
****
Xiao Feng kini mendarat di sebuah padang rumput dan jarak 300 meter didepan ada hutan tidak terlalu besar, Xiao Feng merasakan kalau energi Qi ditempat ini sedikit lebih baik dari energi Qi di benua Awan Biru, Xiao Feng mengaktifkan teknik matanya dan melihat ke sekeliling. Mata Xiao Feng membulat karena terkejut, hal itu disebabkan banyaknya monster yang sedang berada didalam hutan. Namun bukannya takut Xiao Feng malah senang.
"Hohoho point sistemku datanglah kepada ayah" ucap Xiao Feng sambil menggosok-gosokkan tangannya. Lalu mengeluarkan Pedang Elemennya kali ini dia ingin melatih kembali kemampuan berpedangnya.
Xiao Feng langsung melesat menuju kelompok monster yang berada di hutan, dari apa yang dilihatnya hutan itu tidak terlalu luas namun ada sekitar 300 ribu ekor monster dan binatang buas yang mendiaminya. Kekuatan mereka hampir sama berada di Alam Langit dan Alam Ilahi. Monster yang merasakan aura asing mendekat memalingkan pandangannya. Para monster berteriak mengeluarkan suara aneh dan berlarian ke arah Xiao Feng.
"Huh,, kalian malah mendatangiku,,"
"Teknik Pedang Membelah Langit"
Xiao Feng menggunakan teknik pedangnya yang di aliri oleh qi elemen api, api keemasan keluar dari pedang menuju ke arah kumpulan monster yang berada didepan. Semula monster menganggap remeh api kecil yang dikeluarkan Xiao Feng namun semakin mendekat, api itu semakin melebar dan membesar.
"Wuusshh.."
"Boom,, boom,, boom,,"
[Ding selamat Tuan telah membunuh 137 monster level Alam Langit mendapatkan 876.800 PS dan 8.768.000 PP]
"Mwehehe,, aku sangat menyukai uang dan kekayaan ayo maju lagi,," Xiao Feng kali ini menyerang langsung dengan menggunakan Langkah Bayangan dan diselingi teleportasi, Xiao Feng bergerak kesana kemari membunuh monster.
[Ding... selamat Tuan....]
Rentetan suara pemberitahuan sistem terdengar, Xiao Feng memang sengaja mengaktifkan pemberitahuan agar dia tahu berapa jumlah monster yang berhasil dibunuh. Dengan menggunakan pedang dan kini mengeluarkan kipasnya Xiao Feng tampak seperti menari ditengah ratusan ribu monster, ledakan akibat energi dari elemen api, es, racun terdengar dimana-dimana ketika Xiao Feng mengkombinasikan dengan teknik teleportasinya.
Xiao Feng menghabiskan waktu selama dua hari untuk membantai semua monster itu, hutan yang tadinya lebat ditumbuhi pepohonan subur kini tampak luluh lantak dengan banyak pepohonan yang tumbang, rumput yang tadinya menghijau kini memerah karena darah dari tubuh monster. Xiao Feng sendiri seluruh tubuhnya dipenuhi darah dan tampak kelelahan. Dia duduk diatas gunungan mayat monster sambil bersila menyerap esensi pil yang baru saja ditelannya. Tak berselang lama Xiao Feng membuka matanya dan berdiri.
"Sistem kenapa kekuatanku belum naik setelah membunuh monster ini?" tanya Xiao Feng heran.
[Tuan sebenarnya bisa naik kapan saja, poin pengalaman yang Tuan kumpulkan sebenarnya sudah cukup, namun sistem sengaja menundanya karena Tuan masih senang melakukan pembantaian]
Mendengar itu Xiao Feng tersenyum lebar. "Sistem kau memang paling memahamiku" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Baiklah saatnya kembali dulu kurasa dunia ini sangat luas dan ratusan ribu monster yang ku bantai tampaknya hanya sebagian kecil saja,, kalau tidak ada hal yang mendesak aku ingin berlama-lama ditempat ini" Xiao Feng kemudian mengambil inti kristal dari tubuh monster dan menghabiskan waktu dua jam. Setelah selesai Xiao Feng membuka portal dan kembali ke dunia jiwa.
Xiao Feng saat ini sedang berada di gazebo istananya, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian dia turun dan melihat-lihat sistem. Ketika sedang asyik melihat sistem. Suara sistem tiba-tiba terdengar.
[Ding... Petir Kesengsaraan akan muncul dalam waktu satu jam sebaiknya Tuan meninggalkan dunia jiwa]
"Apa itu petir Kesengsaraan?"
[Petir yang terjadi ketika seseorang mengalami kenaikkan dari kultivasi Alam Fana ke Alam Raja dan biasanya setiap kultivator yang memasuki Alam Raja akan menerima Sambaran petir sebanyak 7 kali]
Mendengar itu Xiao Feng pun faham, lalu dia keluar dari dunia jiwa. Karena Petir Kesengsaraan sebentar lagi akan muncul Xiao Feng memperkirakan akan menimbulkan kerusakan, jadi Xiao Feng segera keluar dari kediaman dan melesat terbang menuju gunung yang berjarak 100 kilometer sebelah timur dari istana.
Xiao Feng pun yang sudah sampai mencari tempat yang sedikit luas setelah menemukannya Xiao Feng duduk bersila menunggu petir datang.
[Petir Kesengsaraan akan muncul dalam 10..9..8..7..6..5..4..3..2..1.. bersiap lah Tuan harus menahan Sambaran itu]
Langit yang semula cerah tiba-tiba berubah mendung, angin yang semula bertiup lembut kini menjadi kencang dan awan mulai bergulung dan suara kilat mulai terdengar. Lalu tidak lama kemudian kilat petir mulai terlihat. Xiao Feng menyiapkan diri dan melihat ke atas. Kilatan Petir pertama berwarna keemasan kemudian muncul dan menghujam tubuh Xiao Feng dengan cepat.
"Uhhh"
Xiao Feng merasakan sakit di tubuhnya, namun dia mencoba untuk tidak merasakannya.
"Sistem ternyata sakit juga ya"
[Karena Tuan menerima Petir Kesengsaraan Level tertinggi Petir Hitam Emas,,petir Kesengsaraan dibagi menjadi tiga level yang pertama Putih, Merah dan Hitam namun Hitam Keemasan adalah Petir Kesengsaraan yang hanya akan diterima oleh titisan dewa]
"Apaaa..."
Xiao Feng terkejut namun tidak terlalu memikirkan karena Petir kedua akan segera datang, dan petir kedua pun muncul langsung menghantam Xiao Feng, Xiao Feng mengalirkan Qi nya untuk mencoba menahan serangan petir ke seluruh tubuhnya. Untung saja fisik tubuhnya adalah yang terkuat kalau kultivator lain menerima Petir Kesengsaraan Hitam Keemasan sudah dipastikan hancur ketika Sambaran pertama.
"Blaarrr..."
"Blaarr..."
__ADS_1
Akhirnya Petir ketujuh atau yang terakhir selesai menghantam tubuh Xiao Feng, Xiao Feng kini sedang terbaring pakaiannya hancur namun tubuhnya tidak mengalami luka serius,, Xiao Feng kemudian duduk dan segera berganti pakaian yang dibeli dari sistem dan menelan pil penyembuhan. Tak lama kemudian suara ledakan kecil terdengar dari tubuh Xiao Feng.
"Boom"
"Boom"
[Selamat..Tuan telah naik level ke Alam Raja Perunggu *1 dan mendapatkan 5 juta PS dan hadiah satu kotak besar berwarna emas]
[Selamat..Tuan telah naik level ke Alam Raja Perunggu *2 mendapatkan 6 juta PS]
"Haha akhirnya aku naik ke tingkat Alam Raja,, jadi ini rasanya kekuatan Alam Raja,, sangat berbeda dengan Alam Fana" Xiao Feng yang senang melompat - lompat, dia merasa tubuhnya lebih kuat.
Ketika terjadi petir Kesengsaraan,, semua orang di Yongzhou bahkan sampai ke Huangzhou pun melihat fenomena itu. Para Raja dan Patriak-Matriak sekte atau keluarga kecil dan besar memandang ke arah langit di sekitar Youngzhou. Bai Hu dan Zhu Que yang melihat fenomena itu hanya tersenyum senang,, mereka sudah dapat menebak siapa lagi yang naik ranah dengan kecepatan tidak masuk akal kalau bukan tuannya.
"Tampaknya Tuan telah naik ranah burung jelek" ucap Bai Hu sambil memandang langit.
"Benar kucing bau,, aku juga sangat senang dengan kenaikkan Tuan dan aku sangat beruntung menjadi hewan kontrak Tuan" Zhu Que membalas.
"Zhu Que apakah akan ada badai? kenapa tiba-tiba ada petir" Li Ying dengan polos bertanya dan menunjuk langit.
"Tidak akan ada badai itu hanya kejadian alam saja" ucap Zhu Que,, Li Ying hanya manggut-manggut lalu melihat lagi ke arah langit.
"Siapa yang naik ranah ke Alam Raja dan memicu petir Kesengsaraan tingkat tinggi" gumam Bing Mua Yin yang melihat fenomena itu, Feng Xi yang melihat juga bertanya-tanya,, namun tak lama kemudian dia tersenyum karena sudah dapat menebak orangnya.
"si rubah hitam ini sungguh monster" gumam Feng Xi
" Youngzhou telah melahirkan seseorang yang hebat,,aku berharap orang itu tidak menimbulkan kekacauan" gumam Kaisar Huang Bianfeng yang melihat fenomena itu. Semua orang gempar dan bertanya-tanya siapakah kultivator di kerajaan Youngzhou yang melewati puncak kultivasi Alam Fana dan Naik ke ranah Alam Raja Perunggu. Sementara Xiao Feng sendiri yang dibicarakan dengan santai kembali ke kediaman dengan berteleportasi. Kini setelah naik ke Alam Raja Perunggu Xiao Feng bisa menggunakan teknik teleportasinya lebih jauh.
"Selidiki siapa yang menerima Petir kesengsaraan" perintah Xiao Dong.
"Baik"
***** bersambung
__ADS_1