Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 275 Mempersiapkan Pasukan


__ADS_3

****


Raja Bi Han sudah duduk di kursi kebesarannya diaula istana, didepannya sudah duduk juga Pangeran Bi Yao, Pangeran Feng Xueyue dan Pangeran Xiao Feng. Setelah pelayan menyajikan hidangan dan arak Raja Bi Han memulai percakapannya dengan para pangeran.


"Jadi apa yang hendak kalian diskusikan?" tanya Raja Bi Han sambil menatap ketiga pria muda didepannya. Xiao Feng pun menangkupkan kedua tangan terlebih dahulu.


"Aku dan Pangeran Feng sudah berdiskusi sejak kemarin di Qingzhou, mengingat keadaan kerajaan Bingzhou masih lemah sedangkan musuh sudah memulai pergerakan maka kami memutuskan untuk mulai melakukan pergerakan menyerang Huangzhou dari tiga arah, nantinya pasukan Qingzhou akan bergabung dengan pasukan Bingzhou berangkat dari sini" ucap Xiao Feng menjawab, Raja Bi Han mengelus dagunya sejenak.


"Memang benar pasca kerajaan diambil alih kekuatan Bingzhou menurun drastis karena hampir 60% pasukanku gugur dan tentu niat baik Pangeran Feng dan Pangeran Xiao aku terima" ucap Raja Bi Han.


"Aku juga nanti akan mengabari Pangeran Shi Jian dan Pangeran Huang Zhi Yan di Shangzhou agar mereka juga melakukan persiapan sementara itu pihak Youngzhou tinggal berangkat saja"


"Baguslah kalau begitu, aku mewakili rakyat Bingzhou mengucapkan terimakasih atas apa yang dilakukan Pangeran Xiao Feng, kalau tidak ada pangeran mustahil Bingzhou bisa kembali ke tangan kami" ucap Raja Bi Han.


"Yang Mulia tidak perlu sungkan, aku juga sebagai rakyat kekaisaran tentu tidak akan tinggal diam ketika ada hal yang mengganggu kekaisaran" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.


"Baiklah jika seperti itu kalian atur saja, Yao'er kau pimpin pasukan Bingzhou untuk bergabung dengan pasukan Qingzhou" ucap Raja Bi Han sambil menyerahkan sebuah plakat militer, Bi Yao berdiri dan menerima plakat itu kemudian menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.


"Tentu ayah, aku akan melakukan tugas ini semaksimal mungkin karena aku juga ingin membalaskan apa yang mereka lakukan kepada Bingzhou!" ucap Bi Yao.


"Baguslah,, ayo dinikmati selagi hangat!"


Mereka pun melanjutkan diskusi sambil menyantap hidangan dan arak.


*****


Ketiga Pangeran saat ini sedang berada di kamp militer Bingzhou, Jendral Bu sudah mengkondisikan pasukannya dan kini mereka sedang mengawasi latihan.


"Jendral berapa jumlah total pasukan yang tersisa?" tanya Bi Yao.


"Saat ini pasukan yang tersisa adalah 40.000, apakah kita akan menggerakkan semuanya pangeran?"

__ADS_1


"Jangan semua, jendral sisakan 10.000 dan tempatkan di sekitaran ibukota, jika kita kerahkan semua maka pertahanan istana akan sangat lemah. Biarpun musuh berada di Huangzhou kita tetap harus mencegah jikalau ada pemberontakan dari pihak lain seperti klan atau sekte besar" bukan Bi Yao yang menjawab tetapi Xiao Feng.


"Benar apa yang dikatakan Pangeran Xiao, kita tetap harus memperhatikan kondisi istana biarpun kita akan berperang dengan musuh yang sudah kita tahu tempatnya" sahut Feng Xueyue menimpali. Bi Yao dan Jendral Bu menganggukkan kepala faham.


"Sepertinya aku telah belajar banyak dari Pangeran Xiao, tidak heran kenapa Youngzhou sangat kuat dan paviliun Gagak Hitam dalam kurun waktu beberapa tahun bisa memiliki kekuatan setara satu kerajaan" ucap Bi Yao, dia tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Haha Pangeran Bi, aku juga merasa malu sekaligus kagum" ucap Feng Xueyue


"Kenapa malu Pangeran?" tanya Bi Yao heran.


"Yah, Pangeran Xiao yang paling muda diantara kita tetapi kemampuannya melebihi kita dalam segala hal pantas saja gelar dua tuan muda hebat dunia disabetnya sekaligus haha!" jawab Feng Xueyue sambil tertawa, Bi Yao dan Xiao Feng juga ikut tertawa. Setelah berbicara beberapa hal dan diputuskan akan mulai bergerak besok, ketiga Pangeran pun kembali ke istana karena hari sudah malam, Xiao Feng menginap dulu semalam sebelum besok kembali ke Youngzhou.


*****


Didalam kediaman khusus tamu, Xiao Feng memasuki kamarnya dan langsung memasuki dunia jiwa. Dia berjalan menuju ruang kultivasi dan melihat Feng Xi yang sedang fokus. Xiao Feng melihat kalau kultivasi gadis itu setelah tiga bulan didunia jiwa sudah naik 5 tingkat dan kini Feng Xi sudah berada di ranah Raja Emas *7.


Merasa ada yang memperhatikan gadis cantik berambut putih itu membuka kedua matanya dan melihat sosok pria tampan sedang berdiri sambil tersenyum tampan. Feng Xi kemudian bangkit dan berlari kecil ke arah Xiao Feng.


"Kenapa berhenti aku hanya melihat kondisimu saja" ucap Xiao Feng, Feng Xi mengangkat kepalanya dengan tangan masih memeluk pria yang dicintainya.


"Uhh,, tiga bulan berkultivasi aku sedikit bosan kebetulan kau datang aku ingin beristirahat sebentar, boleh kan?" ucap Feng Xi sambil menatap Xiao Feng dan membuat ekspresi gadis kecil yang polos, Xiao Feng tertawa melihat itu.


"Yasudah kau boleh beristirahat satu hari besok kau berlatih lagi!" ucap Xiao Feng.


"Yeayy tidak masalah satu hari juga,," ucap Feng Xi senang, mereka kemudian berjalan keluar dari ruang kultivasi menuju istana. Xiao Feng kemudian menuju dapur dan memasak beberapa makanan, kali ini Xiao Feng ingin memasak makanan pedas dan tentu minumannya teh manis yang dibubuhi es batu, Feng Xi mendekati Xiao Feng.


"Apa ada yang bisa kubantu?" tawar gadis itu.


"Hmm benarkah kau mau membantu,, apa jadinya seorang putri memasak" ucap Xiao Feng.


"Ishh,, ketika melihatmu memasak sepertinya seru jadi aku ingin mencoba"

__ADS_1


"Baiklah kau potong daging dan beberapa sayur serta bawang" ucap Xiao Feng sambil menyerahkan pisau.


"Baiklah" ucap Feng Xi bersemangat, mereka berdua pun memasak bersama diiringi canda tawa.


"Xixi kau potong dagingnya jangan besar-besar seperti itu!"


"Xixi jangan gunakan tenaga berlebihan pisau itu sudah tajam!"


"Xixi sekarang potong dulu sayurnya dan jangan terlalu besar!"


"Xixi...."


"Xixi...."


"Hikss kau ini cerewet sekali,, dan apa benda ini kenapa perih sekali" ucap Feng Xi yang sedang memotong bawang merah, memang di dunia kultivator tidak ada bawang jadi gadis itu sedikit heran, Xiao Feng membeli itu dari toko sistem.


Xiao Feng tertawa terbahak-bahak melihat mata gadis cantik itu memerah dan mengeluarkan air mata. Xiao Feng kemudian mendekati Feng Xi dan mengusap matanya namun Xiao Feng lupa kalau tangannya bekas menggiling cabai.


"Aargghh kau si rubah hitam apa yang kau lakukan ini perih!" ucap Feng Xi setengah berteriak, Xiao Feng kaget lalu melihat tangannya.


"Sial aku lupa habis menggiling cabai!" ucapnya, namun Xiao Feng malah tertawa semakin keras.


"Sudahlah sini aku obati!"


Xiao Feng kemudian mencuci dulu tangannya dan mengusap kedua mata gadis itu dengan tangan yang sudah dialiri Qi. Tak lama kemudian kedua mata Feng Xi pun sudah sembuh.


"Sudah kau masak saja sendiri, aku sudah tidak berminat" ucapnya sambil meletakkan pisau diatas meja lalu berjalan ke arah meja makan dengan wajah cemberut.


"Iya kau menunggu saja disitu sebentar lagi makanannya siap, jangan marah nanti cantiknya hilang!" ucap Xiao Feng, dia tersenyum geli dan merasa gemas melihat ekspresi gadis itu. Feng Xi hanya mendengus sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah.


**** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2