
****
Dua ratus orang menyerbu seperti air hujan dengan berbagai serangan, Yuan Li menatap dingin ke sekeliling lalu melompat tinggi ke udara. Mengalirkan energi Qi ke dalam pedang Yuan Li langsung bergerak jatuh dengan menghantamkan pedangnya ke atas tanah
"Boom!"
Aura kuat menyebar tanah retak seperti jaring laba-laba dan kobaran api merah yang panas menyebar ke sekeliling.
Dengan sekali hantaman seratus orang yang berada di paling depan langsung terhempas dengan kondisi tubuh menghitam terbakar, tetua sangat terkejut melihat itu. Orang-orang yang menyerang semuanya berada di ranah Dewa Putih tentu tidak menyangka setengahnya bisa dihabisi hanya dengan satu gerakan.
Xiao Feng masih dengan santai menyesap rokoknya, Yuan Li kemudian kembali melesat dia langsung menerjang ke arah sisa orang yang masih hidup.
Pedang ditangannya berputar layaknya baling-baling dan mengeluarkan suara desingan tajam.
"Wungg!"
"Crasshh!"
"Aaaahh!"
Setiap Yuan Li bergerak pasti ada satu kepala yang lepas, orang-orang sekte Serigala Hitam tidak bisa berbuat banyak karena serangan cepat Yuan Li tidak bisa mereka hindari.
"Brengsekk!"
Tetua memaki kesal melihat satu persatu anggota sekte bertumbangan, dia mengeluarkan pedangnya dan langsung menyerbu ke arah Xiao Feng. Dia memperkirakan kalau Xiao Feng hanyalah tuan muda biasa dan membayar Yuan Li sebagai pengawal.
Yuan Li yang melihat segera melesat namun lambaian tangan Xiao Feng menghentikannya. Yuan Li faham lalu melanjutkan serangannya membantai puluhan orang yang tersisa.
Tetua sekte Serigala Hitam menebaskan pedangnya dia semakin yakin ketika melihat Xiao Feng masih berdiri diam dengan menghembuskan asap rokok.
"Matilah kau!"
"Wusshh!"
"Klankk!"
"Apa?!"
Tetua terkejut melihat serangannya yang hendak menebas leher tertahan dan ketika diperhatikan itu adalah sebuah kipas tertutup yang menahan serangan pedangnya, dia menggertakkan gigi tidak percaya pedangnya kalah melawan kipas belaka.
Tetua mengalirkan energi Qi ke dalam pedang dan seketika pedang langsung bercahaya gelap, Xiao Feng dengan cepat memutar tangannya yang memegang kipas.
"Sreeett!"
Dengan gerakan indah kipas bergerak memutari pedang dan langsung terbuka, kipas itu langsung menebas leher tetua dengan pinggirannya yang sangat tajam tanpa sempat tetua menghindarinya.
"Crasshh!"
__ADS_1
"Plukk!"
Sebuah kepala terlempar ke atas dan jatuh ke tanah, darah menyembur deras dari leher dan tubuh tanpa kepala tetua sekte Serigala Hitam pun jatuh ke tanah.
[Ding,, selamat tuan telah membunuh di level Dewa Merah tahap awal mendapatkan 8 juta PS dan 80 juta PP]
Melihat tetua telah tewas semangat bertarung puluhan orang langsung runtuh mereka melarikan diri secepat yang bisa dilakukan namun tentu saja Yuan Li tidak membiarkan, dengan gerakan cepat sisa puluhan orang pun langsung dihabisi.
Xiao Feng berjalan memasuki bagian tengah kediaman dengan Yuan Li dan tak lama kemudian bermunculan lebih banyak orang, disusul lima orang pria tua memancarkan aura kuat di ranah Dewa Perak tahap awal dan satu orang di ranah Dewa Hitam tahap akhir.
Kelima orang tua merupakan tetua sekte Serigala Hitam, sedangkan patriaknya yang berada di ranah Dewa Emas tahap akhir belum muncul.
"Anak muda apa tujuanmu membantai di sekte Serigala Hitam?" ucap salah-seorang tetua.
"Aku memang ingin membantai sekte sampah ini dan tidak perlu ada alasan!" balas Xiao Feng.
"Sebaiknya kau bicara masalahnya seingatku kami tidak pernah menyinggung seseorang"
"Memang kalian tidak tetapi orang ini telah berani menyakiti sahabatku!" ucap Xiao Feng.
"Siapa?"
"Yang Tian dan dia telah ku bunuh!"
"Bagus sekali kau masih muda bernyali besar!" ucap salah seorang tetua, dia tahu kalau Yang Tian tetua pertama tewas karena giok jiwanya pecah beberapa waktu lalu.
"Karena kau secara pribadi mendatangi tempat ini maka tahun depan dihari yang sama merupakan hari peringatan kematianmu!" salah seorang tetua dengan wajah muram langsung mengeluarkan pedangnya. Aura nya yang kuat menyebar.
"Sombong aku sendiri saja cukup menghabisi kalian!" ucap tetua yang berada di ranah Dewa Hitam tahap akhir, tanpa basa baso tetua itu langsung menyerang dengan tebasan pedangnya.
"Tebasan Serigala Murka!"
"Aaauuu!"
Suara lolongan serigala dari kejauhan muncul ketika tetua itu menebaskan pedangnya, aura hitam dan jahat menyelimuti pedangnya, Xiao Feng yang memang tidak ingin berlama-lama juga bergerak.
Xiao Feng membuka kipasnya lalu mengalirkan elemen cahaya, dia mengibaskan kipasnya seperti gerakan mencungkil dari bawah ke atas.
"Wusshh!"
Sebuah bola cahaya berwarna putih berkelebat, bola cahaya melesat cepat ke arah tetua. Tetua yang merasa serangan itu berbahaya segera menambah kekuatannya, pedang bergetar dan aura hitam semakin pekat.
"Booom"
Ledakan besar pun tercipta dengan menimbulkan debu yang menghalangi pandangan. Samar-damar terlihat sosok tubuh melayang diudara sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
Ternyata itu adalah tetua yang jatuh, semua orang terkejut ketika melihat tubuh menghitam seperti terbakar tergeletak di tanah sedangkan Xiao Feng berdiri diam.
__ADS_1
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh di level Dewa Hitam tahap akhir mendapatkan 40 juta PS dan 4 milyar PP]
"Bajingan serang mereka!"
Segera keempat tetua sisanya bergerak ke arah Xiao Feng disusul ratusan orang dibelakangnya.
Xiao Feng dan Yuan Li juga bergerak maju, kali ini Xiao Feng mengeluarkan Pedang Elemen.
"Rasakan kau sialan,, Tinju Api!"
"Tebasan Serigala Murka"
"Tapak Angin Puyuh!"
"Cakar Serigala"
Berbagai teknik dikeluarkan oleh empat tetua ke arah Xiao Feng, Xiao Feng tersenyum tipis lalu melompat ke udara dia menebaskan pedangnya secara vertikal dari atas ke bawah disertai aliran energi Qi elemen es.
"Teknik Pedang Membelah Langit : Tebasan Bulan Sabit!"
"Wusshh!"
Siluet bulan sabit sangat besar dari elemen es muncul di atas Xiao Feng yang langsung bergerak menuju sempat serangan tetua.
"Booom!"
"Booom!"
"Blaarr!"
"Duaarr!"
Benturan serangan itu menimbulkan empat ledakan besar yang langsung menghancurkan beberapa bangunan kecil disekeliling dan menimbulkan kawah kecil.
Empat orang tetua terjajar mundur sejauh dua puluh meter dengan dada terasa sakit.
"Sialan bocah ini memiliki kekuatan!"
"Ayo serang terus aku yakin dia tidak akan bisa berkutik jika kita menyerang bersama"
"Ayo serang dengan formasi Serigala Memburu!"
Keempat tetua langsung kembali melesat dan mengurung Xiao Feng dari empat arah, para tetua langsung bergerak menyerang Xiao Feng dengan pedangnya. Mereka berusaha menghabisi Xiao Feng dengan menyerang secara bersamaan.
"Trankk!"
"Trankk!"
__ADS_1
Xiao Feng memutar pedangnya menghalau serangan pedang empat tetua, percikan api dan bunyi dentingan senjata terdengar terus menerus, Xiao Feng dengan lincah bergerak ke sana kemari dengan permainan pedangnya yang memukau.
****bersambung****