
****
Xiao Feng bersama Feng Xi terus terbang keluar dari kota itu, mereka berdua tiba dihutan lebat. Dengan teknik matanya Xiao Feng memindai area seluas 20 kilometer persegi dan menemukan sebuah gua. Tanpa berlama-lama Xiao Feng pun bergerak menuju gua.
"Feng Ge kenapa kau buru-buru?" tanya Feng Xi heran ketika mereka sudah sampai di gua.
"Aku merasakan akan menerobos, jadi kau bantu aku jaga!" jawab Xiao Feng, Feng Xi menganggukkan kepalanya faham. Xiao Feng kemudian membuat segel tangan dan sebuah rune muncul dan langsung menutupi mulut gua. Xiao Feng sengaja membuat array pertahanan sekaligus penyerangan ditambah dengan array ilusi. Setelah persiapan selesai Xiao Feng mulai mengambil sikap lotus.
"Sistem aku siap menerobos!" ucap Xiao Feng dalam benaknya.
[Ding,, penerobosan dimulai dalam 10 detik harap tuan bersiap 10..9..8..7m.6..5..4..3..2..1]
"Wusshh!"
Xiao Feng pun mulai merasakan dinding pembatas dantiannya sudah mulai retak dan energi Qi mulai meletup mengalir ke seluruh meridian, aura kuat mulai menyebar. Tak membutuhkan waktu lama letupan kecil pun terdengar dari tubuh Xiao Feng.
"Booom!"
[Ding,, selamat tuan telah menerobos ke alam Raja Penguasa *1 mendapatkan 100 juta PS dan 150 kita PP]
[Ding,, selamat tuan mendapatkan evolusi teknik mata ruang]
Xiao Feng membuka kedua matanya, kini dalam tubuhnya merasa kekuatan mengalir deras seolah siap meledak kapanpun.
"Sistem apa maksud evolusi mata ruang?" tanya Xiao Feng, dia heran mendengar pemberitahuan sistem yang menyebutkan teknik mata ruangnya berevolusi.
[Ding,, sebelumnya tuan hanya bisa memindahkan benda mati tetapi sekarang tuan bisa memindahkan mahluk hidup, bahkan diri sendiri dapat dipindahkan]
"Wow jika benar kemana perginya tubuh itu jika berhasil dipindahkan?" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
[Ding,, objek yang tuan pindahkan langsung masuk ke dalam dunia jiwa]
"Tunggu bukankah aku bisa membuka dunia jiwa kapan saja?"
[Ding,, memang benar tetapi membutuhkan waktu dan tentu portal dunia jiwa akan terlihat, tetapi jika tuan menggunakan teknik mata ruang secara otomatis tanpa membuka dunia jiwa akan langsung dipindahkan ke dalam dunia jiwa]
Xiao Feng yang mendengar itu tentu terkejut sekaligus senang "Hehehe dengan begini aku bisa kabur kapan saja jika bertemu musuh kuat" gumamnya. Feng Xi yang memperhatikan gerak gerik Xiao Feng mengerutkan keningnya heran, dia merasakan kalau Xiao Feng sudah menerobos tetapi melihat Xiao Feng bengong dan senyum-senyum sendiri.
Feng Xi kemudian mendekati dan menepuk pundak Xiao Feng.
"Rubah hitam kau baik-baik saja?" ucap Feng Xi, Xiao Feng yang masih berbincang dengan sistem terperanjat kaget.
"Astaga Xixi kau mengagetkanku!" ucap Xiao Feng sambil mengusap dadanya, Feng Xi hanya berdecak.
"Cih,, kau sudah menerobos tetapi malah bengong" ucap gadis itu.
"Woooww selamat kalau begitu,, ayo traktir aku arak!"
"Hehe ayo kita ke dunia jiwa!" ucap Xiao Feng.
"Hmm aku penasaran dengan teknik mata ruang sebaiknya ku coba dulu" gumamnya lalu mulai menggunakan teknik mata ruangnya, dia menggunakan dulu ke tubuhnya. Tubuh Xiao Feng mendadak ada pusaran seperti pusaran air berputar dengan pusatnya di kepala dan dengan kecepatan terlihat mata tubuhnya menghilang. Feng Xi yang melihat itu tidak kaget karena dia tahu semua teknik Xiao Feng namun tetap saja dia kagum karena setahu dia teknik pusaran itu hanya bisa digunakan kepada benda tetapi kini bisa digunakan kepada tubuhnya sendiri.
"Apa ini kemampuan barunya setelah naik tingkat?" gumam Feng Xi dan tak lama muncul kembali pusaran air dan muncul sosok Xiao Feng.
"Hahaha Xixi teknik mata ruangku berhasil berevolusi" ucap Xiao Feng lalu memeluk Feng Xi dan mengangkatnya sambil berputar, gadis cantik itu hanya memekik kaget dengan tindakan Xiao Feng yang tiba-tiba.
"Ishh rubah hitam turunkan aku!"
"Haha biarkan dulu seperti ini aku lagi senang!"
__ADS_1
"Ayo Xixi kita masuk ke dunia jiwa!" ucap Xiao Feng setelah menurunkan Feng Xi, dia lalu memegang tangan Feng Xi dan menggunakan teknik mata ruangnya, sosoknya dan sosok Feng Xi pun diselimuti pusaran dan menghilang.
"Wow kemampuanmu sepertinya meningkat!" ucap Feng Xi ketika mereka sudah berada di dunia jiwa Xiao Feng.
"Benar aku sekarang tidak perlu membuka dunia jiwa cukup dengan teknik mataku kita bisa memasuki dunia jiwa tanpa harus mencari tempat dulu untuk membuka portal, ayo kita masak dan akan ada arak!" ucap Xiao Feng lalu memeluk pinggang Feng Xi, gadis cantik itu membalas dengan melingkarkan tangannya di pinggang Xiao Feng dan berjalan beriringan menuju istana Xiao Feng.
Qing Long dan Bai Hu pun muncul dari arah taman dan langsung memberi hormat.
"Selamat tuan telah naik tingkat ke alam Raja Penguasa!" ucap Qing Long dan Bai Hu sambil menangkupkan kedua tangan, sebelumnya Bai Hu dan Qing Long yang sedang berbincang tiba-tiba merasakan akan menerobos maka mereka langsung mengambil sikap lotus dan sudah pasti biarpun tidak diberitahu Xiao Feng kalau tuannya menerobos satu ranah, Bai Hu dan Qing Long juga akan naik.
"Terimakasih dan kalian juga sepertinya sudah menerobos!" ucap Xiao Feng ketika melihat Qing Long dan Bai Hu juga naik satu ranah. Kini Qing Long di ranah Kaisar Raja *1 dan Bai Hu sama dengan Xiao Feng di ranah Raja Penguasa *1.
"Ini berkat tuan juga" ucap Bai Hu.
"Baiklah kalian pergi berlatih atau apa, aku dan tuanmu aada acara penting!" ucap Feng Xi.
"Tentu kami tidak akan menganggu kesenangan tuan dan nona!" ucap Bai Hu lalu mengirimkan pesan suara kepada Xiao Feng.
"Tuan apa maksud nona acara penting itu kultivasi ganda?" tanya Bai Hu dengan senyum yang hanya di mengerti oleh kaum pria, Xiao Feng melirik Bai Hu lalu memukul kepalanya.
"Plakk!"
"Kau harus sering berlatih kebijaksanaan agar otakmu tidak kotor!" ucap Xiao Feng dan tanpa memperdulikan Bai Hu, dia dan Feng Xi masuk ke dalam istana. Bai Hu hanya meringis.
"Hehe padahal tuan dan nona bisa saja melakukan itu kesempatan kan banyak, lagipula nona juga tidak akan menolak tapi dengan tempramen nona kurasa tidak akan mudah dibujuk haha" gumam Bai Hu.
"Aku mendengarnya Bai Hu!" sebuah pesan suara dari Xiao Feng terdengar dan Bai Hu langsung melarikan diri dari taman, Qing Long hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Bai Hu lalu dia menuju kebun herbal dan memetik beberapa buah sambil mengokohkan pondasinya.
****bersambung****
__ADS_1