Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 302 Babak Ketiga (2)


__ADS_3

****


"Lin Mei Ling dari sekte Bintang Timur mohon bimbingannya"


"Yue Han dari klan Yue"


Kedua gadis itu langsung melesat saling menyerang, baik Lin Mei Ling maupun Yue Han mereka bertarung dengan tangan kosong. Yue Han mengirimkan tinjuan dengan tangan kanan mengarah ke dada, Lin Mei Ling mengangkat tangan kiri dan menangkap tinjuan Yue Han sambil menarik Yue Han ke samping.


Yue Han tubuhnya terseret namun dengan cepat dia menekankan kakinya dan memutar tubuhnya, Lin Mei Ling tidak tinggal diam dia melompat dan membuat gerakan tendangan berputar. Yue Han yang melihat segera menundukkan kepala hingga tendangan Lin Mei Ling mengenai tempat kosong. Kedua gadis itu kemudian mengambil jarak lalu bersiap kembali, Yue Han kemudian mengeluarkan pedangnya dan mengaliri pedang itu dengan elemen apinya. Lin Mei Ling juga melakukan hal yang sama dia mengangkat kedua tangannya lalu tangan kiri digerakkan seolah mengusap, perlahan sebuah pedang terbuat dari elemen air yang diubah menjadi es muncul dari usapan Lin Mei Ling.


"Teknik Tusukan Api!"


"Wusshh!"


Yue Han menusukkan pedangnya ke depan dan sebuah api besar membentuk pedang melesat dan uniknya pedang itu ketika diperjalanan tiba-tiba memecah menjadi lima lidah api menyerang lima bagian tubuh Lin Mei Ling.


Lin Mei Ling tersenyum lalu menggoreskan pedang es nya ke lantai. Dari lantai muncul air memancar ke atas dan membentuk dinding didepan Lin Mei Ling, lima api serangan Yue Han menabrak dinding air dan langsung padam.


"Blupp!"


"Cess!"


Yue Han tidak terkejut sebab dia tahu kalau lawannya pengguna elemen air akan agak sulit dihadapi,, Lin Mei Ling sendiri bisa saja mengalahkan Yue Han dengan mudah sebab kultivasinya hanya di ranah Raja Platinum *6 namun gadis cantik itu ingin mempermalukan lawannya dengan mengalahkan cepat.


Lin Mei Ling kemudian kembali menggoreskan pedangnya dan dilantai panggung arena pertempuran muncul gelembung air yang sangat banyak perlahan gelembung itu melayang ke atas dan berubah bentuk menjadi puluhan pedang mengelilingi Yue Han.


"Wow teknik apa yang dia gunakan!" Ucap salahsatu penonton.


"Gadis bercadar itu dalam situasi buruk, besar kemungkinan dia akan terluka parah jika terkena serangan itu!" Temannya menimpali.


Lin Mei Ling kemudian menggerakkan tangannya dan puluhan pedang air itu langsung melesat ke arah Yue Han, Yue Han berusaha menahan namun percuma saja ketika pedangnya mencoba menepis salahsatu pedang air tidak terjadi benturan, pedangnya lolos begitu saja ketika menyentuh pedang air Lin Mei Ling.


"Shiuut!"


Beberapa pedang mengenai tubuh Yue Han bahkan menerbangkan cadarnya, ternyata dibalik cadar itu tersembunyi wajah cantik, Yue Han menyadari kalau cadarnya terlepas dia berusaha menutupi wajahnya. Lin Mei Ling yang melihat segera membuat dinding penghalang dari es disekeliling arena untuk mencegah penonton melihat wajah Yue Han.


Yue Han yang melihat dinding es sudah menutupi sekelilingnya segera mengambil cadar lain dari cincin penyimpanannya dan langsung dia pasang diwajahnya, setelah selesai dia menyimpan pedangnya dan menangkupkan kedua tangan.


"Nona Mei Ling terimakasih,, aku mengaku kalah!" Ucap Yue Han, Lin Mei Ling pun tersenyum lalu menghilangkan dinding esnya.

__ADS_1


"Terima kasih nona Yue Han kau sudah berbaik hati, budimu akan dibalas oleh dewa dan semoga keberuntungan selalu menyertaimu!" Ucapan lembut Lin Mei Ling membuat Yue Han terharu dia menganggukkan kepala lalu berkata kepada juri dipinggir arena.


"Aku menyerah!"


Penonton pun terkejut mendengarnya sebab mereka tidak tahu kejadian dibalik dinding es. Kecuali Xiao Feng dia tentu bisa melihat ke balik dinding es yang dibuat Lin Mei Ling.


"Kenapa tiba-tiba menyerah padahal lagi seru-serunya!" Ucap penonton.


"Benar wah bagaimana ini!"


Juri pun segera naik ke arena dan memastikan sekali lagi, setelah terkonfirmasi Yue Han menyerah maka Lin Mei Ling dinyatakan sebagai pemenang nya.


"Pemenangnya adalah Lin Mei Ling dari sekte Bintang Timur" ucap juri, sorak Sorai penonton pun langsung riuh atas kemenangan Lin Mei Ling. Gadis cantik itupun langsung melesat dan kembali ke kursi penonton.


"Adik seperguruan kau sungguh hebat" ucap Gu Jong, Lin Mei Ling hanya tersenyum saja.


"Mei Ling apa yang kau lakukan tadi sungguh luar biasa aku sangat salut!" Ucap Xiao Feng.


"Apa kau tahu Feng?" Tanya Lin Mei Ling.


"Tentu saja,, dan kau sangat hebat!" Ucap Xiao Feng sambil tersenyum, Lin Mei Ling terpaku sejenak melihat senyuman tampan Xiao Feng lalu dia buru-buru menundukkan kepala dan duduk di kursinya. Sementara Gu Jong sangat kesal melihat interaksi keduanya.


"Awas saja,, kebetulan kau lawanku,, akan ku permalukan dihadapan Mei Ling" ucap Gu Jong dalam hati.


*****


"Baiklah peserta nomor 3 dan 8 naik!"


Xiao Feng dan Gu Jong yang mendengar itu kemudian berdiri.


"Adik seperguruan kau lihat saja aku akan menang!" Ucap Gu Jong dengan keyakinan penuh terlihat dari sorot matanya membara.


"Semoga saja senior!" Ucap Lin Mei Ling ambil tersenyum, dia tentu sudah tahu kalau Xiao Feng yang akan menang biarpun terlihat kultivasinya di raja emas *1 Lin Mei Ling tahu kalau Xiao Feng pasti menutupi kultivasi aslinya. Tak berselang lama keduanya segera melesat ke atas arena. Juri segera berdiri dihadapan keduanya.


"Baiklah kalian siap?"


"Kami siap!"


"Bagus dan kalian pasti sudah tahu peraturannya, kalau begitu mulai!" Ucap juri lalu melesat ke pinggir arena.

__ADS_1


"Kira-kira siapa yang akan menang?" Ucap salahsatu tetua dari sekte Tombak Salju.


"Pasti tuan muda sekte Bintang Timur yang akan menang dilihat dari kultivasinya dia berada di Raja Platinum *6 dan lawannya hanya di ranah Raja Emas *1" ucap tetua dari sekte lain.


Kembali ke arena, kedua pria muda itu sudah saling berhadapan dengan Gu Jong sudah mengeluarkan pedangnya sementara Xiao Feng dengan kipasnya yang dikembangkan sambil dikibaskan pelan.


"Gu Jong dari sekte Bintang Timur!"


"Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam" Xiao Feng mengenalkan namanya, gong pun dibunyikan dan Gu Jong langsung melesat.


"Kita lihat siapa yang lebih pantas untuk Mei Ling!" Ucap Gu Jong yang membuat Xiao Feng hanya tertawa menanggapinya.


"Teknik Pedang Badai Utara!"


Gu Jong menebaskan pedangnya mendatar dan angin kencang pun muncul bergulung menyerang Xiao Feng, tampaknya Gu Jong ingin menyelesaikan dengan cepat.


"Wusshh!"


Xiao Feng mengamati sejenak lalu dia melompat tinggi ke udara sambil mengibaskan kipasnya, serangkum angin dingin dengan butiran es berjatuhan pun tercipta dan menghantam angin Gu Jong dari atas.


"Wusshh!"


"Boom!"


Kedua angin beradu dan menimbulkan ledakan dan menyebar ke segala arah, Xiao Feng bersalto satu kali dan mendarat di lantai arena sementara Gu Jong yang tadi melompat mundur ketika terjadi benturan langsung melesat menyerang Xiao Feng dengan mengirimkan lima tusukan cepat.


"Trank!"


"Trank!"


Serangan tusukkan Gu Jong dengan mudah ditahan Xiao Feng dengan kipasnya, Gu Jong melanjutkan dengan menebaskan pedangnya dua kali disertai aliran qi elemen petir, Gu Jong memang tuan muda cukup berbakat dengan menguasai dua elemen. Sebuah garis silang dari elemen petir muncul dihadapan Gu Jong, pria itu kemudian mendorongkan pedangnya dan siluet garis silang dari elemen petir menerjang Xiao Feng.


"Blarr!"


Melihat serangan itu Xiao Feng dengan cepat berpindah menggunakan teknik Langkah Bayang, tubuhnya seolah berubah menjadi bayangan dan berpindah ke sisi lain arena hingga serangan Gu Jong lewat begitu saja.


"Hmm kau cukup cepat juga bisa menghindar walaupun di ranah Raja Emas!" Ucap Gu Jong lalu dia kembali menyerang Xiao Feng.


*** Bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2