
Malam itu Xiao Lei tidak berniat untuk kembali ke penginapan Beifeng. Dia tinggal di rumah Mo Ci sembari menyuling pil obat. Pagi pun tiba dan Xiao Lei hanya berhasil menyuling 40 pil kali ini karena kondisinya tidak terlalu fokus.
"Meme Tukarkan 30 pil obat ini."
"Baik, Tuan. Poin telah di tambahkan total poin Tuan saat ini 1540 poin. Jadi ingin menukarnya dengan mata langit Tuan?"
"Ya, tukarkan dengan mata langit."
"Baiklah, Tuan. Bersiaplah menerima nya."
"Baik."
"Sudah, Tuan. Sekarang Tuan bisa menggunakannya, pahami pelan-pelan Tuan. Poin Tuan telah berkurang 1200 poin, jadi saat ini Tuan hanya memiliki 340 poin saja."
"ku sudah paham. Meme, bukankah ini sangat menakjubkan? Dengan begini kita dapat menghindari orang ataupun mengetahui tentang orang-orang itu."
"Ya Tuan. Mata langit adalah teknik yang belum pernah ada bahkan pemilik sebelumnya pun tak memiliki nya."
"Bagus, oiya aku akan berbicara pada Mo Ci tentang keadaan, dan akan menemui Mo Fan untuk mengobatinya."
"Baik, Tuan."
"Guru, bagaimana guru?"
"Aku sudah dapat menyembuhkan mu, bocah kecil."
"Bagus sekali guru, akhirnya aku bisa berlatih. Tapi bukankah aku tetap tertinggal."
"Kata siapa tertinggal? Setelah kau bisa berlatih bahkan kekuatan mu sangat berbeda dengan yang lain jadi Mo Fan pasti akan menjadi orang yang hebat." ucap Xiao Lei sembari mengelus kepala Mo Fan.
"Benarkah begitu guru?"
"Ya, mengapa aku perlu berbohong kepadamu?"
"Mo Fan percaya guru, terimakasih guru."
"Baiklah, sekarang ayo kita ke kamar dan mengobatinya."
"Baik, Guru."
Xiao Lei dan Mo Fan pun menuju kamar dan mulai melakukan akupuntur, walaupun sangat berat tetapi mereka berdua tetap berusaha sekuat tenaga. Hingga akhirnya semua titik telah selesai. Xiao Lei membiarkan Mo Fan bertahan dengan sakitnya saat ini karena ini yang akan harus Mo Fan lakukan untuk memulihkannya. Xiao Lei pun yang kelelahan tertidur di kursi sebelah ranjang Mo Fan. Mira yang di rumah sangat mengkhawatirkan Xiao Lei tetapi dia hanya bisa menunggunya. Mo Ci pun kembali dari penyelidikannya dan mendapati Xiao Lei tertidur di kursi hingga memberinya selimut. Mo Ci pun memilih keluar dan membuatkan hidangan untuk Xiao Lei dan Mo Fan.
__ADS_1
Xiao Lei pun terbangun dan Mo Fan masih terus mengeluarkan racunnya sehingga Xiao Lei keluar terlebih dahulu.
"Tuan, hidangan sudah siap. Silahkan makan dulu."
"Nanti saja, kita tunggu Mo Fan selesai. Bagaimana penyelidikan mu?"
"Baiklah, Tuan. Tentang penyelidikan untuk jalur-jalur tersembunyi, aku menemukan di setiap jalur sepi pasti ada mata-mata yang di tempatkan oleh keluarga-keluarga kaya dan berpengaruh disini. Hanya jalan pinggiran kota yang dekat dengan pelelangan Jinduo lah yang tidak ada mata-mata karena semua keluarga masih berfikir dua kali untuk menempatkan disana, mereka takut jika itu dapat menyinggung pelelangan Jinduo apa lagi saat ini ada Tuan yang di katakan pelelangan Jinduo mendapat dukungan dari Tuan."
"Baiklah, Mo Ci terimakasih untuk infonya. Aku akan masuk untuk menengok Mo Fan."
"Baiklah, Tuan."
Xiao Lei pun masuk dan menghampiri Mo Fan. Sudah saatnya untuk mencabut jarumnya, Xiao Lei pun mencabutnya. Setelah itu Mo Fan terbangun dengan lemas dan Xiao Lei memberikannya pil obat aliran meridian dan menyuruh Mo Fan untuk memakannya dan menyerapnya dengan baik. Mo Fan pun menurut dan menyerapnya, ternyata itu dapat mengembalikan energi Mo Fan lagi. Xiao Lei pun menyuruhnya untuk mandi dengan air dingin. Ketika Mo Fan bergegas mandi, Xiao Lei memanggil Mo Ci untuk membersihkan ranjang Mo Fan. Kemudian Xiao Lei kembali ke ruang makan, dia duduk sembari menunggu Mo Fan dan Mo Ci kembali.
"Tuan, Mira pasti saat ini sedang khawatir tentang Tuan" ucap Meme.
"Meme, apa hobi untuk muncul tiba-tiba dan mengagetkanku tak bisa di ubah?"
"Tidak bisa Tuan, karena sangat seru melihatmu dengan ekspresi kaget."
"Untung saja kau wanita. Masalah Mira selagi dia tidak keluar mencariku biarkan saja dulu."
"Ya, itu karena bagaimanapun juga Meme adalah orang yang baik hati walaupun berubah menjadi pria. Tapi memang itu salahku untuk tidak menepati janjiku dengan Mira, tapi masalah Mo Fan harus secepatnya di urus."
"Tuan, kau terlalu memujiku bukanlah masalah untukku berbuat baik dengan Tuan. Ya, itu terserah pada Tuan saja aku tak melarang. Tapi benar juga jika Mo Fan kini adalah prioritas."
"Kalau kau sebaik itu, bolehkan aku menyentuhmu? Ya, bukankah aku sangat bijak Meme?"
"Dasar Tuan mesum! Ya terserah Tuan saja itu mah mau bijak atau pun tidak, aku juga tak peduli."
"Mesum? Aku mana bisa merasakan mu jika kamu saja sekecil itu?" ejek Xiao Lei.
"Tuan!!!!!!!! Menyebalkan!"
"Jangan marah-marah Meme kecilku." rayu Xiao Lei tetapi Meme masih cemberut.
"Sudahlah, Meme tak perlu marah aku hanya bercanda. Ya, aku minta maaf. Sekarang tolong carikan teknik ilmu bela diri untuk Mo Fan."
"Baiklah Tuan, Meme carikan. Silahkan Tuan pilih yang ada di layar."
"Harus berapa banyak untuk pelatihan Mo Fan ya?"
__ADS_1
"Tuan, aku ada usulan untuk membeli promo satu paket ada 10 teknik yang sangat bagus, harga asli 55 poin per teknik, tapi kali ini hanya 400 poin untuk satu paket ini. Dan itu teknik yang terbaik."
"Baiklah, aku ambil satu paket itu. Seperti biasa langsung potong dari poin dan masukkan ke sistem penyimpanan terlebih dahulu."
"Baiklah, Tuan."
Mo Ci dan Mo Fan pun telah selesai dan mereka menghampiri Xiao Lei dan ikut duduk di meja makan.
"Ayo kita makan dulu." ucap Xiao Lei.
"Baik, Guru. Aku akan makan yang banyak, aku sangat lapar."
"Makanlah yang banyak." ucap Mo Ci
Mereka pun mulai makan dan berbincang-bincang.
"Aku akan mengatakan pada kalian. Bahwa ini aku terakhir kesini."
"Mengapa begitu Tuan?"
"Ya, guru mengapa ingin pergi, Mo Fan baru saja bisa berlatih."
"Aku ada urusan yang sangat penting. Kalian bisa melanjutkan berlatih sendiri di kemudian hari. Karena Mo Fan sudah pulih, maka Mo Fan juga sudah dapat berlatih."
"Tapi, Mo Fan masih butuh bimbingan guru."
"Aku percaya Mo Fan pasti bisa, dan Mo Fan akan menjadi orang yang kuat. Suatu hari ketika bertemu lagi, ku harap kau tak melupakan gurumu ini."
"Mo Fan tak akan lupa kepada guru. Hanya guru satu-satunya guru Mo Fan."
"Baiklah, kalian jagalah diri kalian baik-baik."
"Bolehkah Mo Fan melihat wajah guru?"
"Ya." Mo Fan pun membuka topeng dan jubahnya.
"Mengapa guru menggunakan topeng dan jubah jika guru tampan?"
"Mo Fan 2 hari ini kau harus berlatih dengan giat. Kemudian 2 hari lagi mintalah kakakmu untuk membawamu ke alun-alun kota dan menyaksikan pertunjukan drama, ambillah hikmahnya dan dengan pertunjukan itu kau akan lebih dewasa, jangan mudah percaya dengan orang lain."
"Baiklah guru."
__ADS_1