Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 225 Xiao Feng dan Feng Xi


__ADS_3

*****


Keesokkan harinya Xiao Feng sudah berada di ruang kerjanya ditemani Yuan Li yang membawa setumpuk buku.


"Tuan Muda ini adalah buku cerita yang sudah ku kumpulkan bertahun-tahun" ucap Yuan Li sambil meletakkan buku itu diatas meja.


"Berikan padaku!" ucap Xiao Feng sambil memilih-milih buku.


"Hmm buku yang kau baca cukup beragam juga"


"Mengapa pangeran menginginkan buku-buku ini?"


"Karena dia menganggap kembang api murahan, aku mau melihat apakah ada ide baru yang aku dapatkan dari buku ini" ucap Xiao Feng sambil membaca satu buku.


"Kufikir Tuan Muda akan menyerah"


"Apakah aku orang yang seperti itu, aku sudah lama bersama dengannya dan dia malah menganggap ku teman" Xiao Feng berkata sambil fokus membaca. Yuan Li hanya memperhatikan saja.


"Aku yakin kali ini akan berhasil Tuan Muda!"


Sementara itu Feng Xi bersama Li Ying dan Ling'er tampak berkumpul dihalaman belakang dekat bukit sedang membakar daging.


"Feng Jiejie itu dagingnya hampir gosong!" ucap Li Ying ketika melihat Feng Xi sedikit melamun saat membakar daging.


"Hai kau benar!" ucap Feng Xi lalu membalikkan daging dan meniup apinya.


"Memangnya ada apa Feng Jiejie" tanya Ling'er


"Hhhhh semalam rubah hitam bertingkah aneh lalu ada kembang api muncul ketika aku bilang kembang api itu murahan dia malah marah dan meninggalkanku,, mungkinkah dia yang menyiapkannya" ucap Feng Xi sambil mengipas daging.


"Mungkinkah kakak ingin mengungkapkan cinta kepada Jiejie" sahut Li Ying sambil menaik turunkan alisnya, Feng Xi terbatuk mendengar ucapan Li Ying.


"Kau anak kecil tahu apa soal perasaan!"

__ADS_1


"Hai Jiejie coba kau fikir biarpun aku mengenal kakak belum terlalu lama tapi baru kali ini dia bertingkah seperti itu, tapi jika kakak memang ingin mengungkapkan perasaannya lagi bagaimana reaksimu?" tanya Li Ying, Feng Xi hanya tersenyum dan rona merah terlihat jelas diwajah putihnya. Ling'er dan Li Ying tersenyum melihat itu dalam hati kedua gadis cantik itu memang berharap kalau Xiao Feng dan Feng Xi bisa bersama.


"Ya bagaimana ya,, hanya saja..."


"Kenapa, apakah Jiejie tidak menyukai tuan?" tanya Ling'er


"Bukan tidak menyukai, tapi dia banyak kekurangan misalnya diotaknya banyak rencana licik dan dingin seolah semua orang memiliki hutang dan ada satu hal dia begitu mendominasi seolah semua dalam kendalinya" ucap Feng Xi.


"Hai lihat Ling'er ketika jiejie menceritakan kekurangan kakak wajahnya tersenyum dan memerah, haha!" ucap Li Ying dan diangguki Ling'er, Feng Xi tidak bisa berkata-kata lagi.


"Sudahlah ini sudah matang ayo kita nikmati selagi hangat"


"Baik!"


******


Malam hari ini adalah festival lampion semua orang keluar dari rumahnya dan menerbangkan lampion disertai tulisan berupa doa berharap dewa diatas sana bisa melihat dan mengabulkan harapan mereka, tidak terkecuali Xiao Feng. Malam ini dia mengajak Feng Xi jalan-jalan diibukota dekat sungai kecil berair jernih yang membelah kota Youngzhen.


Xiao Feng dan Feng Xi duduk dipinggir sungai dan melihat orang-orang sedang menerbangkan lampion.


"Kenapa?"


"Menurut cerita konon orang-orang membuat tulisan berisi harapan dalam lampion ketika diterbangkan berharap dewa akan membacanya dan mengabulkan harapan mereka" ucap Xiao Feng, Feng Xi tersenyum lalu melihat Xiao Feng.


"Lalu kenapa kau tidak menuliskan harapan?"


"Kata siapa, coba kau lihat sebelah sana" ucap Xiao Feng sambil menunjuk ke arah sungai, Feng Xi melihat apa yang ditunjuk Xiao Feng. Dan terlihat beberapa kotak dari kayu mengambang, diatas kotak itu ada lilin yang membentuk tulisan.


"Semoga bisa mendapatkan hati seseorang dan selamanya bersama" gumam Feng Xi membaca rangkaian tulisan yang terbuat dari nyala lilin yang berada diatas kotak. Feng Xi tersenyum cantik lalu melihat Xiao Feng.


"Apakah kau yang menyiapkannya?" tanya Feng Xi pelan, Xiao Feng menghadap Feng Xi lalu memegang kedua tangannya.


"Aku mengajakmu jalan-jalan bukan hanya ingin menikmati lampion saja, tapi ada hal yang ingin aku katakan" ucap Xiao Feng, Feng Xi jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


"Dan kali ini tidak ada yang bisa menghentikan ku, aku hanya ingin mengadakan permainan denganmu" ucap Xiao Feng sambil berdiri.


"Hmm apa itu?" Feng Xi juga berdiri.


"kita cari tiga benda, yang lebih putih dari salju lebih hangat dari api dan lebih dingin dari batu bagaimana kau berani?" ucap Xiao Feng.


"hmm tentu saja aku berani,, lebih putih dari salju lebih panas dari api dan lebih dingin dari batu, baiklah mari kita bersaing jangan sampai kau kalah" ucap Feng Xi lalu berbalik hendak berjalan, tapi Xiao Feng segera menahannya. Feng Xi yang heran melihat Xiao Feng.


"Kenapa kau bermain curang ya?"


"Bukan curang tapi memang aku sudah menang!" ucap Xiao Feng


"Oh aku tahu kau sudah mempersiapkan sebelumnya, lalu mengajakku bertanding" ucap Feng Xi sambil membalikkan badannya melihat ke arah sungai. Xiao Feng maju mendekati Feng Xi lalu memeluknya dari belakang, Feng Xi yang diperlakukan seperti itu sontak gugup namun tidak melepaskan pelukan Xiao Feng.


"Barang yang kucari sudah berada didepanku yaitu kau" bisik Xiao Feng ditelinga Feng Xi. Lalu Feng Xi tersenyum dan menghadap Xiao Feng dengan masih berada di pelukannya.


"Kenapa aku seperti benda itu?"


"Rambut putihmu terlihat menonjol saat menghadapi rintangan dan tentu lebih putih dari salju, Lalu pandangan matamu saat menatapku mengalirkan sebuah perasaan yang lebih hangat daripada api" ucap Xiao Feng sambil tersenyum


"Lalu yang lebih dingin daripada batu?"


"Meski angin lembut bertiup tapi tidak mampu menggoyahkan hatinya, dia menolak mengungkapkan perasaannya tentu saja bibirnya dingin hingga tidak mampu mengatakannya dan itu lebih dingin daripada batu" ucap Xiao Feng, Feng Xi tersenyum lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Xiao Feng.


"Kau tahu sesuatu hal?" tanya Feng Xi pelan


"Apa itu?"


"Kisah cinta didunia ini tidak ada wanita yang terlebih dulu mengungkapkan perasaannya" ucap gadis cantik itu sambil tersenyum. Xiao Feng sedikit bingung lalu akhirnya dia memahami sesuatu.


"Jadi kau juga memiliki rasa yang sama denganku?" tanya Xiao Feng, Feng Xi tidak menjawab hanya tersenyum sambil menunduk malu.


"Xixi, aku tidak ingin seperti orang yang berkata akan melewati laut dan mendaki gunung tapi bagiku cukup kau bergandengan tangan denganku dan selalu berada di sisiku sampai kita menua bersama" Xiao Feng berbisik pelan lalu mengangkat dagu Feng Xi. Gadis itu hanya diam saja, Xiao Feng kemudian mendekatkan bibirnya ke arah bibir Feng Xi. Feng Xi menutup matanya dan memeluk leher Xiao Feng lebih erat ketika akhirnya Xiao Feng mencium bibirnya. Feng Xi membalas ciuman Xiao Feng dan akhirnya kedua insan itu berciuman dan meresmikan hubungan dibawah sinar bulan dan banyaknya lampion yang beterbangan diatas langit malam.

__ADS_1


***** bersambung


__ADS_2