Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 135 Nenek Lin Mi


__ADS_3

****


Rombongan Xiao Feng kini terbang dari hutan dan menuju ke kerajaan Angin Selatan, sesampainya di perbatasan mereka memasuki kota untuk mencari penginapan karena mereka sudah makan di tepi sungai.


"Nona apa ada tiga kamar tersedia?" ucap Xiao Feng ketika sudah berada didepan pelayan wanita. Pelayan itu membuka dulu catatannya lalu berkata


"Maaf tuan hanya tersisa dua kamar, jika tuan ingin mengambilnya biayanya 5 koin emas"


"Baiklah aku ambil" Xiao Feng memberikan koin emas dan mengambil kunci kamar.


"Nona Mei kamarmu berada didepan sana aku bertiga sama Qing Long dan Bai Hu satu kamar" Xiao Feng berkata dan memberikan kunci kepada Mei Ling. Mei Ling menerimanya lalu masuk ke dalam kamar, sebelum menutup pintu dia sempatkan untuk memberikan senyuman kepada Xiao Feng.


"Selamat malam tuan muda Feng!"


"Selamat malam nona Mei"


*****


Keesokan harinya mereka sudah meninggalkan penginapan dan kembali melanjutkan perjalanan, mereka terbang dengan pelan sambil mengobrol ringan. Disaat melewati sebuah danau tiba-tiba mereka merasakan sebuah aura kuat. Besar kemungkinan itu dari orang diranah Raja Platinum *2.


Xiao Feng menggunakan teknik matanya dan melihat dari jarak 2 kilometer didepan ada seorang nenek sangat tua mengenakan pakaian biru, rambutnya digulung ke atas. Nenek itu juga terbang mendekati mereka. Xiao Feng dan yang lainnya turun ke tanah.


Tak lama kemudian nenek itu muncul didepan rombongan Xiao Feng. Nenek tua itu tertawa sebentar


"Hihi dua anak manusia murni dan manusia naga,, apakah aku boleh bertanya sesuatu hal pada kalian?" nenek tua itu berkata sambil berjalan terbungkus mendekati rombongan Xiao Feng.


Xiao Feng tidak segera menjawab, dia menganalisa dulu nenek itu dengan sistemnya.


Nama : Lin Mu


Umur : 980 tahun


Ras : Ikan Tiga Sirip


Level : Raja Platinum *2


Elemen : Air


Lin Mei Ling tersenyum dahulu ke arah nenek tua itu "Nenek apa yang hendak kau tanyakan, kami generasi muda jika mampu akan mencoba memberikan jawaban" ucap Lin Mei Ling.

__ADS_1


"Hik.. hik. hikk.. gadis cantik tutur katamu lembut dan menyejukkan, beretika dan anggun. Lelaki yang menjadi suamimu nanti akan dilimpahkan keberuntungan, aku ingin bertanya kepada kalian. Apakah kalian tahu dimana tempat tinggal tua Bangka Lin Mi" tanya si nenek.


Lin Mei Ling seketika berubah parasnya dan terlihat jelas oleh si nenek namun Xiao Feng menggelengkan kepalanya.


"Maaf nek, aku tidak mengenal orang yang kau cari?" ujar Xiao Feng.


"Memangnya nenek punya urusan apa dengan orang itu?" Lin Mei Ling berkata, nenek tua Lin Mu yang mendengar itu terkekeh sejenak sudah dipastikan kalau gadis itu tahu orang yang dia cari.


"Aku hanya ingin berkunjung saja gadis cantik, sepertinya kau mengenal orang itu"


Lin Mei Ling terdiam sejenak "Orang yang nenek cari adalah nenekku Lin Mi dari lembah Seribu Bunga"


Seolah mendengar suara petir, nenek tua Lin Mu terlonjak kaget lalu si nenek mendekat ke arah Lin Mei Ling memperhatikan wajah cantiknya. Seketika nenek Lin Mu mundur dua langkah.


"Kau..wajahmu!!" suaranya seolah tercekik dan bergetar. Lin Mei Ling mengerutkan kening heran. Xiao Feng pun yang memperhatikan seolah ada yang aneh.


"Nenek kenapa memandangku seperti itu, apakah wajahku buruk?" ucap Lin Mei Ling. nenek tua Lin Mu menggelengkan kepala.


"Katakan siapa namamu?"


"Namaku Lin Mei Ling nek dan berasal dari Lembah Seribu Bunga di wilayah kerajaan Angin Timur"


"Kau benar cucu sekaligus murid Lin Mi si tua Bangka sialan itu?" ucap Lin Mu dengan tegas. Lin Mei ling menganggukkan kepalanya.


"Kau,, ikut aku sekarang ke tempat tua Bangka itu"


"Eh kenapa harus ikut"


"Karena dia sudah menjadikanmu murid dan cucunya tapi tidak memberitahuku, aku harus memberi pelajaran pada tua Bangka itu"


Xiao Feng maju satu langkah dia berkata kepada nenek itu dengan sorot mata tajam.


"Nenek Lin Mu tunggu dulu,,"


Lin Mu menoleh ke arah Xiao Feng lalu ke arah Lin Mei Ling


"hihi..Gadis cantik apakah dia kekasihmu?"


Lin Mei Ling tidak menjawab malah menundukkan kepalanya sambil tersenyum wajahnya merona merah. Sementara Xiao Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Nenek aku sahabatnya, aku hanya ingin memastikan kalau kau tidak memiliki maksud jahat"


"Hihihi,, dengar itu gadis cantik selain tampan dia mengkhawatirkanmu, namun dia juga sangat hebat bisa tahu namaku padahal aku belum mengenalkan diri hik..hik..hik"


Ketika mendengar ucapan terkahir si nenek, Xiao Feng dan Lin Mei Ling juga baru sadar. Xiao Feng mengusap hidungnya dan tersenyum getir.


"Nenek aku hanya menebak saja"


"Hik..hik..hik menebak dengan tepat entah teknik apa yang kau gunakan, tapi yang jelas aku akan membawa gadismu ke tempat nenek tua Bangka Lin Mi"


Karena terlihat memaksa dan tidak ada niat jahat dari nenek tua itu Xiao Feng mengiyakan saja namun tanpa disadari dia menanam segel pelacak di tubuh si nenek tua, sementara Lin Mei Ling sebenarnya ingin menolak tapi tiba-tiba nenek tua Lin Mu memanggul tubuhnya dan melesat terbang dengan cepat dan menghilang.


Xiao Feng menatap kepergian Lin Mei Ling dan nenek tua Lin Mu.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan"


"Tuan, apa nenek tua itu tidak akan berniat buruk?" ucap Bai Hu


"Tidak,, aku yakin dia tidak akan memperlakukan Mei Ling buruk dan aku juga sudah menanam segel pelacak tanpa dia sadari" Xiao Feng berkata, lalu mereka melesat terbang melanjutkan perjalanan.


*****


Mata nenek tua Lin Mu melihat sekeliling lembah yang dipenuhi berbagai macam bunga, Lin Mei Ling juga ikut melihat sekeliling namun sejauh mata memandang hanya bunga yang terlihat. Mereka kemudian menuju rumah yang berada didekat danau.


"Dorr..dorr..dorr!"


"Lin Mi bau tanah cepat keluar aku tahu kau didalam!"


Suara pintu diketuk keras oleh Lin Mu disertai teriakan suaranya yang melengking bahkan Lin Mei Ling sampai mendekap telinganya.


Tak lama kemudian pintu dibuka dan keluar sosok nenek berjalan bungkuk dengan tongkat di tangan kanannya.


"Cucuku Mei'er baru sebulan kau bertualang kini kembali lagi" nenek Lin Mi tertawa mengekeh dan memeluk Lin Mei Ling. Lin Mu yang berada disamping Mei Ling menjadi jengkel.


"Benar-benar tua Bangka merepotkan jelas-jelas aku didepannya tapi dia tidak menganggap ku!" gumamnya dalam hati. Lalu menarik tangan Lin Mei Ling yang kebingungan hendak menjawab.


"Ayo gadis cantik kita pergi saja orang yang kita cari tidak ada disini!"


****bersambung

__ADS_1


__ADS_2