
Mereka pun masuk ke dalam kota membuat semua orang melihatnya takjub sekaligus kagum bersamaan,seorang pemuda sangat tampan dan gadis sangat cantik berambut putih entah darimana asalnya menjadi pusat perhatian semua orang.Namun melihat dari aura elegan dan anggun khas bangsawan ditambah mereka mengenakan pakaian khas kultivator mewah dan mahal,semua orang yang memperhatikan tidak berani berbuat macam-macam. Xiao Feng dan Feng Xi tidak lama-lama di kota itu setelah makan disebuah restoran mereka langsung meninggalkan kota.
Xiao Feng mendapatkan informasi kalau kota itu bernama Cengzen berada di wilayah utara atau berada di kekuasaan Kerajaan Bingzhou dan setelah diberi tahu Feng Xi kalau sekte Teratai Putih tempatnya berasal berada di sebelah utara berjarak 100 km dari kota Cengzen.
Mereka berjalan keluar kota,kemudian terbang menuju sekte Teratai Putih.
"Rubah Hitam apa kau mau mampir dulu ke sekteku?"
"Hmm sekte Teratai Putih ya bukankah sekte itu yang semua muridnya perempuan?"
"Tidak semua,,orang-orang saja yang melihat dari luar,,ada juga beberapa penatua yang laki-laki dah sudah pada tua,,hahaha"
"Lalu kau pergi keluar sekte apa sedang dalam misi?"
"Tentu tidak,,aku hanya bermain saja siapa yang mau merepotkan diri mengurus misi melelahkan seperti itu?"
"Harusnya aku tahu,,menyesal aku menanyakan itu?"
setelah setengah jam Xiao Feng dan Feng Xi melihat sebuah bukit tidak terlalu tinggi ada bangunan-bangunan di dominasi warna putih,terlihat beberapa orang berpakaian putih berlalu-lalang,,
Xiao Feng dan Feng Xi kemudian turun dan berjalan ke gerbang sekte.
"Berhenti kalian,ini sekte Teratai Putih orang asing tidak diijinkan disini"
Seorang gadis berumur sekitar 19 tahunan menghadang mereka sambil mengacungkan pedang,sejenak gadis itu terpesona melihat Xiao Feng yang memegang kipas dan Bai Hu dipundaknya terlihat tampan apalagi mata emasnya yang berkilauan menambah ketampanannya.Namun dia dengan cepat tersadar.
"Kakak Chun'er apakah kau tidak mengenalku,bagaimana kalau ku traktir kue pau?" Feng Xi menjawab sambil tersenyum
Gadis yang dipanggil Chun'er itu memperhatikan sejenak,melihat Feng Xi merasa agak familiar.Namun dia menyadari hanya ada satu orang yang tau kalau dia suka makan pau.Kemudian dia memeluk erat Feng Xi
"Kyaaa adik Feng kau kemana saja berbulan-bulan menghilang,,kini pulang semakin cantik saja,,kalau Tuan Muda Zhao melihatmu akan semakin terpesona denganmu"
"iisshh kakak chun'er jangan sebut lagi Tuan Muda sampah itu aku jijik mendengarnya"
Xiao Feng yang mendengar itu hanya diam saja,namun dia merasa sedikit tidak nyaman ketika gadis itu menyebut Tuan Muda Zhao.
"Eheem,,ehemm"
__ADS_1
Kedua gadis itu sontak melepas pelukan mereka mendengar deheman Xiao Feng.
"Eh maaf Tuan Muda kami melupakan keberadaan anda"
"Sudahlah kakak Chun'er biarkan saja rubah jelek itu,,ayo kita menemui guru sudah lama aku tidak mendengar kabarnya"
"Mari Tuan Muda mari ikuti kami menemui matriak" kata gadis itu mempersilahkan
Feng Xi dan gadis itu berjalan didepan sambil berbincang ringan,sementara Xiao Feng dan Bai Hu mengikuti dibelakangnya sambil melihat-lihat suasana sekte.
Semua orang yang melihat apalagi gadis-gadis terpesona melihat Xiao Feng,namun Xiao Feng mengabaikannya.
"Adik Feng siapa pemuda tampan itu?" tanya Chun'er.
"Namanya Feng Xi dari kota Liang"
"Namanya sama denganmu,,"
"Benar,,aku juga tidak tahu tapi biarlah"
Akhirnya mereka sampai di kediaman Matriak Teratai Putih Bing Mua Yin yang lebih dikenal orang sebagai Dewi Es,memiliki kultivasi Alam Langit *9.
Di teras depan tampak seorang wanita kira-kira berusia 40 an sedang duduk sambil membaca buku,ditangannya terlihat ada gelas kecil yang mengepulkan asap tipis dan harum khas aroma daun teh.Mendegar suara teriakan dari gerbang depan dia menutup bukunya dan bangkit berdiri melihat Feng Xi yang berlari ke arahnya.
Dia tidak kaget melihat perubahan pada tubuh Feng Xi,karena Matriak Bing Mua Yin sudah tahu kalau Feng Xi memiliki tubuh langka dan akan bangkit suatu hari nanti,maka dari itu dia sendiri yang melatih Feng Xi.
"Guru,,aku menghadap guru" kata Feng Xi sambil membungkuk.
"Xi'er kau gadis nakal,bermain sampai lupa waktu"
"Hehe aku bermain sebentar guru buktinya aku sudah kembali"
"Sudahlah duduk dulu sini"
Bing Mua Yin dan Feng Xi pun duduk dikursi,tidak lama kemudian Chun'er dan Xiao Feng muncul.
"Murid menghadap matriak" ucap Chun'er sambil membungkuk
__ADS_1
"Chun,er siapa pemuda yang kau bawa ini?" tanya Bing Mua Yin dingin.
"Ini temannya adik Feng,,"
"Salam Matriak Sekte,,aku Feng Xi dari kota Liang,"
Xiao Feng menangkupkan tangan dan mengenalkan diri.Bing Mua Yin melihat Xiao Feng mencoba memeriksa tingkat kultivasinya namun dia seolah-olah jurang tanpa dasar.
Bing Mua Yin mengeluarkan auranya ke arah Xiao Feng,namun Xiao Feng hanya terdiam saja tidak menunjukkan tanda-tanda tertekan bahkan Bai Hu dan Zhu Que masih duduk santai di bahu Xiao Feng.
"siapa pemuda ini,,masih muda namun sangat misterius,,tampaknya latar belakang dia tidak sederhana"
"Baik,kau pemuda sangat mengerti etika,namun bagaimana kau tahu aku"
"Siapa yang tidak tahu didunia ini Matriak sekte Teratai Putih yang dikenal anggun dan memiliki wawasan luas dan juga kuat hingga dikenal orang sebagai Dewi Es Teratai Putih"
jawab Xiao Feng sambil tersenyum.
"Hahaha kau seorang pemuda yang pintar membual dan menyenangkan hati orang, silahkan duduk" kata Bing Mua Yin yang diangguki Feng Xi.
"Benar guru dia pintar membual"
Xiao Feng pun duduk dan Chun'er kembali melanjutkan tugas berjaga di gerbang sekte.
"Darimana Tuan Muda Feng berasal?" tanya Bing Mua Yin sambil menyesap teh.
"Aku berasal dari kota Liang namun hanya singgah asalku dari kota Yongzhen dari Yongzhou"
"Kerajaan Yongzhou dari wilayah timur ya,Xi'er kau bermain cukup jauh juga,pulang-pulang sudah berada di Alam Langit *3 saja kau hampir menyusul guru"
"Aku hanya kebetulan saja bertemu rubah hitam ini dan beberapa keberuntungan guru"
"Yongzhou memang tempatnya pemuda hebat dan berbakat,,Pangeran Xiao Chen yang jenius lalu ada Pangeran Xiao Feng sebagai salah satu Tuan Muda Hebat,,lalu ada Tuan Muda Feng yang terlihat tampan dan kuat,menyesal aku dilahirkan 20 tahun lebih cepat,,hahaha" ucap Bing Mua Yin sambil tertawa kecil.
"Matriak terlalu memuji,sekte Teratai Putih juga tempatnya orang hebat ada matriak dan murid-murid disini juga mereka masih muda tapi sudah kuat" Xiao Feng membalas sambil menyesap teh.
Mereka berbincang ringan,karena hari sudah malam Xiao Feng disuruh menginap dan baru melanjutkan perjalanan besoknya.
__ADS_1
**** bersambung