Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 244 Memasang Array di Qingzhou


__ADS_3

****


Ling Xu Yuan masih larut dalam fikirannya kemudian tak berselang lama muncul pengawal pribadinya.


"Tuan Muda pasukan kita sudah mundur"


"Hmm bagus, jangan terlalu gegabah kita dalam bergerak aku tidak ingin kejadian di Qingzhou terulang lagi dan berakhir dengan kegagalan sia-sia usaha kita selama ini,, kau hubungi orang kita di Shangzhou satu Minggu lagi sudah harus bergerak" ucap Ling Xu Yuan.


"Bukankah itu bertepatan dengan pertemuan antar kerajaan?"


"Benar saat itu akan terjadi kekosongan di istana Shangzhou karena Raja dan Pangerannya pasti akan ke Huangzhou dan disaat itu kita akan bisa mengambil alih istana"


"Baik Tuan kita, kami menerima perintah" ucap pengawal lalu memberi hormat dan merubah dirinya menjadi asap menghilang dari hadapan Ling Xu Yuan.


******


Sementara Xiao Feng masih memeriksa seluruh wilayah Youngzhou mengantisipasi jika ada hal yang terlewat dari pengamatannya. Baru hari beranjak sore Xiao Feng kembali ke paviliun pusat.


"Sum Xie ada kabar terbaru apa dari Shangzhou" ucap Xiao Feng ketika sampai dipaviliun.


"Saat ini pasukan penyerang menarik mundur pasukannya sejauh 50 kilometer dari kota Tianzhen tempat pertempuran terkahir dan bel terlihat pergerakan yang mencurigakan" ucap Sun Xie.


"Baik,, kau terus berkomunikasi dengan orang kita di Shangzhou,"


"Baik Tuan"


Sepeninggal Sun Xie, Xiao Feng masuk ke ruang kerjanya guna memeriksa laporan yang menumpuk di mejanya.


"Ling Xu Yuan ini,, sepertinya dia teliti kali ini dalam bertindak karena tahu paviliun Gagak Hitam akan membantu jadi dia menggunakan taktik tarik ulur" gumam Xiao Feng.


"Secepatnya aku harus membuat pencegahan!" Xiao Feng kemudian bangkit dari duduknya dan menghilang. Dia berteleportasi ke kerajaan Bingzhou guna menjemput Feng Xi yang berada di sekte Teratai, rencananya dia akan langsung ke Qingzhou.


*****


"Begitulah guru"


Feng Xi yang sedang duduk berdua di teras depan kediaman Bing Mua Yin disekte Teratai mengakhiri ceritanya tentang pasukan yang menyerang Kerajaan Shangzhou.

__ADS_1


"Hmm keadaan dunia sebentar lagi akan mengalami hal besar, Xi'er apa kau memiliki rencana?" ucap Bing Mua Yin.


"Aku akan kembali ke istana, biarpun sudah mengabari lewat batu giok namun untuk rencana selanjutnya memang aku harus bertemu dengan ayah"


"Lalu bagaimana dengan Tuan Muda Feng kuyakin dia memiliki rencana mengingat keadaan seperti ini tidak mungkin dia berdiam saja"


"Benar guru,, dia pasti memiliki rencana,"


"Hmm baiklah,, besok guru juga akan mengumpulkan Patriak sekte di Bingzhou dan langsung melapor kepada pihak istana. Keadaan genting seperti ini memang harus di bicarakan"


Sedang asyik berbincang, kegiatan mereka terhenti karena tiba-tiba seorang murid penjaga gerbang menghadap.


"Salam Guru, didepan ada orang yang bertamu" ucap murid itu.


"Siapa yang waktu mau malam bertamu sungguh tidak sopan, suruh pergi saja besok kembali lagi kalau mau bertamu" ucap Bing Mua Yin.


"Emm,, anu,, yang bertamu pemuda sangat tampan guru dan memiliki mata emas" ucap murid itu dengan wajah sedikit memerah. Bing Mua Yin dan Feng Xi tahu siapa dia.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi,, cepat bawa dia kesini!"


"Salam Matriak, sudah lama tidak bertemu Matriak semakin cantik dan kuat saja" ucap Xiao Feng menyapa sambil menangkupkan kedua tangan.


"Manis sekali mulutmu, jika aku masih muda mungkin akan senang mendengar kata-katamu" ucap Bing Mua Yin.


"Feng Ge kenapa kau kesini?"


"Memangnya tidak boleh?"


"Ish,, kau ini"


"Hahaha sudahlah, Tuan Muda Feng silahkan duduk"


Xiao Feng pun duduk dan mereka mengobrol sampai larut malam. Xiao Feng tadinya ingin mengajak Feng Xi ke Qingzhou hari ini namun Bing Mua Yin tidak memberikan izin, jadilah Xiao Feng menginap saja semalam di sekte Teratai.


Keesokkan harinya Xiao Feng bersama Feng Xi dan ditemani Zhu Yue pamit untuk menuju Qingzhou begitupun Bing Mua Yin yang juga segera berangkat, dia rencananya akan mengunjungi sekte-sekte kenalannya di kerajaan Bingzhou untuk membahas masalah yang terjadi di Shangzhou.


Dengan teknik teleportasinya Xiao Feng tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di kerajaan Qingzhou dan langsung disambut Raja Feng Xiong dan Ratu Feng Xuening.

__ADS_1


"Eh,, kalian sudah datang" ucap Feng Xuening menyambut


"Salam Raja salam Ratu semoga panjang umur" ucap Xiao Feng.


"Ayo masuk dulu"


*****


"Jadi rencanamu seperti itu" ucap Feng Xiong setelah mendengar cerita Xiao Feng.


"Benar ayah,, keadaan ini sangat genting jika tidak ada pencegahan akan gawat" ucap Xiao Feng.


"Keadaan dunia memang sangat mengkhawatirkan tapi aku tidak menyangka kalau dalangnya adalah Ling Xu Yuan entah apa tujuannya, takutnya kejadian pemberontakan terhadap kekaisaran dimasa lalu terulang kembali"


"Benar ayah,, aku dan Feng ge akan membantu membuat array diseluruh kota dan desa wilayah Qingzhou" ucap Feng Xi.


"Baiklah jika itu rencana kalian ayah mendukung saja,,"


"Ayah tidak perlu sungkan Qingzhou juga adalah rumahku karena disini ada seseorang yang selalu menungguku pulang" ucap Xiao Feng sambil tersenyum dan membuat Feng Xi menundukkan kepala dengan wajah merona merah, jantungnya berdebar kencang.


"Hahaha kau sudah berani menggoda putriku dihadapan ku" Feng Xiong tertawa melihatnya.


"Biar saja Gege dia itu romantis tidak sepertimu" ucap Feng Xuening. Setelah berbincang beberapa lama Xiao Feng dan Feng Xi pun segera bergerak. Yah walaupun sebenarnya Xiao Feng yang memasang array, Feng Xi hanya ingin ikut saja sementara Zhu Yue tinggal diistana.


Xiao Feng memulai dulu dari kota dan desa sepanjang wilayah barat karena berbatasan langsung dengan hutan.


"Feng Ge aku penasaran siapa yang menyimpan peti mati berisi wanita cantik yang dulu kau temukan" ucap Feng Xi ketika mereka selesai memasang array di sebuah kota.


"Kalau menurut ingatan yang aku dapat yang menyimpan adalah Pemimpin Iblis Zhu Jing Tian" ucap Xiao Feng lalu menceritakan sebab Zhu Jing Tian seperti itu. Feng Xi hanya menyimak.


"Tragis sekali kisah cinta mereka"


"Benar,, para dewa memiliki aturan kalau harus menikah dengan sesama rasanya sendiri sedangkan Zhu Jing Tian dan Guang Zhou Zu berbeda ras"


Xiao Feng dan Feng Xi pun kembali melanjutkan memasang array. Dengan berteleportasi tidak membutuhkan waktu lama bagi Xiao Feng untuk berpindah tempat. Menjelang siang hari Xiao Feng selesai memasang array diseluruh kota dan desa wilayah Qingzhou. Setelah selesai mereka pun kembali ke istana.


***** bersambung *****

__ADS_1


__ADS_2