Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 373 Xiao Feng vs Agen Nomor Dua


__ADS_3

*****


Selepas berkata seperti itu Agen Nomor Dua langsung melesat menyerang Xiao Feng, gerakannya sangat cepat seolah dia berteleportasi namun itu bukan itu adalah murni sebuah kecepatan. Lagipula Xiao Feng sebelumnya memindai kalau Agen Nomor Dua tidak memiliki elemen ruang dan waktu. Dia hanya memiliki satu elemen saja yaitu elemen petir namun sudah dilatih sampai tingkat tertinggi.


"Wusshh!"


Dengan tangan membentuk cakar mencengkram Agen Nomor Dua menyusupkan serangan ke arah leher Xiao Feng, dia tipe orang tidak berbasa basi dan suka membunuh secara cepat agar tidak mengeluarkan banyak tenaga. Di organisasi sendiri, Agen Nomor Dua terkenal akan kecepatannya dalam membunuh dan dijuluki "Si Petir Terbang"


Tentu saja kecepatan seperti itu tidak berguna didepan Xiao Feng, biarpun kecepatan Xiao Feng satu tingkat dibawah Agen Nomor Dua tetapi tidak menjadi masalah sebab dengan kemampuan matanya, segala sesuatu yang dilihat Xiao Feng maupun secepat apapun tampak melambat. Xiao Feng menutup kipasnya lalu mendorongkan tangan kiri membentuk tinju untuk menahan serangan cepat Agen Nomor Dua.


"Wusshh!"


"Tap!"


Kedua tangan beradu diudara, biarpun hanya menggunakan fisik saja tetapi efek benturan tetap ada. Sebuah hembusan angin menyebar dalam radius 100 meter menerbangkan dedaunan dan semak belukar. Agen Nomor Dua dan Xiao Feng beradu pandang sejenak lalu Agen Nomor Dua merunduk dan menyapukan kaki kanan dengan gerakan memutar.


"Hiyaatt!"


"Hap!"


Xiao Feng melompat ke udara dan bersalto satu kali lalu tangan kanan yang memegang kipas di pukulkan ke bawah, Agen Nomor Dua yang awalnya sedikit terkejut melihat Xiao Feng bisa melihat kecepatannya juga tidak menyangka selain bisa menghindar Xiao Feng membalas serangan. Dengan tergesa-gesa Agen Nomor Dua mengeluarkan pedang kecil sepanjang siku lalu disilangkan diatas kepala guna menahan pukulan kipas Xiao Feng.


"Trankkk!"


Bunyi keras seolah benturan dua logam terdengar nyaring disertai percikan api, Xiao Feng menggunakan tangan kiri mendorong pedang pendek Agen Nomor Dua. Agen Nomor Dua juga melakukan hal yang sama kedua tangannya di tekankan ke pedang pendeknya. Terlihat Xiao Feng melayang diudara menekan Agen Nomor Dua.


"Brengsekk tenaga bocah ini kuat sekali!" seru Agen Nomor Dua dalam hatinya, dia sedikit terdorong ke bawah sampai lututnya menekuk, namun dia tidak menyerah dia terus berada dalam posisi itu ketika Xiao Feng lebih menekan.


"Hiyaa!"


Dengan mengerahkan Qi nya Agen Nomor Dua mendorong keras ke atas, namun sebelum terjadi Xiao Feng sudah tahu maka dengan segera Xiao Feng melompat mundur, karena Agen Nomor Dua mendorong dengan keras namun Xiao Feng malah melepaskan diri tidak melawan menyebabkan Agen Nomor Dua malah melesat ke atas karena gaya dorongannya sendiri.


"Wusshh"

__ADS_1


"Booom!"


Agen Nomor Dua menabrak pohon besar dan tinggi didepannya hingga menumbangkannya.


"Hahaha dasar bodoh, kau menyerang pohon yang tidak bersalah apa-apa" terdengar suara mengejek disertai tawa dari mulut Xiao Feng menyaksikan Agen Nomor Dua menabrak pohon dengan wajah terlebih dahulu, Agen Nomor Dua wajahnya membesi mendengar ucapan Xiao Feng. Selama dia bertarung belum pernah dia dipermalukan seperti ini.


"Bocah sialan, jika aku tidak membunuhmu belum puas hatiku!" teriak Agen Nomor Dua dengan marah, dia langsung menyerang Xiao Feng dengan tebasan pedang pendeknya yang sudah dialiri energi Qi elemen petir.


"Pedang Petir Menebas Kekosongan!"


"Blaarr!"


Begitu Agen Nomor Dua menebaskan pedangnya secara mendatar terlihat siluet bulan sabit berwarna biru kekuningan disertai suara keras seperti Guntur dan percikan listrik. Siluet bulan sabit itu melesat sangat cepat dan memiliki daya rusak besar, itu terlihat ketika area yang dilewatinya tampak menimbulkan jejak termasuk pohon-pohon menghitam hangus dan bertumbangan.


Xiao Feng sendiri dengan segera mengalirkan energi Qi elemen es ke dalam kipas lalu kipasnya dikibaskan pelan.


"Wusshh!"


"Si brengsek ini kuat juga berada ditingkat apa sebenarnya bocah ini?" Agen Nomor Dua bergumam, dia tidak bisa menebak kultivasi Xiao Feng, pertama kali melihat dia mencoba mengukur namun dia melihat seolah kurang yang sangat dalam dan pusaran tidak berujung. Jelas saja sistem selalu menyembunyikan kekuatan Xiao Feng.


Xiao Feng kembali mengibaskan kipasnya "Serangan sampah seperti ini mau membunuhku, enyah!" seru Xiao Feng.


"Blarrrr!"


Siluet bulan sabit dari elemen petir pun langsung musnah hancur berantakan dan menjadi serpihan diudara begitu Xiao Feng mengibaskan kipasnya, Agen Nomor Dua kesal dan kembali menyerang kini dia menggunakan teknik tingkat ketiga dari teknik Pedang Petirnya.


"Teknik Ketiga : Amarah Naga Petir"


Agen Nomor Dua mengalirkan energi Qi elemen petir ke dalam pedangnya dalam jumlah besar lalu diacungkan ke atas tak lama kemudian dari ujung pedang muncul cahaya biru kekuningan yang langsung melesat memanjang ke langit seperti sinar laser, awan malam menjadi lebih gelap tak lama kemudian muncul kilatan petir menyambar, beruntung semua orang tertidur jadi tidak mengetahui fenomena itu lagipula hutan itu cukup jauh dari kota atau pemukiman.


"Roaargh!"


Sebuah kepala naga dari petir muncul dari balik awan dan menatap tajam ke arah Xiao Feng, perlahan kepala naga muncul disusul bagian tubuh hingga ke ekornya, naga petir itu sangat besar. Xiao Feng menatap itu sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Kekuatan alam dewa memang luar biasa, bisa memanipulasi kekuatan alam. Agen Nomor Dua ini sungguh hebat" gumam Xiao Feng, dia bersemangat mendapat lawan tangguh ketika dia tahu Agen Nomor Dua ditingkat Dewa Merah Awal dia sengaja menekan kekuatannya setara dengannya untuk melatih diri.


"Bocah jika kau meminta pengampunan masih sempat!" seru Agen Nomor Dua.


"Oii pak tua memangnya hanya dirimu saja yang memiliki teknik seperti itu, lihat baik-baik!" balas Xiao Feng lalu menutup kipasnya. Qi dialirkan ke dalam tangan kanan lalu didorongkan ke depan.


"Teknik Tapak Dewa Naga!"


"Wusshhh!"


"Roaarrghh!"


Seketika muncul siluet naga merah yang ukurannya sama dengan naga petir Agen Nomor Dua yang langsung terbang ke atas langit berhadapan dengan naga petir, kedua naga besar itu saling menatap. Agen Nomor Lima terkejut melihat itu, namun tidak memikirkan terlebih jauh dia segera mengarahkan pedangnya ke depan.


"Naga Petir Bunuh!"


"Roaarghr!"


Xiao Feng juga langsung mengarahkan serangannya, kini dua naga besar berwarna merah dan biru kekuningan sudah melesat dengan cepat, rahangnya terbuka lebar. Keduanya semakin mendekat.


"Roaarrghh!"


"Boom!"


"Booom!"


Akhirnya kedua naga itu bertabrakan, ledakan sangat besar tercipta diudara menimbulkan bola energi beraneka warna yang sejurus kemudian meletus. Angin kencang menyapu sekeliling dan menghancurkan pepohonan dalam radius dua kilometer membentuk kawah. Setelah berlangsung beberapa menit angin meniupkan debu dan samar-samar udara kembali normal. Terlihat Agen Nomor Dua bersadar dipohon tumbang dengan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Begitupun Xiao Feng, dia berlutut satu kaki juga memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


"Kekuatan pria tua itu lumayan kuat hingga bisa memaksaku mengeluarkan darah" gumam Xiao Feng.


"Bocah ini benar-benar tangguh, kenapa organisasi ini menyinggung bocah mengerikan seperti dia" Agen Nomor Dua juga bergumam, keduanya langsung menelan pil pemulihan. Setelah sepuluh menit mencerna esensi pil, keduanya bangkit kembali bersiap untuk pertarungan selanjutnya.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2