
***
Bukan apa-apa Xiao Feng membawa Yue Han, karena dia melihat gadis itu terluka dan banyak kehilangan darah jika tidak segera ditolong akan bahaya dan lagipula jika Yue Han disana, Lin Mei Ling akan kesusahan melawan lima orang itu karena perhatiannya terbagi. Biarpun Lin Mei Ling akan melawan lima orang dengan kultivasi sama tetapi Xiao Feng tidak khawatir, dia sangat tahu kemampuan Lin Mei Ling.
***
"Hei siapa pria tadi dan kemana dia membawa gadis itu!" Seru salahsatu pria yang mengepung Lin Mei Ling.
"Oh dia adalah temanku!"
"Brengsek cepat kita bereskan dulu gadis ini baru mencari mereka kuyakin mereka belum jauh dan kita akan bisa menyusulnya" seru pria itu lagi dan empat temannya tanpa basa basi langsung melesat ke arah Lin Mei Ling.
Lin Mei Ling sambil tersenyum menggerakkan tangan kanannya dan sulur air muncul dari dekat kakinya, sulur air itu membuat gerakan mencambuk tangan pria disebelah kanan yang menyerang Lin Mei Ling dengan tapaknya. Pria yang menyerang mengeluarkan suara mendengus lalu melompat ke belakang hingga sulur air itu tidak mengenainya dan hanya mengenai tanah.
"Boom!"
Seperti cambuk asli, begitu sulur air menyentuh tanah terdengar suara ledakan kecil dan atas tanah terlihat bekas cambukan, kelima pria itu sedikit jerih lalu mereka bekerja sama menyerang Lin Mei Ling.
"Jangan terlalu keras, rugi kita kalau kulit halusnya sampai lecet" seru salahsatu seseorang.
"Tinju Bumi!"
"Cakar Kematian"
Kelima serangan dengan ganas menyerang Lin Mei Ling, tampak sekali kalau teknik mereka hanya berada di tingkat langit dengan penguasaan menengah jadi daya rusaknya tidak terlalu besar. Lin Mei Ling menghindari setiap serangan itu dengan bergerak cepat, gadis itu membuat air dikedua kakinya dan merubahnya menjadi es, setiap dia menginjakkan kaki maka akan ada es memanjang yang digunakan Lin Mei Ling untuk meluncur.
"Sial gadis ini licin juga!"
"Ayo serang lagi dia pasti akan kelelahan buktinya dia hanya menghindari saja setiap serangan kita"
"Benar ayo!"
Lin Mei Ling memang hanya menghindari saja setiap serangan dari lima pria yang menjadi lawannya, gadis itu bergerak lincah dan membuat kelima penyerangnya kesal.
Seperti sepakat kelima pria itu mengeluarkan senjatanya masing-masing, mereka sangat kesal tidak berhasil menyentuh Lin Mei Ling dengan tangan kosong dan mencoba menyerang dengan senjata. Lin Mei Ling yang melihat itu seketika tersenyum lalu dia mencabut Pedang Hujan Angin Timur dari sarungnya.
"Sring!"
Pedang biru muda bercahaya terkena pantulan sinar matahari, kelima pria didepannya memandang pedang itu dengan serakah karena mereka yakin kalau senjata gadis itu pasti istimewa.
"Ayo tunjukan kemampuanmu pedang cantik" ucap Lin Mei Ling, seolah mengerti ucapannya, Pedang Hujan Angin Timur bergetar halus dan tangan Lin Mei Ling tanpa bisa dicegah mulai dikendalikan oleh pedang.
__ADS_1
"Trankk!"
"Trankk!"
"Wuushh!"
Benturan dan dentingan senjata yang beradu terus menerus terdengar, salahsatu pria menebaskan pedangnya dari kiri dan Lin Mei Ling langsung tangan yang memegang pedang bergerak menangkisnya.
"Trankk"
"Krakk!"
Pedang penyerang itu retak dan akhirnya patah setelah beradu dengan Pedang Hujan Angin Timur, mereka menyerang lagi dengan bertambah ganas, Lin Mei Ling sendiri agak terdesak namun pedang ditangannya seolah menuntunnya bergerak bahkan kakinya juga dengan lincah bergerak cepat seolah kupu-kupu yang sedang terbang.
Kelima orang segera membentuk barisan berjejer lalu menyerang Lin Mei Ling dengan menusukkan senjatanya, Lin Mei Ling memutar pedangnya didepan menangkis lima pedang yang hendak menusuknya.
"Trank,, trankk,, trankk,, trankk,, trankk!"
Bunyi benturan senjata terdengar nyaring disertai percikan api dan beberapa pedang milik lima pria itu retak bahkan patah, Lin Mei Ling melompat ke atas lalu melakukan gerakan turun kebawah sambil memukulkan pedangnya ke tanah. Lin Mei Ling sendiri merasakan energi Qi elemen airnya mengalir ke dalam pedang hingga membuat Pedang Hujan Angin Timur bersinar terang.
"Boom!"
"Swoosshh!"
"Apa-apaan ini!"
"Teknik Bola Api Kematian!"
"Wuushh"
Bola api besar muncul ketika salahsatu pria menggunakan tekniknya, bola api itu langsung bertabrakan dengan sulur air.
"Boom!"
"Cesss!"
Ya benar saja api kalah dengan air ketika terjadi benturan jelas saja bola api milik salahsatu pria langsung padam dan sulur air tetap mengejarnya, Lin Mei Ling sendiri yang melihat merasa aneh dengan semua itu, dia merasa kalau elemen airnya seolah hidup mengejar targetnya.
"Sial lakukan sesuatu!"
"Tinju Bumi!"
__ADS_1
Salahsatu pria yang berambut botak memukulkan tangannya ke depan dan sebuah tinju besar dari elemen tanah menghantam sulur-sulur air Lin Mei Ling namun sama seperti bola api temennya, tinju dari elemen tanah itu hancur ketika bertabrakan dengan sulur air Lin Mei Ling.
Xiao Feng menyaksikan pertarungan itu dari atas pohon sambil mengunyah makanannya dengan santai, bahkan sesekali bunyi kriuk menganggu Yue Han yang sedang memulihkan diri.
"Sepertinya pedang itu memang sangat cocok dengan Mei Ling"
****
Kelima pria berusaha menghindari sulur-sulur air kesana kemari dan setelah sekitar setengah jam menghindar akhirnya kelima pria itu terkena lilitan sulur air Lin Mei Ling, air yang melilit mereka tiba-tiba berubah menjadi es dan membuat tubuh mereka kini tertutupi es tebal, kelimanya bahkan tidak sempat mengeluarkan suara.
Pedang Hujan Angin Timur di tangan Lin Mei Ling kembali bergerak, kini pedang itu berputar dan sebuah pusaran kecil seukuran telapak tangan terbuat dari angin muncul sebanyak lima buah disamping pedang yang berputar, lalu tiba-tiba pusaran angin itu langsung melesat dan menghantam lima orang yang kini menjadi bongkahan es.
"Wusshh!"
"Wushh!"
Lima pusaran angin itu menabrak bongkahan es berisi lima orang dan menghilang, Lin Mei Ling bahkan Xiao Feng mengerutkan keningnya heran, namun tak lama kemudian dari dalam bongkahan es muncul warna merah darah menyebar dan bongkahan es itu pun pecah menjadi beberapa potongan kecil es berwarna merah.
"Brakk!"
"Plukk!"
"Plukk!"
Tidak ada jerit kematian begitu pecahan es berwarna merah berjatuhan ke tanah secara aneh es itu masuk ke tanah dan menghilang, kini tempat itu bersih seolah tidak ada apa-apa dan pedang ditangan Lin Mei Ling pun masuk ke dalam sarungnya.
Gadis cantik itu menatap pedangnya dan tersenyum cantik lalu menyimpan pedangnya dan melesat ke atas pohon tempat Xiao Feng berada.
"Sudah selesai?" Ucap Xiao Feng ketika Lin Mei Ling duduk disampingnya.
"Sudah Feng tidak kusangka pedang ini luarbiasa" ucap Lin Mei Ling
"Kau juga hebat bisa melawan mereka semua dengan kemampuan setara"
Tepat pada saat itu Yue Han sudah selesai memulihkan diri, gadis itu merasa takjub dengan pil Xiao Feng sebab tidak membutuhkan waktu lama untuk diserap dan khasiatnya langsung terasa, kini luka-lukanya sudah pulih tidak berbekas dan wajahnya yang memucat pun kini tampak berdarah kembali. Yue Han membuka kedua matanya dan melihat ke arah Xiao Feng dan Lin Mei Ling.
"Sebaiknya kita bicara dibawah dan kau nona sebaiknya ganti baju dulu" ucap Xiao Feng, Yue Han terlihat bingung dan Xiao Feng melirik jarinya tidak ada cincin.
"Mei Ling apa kau memiliki pakaian cadangan?" Ucap Xiao Feng.
"Tentu saja Feng,, ayo Yue Han kita ganti dulu pakaianmu dan kau Feng jangan mengintip!" Ucap Mei Ling sambil tertawa kecil lalu kedua gadis itu turun ke bawah dan langsung menghilang dibalik batu besar dipinggir danau.
__ADS_1
"Heh memangnya aku pria macam apa"ucap Xiao Feng lalu menyimpan kotak makanan yang sudah kosong dan melompat turun ke bawah.
*** Bersambung ***