
**** Jangan Lupa Like Komennya ****
"Menurut informasi kabarnya ingin berdiskusi mengenai kemunculan ras iblis yang kini sudah mulai diketahui kekaisaran jadi bermaksud mengumpulkan wakil kerajaan untuk membahasnya" ucap Yuan Li, Xiao Feng mengangguk faham.
"Baiklah kita akan berangkat"
Tak lama kemudian Sun Xie muncul.
"Hormat Tuan" ucap Sun Xie memberi hormat
"Ada apa"
"Orang dari markas yang berada di Kerajaan Shangzhou baru saja melaporkan kalau ada penyerangan ke kerajaan Shangzhou setiap kota dan desa yang dilewati dimusnahkan, bahkan kini sudah bergerak menuju ibukota Shangzhen dan dalam waktu satu Minggu diperkirakan mereka akan sampai" ucap Sun Xie, Xiao Feng dan Yuan Li terkejut mendengar kabar itu.
"Pasukan dari mana mereka?"
"Tidak diketahui dari mana asalnya namun mereka memakai pakaian zirah hitam dan membawa bendera bergambar kepala naga berwarna hitam, mereka berjumlah sekitar 100.000 ribu orang dengan paling lemah berada di Alam Ilahi *7 dan setiap jendral mereka di Raja Perunggu *2" ujar Sun Xie. Xiao Feng sudah menebak pasukan itu siapa.
"Ling Xu Yuan,, dia sudah bergerak,, array penghalang di Shangzhou memang melemah tapi tidak kusangka secepat ini peningkatan mereka" gumam Xiao Feng.
"Lekas kau perintahkan seluruh markas kita di kerajaan Shangzhou untuk membantu karena pasukan kerajaan Shangzhou kalah kekuatan" perintah Xiao Feng lalu berjalan keluar diikuti Yuan Li dan Sun Xie. Xiao Feng dan Yuan Li segera menuju istana dan Sun Xie kembali ke paviliun untuk memberi pesan.
"Pangeran Kedua tiba!" ucap penjaga lantang lalu membuka pintu, Xiao Feng segera masuk. Xiao Dong dan Xiao Chen yang sedang duduk membahas sesuatu menghentikan kegiatannya sejenak karena kedatangan Xiao Feng.
"Salam ayah salam kakak" ucap Xiao Feng
"Feng'er ada apa?" tanya Xiao Dong ketika Xiao Feng sudah duduk.
"Ada masalah serius ayah di kerajaan Shangzhou" jawab Xiao Feng.
"Masalah apa, bukankah itu masalah kerajaannya sendiri biar Shi Hong menyelesaikan masalahnya" ucap Xiao Dong.
"Masalah kali ini sangat serius bahkan bisa merembet ke kerajaan yang lain" Xiao Dong dan Xiao Chen langsung menegakkan badannya melihat ekspresi Xiao Feng yang tidak main-main, selama ini mereka tahu Xiao Feng selalu tenang namun kali ini berbeda.
"Coba ceritakan!" ucap Xiao Chen,
Xiao Feng menghela nafasnya sejenak.
__ADS_1
"Kali ini kerajaan Shangzhou diserang pasukan misterius yang menamakan diri sebagai Pasukan Naga Hitam, sudah beberapa kota dan desa yang mereka musnahkan dan kini mereka bergerak menuju ibukota Shangzhen, aku sudah menugaskan orangku disana untuk menahan" ucap Xiao Feng.
"Lalu darimana asalnya pasukan itu?" tanya Xiao Dong.
"Besar kemungkinan pasukan itu para kultivator yang bersekutu dengan iblis, setahun silam aku menemukan gerbang iblis dan menyegelnya. Dan kurasa segel itu sudah bisa mereka buka" ucap Xiao Feng.
"Jika mendengar ceritamu pantas saja banyak kota dan desa dimusnahkan dalam satu hari, besar kemungkinan mereka memiliki kultivasi tinggi karena dibantu ras iblis" ucap Xiao Chen.
"Benar, kakak aku juga memperkirakan seperti itu dan yang kita lakukan saat ini adalah memperkuat pasukan kita dan memperketat penjagaan aku akan membantu memasang array diseluruh wilayah Youngzhou" ucap Xiao Feng.
"Baiklah kalau begitu, ayah akan segera menugaskan tim untuk mengaturnya dan Chen'er sekalian kau siapkan tim juga untuk membantu Shangzhou kita tidak bisa berdiam diri saja bagaimanapun keberlangsungan kerajaan Shangzhou akan berdampak kepada kita. Kita tidak bisa menunggu pihak kekaisaran untuk mengambil sikap" ucap Xiao Dong.
"Baik Ayah!" ucap kedua Pangeran bersamaan lalu mereka berdiri, memberi hormat Xiao Feng dan Xiao Chen langsung bergegas melakukan tugasnya masing-masing.
******
"Trankk!"
"Wushhh!"
"Buuum!"
"Sial gunakan formasi membingungkan musuh, sisi kanan serang dengan anak panah"
Suasana kacau saat ini memang terjadi di kerajaan Shangzhou dikarenakan secara tiba-tiba muncul banyak pasukan berzirah hitam bergerak menyerang kerajaan itu, setiap desa maupun kota yang dilewati pasti musnah tidak perduli anak-anak, wanita ataupun orang yang sudah tua pasti di bantai secara brutal oleh pasukan itu.
Kini mereka sudah memasuki kota Tianzhen, kota yang berjarak sekitar 100 kilometer dari ibukota Shangzhou berusaha menerobos masuk. Pasukan dari kerajaan yang berjumlah 30.000 ribu orang dikerahkan untuk menahan gempuran pasukan yang menyerang yang dikenal sebagai Pasukan Naha Hitam. Para penduduk sudah berhasil di ungsikan ke kota lain dan diarahkan menuju ibukota.
"Shiuuttt!"
"Duarr!"
Pasukan Naga Hitam terus membombardir kota Tianzhen menggunakan lima alat seperti pelontar yang melemparkan batu besar, seseorang tampak menyulut api dibatunya hingga menyebabkan daya rusak lebih kuat.
"Jendral jika seperti ini terus kita akan kalah mereka berjumlah 50.000" ucap seorang pemanah yang terus melontarkan anak panah ke arah pasukan yang mencoba terbang mendekati benteng kota. Jendral itu juga sedang berfikir keras menahan serangan mereka.
"Ambil minyak!" teriak Jendral. Dan dengan segera tiga orang membawa tong besar dari kayu.
__ADS_1
"Siram!"
Tong kayu berisi minyak disiramkan lalu jendral menembakkan api dari tangannya.
"Byuurr!"
"Wushhh!"
Api dengan cepat menyambar minyak yang disiramkan ke bawah, api dengan cepat membakar pasukan Naga Hitam yang sedang mencoba menjebol gerbang kokoh kota, namun api biasa tentu tidak mempan kepada mereka, yang bisa melawan elemen kegelapan hanyalah api emas Xiao Feng dan elemen cahaya, sementara pasukan Shangzhou tidak ada pengguna elemen cahaya.
"Sial mereka sangat kuat,, tarik mundur pasukan!"
Pasukan Shangzhou berangsur-angsur mundur sambil tetap menghalau pasukan Naga Hitam dan tak lama kemudian dari atas langit muncul orang-orang dari paviliun Gagak Hitam. Jumlahnya sekitar 20.000 orang dan semuanya berada di Alam Ilahi, Xiao Feng memang menyeleksi kultivator yang hendak bergabung dengan Paviliun Gagak Hitam setahun ini minimal yang Xiao Feng merekrut orang dengan kultivasi yang berada di Alam Langit lalu Xiao Feng memberikan banyak sumber daya kepada anggotanya diseluruh markas Paviliun Gagak Hitam untuk meningkatkan kekuatannya disamping mereka menerima gaji koin emas.
Pasukan Paviliun Gagak Hitam langsung bergabung dengan pasukan Shangzhou menyerang dari atas udara dengan berbagai teknik dan elemen yang dikuasainya.
"Siapa mereka?" ucap Jendral yang melihat pasukan diatas langit.
"Dari cirinya yang mengenakan pakaian hitam bergaris merah dan ada gambar burung gagak di dadanya kurasa mereka dari Paviliun Gagak Hitam!" ucap seseorang menjawab pertanyaan jendral. Jendral itu tentu sedikit lega mengetahui siapa yang membantunya, apalagi mereka kalah kekuatan dan kalah jumlah. Maka dia sangat terbantu dengan kedatangan pasukan dari paviliun Gagak Hitam.
"Wusshh!"
"Shiuut!"
"Bumm!"
Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Gagak Hitam dan tentu dibalas sengit oleh Pasukan Naga Hitam. Karena kultivasi antara kedua pasukan itu seimbang maka pasukan Shangzhou yang berada di Alam Langit terbantu. Pertempuran semakin sengit hingga memakan waktu dua jam sejak bergabungnya pasukan Gagal Hitam.
"Pantas saja tidak ada yang berani menyinggung Paviliun Gagak Hitam, kekuatannya saja setara dengan kerajaan. Tuan Muda Misterius Hei Feng Xi memang sangat hebat" gumam Jendral yang melihat sengitnya pertempuran.
Dan selama itu pula banyak yang tewas baik dari pihak Pasukan Naga Hitam maupun Pasukan Shangzhou sedangkan dari Pasukan Gagak Hitam hanya menderita luka kecil. Bukan apa-apa sebab mereka memiliki pil buatan Xiao Feng jadi mereka bisa bertahan dalam pertempuran.
Peperangan memasuki hari senja dan sebentar lagi akan malam, Pasukan Naga Hitam menarik diri mundur dari peperangan, kini mereka tersisa 30.000 orang. Memang dalam aturan peperangan ketika hari sudah malam peperangan dihentikan untuk memulihkan tenaga baru besok harinya dilanjutkan kembali. Itu adalah peraturan yang tidak tertulis sejak zaman dahulu.
Pasukan Shangzhou sendiri dari yang jumlahnya 30.000 sebanyak 10.000 orang gugur dalam pertempuran, namun berhasil mempertahankan kota berkat bantuan Pasukan Gagak Hitam.
"Kita istirahat dulu memulihkan energi" ucap Jendral kepada pasukannya sementara pasukan Gagak Hitam memisahkan diri dan membuat kelompok beranggotakan 20 orang menyebar ke segala arah sambil mengawasi pergerakan musuh.
__ADS_1
***** bersambung *****