
*****
Biarpun Lin Mei Ling memiliki kultivasi tinggi tapi dia belum pernah membunuh jadi hatinya sedikit terguncang ketika sedikit lagi serangannya akan mengenai sosok berwajah seram.
Xiao Feng yang berdiri disamping orang berwajah seram melihat pria itu dan berkata.
"Tuan sebaiknya kau menyingkir dulu, biarpun kau mau menjelaskan sesuatu saat ini tidak tepat, gadis itu masih di selimuti hawa amarah!"
Sosok berwajah seram menatap Xiao Feng dalam lalu menganggukkan kepala dia menatap sekali lagi ke arah Lin Mei Ling dan Lin Mu lalu menghilang dengan cepat. Nenek Lin Mu dan Lin Mei Ling hendak mengejar tapi ditahan Xiao Feng.
"Tidak usah dikejar nanti kalian akan bertemu dia lagi, bukankah orang itu selalu mengikutimu Mei Ling!"
Mei Ling terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya pelan. Xiao Feng mengambil hiasan rambut dan memberikan kepada Mei Ling.
"Untung saja dia mengembalikan ini, benda ini sangat berharga bagiku" Lin Mei Ling mendekap hiasan rambut itu, Lin Mu juga lega karena benda itu sudah berada di tangan cucunya.
"Mei Ling kenapa orang itu hendak mencuri benda itu, bukankah hiasan rambut ini hanya digunakan wanita?" Xiao Feng bertanya.
"Ini memang bukan sekedar hiasan rambut tapi ini sebuah petunjuk tentang masa laluku"
"Lalu jika itu berharga untukmu, tapi tidak berharga untuk orang lain buat apa sosok berwajah seram itu mengambilnya darimu, jika berniat jahat dia tidak akan mengembalikan kepadamu?"
Lin Mei Ling dan Lin Mu tersadar, kedua mata mereka membulat. Lalu Xiao Feng melanjutkan.
"Aku memang sengaja menyelamatkan dia, bukan aku ingin ikut campur namun sepertinya dia mencuri sesuatu benda yang sebenarnya sepele Dimata orang lain dan itu menunjukan dua kemungkinan!" kata Xiao Feng sambil mengangkat dua jarinya.
"Apa itu?" ucap Mei Ling
"Pertama dia memang pencuri kedua dia mengetahui sesuatu tentang benda itu"
Lin Mei Ling dan nenek Lin Mu tidak berfikir demikian, nenek Lin Mu juga merasa ada sesuatu setelah mendengar ucapan Xiao Feng. Dengan cepat Lin Mu berkata
"Anak muda aku harus mengejar orang itu, ayo Mei'er"
__ADS_1
"Baik nenek" lalu Lin Mei Ling menatap Xiao Feng dengan lembut disertai senyuman menawan "Tuan Muda Feng terimakasih berkatmu aku tidak jadi menurunkan tangan jahat dan berbuat dosa, kami pergi dulu jaga diri baik-baik"
"Cepatlah Mei'er nanti saja bermesraannya!" Lin Mu tidak sabar menarik tangan Mei Ling yang membuat gadis itu memerah wajahnya. Xiao Feng sendiri hanya tersenyum melihat kepergian dua orang itu.
****
"Ibunda apakah benar gadis itu adalah cucumu, jika benar mungkinkah gadis itu adalah anak dari Zi'er" gumam sosok berwajah seram. Dia kini berada di sebuah gua dekat lembah. Pria berwajah seram itu adalah Cheng Tian anak dari Lin Mu dan suaminya Cheng Zuyuan. Cheng Tian dari awal sudah tahu kalau nenek Lin Mu yang bersama Lin Mei Ling dan Xiao Feng adalah ibunya, tetapi karena tidak sempat memberikan penjelasan dia akhirnya menahan diri. Air mata mengalir dipipinya. Pria itu menangis lama sebelum akhirnya bangkit berdiri dan meninggalkan gua.
Sementara itu Lin Mei Ling dan nenek Lin Mu yang mengejar Cheng Tian kehilangan jejak, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke lembah Lin Mi. Mereka melesat terbang dengan cepat. Namun tanpa disadari mereka melewati gua yang ditempati Cheng Tian dan kebetulan Cheng Tian keluar dari gua itu dan melihat mereka berdua. Tanpa fikir panjang Cheng Tian menyamarkan aura nya dan mengikuti mereka berdua.
Mereka berdua sudah sampai di lembah dan langsung masuk ke kediaman Lin Mi, disana nenek Lin Mi sedang duduk bersantai menikmati suasana sore hari.
"Nenek tua Lin Mi santai sekali hidupmu menikmati sore!"
Sebuah ucapan Lin Mu mengagetkan Lin Mi, dia segera berdiri dan mempersilahkan masuk. Mereka bertiga kemudian duduk di sebuah kursi dengan meja ditengahnya.
"Langsung saja aku ingin membicarakan sesuatu mengenai cucuku Mei'er" ucap Lin Mu.
"Memangnya kenapa dengan Mei'er apa kau baik-baik saja?" tanya Lin Mi heran.
"Lantas apa yang hendak kau bicarakan" ucap Lin Mi ke arah Lin Mu. nenek Lin Mu menghela nafasnya sejenak.
"Beberapa waktu lalu kami sempat memergoki seseorang yang mengikuti Mei'er dan orang itu memiliki wajah seram. Dia mencuri hiasan rambut yang dulunya milikku"
"Hiasan rambut milik ibu Mei'er Lin Zi yang kini ditangannya?" tanya Lin Mi. nenek Lin Mu menganggukkan kepalanya.
Ditempat tersembunyi Cheng Tian berdebar keras dadanya, keringat dingin mengucur dari dahinya dengan badan gemetar.
"Tapi kenapa dia mencuri tusuk konde itu apakah berguna baginya?" ucap Lin Mi.
"Itu juga aku baru terfikir setelah tuan muda Feng memberitahuku" ucap Mei Ling yang membuat Lin Mi mengerutkan kening.
"Siapa tuan muda Feng?"
__ADS_1
"Kekasih cucuku Mei'er hihi" ucap Lin Mu yang membuat Lin Mei Ling memerah wajahnya.
"Nenek dia bukan kekasihku hanya sahabat saja" ucap Mei Ling wajahnya tertunduk malu. Lin Mu dan Lin Mi hanya tertawa.
"Jika benar juga aku setuju saja, dia sangat tampan dan kuat"
Di tempat persembunyiannya Cheng Tian jatuh berlutut " Demi dewa ternyata dugaan ku benar kalau gadis itu anak dari Zi'er, apa yang harus ku lakukan, Dewa mohon beri petunjuk untukku" gumamnya. Cheng Tian tidak dapat menahan tangisnya dia jatuh bersujud seraya sesegukan.
Ketika Lin Mu hendak berbicara, nenek Lin Mi mengangkat tangannya memberi isyarat.
"Aku mendengar suara tangisan!" ucap Lin Mi, Lin Mu dan Lin Mei Ling memandang berkeliling.
"Datangnya dari belakang pintu nek" ucap Mei Ling. Lin Mu segera melesat dan tidak berselang lama dia melemparkan sosok pria berwajah seram. Lin Mi dan Lin Mei Ling matanya membulat kaget melihat siapa yang dilemparkan Lin Mu.
"Berani sekali kau mengikuti kami sampai kesini biarpun kultivasimu berada di Raja Berlian kami tidak segan menghabisimu" ucap Lin Mu sambil menginjak punggung sosok berwajah seram yang terbaring di lantai.
"Biarkan dia aku ingin bertanya" ucap Lin Mi.
"Benar nenek biarkan dia duduk dan kita tanyakan alasan mengikuti kita jika tidak menjawab jujur terserah nenek mau melakukan apa" ucap Mei Ling. Lin Mu mengangkat kakinya. Sosok berwajah seram pun bangkit dan duduk di atas lantai.
"Maafkan saya nek, aku mengikuti kalian tidak bermaksu jahat, aku hanya ingin memastikan sesuatu!"
"Kau hanya mencari alasan, belum kapok juga kau dihajar" teriak Lin Mu.
"Benar kau mencuri barang milik muridku?" tanya Lin Mi.
"Benar,, aku tidak bermaksud berbuat keji mengintip gadis itu dan mencuri barangnya, aku..."
"Plakk!!"
Sebuah tamparan melayang dari tangan Lin Mi dan membuat sosok berwajah seram terlempar dan menabrak dinding kediaman. Sosok itu memuntahkan sedikit darah. Dia segera bangkit dan menangkupkan kedua tangan.
"Maafkan aku nek, Lin Mei Ling!"
__ADS_1
****bersambung