
****
Xiao Feng dan Yuan Li terbang dengan kecepatan sedang sambil berbincang ringan, kini Xiao Feng telah sepenuhnya pulih.
Dari tempat perbatasan yang menghubungkan bagian luar dan bagian dalam pusat alam dewa membutuhkan waktu tidak lama bagi Xiao Feng melewati tiga kota dan hutan kecil maka sudah sampai di kota Matahari.
Xiao Feng dan Yuan Li turun tidak jauh dari pintu gerbang dan melanjutkan dengan berjalan kaki, ramainya suasana kota terlihat dari banyaknya pendatang yang antri baik dari kultivator, pedagang atau sekedar berwisata karena kota Matahari terkenal dengan keindahan alamnya.
Setelah membayar biaya masuk Xiao Feng dan Yuan Li langsung berjalan menuju kediaman klan Lin, dua sosok berpakaian hitam mengikuti mereka.
Awalnya Xiao Feng dan Yuan Li tidak menghiraukan namun penguntit itu mengikuti dengan jarak yang diatur, ketika Xiao Feng dan Yuan Li berjalan cepat penguntit juga mengikuti.
Xiao Feng dan Yuan Li berjalan menuju gang kecil.
"Keluarlah kalian sudah mengikuti kami dari pintu gerbang!" seru Xiao Feng dan tak lama kemudian muncul dua sosok berpakaian hitam dengan wajah tertutup hanya memperlihatkan kedua matanya, sebuah pedang tersembul dari balik punggung.
"Benar-benar hebat bisa menyadari kami mengikuti kalian tampaknya dia sesuai rumor" ucap salah-seorang pria berbaju hitam.
"Apa kau yakin dia,, kulihat mereka hanya berada di ranah Dewa Putih, konyol sekali menugaskan kita berdua" ucap temannya, mereka memang melihat kultivasi Xiao Feng dan Yuan Li hanya berada di ranah Dewa Putih karena Xiao Feng dan Yuan Li sengaja menurunkan kultivasinya.
"Sudahlah cepat lakukan dengan begini lebih baik!"
Xiao Feng tersenyum kecil mendengar percakapan mereka, dia mengeluarkan kursi kecil dan duduk diatasnya dari cincin penyimpanan dia mengeluarkan kotak rokok, mengambil sebatang dan menempelkannya di bibir, Yuan Li dengan sigap membungkukkan badan menyalakan rokok Xiao Feng lalu kembali berdiri dibelakang Xiao Feng
"Fiuhhh katakan siapa yang menyuruh kalian?" ucap Xiao Feng walaupun tahu mereka tidak akan bicara.
"Tanyakan saja dineraka, serbu!"
Kedua sosok berpakaian hitam menghunus pedang dan melesat bersamaan, satu ke kiri dan satu ke kanan bergerak dengan zig zag.
Melihat dua orang ini hanya di ranah Dewa Merah tahap awal tidak perlu Xiao Feng turun tangan, dia menyesap rokoknya dengan santai.
Yuan Li segera melesat menyongsong serangan, kedua tangannya diulurkan ke depan.
"Plakk!"
"Plakk!"
Dua sosok berpakaian hitam terperanjat kaget melihat tangan mereka yang memegang pedang ditangkap dengan mudah oleh Yuan Li, tanpa sempat bersiap Yuan Li menendang keduanya dengan kaki kanan yang dialiri energi Qi elemen api.
"Wusshh!"
Kobaran api membelah udara terlihat dari kaki Yuan Li membentuk garis melengkung.
"Bukk!"
"Bukk!"
__ADS_1
Kedua sosok berpakaian hitam terpental bergulingan ketika dadanya terkena hantaman kaki Yuan Li. Sesaat mereka merasa linglung dan berusaha bangkit namun Yuan Li sudah berada didepannya dan mencengkram kepala kedua sosok itu.
Yuan Li menghantamkan kepala kedua sosok itu ke tanah beberapa kali hingga menimbulkan kawah kecil, lalu dengan gerakan cepat kedua kaki dan tangan sosok pria berpakaian hitam dipatahkan.
Jerit kesakitan dan nafas memburu diperlihatkan oleh keduanya dan menatap Yuan Li dengan tatapan ketakutan.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian?" ucap Yuan Li.
"Si,, sialan sampai mati kami tidak akan bicara"
"Oh begitu ya"
"Yuan Li jika mereka tidak mau bicara, potong saja kaki dan tangannya ambil jantungnya dan hancurkan dantiannya!" seru Xiao Feng yang duduk dengan kaki ditumpangkan dan menghembuskan asap rokoknya.
"Baik Tuan Muda!" ucap Yuan Li lalu melihat kedua sosok berpakaian hitam yang tergeletak di tanah dengan menyeringai, dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.
Kedua sosok itu gemetar ketakutan melihat Yuan Li berjalan mendekati mereka.
"Tu,, tunggu kami akan bicara!" ucap salahsatu sosok berpakaian hitam, baginya dipotong tangan kaki tidak masalah karena bisa di tumbuhkan kembali tetapi dihancurkan dantian atau direnggut jantung sudah dipastikan tewas dan kerja keras mereka hingga mencapai ranah Dewa Merah akan percuma.
"Cepatlah waktu tuan mudaku tidak banyak!" ucap Yuan Li.
"Ka,, kami dari Kedai Tianwei mengenai siapa yang menyuruh kami tidak tahu!" ucapnya, Xiao Feng mengerutkan keningnya lalu bangkit berdiri menyimpan kursinya dan membuang rokoknya.
"Kedai Tianwei?"
"Ckckck bahkan Zhou Li saja bersikap hormat denganku, apa masalahnya, Yuan Li lumpuhkan mereka kita ke Kedai Tianwei sekarang!"
"Baik Tuan Muda!"
"Tidak,,,"
"Jangan!"
Yuan Li memukuli keduanya sampai pingsan lalu menyeret keduanya mengikuti Xiao Feng yang sudah berjalan.
****
Di ruangan kerja Kedai Tianwei manager Zhao tampak sedang duduk santai, tangannya memeluk gadis muda cantik sesekali meremas bagian dadanya.
"Manager Zhao masih siang!" ucap gadis itu dengan genit.
"Hohoho tidak apa-apa aku suka melakukan itu di siang hari!" Manager Zhao langsung memangku gadis itu dan mencium bibirnya namun ketika hendak melakukan itu pintu di dobrak dan dua sosok tubuh melayang dan jatuh tepat di pangkuannya. Gadis muda itu berteriak histeris dan langsung melarikan diri sementara manager Zhao terjatuh dari kursinya.
"Bangsattt,, siapa yang berani kurang ajar!!" Teriak manager Zhao lalu bangkit berdiri dia melihat ada dua sosok pria muda berjalan memasuki ruangannya.
"Manager Kedai Tianwei selamat siang!" ucap Xiao Feng lalu duduk di kursi, Yuan Li berdiri dibelakang Xiao Feng. Manager Zhao melihat Xiao Feng terkejut.
__ADS_1
"Ka..kau kenapa masih hidup!"
"Cih tentu saja masih hidup, dua orang sampah yang kau kirim tidak berguna!" ucap Xiao Feng, manager Zhao melihat dua orang yang dilempar tadi adalah bawahannya.
"Bagus,, kau datang sendiri hari ini kau akan mati pengawal!" teriak manager Zhao namun tidak ada yang datang.
"Manager Zhao aku mau tanya siapa yang menyewamu?"
"Cih,, jangan harap kau tahu disini Kedai Tianwei kau tidak bisa berbuat banyak!" ucap manager Zhao, Xiao Feng menggelengkan kepalanya pelan.
"Jika tidak mau memberitahu tidak masalah aku punya ribuan cara untuk membuatmu bicara!" ucap Xiao Feng, Manager Zhao yang gusar langsung mengeluarkan pedang dan melesat menyerang Xiao Feng.
Kultivasi Manager Zhao sendiri cukup tinggi, dia berada di ranah Dewa Merah tahap menengah.
"Wusshh!"
Kelebatan pedang yang dilapisi elemen angin menyerbu, Xiao Feng dengan santai mengangkat kipasnya yang tertutup.
"Trinkkk!"
"Apa!"
Melihat serangannya tertahan hanya dengan kipas manager Zhao terkejut, Xiao Feng melemparkan kipasnya.
"Wusshhh!"
"Bukkk!"
Kipas berputar dan menghantam dada membuat manager Zhao terpental dan menabrak meja, nafasnya sesak dan darah menetes dari sudut mulutnya.
"Uuhuukk.. Kau memiliki kemampuan makanya bersikap sombong, jangan lari kau!" ucap manager Zhao.
"Panggil orang,, aku tunggu disini bahkan kalau kau memanggil Zhou Li aku tetap akan menunggu!"
Manager Zhao menggertakkan giginya lalu mengeluarkan batu giok.
"Ketua ada sesuatu terjadi disini, dua orang mengacau Kedai Tianwei!"
"Masalah sampah seperti ini kau tidak bisa menyelesaikan!" suara balasan dari batu giok terdengar.
"Masalahnya orang ini sangat kuat dan menganggap remeh Kedai Tianwei!"
"Apa,, tunggu saja aku akan kesana!"
"Hehe bocah tunggu saja ketua akan datang dan kau akan tamat!" seru manager Zhao sambil perlahan bangkit berdiri, Xiao Feng tersenyum tipis dan mengeluarkan sebatang rokok. Yuan Li dengan sigap menyalakan dan kembali berdiri.
****bersambung****
__ADS_1