
*****
Malam ini cuaca cerah dengan sinar bulan dan bertabur bintang, angin lembut bertiup menggoyangkan dedaunan seolah menari di iringi suara serangga malam yang terdengar saling bersahutan.
Dikuil tempat pemujaan Ratu Hua, Xiao Feng sedang berlutut didepan altar Ratu Hua.
"Ibu, apa yang ku lakukan ini benar? aku telah membalaskan dendam ibu kepada Ratu Lian. Kini dia sudah dieksekusi tapi apakah ibu senang dengan tindakanku,, aku yakin ibu tidak akan senang. Namun aku akan selalu di hantui rasa bersalah jika tidak membalaskan dendam kematian ibu, kuharap ibu mau memaafkan putramu yang tidak berbakti ini" ucap Xiao Feng lalu bersujud satu kali. Dia kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan kuil.
Sambil berjalan dia memikirkan beberapa hal yang terjadi belakangan ini, fikirannya sedikit lega karena kakaknya tidak jadi menikah dengan putri dari bangsawan Lin, serta orang yang selalu ingin menjatuhkannya di istana sudah tidak ada lagi. Xiao Feng selanjutnya ingin mulai menyelidiki tanda kemunculan ras iblis yang beberapa waktu lalu ditemukannya. Dia mengeluarkan sebuah benda kecil dan itu adalah pecahan guci yang digunakan sebagai alat komunikasi.
"Sistem apa kau bisa mengidentifikasi ini" tanya Xiao Feng.
[Ding... sistem menganalisa, benda ini sebagai alat komunikasi ras iblis dan orang yang bersekutu dengannya]
"Apa kau bisa mengetahui lokasi atau titik dimana benda ini asalnya"
[Ding.. bisa Tuan]
"Baiklah kalau begitu kau coba cari"
[Ding... mengidentifikasi dimulai]
[1..15..43..77..100% Ding.. identifikasi selesai]
"Apa yang kau dapat"
[Ding.. benda ini terbuat dari batu khusus dari bawah gunung Shangzi, besar kemungkinan dibuat di wilayah itu]
Xiao Feng mengerutkan keningnya mendengar pemberitahuan sistem, dia berfikir kalau gunung Shangzi terletak disebelah selatan Kerajaan Shangzhou dan itu tempat dingin yang jarang dikunjungi manusia.
"Hmm baiklah sepertinya aku harus mulai menyelidiki dari situ" gumam Xiao Feng lalu menyimpan kembali pecahan guci, lalu kembali berjalan. Tiba-tiba Xiao Feng merasakan aura dan bau harum yang dikenalnya bergerak mendekatinya, Xiao Feng tersenyum ketika merasakan itu dan tak lama kemudian sosok gadis cantik berambut putih yang tak lain adalah Feng Xi sudah berada dihadapannya.
"Kau anak gadis sedang apa malam-malam begini berkeliaran" tanya Xiao Feng.
__ADS_1
"Huh,, aku bosan dan ingin berjalan-jalan kebetulan aku melihatmu disini,, kau sendiri darimana" ucap Feng Xi bertanya balik.
"Aku habis mengunjungi altar ibu" ucap Xiao Feng dan Feng Xi terdiam. Xiao Feng kembali berjalan dan Feng Xi mengikuti dari sampingnya.
"Aku yakin Ratu Hua diatas sana pasti bangga melihatmu sudah seperti ini" ucap Feng Xi, Xiao Feng tersenyum lalu meraih tangan Feng Xi dan memegangnya. Gadis itu tidak menolak melainkan membalas menggenggam tangan Xiao Feng sambil wajahnya memerah.
"Xixi aku berterimakasih kepadamu, kau selalu menghiburku dan membantuku menyelesaikan masalah,, sejak pertama bertemu denganmu di hutan itu aku merasa keterikatan denganmu" ucap Xiao Feng keduanya berjalan perlahan sambil bergandengan tangan menyusui jalan setapak dibawah siraman cahaya bulan.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Feng Xi.
"Hhmm bagaimana ya,, aku juga tidak tahu yang jelas sejak bertemu denganmu aku kembali melihat keindahan dunia, dulu aku hanya berdiam saja di kediaman dan jarang keluar dari Youngzhou" ucap Xiao Feng.
"Kau pasti saat itu kesepian kan?"
"Benar hanya Yuan Li, Guru Ren serta kakak pertama yang selalu disampingmu sejak ibunda meninggal" Xiao Feng berkata perlahan, Feng Xi yang mendengar sedikit tersentuh dia tidak menyangka kalau Pangeran yang dia idolakan sejak dulu memiliki masa lalu sedikit menyedihkan. Feng Xi mengeratkan pegangannya yang membuat Xiao Feng memalingkan pandangannya.
"Kenapa?" tanya Xiao Feng.
"Mmmm,, hehe,, tidak,, aku hanya tersentuh dengan ceritamu dan kau tenang saja sebagai teman aku akan selalu mendukungmu!" ucap Feng Xi. Tapi ada kata Feng Xi yang membuat Xiao Feng sedikit sakit dihatinya.
*****
Masih dimalam yang sama Xiao Feng tampak sedang berada di perpustakaan paviliun ditangannya sudah ada beberapa buku. Yuan Li tiba-tiba muncul ketika Xiao Feng sedang memilih buku.
"Tuan Muda,, banyak sekali buku itu!" sapa Yuan Li.
"Aku ingin membaca beberapa hal" jawab Xiao Feng tanpa melihat Yuan Li, Yuan Li yang heran kemudian mendekati Xiao Feng. Dia melihat buku-buku yang bukan berisi teknik atau tentang lainnya. Xiao Feng membolak-balikkan halaman demi halaman namun tidak ada yang di temukan ya.
"Tuan Muda mungkin aku sedikit bisa membantu!" ucap Yuan Li. Xiao Feng menutup bukunya lalu melihat Yuan Li.
"Kudengar kau dulu sering membaca buku cerita,, bagaimana mereka melakukannya!" ucap Xiao Feng, Yuan Li mengerutkan keningnya.
"Eemmm apa maksud bagaimana melakukannya?" tanya Yuan Li.
__ADS_1
"Emm,, anu,, itu,, cara menyampaikan isi hati" ucap Xiao Feng sambil menghela nafasnya seolah itu hal yang berat. Yuan Li tersenyum tertahan.
"Apa Tuan Muda berencana mengungkapkan perasaan kepada Nona Feng" ucap Yuan Li sambil senyum yang ditahan. Xiao Feng melototkan matanya sebagai jawaban.
"Cepat katakan!"
"Tuan Muda,, aku memang memahami buku dari berbagai negara mulai dari kultivator kuat sampai gadis berbakat, mengungkapkan perasaan memang adalah hal paling menentukan jika seorang pria ingin mengungkapkan perasaan kepada wanita ada tiga syarat yang wajib dikuasai" ucap Yuan Li sambil mengangkat tiga jarinya.
"Tiga hal apa itu?"
"Pertama suasana kedua rayuan dan ketiga bukti cinta"
"Suasana, rayuan, bukti cinta hmmm" gumam Xiao Feng sambil mengelus dagunya.
"Suasana yang disebut juga terbagi dua jenis yang pertama hari khusus misalnya Festival Tari atau Festival Lampion yang kedua suasana khusus misalnya salju pertama musim dingin atau berjalan-jalan melihat taman bunga dimusim gugur. Intinya ini akan membuat pihak lain merasa tersentuh. Jika mengungkapkan perasaan disaat seperti ini kemungkinan berhasil 30%" ucap Yuan Li.
"Hmm ternyata ada aturannya juga ya,," ucap Xiao Feng sambil tersenyum yang dari tadi menyimak.
"Benar pangeran semua ada urutannya. Dan yang kedua adalah rayuan. Kata rayuan sangat mementingkan cara penyampaian. Jika langsung mengutarakan isi hati sudah pasti akan ditolak. Bahkan mungkin merasa pria itu adalah pria bodoh tapi jika mengungkapkan terlalu berlebihan maka wanita akan menganggap itu adalah pria mesum. Jadi harus diungkapkan dengan tulus dan mendalam supaya pihak lain merasa senang dan terharu,, jika kata rayuan ini bisa diterima maka keberhasilan bertambah 80%!" ucap Yuan Li sambil melihat Xiao Feng yang menyimak.
"Hmmm,, ternyata seperti itu,, sangat merepotkan juga"
"Tentu saja pangeran, tindakan mengungkapkan isi hati tidak semudah itu. Dan 20% sisanya yaitu syarat ketiga bukti cinta, biasanya sebuah cincin giok. Pepatah mengatakan kalau cincin ini mewakili perasaan,, emm apakah pangeran bisa memahaminya?" ucap Yuan Li dengan suara pelan.
"Tentu saja aku bisa memahami hal semudah ini"
"Pangeran tindakan mengungkapan perasaan tidak semudah itu, pangeran harus benar-benar memahaminya karena wanita sukar ditebak!"
"Tentu saja aku tahu,, bagaimana mungkin aku tidak bisa memahami hal seperti ini malah kau sudah lama mengikutiku bukannya berlatih malah membaca sesuatu yang tidak jelas seperti itu bukannya membaca pengetahuan, sudahlah pergi baca lagi buku pengetahuan tentang tata negara dan kultivasi" ucap Xiao Feng sambil menuangkan teh
"Tu,,tuan muda ini,, tuan muda tidak tahu berterima kasih menendang orang setelah dimanfaatkan!" ucap Yuan Li tidak terima. Xiao Feng hanya tersenyum tipis.
"Siapa suruh aku tuan muda dan pangeran kedua" ucap Xiao Feng dan Yuan Li tidak bisa berkata-kata. Xiao Feng mengibaskan tangannya seolah mengusir lalat. Yuan Li menghela nafasnya kesal lalu pergi meninggalkan ruangan itu, sepeninggal Yuan Li Xiao Feng senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
*****bersambung