
*****
Digunung Thailong terlihat banyak orang mulai dari murid sekte ternama sampai klan dan keluarga bangsawan mendaki gunung tersebut, ada yang berlari ada yang terbang semuanya jelas ingin mendapatkan teknik tingkat semesta dari Master Tianji salahsatu tokoh yang cukup disegani didunia kultivator konon Master Tianji sudah melewati kultivasi alam fana namun sekarang berada di tingkat berapa semua orang tidak tahu karena sosok pria tua itu jarang menampakkan diri.
Feng Xi yang sehari sebelumnya juga mendapat kabar itu langsung berangkat secara diam-diam, bukan karena ingin mewarisi teknik tapi lebih ke penasaran saja dan dia hanya sekedar ikut meramaikan. Ternyata dia sampai bertepatan dengan Huang Zhi Yan dan Ling Xu Yuan yang juga baru sampai dikali gunung.
"Ling Xu Yuan apakah kau ingin membantuku mendapatkan teknik itu?" tanya Huang Zhi Yan, mereka sedang berjalan santai mendaki gunung.
"Aku kesini hanya karena penasaran sebab sudah banyak orang yang datang mereka terjebak digunung ini, aku ingin memecahkan misteri dan jika warisan ini bisa didapatkan itu hanyalah bonus" jawab Ling Xu Yuan.
"Kau membawaku hanya untuk menyelamatkan orang?"
"Kenapa? orang yang berada disini kebanyakan merupakan kultivator jika kita bisa menyelamatkan mereka akan merasa berhutang Budi"
"Orang kultivator tidak bisa dipercaya" ucap Huang Zhi Yan yang membuat Ling Xu Yuan tersenyum tipis.
"Kau salah,, dunia kultivator dan kerajaan tidak bisa dipisahkan. Seorang pahlawan baik dari raja atau pangeran berasal dari kultivator, jika kau ingin seluruh dunia ini digenggaman mu kau membutuhkan dukungan dari orang kultivator"
"Karena sudah disini, aku ikuti perkataanmu!"
Disela berbincang mereka mencium aroma wangi dan tak lama kemudian sosok gadis cantik berpakaian dan berambut putih muncul didepan mereka. Huang Zhi Yan dan Ling Xu Yuan langsung mendekati gadis itu yang tak lain adalah Feng Xi.
"Nona Feng Xi?" sapa Huang Zhi Yan ketika sudah berada didepan gadis itu.
"Pangeran Huang dan Tuan Muda Ling" jawab Feng Xi.
"Sebuah kebetulan apakah nona kesini demi teknik master Tianji?" tanya Ling Xu Yuan.
"Aku tidak terlalu tertarik hanya penasaran saja, kudengar sudah banyak orang kesini"
"Benar sudah ada sekitar 40 orang terjebak disini"
__ADS_1
"Terjebak?"
"Benar gunung Thailong sengaja dipasang jebakan oleh Master Tianji untuk melihat siapa yang layak menerima warisannya" ucap Ling Xu Yuan.
"Hmm ternyata begitu, baiklah aku jadi bersemangat dan dengan adanya dua Tuan Muda Hebat dunia kurasa lebih mudah perjalanan kita" ucap Feng Xi sambil tersenyum, kedua pria itu dalam hati senang dengan bergabungnya Feng Xi. Yah jelas sekali kedua pria itu memang menyukai Feng Xi jadi seperti mendapat keberuntungan tiba-tiba muncul Feng Xi.
"Baiklah kalau begitu kita bisa bersama-sama,, ayoo!" ucap Huang Zhi Yan lalu melesat ke arah puncak gunung, Feng Xi dan Ling Xu Yuan kemudian mengikuti.
*****
Malam hari Xiao Feng masih berkutat di ruang kerjanya di paviliun pusat Gagak Hitam dia sedikit melupakan masalahnya dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, tak lama kemudian dia selesai dengan pekerjaannya dan berjalan keluar.
"Tuan, anggota kita yang berada di gunung Thailong barusan memberi kabar kalau Nona Feng sudah memasuki gunung bersama Tuan Muda Ling dan Pangeran Huang Zhi Yan" ucap Sun Xie melapor ketika melihat Xiao Feng keluar dari ruang kerjanya.
"Aku sudah tahu, kau beristirahatlah lagipula paviliun sudah tutup"
"Baik Tuan!" ucap Sun Xie lalu dia menuju kamarnya, Xiao Feng kemudian berjalan ke halaman belakang, lalu mengeluarkan kursi santai dan memasangnya dibawah pohon. Xiao Feng kemudian merebahkan diri sambil meminum minuman yang dibeli dari sistem. Dia menatap ke atas langit cerah yang saat itu sedang bulan purnama dan tidak ada awan yang menghalangi.
"Hari ini sungguh melelahkan fikiranku dan Feng Xi bisa-bisanya dia ke gunung Thailong dan bersama Huang Zhi Yan serta Ling Xu Yuan" gumamnya lalu menenggak lagi minumannya.
*****
Xiao Chen tampak sedang berjalan bersama seorang gadis cantik dari bangsawan Lin di taman, terlihat jelas kalau keduanya seperti tidak akur, Xiao Chen yang dingin begitu juga dengan gadis bernama Lin Sanqi.
"Sejak pertama bertemu kenapa kau selalu memasang wajah muram, apa maumu?" ucap gadis itu. Xiao Chen menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah Lin Sanqi.
"Apa maksudmu?" tanya Xiao Chen.
"Jika bukan karena ratu memohon kepada ayahku, aku tidak Sudi menikah dengan anak dari mantan pelayan istana"
"Kau bilang apa?" ucap Xiao Chen dingin.
__ADS_1
"Kenapa? bukankah itu kenyataan dan kau ingin memukulku? kata ayahku jika kita menikah kau harus memperlakukanku dengan baik jika tidak ayahku akan menekan orang dari Divisi Tata Krama dan kau tidak akan mendapat gelar" ucap Lin Sanqi, Xiao Chen hanya menatap tajam lalu berbalik meninggalkan gadis itu.
"Hei kau berhenti!" ucap Lin Sanqi namun tidak digubris Xiao Chen.
*****
Xiao Chen kini sudah berada dikediaman Ratu Xiao Lian.
"Bagaimana menurutmu apakah gadis dari bangsawan Lin cantik dan berbudi luhur, dia yang terbaik untukmu!" ucap Ratu Xiao Lian.
"Ibu masih berfikir dia cantik dan berbudi luhur?" tanya Xiao Chen.
"Gadis muda memang suka lepas emosi kau sebagai pria harus pandai membujuk, dia putri dari bangsawan yang menguasai tiga kota jika kau menikahinya kau akan memiliki dukungan kuat" ucap Xiao Lian
"Dia berkata aku harus memperlakukannya dengan baik seperti Dewi ketika sudah menikah dan bangsawan Lin akan memberiku gelar" ucap Xiao Chen, Ratu Xiao Lian mengerutkan keningnya.
"Hmm sungguh tidak sopan dan lancang, jangan khawatir ibu akan menghubungi Patriak Lin, jika kau memiliki mertua kuat akan sangat membantu, ibu akan mengatur hari pernikahanmu"
"Ibu aku baru bertemu sekali dan tidak membicarakan banyak hal, bukankah terburu-buru jika menikahinya"
"Kau tidak senang dengan gadis itu kenapa marah kepada ibu?"
"Sejak awal apakah ibu bertanya aku menyukainya atau tidak?"
"Chen'er masalah perjodohan dan pernikahan diputuskan orangtua, terlebih kau dilahirkan di keluarga kerajaan apa kau memiliki hak menyukai atau tidak? ayahmu dulu menyukaiku namun tetap menikahi putri dari kekaisaran!"
"Tapi setelah ratu Hua pergi bukankah ibu yang menduduki posisi ini?"
"Plakk,,,!"
Xiao Lian menampar Xiao Chen "Kau sudah semakin berani sampai berbicara hal itu dan melupakan tata Krama terhadap orang tua. Pernikahanmu dengan Lin Sanqi sudah ditetapkan, jika kau tidak suka putus hubungan ibu dan akan, kau renungkan baik-baik!" ucap Xiao Lian dengan sedikit marah. Xiao Chen tanpa menjawab langsung berbalik meninggalkan Ratu Xiao Lian.
__ADS_1
"Dasar anak pembawa sial" ucap Xiao Lian pelan, tapi terdengar oleh Xiao Chen. Pria itu mengepalkan tangannya dengan mata memerah, lalu berjalan dan menghilang dibalik pintu.
***** bersambung