
****
"Kenapa pak tua apa kau sudah tidak sabar ingin menyusul bawahanmu!" sarkas Xiao Feng, Jian Duanhu semakin marah dan tanpa basa basi dia mengeluarkan pedangnya dia sudah melihat kemampuan Xiao Feng jadi tidak menganggap remeh pemuda didepannya.
Pedang ditangan Jian Duanhu juga berada di tingkat depalan dengan warna hitam dan garis merah memanjang dibagian tengah dari gagang hingga ke ujung dan memiliki dua sisi tajam. Pedang ini dinamakan Pedang Heihuo atau Pedang Api Hitam, jadi pedang ini khusus untuk pengguna elemen api.
"Hiyaa!"
Jian Duanhu melesat ke arah Xiao Feng sambil menusukkan pedangnya, Pedang Api Hitam terlihat membara karena Jian Duanhu mengerahkan energi Qi elemen api ke dalam pedang dan membuat pedang itu dibalut api.
"Wusshh!"
Pedangnya belum sampai tapi semburan api merah menyerbu terlebih dahulu. Melawan elemen api Xiao Feng menebaskan pedangnya yang sudah dialiri elemen es.
"Wusshh!"
Siluet bulan sabit muncul ketika Xiao Feng menebaskan Pedang Elemen secara mendatar dari kiri ke kanan, seketika pertemuan dua teknik berlawan elemen tidak terelakkan dan langsung saling menghantam.
"Booom!"
"Cesss!"
Ledakan pun terjadi dengan cukup besar dan menimbulkan percikan api dan serpihan es yang menyebar ke segala arah, semua orang yang menyaksikan buru-buru bergerak menjauhi pertempuran tidak ingin terkena efek pertarungan tingkat tinggi antara Patriak Jian Duanhu dan Xiao Feng.
Jian Duanhu menggerakkan tangan kiri dengan melepas serangan tapak berelemen angin menghalau efek ledakan, ya perlu diketahui kalau Patriak Jian Duanhu memiliki dua elemen yaitu api dan angin namun tingkatannya masih jauh berada di bawah tingkatan elemen milik Xiao Feng.
Jian Duanhu kembali menyerang dengan cepat, dia mengirimkan puluhan tusukan dan tebasan ke arah Xiao Feng dengan pedangnya yang dibalut api merah. Xiao Feng sendiri meladeni setiap serangan Jian Duanhu dengan pedangnya yang dialiri elemen es. Titik biru keputihan bersinar terang di bagian Pedang Elemen yang berwarna hitam.
"Trankk!"
__ADS_1
"Trankk!"
"Wusshh!"
Beberapa kali benturan kedua senjata terjadi disertai efek semburan api dan butiran es yang menyebar di kegelapan malam. Dalam sekejap pertarungan Jian Duanhu dan Xiao Feng sudah melakukan puluhan gerakan. Semua orang sangat terkejut melihat intensitas pertarungan dengan tempo yang semakin cepat, Jian Duanhu juga merasa kesal sekaligus heran karena Xiao Feng bisa mengimbangi kekuatannya.
"Brengsekk sejak kapan klan Xiao memiliki pemuda berbakat seperti ini seingatku pemuda paling menonjol dari klan Xiao adalah Xiao Yu, itupun masih dibawah putraku" gumam Jian Duanhu dalam hati ketika melihat Xiao Feng mampu mengimbangi dirinya, Jian Duanhu tentu saja tidak mengetahui sudah berada di tingkat apa kultivasi Xiao Feng namun dia memperkirakan kalau kekuatan Xiao Feng sama dengan dirinya. Andai Jian Duanhu tahu kalau kultivasi Xiao Feng saat ini sudah setara patriak sekte di bagian dalam pusat alam dewa entah seperti apa reaksinya.
Beberapa orang yang menyaksikan jalannya pertarungan tidak bisa berkata-kata melihat kekuatan Xiao Feng yang menurut mereka bisa melawan dengan patriak mereka.
"Tapak Angin Menusuk Tulang!"
Jian Duanhu melepaskan serangan tapak dengan tangan kirinya, muncul siuran angin tajam seolah bisa memotong apapun. Serangan angin yang dilepaskan Jian Duanhu jika dilihat disiang hari berbentuk sebuah tombak besar dengan ujungnya yang tajam melesat ke arah Xiao Feng.
Xiao Feng melihat serangan itu dengan santai menggoreskan pedangnya yang dialiri elemen es diatas tanah.
"Kraakkk!"
"Booom!"
Asap mengepul membuat penglihatan semakin terhalang, Jian Duanhu tersenyum tipis merasa kalau Xiao Feng tidak bisa menahan apalagi serangan barusan dia mengerahkan hampir setengah dari energi Qi di tubuhnya.
"Haha rasakan kau bocah beraninya bermulut besar didepanku,, pasti dia sudah mati,, eh,,," Jian Duanhu tertawa lebar namun seketika dia berhenti berbicara ketika melihat Xiao Feng masih berdiri santai sewaktu asap sudah menghilang.
"Kau senang terlalu cepat" Xiao Feng berkata ringan.
"Huh pertarungan sebenarnya akan dimulai" Jian Duanhu kemudian memobilisasi energi Qi nya ke dalam pedang. Tidak tanggung-tanggung dia langsung mengerahkan dua elemennya secara bersamaan membuat api yang menyelimuti pedangnya semakin besar.
"Wuuusshh!"
__ADS_1
Jian Duanhu langsung melesat ke arah Xiao Feng, tangannya yang memegang pedang membuat gerakan berputar dan seketika muncul api besar yang bergulung menuju Xiao Feng.
Xiao Feng yang melihat segera melompat ke atas dan dari udara dia mengalirkan energi Qi elemen api ke dalam Pedang Elemen. Xiao Feng langsung menebaskan pedangnya, sebuah bola api keemasan dengan ukuran sebesar kerbau muncul.
"Ingin bermain api denganku maka akan ku tunjukan elemen api itu apa" seru Xiao Feng. Bola api keemasan langsung bergerak menuju api bergulung hasil gabungan elemen api dan angin Jian Duanhu.
"Blaaarrr!"
"Booom!"
Dua ledakan kembali tercipta menimbulkan hawa panas yang menyebar, terlihat api Jian Duanhu terdorong ke belakang dan langsung sirna sedangkan bola api ke emasan terus melaju.
"Gawat!"
Jian Duanhu langsung melompat ke udara untuk menghindar, dia berhasil namun bola api keemasan itu secara tidak langsung menerpa tuan muda Jian yang berdiri jauh dibelakang.
"Yan'er awass!" teriak Jian Duanhu, tuan muda klan Jian berusaha menghindar namun terlambat. Tubuhnya dengan telak terhantam bola api ke emasan Xiao Feng yang dimana langsung membakarnya menjadi abu. Jeritan kematian yang mengerikan sempat dikeluarkan sesaat sampai sosok tuan muda Jian kini hanya menyisakan abunya yang teronggok diatas tanah.
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh di level Dewa Putih tahap menengah mendapatkan 2 juta PS dan 20 juta PP]
Suasana hening sejenak sebelum akhirnya Jian Duanhu berteriak marah menyaksikan anaknya terbakar didepan matanya, ketika tetua pertama tewas ditangan Xiao Feng dia tidak terlalu marah namun berbeda dengan anaknya yang sudah dia siapkan sebagi calon patriak dan sebagai generasi penerus klan Jian.
"Kau akan kubunuh!"
Seketika auranya meledak dan memperlihatkan basis kultivasinya naik satu tingkat menjadi Dewa Hitam tahap menengah. Xiao Feng tersenyum tipis melihatnya, baginya sama saja. Kekuatan Jian Duanhu berbeda jauh sekali dengan kekuatannya dan bisa saja Xiao Feng membunuh hanya dengan aura nya saja tetapi menurutnya itu tidak seru jika tidak bertarung terlebih dahulu.
Kini Jian Duanhu mengalirkan seluruh energi Qi nya ke dalam pedangnya, api yang menyelimuti pedang semakin membesar dan tanah serta beberapa bangunan didekatnya hancur.
"Gawat,, patriak akan melakukan serangan terkuatnya cepat menjauh dan lindungi yang lain terutama anak-anak!" seru tetua kedua dengan panik, segera saja semua orang yang menyaksikan langsung bergegas menjauh.
__ADS_1
"Bocah klan Xiao terimalah kematianmu Teknik Pedang Api : Tebasan Api Membakar Alam!"
****bersambung****