Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 126 Mengatasi masalah desa Wangi


__ADS_3

*****


Keesokan harinya sebuah kabar tersiar didesa Wangi, kabar itu adalah kematian dari saudara Gao Han, para penduduk desa berdatangan ke rumah Gao Han untuk menyampaikan bela sungkawa namun dihari mereka diselimuti ketakutan. Takut kejadian tiga bulan lalu terulang lagi, maka daripada itu orang yang memiliki kultivasi diatas Raja Perunggu *2 membentuk barisan yang terdiri dari lima orang untuk mengawal peti mati yang akan segera di antarkan ke area pemakaman. Tak lama kemudian peti mati dikeluarkan dari rumah Gao Han dengan digotong empat orang lelaki, lalu menaruhnya di kereta kerbau. Kusir kereta segera naik dan mulai menjalankan kereta, sementara lima orang pengawal mengiringi dari samping dengan terbang rendah.


Ketika melewati sebuah hutan kecil, kerbau yang menarik kereta mengeluarkan suara lenguhan. Kusir sontak menarik tali pengikat dan menenangkan kerbau. Setelah kerbau tenang kusir dan lima pengawal melihat ada sosok bertudung hitam berdiri menghadang.


"Penculik bertundung" teriak kusir sambil menunjuk ke depan, pemimpin pengawal memberi isyarat dan lima orang itu segera mengurung sosok bertudung.


Sosok itu tertawa mengekeh, namun suara tawanya berhenti ketika pemimpin pengawal berteriak "Habisi dia biang masalah desa kita!!"


Para pengawal bergerak menyerbu dengan mengandalkan senjata masing-masing, mereka tidak berani menyerang dengan tangan kosong karena tahu kalau sosok bertudung itu sangat tangguh. Dua orang yang menyerbu terjengkang ketika tendangan sosok bertudung bersarang di dadanya. Dua orang itu menyemburkan darah dan langsung mati. Sementara dua orang lainnya sempat menghindar, Pemimpin pengawal geram dia langsung mengarahkan pedangnya ke sosok bertudung.


Disertai tawa sosok bertudung itu hanya mencondongkan tubuhnya ke belakang sambil mengangkat tangan kanannya. Dengan dua jari sosok bertudung itu menjepit pedang pemimpin pengawal dan menariknya


Pemimpin pengawal tertarik ke depan, fikirannya menyuruh untuk melepaskan pedang namun dia tidak melepaskan malah memanfaatkan gaya tarikan dengan mengirimkan tinjuan yang dialiri qi elemen api ditangan kirinya. Sosok bertudung hanya menyeringai, sambil tangan kanan tetap menjepit pedang dia menggeser sedikit tubuhnya ke samping. Tinjuan pemimpin pengawal lewat satu jengkal disampingnya.


Sosok bertudung kemudian melepaskan tendangan ke arah perut dan tidak sempat dihindari oleh pemimpin pengawal. Pemimpin itu terhempas ke belakang dan pedangnya lepas dari genggaman. Sosok bertudung memutar jarinya dan melemparkan pedang ke arah pemimpin pengawal.


"Makan pedangmu!" teriak sosok bertudung dan dengan sangat cepat beberapa pasang mata menyaksikan pedang itu menancap di tenggorokan pemimpin pengawal. Semua orang kaget karena pemimpin pengawal yang berada di ranah Raja Perunggu *3 dirobohkan dengan dua gerakan oleh sosok bertudung. Sebelum roboh pemimpin itu masih sempat berkata parau.


"Lindungi peti, lindungi peti"


Tapi percuma saja ketika dua orang pengawal yang tersisa akan bergerak, sosok bertudung dengan cepat melesat dan membunuh dua pengawal beserta kusir kereta.


"Hehe para sampah hendak memamerkan kemampuan tidak seberapa dihadapan ku" sosok bertudung kemudian mengambil peti dan diangkat dibahu kanannya lalu dia melesat menghilang dari tempat itu.


Sosok bertudung itu melesat menuju sebuah hutan kecil diatas bukit yang tampaknya belum pernah terjamah satu orangpun, dia dengan cepat melewati pepohonan sambil membawa peti mati yang besar seolah mengangkat kertas. Dari gerakannya sosok bertudung itu seperti memahami kawasan hutan itu. Ketika sampai di sebuah danau kecil berair jernih sosok bertudung itu meletakkan peti, dia kemudian mengeluarkan pisau besar dari balik bajunya lalu mengangkat pisau itu diatas kepala. Mulutnya meracau aneh seolah membaca mantra.


Setelah beberapa saat sosok bertudung itu berhenti dia menurunkan tangannya yang memegang pisau lalu mendekati peti mati. Tangannya terulur membuka peti dan ketika peti terbuka sosok itu sangat kaget karena dari dalam peti dua tangan tiba-tiba muncul dan bergerak ke arah kepalanya. Dengan sigap sosok bertudung menghindar dan dia melihat kalau sosok mayat yang terbaring dipeti perlahan bangkit dan berdiri dihadapannya.

__ADS_1


"Sialan kau siapa?" teriak sosok bertudung kepada pria muda yang berdiri dihadapannya, ternyata pria muda itu adalah Xiao Feng yang berdiri dan tangannya memegang kipas.


"Kau sendiri siapa? berbuat keji seperti ini?" Xiao Feng balik bertanya sambil menyeringai. Sosok bertudung terdiam mungkin masih kaget dan tidak percaya melihat apa yang terjadi dan disaksikannya. Kemudian dia sadar dan menunjuk Xiao Feng.


"Kau pria muda penipu beraninya menjebakku"


"Menjebak lebih baik daripada menculik mayat sepertinya kau sangat menyukai daging manusia ya" ucap Xiao Feng sambil mengelus dagu.


"Karena kau berani menjebak dengan berpura-pura menjadi mayat maka hari ini kau akan menjadi mayat seutuhnya"


Disertai teriakan sosok bertudung kemudian menyerbu Xiao Feng dengan pisau besarnya, Xiao Feng yang sudah tahu kalau kultivasi orang itu berada di ranah Raja Perak *1 dengan santai menahan pisau itu dengan kipasnya.


"Trink,,, trinkk"


Dentingan kedua senjata terdengar terus menerus, Sosok bertudung sangat geram karena serangannya dimentahkan begitu saja. Dia kemudian melompat mundur, tangan kirinya diulurkan ke depan lalu ditarik ke belakang. Segumpal cahaya kemerahan dari elemen api muncul ditangan kirinya.


"Rasakan ini sialan"


"Boom"


Ledakan keras tercipta dan debu beterbangan menimbulkan asap yang menghalangi pandangan. Sosok bertudung tertawa melihat serangannya mengenai Xiao Feng, namun dia menghentikan tawanya ketika asap menghilang sosok Xiao Feng juga menghilang. Sosok bertudung itu kebingungan dan memutar pandangannya ke segala arah.


Sebelumnya Xiao Feng yang melihat serangan dia menghindari dengan teknik teleportasinya lalu muncul dibelakang sosok bertudung tanpa disadari, dia menepuk pundak sosok bertudung itu.


"Apa aku mencariku?"


Sosok bertudung terperanjat ketika pundaknya ditepuk disusul suara seorang pria, seketika dia berbalik untuk memukul namun ketika pandangannya bertemu dengan pandangan Xiao Feng dia langsung mematung diam.


Rupanya Xiao Feng menggunakan teknik mata Ilusi ketika sosok bertudung itu berbalik. Xiao Feng langsung membaca ingatan dari sosok itu dengan teknik matanya, sosok bertudung tidak lama kemudian ambruk jatuh ke tanah. Xiao Feng mendekati dan membuka tudung yang menutupi kepalanya.

__ADS_1


"Hmm rupanya dia seorang gadis dan kuat tapi sayang dia adalah kaki tangan She Mo" ucap Xiao Feng lalu dia menebaskan pinggiran kipas yang tajam dan langsung memenggal kepala sosok bertudung yang ternyata seorang gadis. Setelah membakar mayat gadis, Xiao Feng menghilang dari tempat itu dengan teknik teleportasinya.


****


Xiao Feng kemudian sudah berada di rumah Gao Han disana juga sudah menunggu Qing Long dan Bai Hu.


"Tuan akhirnya kau kembali" ucap Bai Hu, Xiao Feng hanya tersenyum kemudian duduk dikursi, Qing Long si muka datar seperti biasa ketika Xiao Feng duduk dengan sigap dia menuangkan air dan langsung berdiri dibelakang Xiao Feng.


"Tuan muda apa yang kau dapat?" tanya Gao Han setelah Xiao Feng meminum segelas air.


"Sepertinya dia adalah kaki tangan dari tokoh jahat Alam Roh She Mo dari klan ular, sosok itu adalah seorang gadis dan memiliki kultivasi tinggi berada di ranah Raja Perak *1"


"Lalu tujuan dia menculik mayat?" Bai Hu bertanya.


"Dia ditugaskan untuk mengacau wilayah Kerajaan Angin Utara dengan alasan kalau organ tubuh manusia dapat memanjangkan umurnya, tapi She Mo memiliki maksud lain. Ketika kekacauan meluas dia akan datang berpura - pura menangkap gadis itu lalu dia akan sedikit demi sedikit menguasai wilayah dimulai dari desa kecil" Xiao Feng menjelaskan.


"She Mo bajingan itu memang sudah saatnya ditumpas" Gao Han berkata dengan geram.


"Urusan She Mo adalah bagianku, lagipula dia sudah menargetkan ku. Karena permasalahan sudah selesai aku akan pamit melanjutkan perjalanan, kuharap kau bisa menjaga desa ini dengan baik" ucap Xiao Feng sambil berdiri. Gao Han pun berdiri dan menangkupkan kedua tangan.


"Jika tuan muda sudah membuat keputusan aku tidak bisa mencegah kuharap tuan muda bisa menjaga diri"


Xiao Feng menganggukkan kepala lalu dia mengeluarkan satu peti berisi koin emas kepada Gao Han.


"Pergunakan ini untuk membangun desa dan membantu penduduk"


Belum sempat berterima kasih Xiao Feng bersama Bai Hu dan Qing Long sudah menghilang. Gao Han hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Tuan Muda Feng Xi, penduduk desa Wangi akan selalu mengingat jasamu"

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2