Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 257 Memulai Pembantaian


__ADS_3

*****


"Hai lihat ada bola api besar terbang mendekat"


"Kau terlalu banyak minum, itu bukan bola api mungkin bintang jatuh"


"Kau juga sama bodohnya, mana ada bintang jatuh siang hari"


"Benar juga,, tunggu berarti,,!"


"Shiiuuttt!"


"Boooom!!"


"Aaaarrkkhh!"


Sebuah bola api emas sangat besar muncul dari udara melesat dengan cepat ke arah kelompok orang itu dan menimbulkan ledakan besar yang menyebabkan tanah berlubang dan pepohonan tumbang, sekitar 50 orang terlempar ke segala arah dan langsung tewas dengan tubuh gosong dan mengepulkan asap.


"Brengseekk siapa yang menyerang!" teriak seseorang, namun mereka hanya mendapati bola api lagi yang ukurannya lebih kecil tapi banyak. Bola api itu laksana hujan melesat turun dengan cepat.


"Buat pertahanan lekas menghindar"


"Elemen air, dinding penghalang"


Seorang komandan pasukan membuat dinding air untuk menghalau serangan hujan bola api.


"Wusshh!"


"Ceeessss!"


Bola api emas menyentuh dinding air langsung menimbulkan kabut tebal yang menutupi pandangan akibat benturan antara panas dan dingin, semua orang waspada karena penglihatan mereka terbatas.


Seseorang yang memiliki elemen angin segera mengeluarkan tekniknya untuk mengusir kabur tebal itu dan mereka terkejut sebab kembali diatas udara kini malah banyak tombak dan pedang es hitam meluncur dengan cepat ke arah mereka.


"Shiuutt!"


"Zeepp!"


"Zeepp!"


Karena pandangan terhalang dan ketika kabur tebal sudah hilang mereka tidak siap ketika ada serangan lagi, akibatnya 80 orang terkena tombak dan panah es hitam langsung membeku dan membunuhnya.


Dari udara Xiao Feng yang tadi mengeluarkan kipasnya langsung melemparkan sebuah bola api besar dan puluhan bola api, Feng Xi juga tidak mau kalah dia mengeluarkan Pedang Saljunya dan mengeluarkan banyak tombak pedang dari elemen es hitam nya.


"Feng Ge aku lebih banyak membunuh musuh kau akan kalah kali ini" ucap Feng Xi sambil melayang turun, Xiao Feng tersenyum tipis mendengarnya lalu dia juga melesat turun bersama Zhu Yue dan Zhu Que.


"Bajingan siapa kalian, berani menyerang diam-diam" teriak komandan pasukan ketika melihat satu pria dan tiga wanita melayang turun dan berdiri 20 meter didepan pasukannya.

__ADS_1


"Orang yang mau mati tidak layak bertanya" ucap Xiao Feng.


"Hai kau bermulut besar anak muda,, lekas pergi dari sini dan tinggalkan tiga gadis itu atau kami akan memberikan kematian yang mengerikan" komandan itu berseru dan tatapan matanya menetap mesum kepada tiga gadis itu, terlebih ke arah Feng Xi yang dilihatnya paling cantik dengan rambut putih menawan. Xiao Feng rahangnya membesi melihat itu, membentangkan kipasnya dia langsung melesat ke arah 2000an pasukan itu. Feng Xi dan Zhu Que, Zhu Yue juga mengikuti.


Xiao Feng bergerak sangat cepat dengan teknik Langkah Bayangnya dia berkelebat diantara pasukan sambil menyerang dengan kipasnya yang tajam, setiap Xiao Feng lewat pasti ada kepala yang jatuh. Xiao Feng sengaja menonaktifkan pemberitahuan agar lebih fokus membantai.


Feng Xi pun melakukan hal yang sama dengan Pedang Saljunya dia seolah kupu-kupu yang menari di antara bunga, bergerak ringan, cepat dan sulit untuk disentuh.


"Brengseekk gadis ini licin sekali, cepat kepung dia"


Sekitar 20 orang langsung menyerang dengan berbagai elemen mengurung Feng Xi, namun gadis itu hanya tersenyum saja. Feng Xi melompat tinggi dan tubuhnya berputar layaknya gasing dan dari tubuhnya meluncur es tajam ke segala arah.


"Shiuutt!"


"Arrrggkk"


Pasukan yang mencoba mengepung Feng Xi malah mati tertusuk oleh es yang menyebar, namun belum berhenti sebuah siluet burung Phoenix besar dari elemen es melesat rendah dipermukaan tanah dari belakang Feng Xi menyapu banyak sekali pasukan disepanjang jalur yang dilewatinya. Ternyata itu adalah serangan Zhu Yue yang melihat tuannya dikepung.


Zhu Que juga tidak ingin kalah, kedua tangannya direntangkan dan dari telapak tangan kiri kanan muncul api merah panas, Zhu Que menyatukan kedua tangannya ke arah depan. Kedua api yang ada ditelapak tangan menyatu dan membentuk burung Phoenix, burung dari elemen api itu langsung melesat ke arah depan. Semua orang menganggap remeh karena ukuran burungnya seperti burung elang biasa namun mereka terkejut ketika semakin jauh melesat justru menjadi semakin besar dan langsung menyapu dan membakar puluhan orang.


"Aarrkhhh!"


"Tolong,, api ini sangat panas!"


Orang-orang yang terbakar berjatuhan ke tanah seperti kayu kering namun belum mati, Zhu Que kemudian mengangkat jari kedua tanga dengan telunjuk diluruskan dan jempol lurus ke atas, tiga hari terkepal. Zhu Que kemudian menggerakkan kedua tangannya seperti menembak dengan pistol dan menembakkan bola api kecil namun sangat panas dan padat.


"Shiiuut"


"Doorr!"


"Arrkhh"


Puluhan orang yang tadi berjatuhan kembali mendapatkan serangan bola api panas dan langsung menewaskannya, Zhu Que melihat Xiao Feng tidak kesulitan segera bergabung bersama Zhu Yue dan Feng Xi, jelas mereka tidak kesulitan dengan kultivasi mereka sebenernya satu orang saja dengan auranya sudah cukup untuk membunuh mereka sekaligus. Tapi baik Xiao Feng dan yang lainnya tidak seperti itu, mereka merasa senang jika membunuh langsung dengan teknik atau senjata mereka.


Disisi lain Xiao Feng tentu tidak kesulitan dikepung ratusan orang, dengan kipasnya yang dia lemparkan dan terbang memenggal kepala orang disekelilingnya Xiao Feng meluruskan tangan kanan membentuk tinju.


"Teknik Tapak Dewa Naga!"


Lalu muncul seekor naga besar dari elemen api emasnya.


"Groooaahhh!"


Naha itu membuka rahangnya lebar dan meraung menggetarkan tanah lalu dengan cepat melesat menyerang orang -orang yang mengepung Xiao Feng.


"Awass serangan berbahaya lekas menghindar!" teriak seseorang memperingati, namun naga dari elemen api itu seolah hidup terus saja melahap ratusan orang, Xiao Feng menangkap kipasnya lalu ikut melesat kembali menyerang secara langsung.


"Teknik Petir Mengguncang Langit, Bola Petir"

__ADS_1


"Wusshh!"


"Ddrttttzz!"


Tiga bola besar terbuat dari dari elemen petir hitam Xiao Feng muncul dan langsung menyerang.


"Boomm!"


"Arrhhh"


"Uuhuukk!"


Puluhan orang yang terkena bola petir hitam tidak berdaya dan langsung membunuhnya, Xiao Feng menggunakan teknik kedua dari Teknik Petir Mengguncang Langit, dia bergerak cepat seolah kilatan cahaya hitam, setiap Xiao Feng lewat tentu akan ada puluhan orang yang tewas dengan tubuh gosong dan mengepulkan asap seolah tersengat petir.


"Berkumpul" seseorang berteriak dan sisa pasukan yang sekitar 500 an orang termasuk yang mengepung Feng Xi ,Zhu Que dan Zhu Yue egera melesat ke satu arah dan berkumpul termasuk 8 komandan mereka karena yang dua sudah tewas ketika pertama kali Xiao Feng menyerang. Feng Xi dan Zhu Que, Zhu Yue pun segera bergabung bersama Xiao Feng yang berdiri didepan berkumpulnya Pasukan Naga Hitam.


Sisa Pasukan Naga Hitam yang berjumlah sekitar 500an orang tiba-tiba dari tubuhnya mengeluarkan aura kegelapan, aura itu terbuat dari Qi elemen kegelapan seperti asap keluar dari tubuh setiap orang dan berkumpul membentuk sebuah bola energi sangat besar.


"Kalian akan tamat hari ini sialan" ucap salahsatu komandan lalu bola energi dari elemen kegelapan itu langsung melesat ke arah Xiao Feng dan yang lainnya.


"Feng Ge mereka benar-benar serius kali ini dan bola energi itu cukup berbahaya" ucap Feng Xi namun Xiao Feng hanya tersenyum saja ketika bola energi itu semakin mendekat.


"Teknik Mata Ruang,, Pemindahan Ruang!"


Pupil mata emas Xiao Feng berputar dan muncul riak seperti gelombang air didepan bola energi itu ketika Xiao Feng menatap bola energi yang semakin dekat.


"Zeepp!"


Bola energi tiba-tiba menghilang entah kemana dan membuat semua orang dari pasukan Naga Hitam kaget.


"Teknik apa yang dia lakukan kenapa tiba-tiba menghilang" ucap seseorang.


"Hai kalian sangat bersusah payah membuat bola energi itu,, ini aku kembalikan" ucap Xiao Feng dan tak lama bola energi yang tadi menghilang muncul diatas Xiao Feng. Semua orang kaget melihatnya, dirasa akan ada sesuatu yang buruk komandan pasukan langsung menyuruh untuk melarikan diri namun sayang Xiao Feng sudah melesatkan bola energi itu untuk menyerangnya.


"Wusshh!"


"Booom!"


"Arrkkhh!"


Bola energi dengan telak menghantam sisa pasukan dan membuat tanah berlubang sangat besar membentuk kawah, debu dan tanah berterbangan bahkan angin hembusan hasil ledakan menyapu sekeliling dalam radius 2 kilometer menumbangkan pepohonan, Feng Xi yang sebelum terjadinya ledakan sudah membuat dinding berbentuk mangkok terbalik dari elemen esnya agar tidak terkena efek ledakan. Tak berselang lama efek ledakan berhenti dan Feng Xi menghilangkan dinding esnya. Xiao Feng dan yang lainnya melihat keadaan hutan dalam radius 2 kilometer yang sudah rata dengan banyak sekali mayat pasukan Naga Hitam.


"Fiuhh akhirnya selesai juga" ucap Xiao Feng.


"Benar,, tapi mereka kurang banyak padahal aku masih ingin bermain-main" ucap Feng Xi.


"Kau ini,," ucap Xiao Feng sambil mencubit pipinya.

__ADS_1


"Lebih baik kita bersihkan mereka" lanjut Xiao Feng dan Feng Xi hanya mengangguk, namun tiba-tiba Xiao Feng merasakan aura mendekat dan tak lama seorang pria muncul dari udara dan berdiri dihadapan Xiao Feng dalam jarak 10 meter.


***** bersambung *****


__ADS_2