
*****
"Hmm kukira begitu kita sepertinya harus memasukkan potongan batu ke dalam lubang dibawah patung sesuai dengan filosopi puisi dari masing-masing raja" ucap Xiao Feng.
"Benar ayo kita coba" Feng Xi berkata sambil melompat kembali ke tengah, kali ini dia sengaja menginjak potongan batu yang ada aksara di permukaannya, Xiao Feng juga langsung menyusul. Feng Xi mengeluarkan selendangnya dan dia mencambukkan ujung selendang ke potongan batu yang ada aksara Kejujuran, batu itu terlempar ke atas dan dengan sigap Xiao Feng yang sudah melompat langsung menendang batu itu ke arah lubang patung leluhur Shangzhou. Patung yang tadinya akan menebaskan pedangnya setelah batu itu masuk langsung berhenti dan tiba-tiba patung itu bergerak mundur dan masuk kedalam dinding gua.
Xiao Feng dan Feng Xi saling memandang dan tersenyum lalu mereka melanjutkan lagi. Kombinasi mereka sangat apik Feng Xi bertugas mencungkil batu dengan ujung selendang dan Xiao Feng yang memasukkan. Kini potongan batu sudah masuk kedalam lubang dari sisa empat patung, semua patung sama seperti tadi bergerak mundur dan masuk kedalam dinding gua. Tak lama setelah itu dari arah depan muncul sebuah meja bundar dari bawah tanah.
"Yeahhh akhirnya terpecahkan juga, hebat kan aku?" ucap Feng Xi sambil menyimpan kembali selendangnya, Xiao Feng menyipitkan matanya melirik Feng Xi.
"Cih kalau bukan aku yang pertama memberi tahu itu kau juga tidak akan tahu cara memecahkan formasi Lima Bintang Timur ini" ucap Xiao Feng.
"Ya sama saja kan aku juga ikut memecahkannya,, ayo kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya" ucap Feng Xi sambil berjalan menuju meja bundar itu. Mereka melihat permukaan meja ada lubang sedalam dua centimeter yang membentuk dua pasang telapak tangan.
"Aneh apa maksudnya ini?" ucap Feng Xi, ketika Xiao Feng hendak berkata muncul sebuah suara pria tua bergema di tempat itu.
"Hohoho siapa kalian?"
"Apakah senior adalah master Tianji? seru Xiao Feng
"Benar"
"Aku Bai Feng Xi dari Sekte Teratai"
"Pemuda berpakaian hitam siapa kau?"
"Aku Hei Feng Xi ketua paviliun Gagak Hitam memberi hormat kepada master"
"Hei Feng Xi dan Bai Feng Xi rupanya,, dua tokoh muda didunia kultivator yang tidak biasa, mampu memecahkan formasi Lima Bintang Timur namun jika ingin mendapatkan warisanku harus lolos dari pengujianku"
"Master, aku kesini tidak berniat mendapatkan warisan hanya aku penasaran dengan banyak orang yang datang" ucap Feng Xi.
__ADS_1
"Hohoho karena kalian sudah sampai sini kenapa tidak mencoba"
Feng Xi dan Xiao Feng saling memandang dan menganggukkan kepala lalu mereka melihat kembali ke arah meja bundar yang ada ukiran dua pasang telapak tangan. Xiao Feng dan Feng Xi kemudian meletakkan kedua telapak tangannya namun setelah beberapa saat menunggu tidak ada yang terjadi. Xiao Feng mengangkat tangannya dari meja.
"Aneh kenapa tidak ada yang terjadi?" ucap Xiao Feng.
"Benar kita seperti orang bodoh melakukan ini" Feng Xi mengomel.
"Ish kau ini,, hmm coba kita alirkan sedikit qi kita, kau elemen es aku elemen api" Xiao Feng mengusulkan
"Baik"
Keduanya kembali meletakkan kedua tangannya, kali ini disertai energi Qi dari elemen es dan api. Dan benar saja tidak berselang lama meja bergetar dan dinding didepan mereka juga bergetar lalu dinding terbelah dan bergeser hingga terlihatlah sebuah lubang seperti pintu masuk.
"Ayo kita masuk,, biarpun penuh jebakan anggap saja jalan-jalan" ucap Xiao Feng, tentu pria itu tenang saja dengan teknik matanya tidak ada yang dapat lolos dari pandangannya.
"Ayo aku juga ingin melihat tampang master Tianji ini" ucap Feng Xi, lalu keduanya memasuki pintu masuk itu. Tapi tidak ada hal aneh hanya lorong panjang namun tidak gelap, keduanya saling diam tidak berbicara. Xiao Feng sambil berjalan memikirkan perkataan Feng Xi sebelumnya.
Seorang anak lelaki berumur sekitar 14 tahun sedang berdiri memandangi lima lukisan yang berdiri disebuah ruangan. Anak itu adalah Xiao Feng saat muda dan dia sedang berada di kekaisaran Huangzhou karena menjadi pendamping dipertemuan antar pangeran yang diwakili oleh Xiao Chen. Saat sedang asyik dia dikejutkan dengan suara langkah kaki dan suara yang menegurnya.
"Siapa kau?" ucap suara itu, Xiao Feng berbalik dan melihat seorang gadis cantik sekitar berusia 12 tahunan berdiri di belakangnya.
"Aku pendamping pangeran pertama Youngzhou, siapa kau?" tanya balik Xiao Feng.
"Apa namaku boleh disebutkan sembarangan?" ucap gadis itu, Xiao Feng menangkupkan kedua tangannya.
"Beri salam kepada tuan putri"
"Tempat ini adalah tempat yang tidak boleh sembarangan dikunjungi, kau sebagai pendamping sedang apa disini?"
"Aku dengar dari pangeran kalau ini tempat lukisan para pendiri kerajaan, karena penasaran aku datang kesini. Tuan putri mengatakan ini tempat tidak sembarangan boleh dikunjungi mengapa datang juga kesini?" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, gadis muda cantik itu gelagapan dan wajahnya sedikit memerah karena malu.
__ADS_1
"Aku juga penasaran dengan lukisan ini, jika kau bermulut besar aku akan memberitahu kakakku agar memenggalmu!"
"Karena kita diam-diam kesini, bagaimana kalau saling menjaga rahasia?"
"Yah baiklah aku setuju" ucap gadis itu lalu berjalan menuju lukisan raja dan ratu kerajaan Qingzhou, Xiao Feng mengikuti.
"Ini adalah lukisan leluhur Qingzhou dan ratunya, dikabarkan kalau ratu Qingzhou adalah jendral hebat dan dalam sejarah dia merupakan wanita cantik bahkan beberapa menyebutkan dia wanita tercantik di dunia, kau sedikit buruk darinya" ucap Xiao Feng. Gadis itu tertawa kecil mendengar ucapan Xiao Feng.
"Kau mengatakan dia wanita tercantik dan aku sedikit lebih buruk, itu berarti aku yang kedua dan dia sudah meninggal kalau begitu bukankah aku menjadi wanita tercantik didunia saat ini?" ucap gadis itu percaya diri. Xiao Feng tersenyum tipis
"Namaku Feng Xi siapa namamu?" ucap Xiao Feng
"Feng Xi?? namaku Xiyun" jawab gadis itu yang ternyata adalah Feng Xiyun putri Qingzhou.
"Baiklah lukisan sudah kulihat aku pamit dulu" ucap Xiao Feng sambil tersenyum lalu berbalik dan meninggalkan ruangan itu. Sejak saat pertemuan itulah Xiao Feng mengagumi Xiyun dan Feng Xiyun sendiri memakai nama samaran Feng Xi karena ingin selalu mengingat Xiao Feng.
Flashback off
"Apa benar Feng Xi yang didepanku dia adalah Putri Xiyun?" gumam Xiao Feng sambil melihat Feng Xi yang berjalan didepannya.
"Tapi aku meragukan namun mendengar dia pernah melihat lukisan saat pertemuan pertama antar pangeran aku ingat kalau cuma aku dan seorang gadis bernama Xiyun yang kesana" gumamnya lagi
"Hhhh semakin difikirkan semakin membuatku pusing sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak" lalu Xiao Feng berjalan menyusul Feng Xi
"Hei rubah hitam kenapa keningmu mengkerut seperti sedang banyak fikiran?" ucap Feng Xi ketika melihat Xiao Feng berjalan disampingnya.
"Haha kau yang memahamiku tentu aku akan selalu banyak fikiran dengan statusku" ucap Xiao Feng.
"Yah itu jalan yang kau pilih sendiri, jadi jangan mengeluh"
"Sudahlah lebih baik kita terus berjalan, ujung lorong ini sedikit lagi" ucap Xiao Feng sambil menunjuk sebuah pintu yang kira-kira berjarak 100 meter dari tempat mereka.
__ADS_1
***** bersambung