
****
"Booom!"
"Booom!"
Ledakan besar tercipta disertai api dan butiran es menyebar, hembusan angin panas dan dingin menyebar menghancurkan bangunan disekitarnya. Sekitar satu menit ledakan mereda dan terlihat keadaan bangunan sudah hancur dan Agen Nomor Empat tampak terkapar bersandar di puing bangunan dengan darah mengucur dari sudut mulut nya.
Sementara Feng Xi terlihat terengah nafasnya, dia juga merasakan efek ledakan namun tidak membuatnya terluka sebab ketika sesaat terjadinya ledakan dia sudah membuat dinding es berbentuk mangkok terbalik untuk melindungi tubuhnya.
"Ke,,kenapa gadis ini sangat kuat!" Gumam Agen Nomor Empat dia segera mengeluarkan pil pemulihan namun sebelum sempat memasukkan ke dalam mulutnya sebuah selendang putih dengan cepat melilit lehernya.
"Kreekkk!"
Agen Nomor Empat tidak sempat bereaksi ataupun berteriak karena lehernya langsung dipatahkan oleh selendang Feng Xi, Agen Nomor Empat pun tewas dengan leher patah dan lidah terjulur. Dari matanya yang melotot itu menunjukan kalau dia tidak percaya akan mati ditangan gadis muda yang bahkan umurnya baru seperempat usianya. Feng Xi menarik lagi selendangnya dan segera menelan pil untuk memulihkan kondisinya.
****
Disisi lain pertarungan tidak kalah menarik antara Lin Mei Ling melawan Agen Nomor Tujuh, ketika bertarung mereka sudah melesat ke arah lain dan berhenti disalahsatu puncak pegunungan.
"Nona cantik sebaiknya kau menyerah saja, aku sungguh tidak tega melukai wajah cantikmu!" ucap Agen Nomor Tujuh, Lin Mei Ling tersenyum saja mendengarnya.
"Aku sebenarnya tidak menyukai pertarungan dan pembunuhan tapi demi membantu sahabatku sepertinya aku harus membunuh lagi padahal semua ini seharusnya tidak perlu bukankah sesama manusia berhak hidup" ucap Lin Mei Ling, ya gadis cantik itu memang memiliki hati yang lembut mungkin itu memang didikan neneknya sewaktu di alam roh, semenjak kenal dengan Xiao Feng dia sering membunuh lawan jika sudah tidak bisa dinasehati.
"Haha kau memiliki hati lembut dan cocok dengan ketua kami jadi kusarankan lebih baik menyerah" sahut Agen Nomor Tujuh pongah, dia merasa telah naik tingkat ke ranah Dewa Putih Awal menjadi sombong dan merasa paling kuat. Lin Mei Ling tanpa basa basi lagi langsung mengeluarkan pedangnya Pedang Hujan Angin Timur.
Pedang ditarik dari sarungnya dan langsung bersinar, Agen Nomor Tujuh memiliki jejak keserakahan dimatanya, dia berharap bisa mengalahkan Lin Mei Ling laku berbuat keji dan mengambil pedangnya sebelum diserahkan kepada ketuanya. Agen Nomor Tujuh juga mengeluarkan pedangnya, pedang berwarna hitam terbuat dari baja pilihan dan cocok dengan elemen yang dikuasainya yaitu elemen tanah.
__ADS_1
Lin Mei Ling langsung melesat ke depan disertai tusukan pedangnya, terlihat ada bulir-bulir air menetes dari ujung pedang ketika Lin Mei Ling mengerahkan energi Qi elemen airnya.
"Wuusshhh!"
Tusukan Lin Mei Ling memunculkan semprotan air deras seukuran ibu jari dari ujung pedang, Agen Nomor Dua dengan cepat menebaskan pedangnya ke arah tanah dan seketika muncul dinding tanah yang keras.
"Brakkk!"
Namun tetap saja semprotan air Lin Mei Ling dengan mudah menusuk dinding tanah, Lin Mei Ling menggerakkan pedangnya secara mendatar dan semburan air bergerak memotong dinding tanah menjadi dua bagian.
Agen Nomor Tujuh yang berlindung dibalik dinding tanah langsung melompat ke atas ketika melihat semburan air keluar dari samping kanannya dan bergerak mendatar dengan daya hancur yang luar biasa. Dinding tangannya langsung ambruk begitu dipotong serangan air Lin Mei Ling. Agen Nomor Tujuh berkeringat dingin melihat itu dapat dibayangkan bila terkena tubuh sudah pasti akan terpotong.
Lin Mei Ling kini menyerang langsung dengan serangan jarak dekat dia menggerakkan pedangnya dan kalau terlihat dari jauh seperti baling-baling mengincar beberapa bagian tubuh Agen Nomor Tujuh.
"Trankk!"
"Trankk!"
Lin Mei Ling seolah menari dengan teknik pedangnya diimbangi dengan gerakan cepat dan lincah, tubuhnya laksana Dewi kayangan yang mempertontonkan tarian surgawi yang sangat indah dipandang mata menggempur pertahanan Agen Nomor Tujuh.
Agen Nomor Tujuh hanya bisa menahan dan sesekali menghindar dia juga mengamati gerakan Lin Mei Ling untuk mencari kelemahannya namun tidak berhasil karena gerakan Lin Mei Ling sangat cepat ditambah elemen air yang diarahkan tangan kiri Lin Mei Ling yang dibentuk seperti sulur tanaman sangat merepotkan, sulur air bergerak mencambuk atau memotong ke arah Agen Nomor Tujuh.
"Sialan aku tidak diberikan waktu untuk bernafas sebentar saja" ucapnya disela menghindari serangan Lin Mei Ling dan yang paling menjengkelkan setiap menyerang Lin Mei Ling selalu menebar senyum manis menawannya sehingga membuat Agen Nomor Tujuh menjadi dikit tidak fokus.
Sialan aku tidak diberikan waktu untuk bernafas sebentar saja" ucapnya disela menghindari serangan Lin Mei Ling dan yang paling menjengkelkan setiap menyerang Lin Mei Ling selalu menebar senyum manis menawannya sehingga membuat Agen Nomor Tujuh menjadi dikit tidak fokus.
Agen Nomor Tujuh akhirnya bisa menjaga jarak setelah bertarung jarak dekat dengan Lin Mei Ling, dia kemudian menghantamkan pedangnya ke tanah.
__ADS_1
"Booom!"
"Rasakan ini sialan!" Seru Agen Nomor Tuju dengan emosi, bagaimana dia tidak jengkel diserang bertubi-tubi seperti air hujan oleh Lin Mei Ling dan tidak diberikan waktu bernafas.
Ketika tanah didepannya dipukul, secara ajaib tanah itu bergerak bergelombang lalu tak berselang lama dari tanah mencuat puluhan batu sebesar bola yang sangat keras menghujani Lin Mei Ling. Lin Mei Ling yang melihat serangan memutar pedangnya disertai aliran energi Qi elemen air. Pedang Hujan Angin Timur bersinar dan Lin Mei Ling menebaskan pedangnya mendatar.
"Wusshh!"
Dari bawah tanah muncul gelombang air seperti ombak, gelombang air tersebut membentuk dinding melindungi Lin Mei Ling dari serangan batu Agen Nomor Tujuh.
"Cleepp!"
"Cleepp!"
Puluhan batu dari elemen tanah yang bergerak sangat cepat langsung melambat begitu menyentuh air Lin Mei Ling dan puluhan batu perlahan tenggelam dan berjatuhan ke tanah. Lin Mei Ling kembali menggerakkan pedangnya, kini air itu kembali menjadi ombak besar yang bergerak ke arah Agen Nomor Tujuh dengan kekuatan dahsyat.
Agen Nomor Tujuh dengan cepat membuat segal tangan lalu menghentakkan kaki kanannya ke tanah.
"Brakk!"
"Wusshh!"
Begitu kakinya dihentakkan dari bawah tanah yang diinjak muncul dinding tanah, namun berbeda dari yang sebelumnya dinding tanah itu lebih besar hingga membentuk seperti batu sangat besar dengan Agen Nomor Tujuh berdiri diatasnya.
"Booom!"
Gelombang air menghantam dinding tanah dan menimbulkan ledakan, air itu menyapu dinding tanah hingga menghancurkan dibeberapa bagian. Agen Nomor Tujuh kembali mengalirkan energi Qi untuk memperkuat pertahannya.
__ADS_1
Secara tiba-tiba air yang menggenang disekitar dinding tanah perlahan naik ke atas membentuk puluhan bola air seukuran bola. Lin Mei Ling kembali menggerakkan pedangnya dan puluhan bola air menyerbu Agen Nomor Tujuh dari segala arah.
*** Bersambung ***