Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 134 Lin Mei Ling naik tingkat


__ADS_3

*****


Nenek tua itu pandangi wajah cantik Lin Mei Ling yang sudah bersimbah air mata, bagaimanapun berusaha untuk tidak menangis nenek tua tetap tidak bisa menahan air mata yang akhirnya jatuh. Dengan tangannya dia membelai rambut panjang gadis cantik itu.


"Nenek guru kenapa kau baru menceritakan hal besar ini, kenapa tidak dari dulu?" ucap Lin Mei Ling


"Jangan berburuk sangka dulu, aku sengaja tidak menceritakan agar tidak menjadi ganjalan dan iblis hati yang akan mempengaruhi kuktivasimu. Sekarang kau sudah cukup kuat untuk ku lepas dan mulai mencari tahu asal usulmu" lalu si nenek mencabut hiasan rambut yang tertancap di kepala Mei Ling.


"Benda ini bukan sekedar hiasan rambut saja, benda ini adalah peninggalan ibumu waktu kau kutemukan masih bayi dihutan. Ini bisa kau gunakan sebagai petunjuk."


"Baik nek dengan ini aku akan berusaha mencari asal usulku"


"Pergilah ke arah timur mungkin kau bisa mencari tahu dari hutan tempat kau kutemukan" nenek tua itu berucap.


Lin Mei Ling bangkit berdiri dan menganggukkan kepala lalu membungkukkan badan. Kemudian Mei Ling memeluk nenek itu dengan masih mengeluarkan air mata. Nenek itu pun juga sama biarpun memiliki hati keras sejatinya tetap perempuan, air mata juga mengalir di wajah si nenek.


"Pergilah cucuku, kuharap kau baik-baik saja. Dewa akan selalu melindungi orang baik"


Mei Ling kemudian melepas pelukan dan terbang. Diudara dia berhenti sejenak lalu melihat ke arah si nenek sambil melambaikan tangan, si nenek membalas sambil tersenyum. Lin Mei Ling kemudian terbang meninggalkan lembah itu.


**flashback off**


Xiao Feng terdiam menyimak saja, Lin Mei Ling tidak disadari air matanya keluar lalu dengan cepat dihapusnya.


"Begitulah Tuan muda Feng kisah hidupku yang malang" ucap Lin Mei Ling mengakhiri ceritanya. Xiao Feng terharu mendengar cerita itu karena tidak menyangka gadis secantik dia memiliki riwayat kehidupan yang bisa dikatakan menyedihkan. Xiao Feng sedikit beruntung karena dia ditinggal ibunya tapi masih memiliki kakak yang menyayanginya didunia ini, Sekilas dia memikirkan bayangan waktu dirinya masih berada di bumi hidup sebatang kara.


Tanpa disadari tangannya bergerak mengusap air mata Lin Mei Ling.


"Kau tenang saja aku akan membantumu" ucapnya sambil tersenyum. Lin Mei Ling yang sedikit terperanjat kaget membiarkan saja tangan Xiao Feng mengelus pipinya. Senyum terbit diwajahnya dan rasa hangat menyelimuti hati gadis itu.

__ADS_1


"Emm,, terimakasih sudah merepotkan tuan muda Feng"


"Baiklah kita dari tadi berbicara terus, ayo kita makan dulu"


Lin Mei Ling sedikit heran mendengar itu "Bukankah kultivator tidak membutuhkan makan?"


"Memang,, tapi aku hanya senang saja bahkan kucing yang dipangkuanmu juga senang makan" ucap Xiao Feng lalu dia mengeluarkan perkataan memasak dan beberapa bahan makanan yang di beli dari sistem. Lin Mei Ling hanya memperhatikan saja, dia tidak memperhatikan kegiatan memasak namun malah melihat ke arah wajah Xiao Feng tidak berkedip. Keringat kecil didahinya membuat Xiao Feng terlihat sangat tampan dimatanya.


Sejam kemudian Xiao Feng selesai dan menata makanan itu di batu besar. Lalu mengajak semua orang untuk makan, Bai Hu sendiri sudah dilempari setumpuk inti kristal dan asyik mengunyahnya.


"Silahkan nona Mei dicoba masakanku"


"Emm"


Lin Mei Ling mengambil daging yang diiris tipis dengan sumpitnya lalu dicelupkan kedalam saus. Ketika digigit tekstur lembut dan renyah pecah dimulutnya. Matanya membulat, tak lama kemudian dia kembali mengambil daging dan makan dengan cepat. Xiao Feng yang melihat itu ternganga mulutnya tidak menyangka kalau gadis anggun dan lembut sama saja ketika berhadapan dengan makanan.


"Dia sama aja dengan Xixi ketika makan, memang wanita kalau soal makanan hilang sudah harga dirinya" gumamnya dalam hati.


"Maaf tuan muda Feng aku lepas kendali" cicit Mei Ling hampir tidak kedengaran, gadis itu sangat malu bertingkah rakus didepan pria yang dikaguminya.


"Aduh aku tidak ada anggun-anggunya didepan tuan muda Feng, bagaimana ini" gumam Mei Ling dalam hati.


"Hahaha, santai saja nona Mei aku tidak mempermasalahkan. Lin Mei ling menurunkan tangannya dan tampak jelas wajahnya masih memerah malu.


Akhirnya mereka selesai makan dan bersantai sejenak. Karena Lin Mei Ling salahsatu orang baik yang dia temui selain Ao Xuan dan kakek Ying Chan, Xiao Feng tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi, dia mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dan satu pil Dewa Obat, lalu memberikan pada Mei Ling. Yang diberi menaikkan alisnya melihat Xiao Feng namun tangannya terulur menerima cincin penyimpanan.


Mei Ling tersenyum dalam hati "Apa maksud tuan muda Feng memberikan cincin indah ini, apakah dia ingin menyatakan perasaan?" dipandanginya cincin itu lama, Xiao Feng melihat heran ketika Mei Ling diam saja memandangi cincin.


"Nona Mei kau bengong lagi apa ada masalah?"

__ADS_1


"Eh,, emm tidak ada tuan muda Feng aku hanya senang saja, ini maksud tuan muda Feng memberiku cincin..." Lin Mei Ling tidak meneruskan ucapannya, dia menundukkan kepala sambil memainkan cincin itu dengan jari lentiknya. Xiao Feng pun sama bingung. Bai Hu yang duduk dipundak Xiao Feng berbisik.


"Tuan nona Mei tampaknya salah faham mengira kau akan melamarnya, hahaha" Bai Hu tertawa tertahan, Qing Long yang biasanya berwajah datar terlihat sudut mulutnya mengangkat sedikit. Xiao Feng menepuk dahinya lalu tertawa kecil.


"Nona cincin ini adalah cincin penyimpanan. Itu bisa digunakan untuk menyimpan benda, coba kau teteskan darah dan setelah itu edarkan kesadaranmu ke arah cincin" ucap Xiao Feng. Lin Mei Ling yang mendengar itu menghela nafas dadanya terasa sedikit tercubit, rupanya dia salah faham dengan Xiao Feng.


Mei Ling kemudian mengikuti apa yang di jelaskan Xiao Feng, setelah itu dia memasangkan cincin itu dijari manis sebelah kanan. Cincin itu tampak melekat dengan pas dan sangat cocok dengan kulit putihnya. Kemudian Mei Ling mencoba mengedarkan kesadaran dan melihat kalau dalam cincin itu ada koin emas pil dan herbal.


"Itu untukmu kau bisa pergunakan dengan baik,dan coba kau masukkan pedangmu yang di balut kain itu ke dalam cincin" ujar Xiao Feng.


Lin Mei Ling mencoba memasukkan pedangnya dan berhasil. Dia tersenyum cerah dan menatap Xiao Feng lembut


"Tuan Feng terimakasih atas segala Budi baikmu namun aku tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan padamu"


"Tidak masalah kau sahabatku jelas aku akan membantu tidak perlu ada Budi diantara kita dan ini adalah pil Dewa Obat berguna untuk menaikkan kekuatanmu satu ranah sebaiknya kau serap sekarang"


Lin Mei Ling tidak berkata apa-apa lagi dia percaya kalau Xiao Feng tidak akan berbuat aneh, lalu dia menelan pil dan mulai menyerap esensinya. Setelah setengah jam ledakan teredam terdengar dari tubuh Mei Ling berturut-turut.


"Buum!"


"Buum!"


Ledakan terhenti dan kini Lin Mei Ling sudah berada di ranah Raja Emas *4. Mei Ling membuka kedua matanya dan merasakan kalau tubuhnya kini lebih kuat, wajahnya dan kulitnya kini menjadi lebih halus dan semakin cantik.


Xiao Feng tersenyum senang melihat kultivasi Mei Ling naik lagi dia tidak khawatir lagi jika nanti berpisah, Mei Ling sudah bisa menjaga dirinya. Lin Mei Ling kemudian mendekati Xiao Feng dan memegang kedua tangannya. Mulut yang selalu tersenyum itu berbisik


"Terimakasih Feng Gege!"


Xiao Feng hanya tersenyum saja. Mereka kemudian meninggalkan tempat itu untuk mencari penginapan karena hari sudah senja. Tanpa mereka sadari sosok pria paruh baya berwajah seram berdiri dibelakang pohon tersenyum melihat kepergian mereka.

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2