mengunjungi Xiao Chen dikediamannya.
"Yuan Li bagaimana kabar kakak pertama?" tanya Xiao Feng ketika mereka berdua sedang berjalan.
"Pangeran pertama kemarin telah bertemu nona dari bangsawan Lin, namun sepertinya mereka tidak akur" jawab Yuan Li. Xiao Feng mengangguk faham, tak lama kemudian mereka sampai dikediaman Xiao Chen. Terlihat semua pekerja sedang sibuk membersihkan kediamannya. Xiao Feng dan Yuan Li melihat Xiao Chen sedang duduk di teras depan bersama paman Wong.
"Pangeran, hari ini tanggal 10 bulan 12, aku meminta pelayan membersihkan kediaman sekalian mengubah Fengshui kedepannya kediaman kita akan selalu aman dan selamat" ucap Paman Wong sambil menuangkan teh. Xiao Chen menyesap tehnya sambil menerawang ke atas melihat langit.
"Setiap tahun disaat seperti ini Feng'er akan selalu datang" ucap Xiao Chen.
"Mungkin Pangeran Kedua sedang dalam perjalanan"
"Bagus,, ayo masuk!" ucap Xiao Chen sambil bangkit berdiri namun matanya melihat Xiao Feng dan Yuan Li yang datang.
"Pangeran Kedua sudah datang" ucap Paman Wong sambil memberi hormat, Xiao Feng tersenyum sejenak.
"Sejak ibu meninggal setiap tahun aku akan mengunjungi kakak pertama saat kediaman dibersihkan, apakah paman Wong sudah lupa?" ucap Xiao Feng
"Tidak,, tidak,, aku tidak mungkin lupa"
"Kakak seperti biasa" ucap Xiao Feng namun Xiao Chen tidak menjawabnya.
"Tunggu sebentar aku akan mengambilkan papan catur nya" ucap Paman Wong sambil berlalu ke dalam.
"Untuk apa kau kemari,, kediaman ini tidak menerimamu" ucap Xiao Chen dingin setelah paman Wong masuk, Xiao Feng yang tadinya hendak duduk menghentikan langkahnya.
"Kakak!"
"Jangan panggil aku kakak lagi,,"
"Kakak jika aku memiliki kesalahan mohon dimaafkan" ucap Xiao Feng,, Xiao Chen hanya diam.
"Pergilah jangan sampai aku mengusirmu!" Xiao Chen berkata sambil mengibaskan tangannya menyuruh Xiao Feng pergi, Xiao Feng masih berdiri diam sementara Yuan Li juga tidak berkomentar.
"PERGI!!" Xiao Chen berkata dengan nada sedikit tinggi membuat Xiao Feng dan Yuan Li terperanjat kaget. Xiao Feng terdiam sejenak lalu memberi hormat lalu dia dan Yuan Li berjalan meninggalkan kediaman. Paman Wong yang barusan keluar membawa papan catur melihat Xiao Feng malah pergi.
__ADS_1
"Pangeran kedua!"
"Jangan mengejarnya, aku yang mengusirnya" ucap Xiao Chen, Paman Wong sedikit terkejut mendengarnya.
"Pangeran kenapa melakukan ini?"
"Ratu Xiao Lian paling ahli memanfaatkan kelemahan orang, jika ratu Lian mengetahui kalau aku dan Feng'er bersama maka dia akan memakai segala cara untuk menekan Feng'er melalui diriku" ucap Xiao Chen, Paman Wong akhirnya faham kenapa Xiao Chen melakukan itu.
"Adik kecilku ini dari luar tampak teliti namun hatinya memiliki kebaikan dan mementingkan hubungan, jika ingin menjadi penerus dia harus lebih keras pada dirinya sendiri"
"Aku ingat sekali saat Feng'er masih berumur lima tahun dia datang kesini bersikeras ingin ikut membersihkan kediaman, Ratu Hua tidak punya pilihan lalu memintaku untuk mengajak Feng'er untuk bermain catur dengannya" ucap Xiao Chen sambil tersenyum, tangannya tampak mengusap papan catur yang dipegang Paman Wong. Bayangan dirinya dan Xiao Feng dimasa kecil terlintas di kepalanya.
"Sudahlah, ayo kita masuk!"
******
"Mungkin Pangeran pertama ingin melindungi mu" ucap Yuan Li, Xiao Feng dan Yuan Li kini sedang berjalan di alun-alun kota setelah keluar dari kediaman Xiao Chen.
"Apa kau tahu mengapa setiap tahun aku akan bermain catur dengan kakak pertama saat kediamannya dibersihkan?" ucap Xiao Feng
"Pada saat itu aku masih berusia lima tahun aku selalu ingin ikut meramaikan kegiatan membersihkan kediaman, ibu tidak memiliki pilihan lalu menyuruh kakak pertama mengajakku bermain catur. Pada saat itu kakak berkata jika bisa mengalahkannya dalam permainan catur uang jajanku dari ayah dan ibu akan lebih banyak dari kakak. Dan aku selalu memenangkannya, namun ibu memberitahuku kalau uang jajanku selalu sama. Bagian yang lebih adalah pemberian kakak" ucap Xiao Feng, Yuan Li hanya mendengarkan.
"Kakak selalu begini selalu mengorbankan dirinya untuk melindungiku, tetapi tetap saja mendengar dia berkata seperti itu hatiku tetap sakit" Xiao Feng berkata lirih, Yuan Li juga bingung mau memberi masukan seperti apa.
"Kau pulanglah aku ingin sendiri dulu menenangkan diri" perintah Xiao Feng, Yuan Li menganggukkan kepala lalu menangkupkan kedua tangan dan berjalan meninggalkan Xiao Feng.
Sepeninggal Yuan Li, Xiao Feng berjalan-jalan disekitar alun-alun kota. Dia melihat ramainya orang-orang yang berlalu lalang, dia terus berjalan sampai akhirnya sampai dipinggir aliran sungai yang mengalir tenang membelah alun-alun kota. Dia berdiri di atas jembatan melihat ikan yang berenang dijernihnya air, teringat dirinya saat kecil selalu datang ke danau atau sungai bersama ibunya dan Xiao Chen untuk melihat ikan. Dia tersenyum tipis lalu melemparkan beberapa makanan kecil yang dia beli dari pedagang pinggir sungai.
Xiao Feng asyik memandangi ikan dan tidak menyadari ada seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya sambil memakan kue ditangannya ada beberapa bungkusan makanan, ya gadis cantik itu tidak lain adalah Feng Xi. Sebelumnya Feng Xi merasa bosan dipaviliun pusat dan memutuskan ingin berjalan-jalan dan kebetulan dia melihat Xiao Feng yang berdiri diam diatas jembatan sambil memandangi ikan.
Gadis cantik itu langsung mendekati Xiao Feng dan menepuk pundaknya.
"Hei sedang apa kau disini?" tanya Feng Xi, Xiao Feng mengalihkan pandangannya untuk melihat siapa yang menepuk pundaknya. Namun dia tidak menjawab dan kembali melihat sungai. Feng Xi mengerutkan kening heran dengan sikap Xiao Feng.
"Kulihat dahimu berkerut seperti banyak fikiran, kau bisa sedikit tersenyum melihat ikan itu"
"Kau urus dirimu sendiri, aku sedang ingin sendirian" ucap Xiao Feng lalu kembali melemparkan makanan ke sungai, Feng Xi berfikir kalau Xiao Feng sedang menghadapi masalah rumit biasanya dia selalu santai ketika banyak masalah. Gadis cantik itu tanpa fikir panjang langsung memegang tangan Xiao Feng dan membawanya ke sebuah tempat, Xiao Feng tidak protes ataupun menolak dia mengikuti saja Feng Xi yang berjalan membawanya ke sebuah toko alat pancing.
__ADS_1
"Boss, berikan aku dua pancin dan umpannya" ucap Feng Xi
"Mau yang seperti apa nona muda?" tanya pemilik toko
"Yang paling bagus saja"
"Hoho baiklah tunggu sebentar" ucap pemilik toko dan langsung masuk ke dalam, tak lama kemudian dia muncul dengan dua alat pancing berserta umpannya.
"Semuanya 1 koin emas nona muda"
"Baiklah, ini uangnya" ucap Feng Xi sambil menyerahkan koin lalu mengambil alat pancing itu, dia melirik Xiao Feng yang masih diam. Feng Xi kembali memegang Xiao Feng dan membawanya ke sebuah danau kecil dipinggir kota.
"Kenapa kau membawaku kesini?" ucap Xiao Feng ketika mereka sudah sampai didanau itu, mereka berdua duduk dipinggir danau berair jernih. Feng Xi tidak langsung menjawab dia memasang umpan dan melemparkan kail pancing.
"Hmm,, aku melihat kau sedang banyak fikiran jadi kita akan memancing untuk sedikit melepas penat" ucap Feng Xi sambil tersenyum manis. Xiao Feng akhirnya tersenyum lalu memasang umpan dan melemparkan alat pancingnya.
Mereka berdua asyik memancing didanau sore hari, cahaya matahari yang tidak terlalu terik memantul dipermukaan danau.
"Heii,, sepertinya umpanku dimakan" teriak Feng Xi lalu menarik alat pancingnya dan tak lama kemudian sebuah ikan berukuran sedang melompat keluar dari air dan langsung ditangkap Feng Xi, ikan itu sangat cantik berwarna kuning keemasan dan siripnya kebiruan, Feng Xi memasukkan ikan ke dalam wadah yang sudah diisi air.
"Bagaimana hebat kan aku!" ucap Feng Xi sambil melirik Xiao Feng dengan dagu terangkat.
"Cih hanya keberuntungan saja,, lihat ini aku akan lebih banyak menangkap ikan" ucap Xiao Feng tak mau kalah, namun setelah sekian lama tidak ada yang menyambut umpannya.
"Haha kau tidak mahir sepertinya" ucap Feng Xi meledek dengan menjulurkan lidahnya.
"Kau berani meledekku awas ya" Xiao Feng berkata sambil tersenyum jahat lalu melompat menangkap Feng Xi dan menggelitik pinggangnya, Feng Xi tidak sempat menghindar.
"Awww rubah hitam sudah,, geli hahaha"
Feng Xi berusaha memberontak tapi malah berguling dari duduknya, Xiao Feng juga ikut tertarik sampai keduanya terjatuh diatas tanah dengan Feng Xi dibawah Xiao Feng, keduanya terdiam dan saling memandang beberapa saat, Xiao Feng menatap mata bening Feng Xi begitupun sebaliknya. Perlahan Xiao Feng menurunkan wajahnya, gadis itu tampak gugup dan menutup matanya, nafas hangat dan harum Xiao Feng menerpa wajahnya menimbulkan rona merah di wajah Feng Xi, Sedikit lagi bibir keduanya akan bersentuhan, mereka dikejutkan dengan suara percikan air danau dan ikan melompat dari dalam air tanda menyambar pancingan Feng Xi. Keduanya segera tersadar lalu bangun dengan rona merah terlihat jelas di wajah Xiao Feng dan Feng Xi.
"Ikan sialan!" rutuk Xiao Feng dalam hatinya
"Ehm hari sudah semakin sore sebaiknya kita pulang" ucap Feng Xi gugup dan rona merah masih tercetak jelas diwajah cantiknya, Xiao Feng mengangguk lalu membereskan peralatan dan mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan danau.
**** bersambung
__ADS_1