
Di kediaman Xiao Lei tampak sepi, yang biasanya banyak orang berdatangan untuk menjilat, kini hanya ada beberapa pelayan dan Lei yang tergeletak lemah di atas kasur. "Bagaimana ini, Tuan Muda saat ini tak lebih hanya seorang sampah yang meridiannya hancur" ucap seorang pelayan yang tanpa dia sadari ucapan itu terdengar oleh Lei dan membuat Lei semakin depresi.
Disisi lain, tetua keluarga Xiao sedang berdiskusi pada ruangan khusus. "Lei yang sebagai harta keluarga Xiao saat ini meridiannya hancur, kita harus cepat mendapatkan pil penyusun meridian.", ucap Xiao Da (ketua utama keluarga Xiao tak lain adalah kakek dari Xiao Lei. Tetua ketiga pun menanggapi (Xiao Ba) "Itu hal yang tak mungkin, pil itu sangatlah langka dan di kawasan ini pun ku rasa tak ada alkemis yang dapat membuatnya.", Xiao Ja (tetua pertama) ikut berpendapat "Ya, kekayaan keluarga kita pun belum tentu bisa untuk membeli pil penyusun meridian.", Xiao Le (ayah Xiao Lei sekaligus tetua keempat) yang mulai marah dan kecewa dengan jawaban tetua lain pun ikut berbicara "Bagaimana bisa kalian seperti itu, Lei adalah jenius langka dan telah membuat keluarga Xiao berada di puncak dan memiliki harga yang berkali-kali lipat dari sebelumnya!", "Bukankah kau mementingkan anakmu! Kau begitu bukankah sama saja menghancurkan keluarga Xiao! Walaupun kita mendapat pil itu pun keluarga Xiao akan menjadi keluarga miskin dan Lei mu itu juga tetap harus mengulang kultivasinya dari awal! Dengan umurnya saat ini mengulang kultivasi, dia bukanlah lagi jenius langka!" Ucap ketua kelima (Xiao Tao). Tetua kedua (Xiao Ce) pun angkat bicara "Ya, kita tetap harus memikirkan Keluarga Xiao, jangan sampai keluarga kita ikut hancur karena masalah ini tetapi bagaimanapun kita juga harus membantu Xiao Lei yang telah banyak berjasa untuk Keluarga Xiao kita ini.", para tetua pun terus beradu argumen mencari solusi untuk Xiao Lei.
__ADS_1
Di seluruh penjuru negara saat ini sedang memperbincangkan Xiao Lei yang dulunya Jenius Langka dan sekarang disebut sebagai sampah, bahkan tak sedikit hinaan dan cemoohan yang keluar dari setiap orang. Bahkan tak sedikit pula kalangan yang dulu menjilat Lei justru saat ini malah sedang berpesta atas kehancuran Lei. Disaat itu pula Xiao Lei yang sudah mulai depresi dengan perkataan orang - orang di sekitarnya memutuskan untuk menyamar dan menemui Yi'er nya untuk bercerita sembari melepas rindu. Xiao Lei yang dulunya dengan mudah menuju kediaman Yi dengan menggunakan pelatihan dirinya, sekarang justru hanya bisa berjalan biasa. Lei melihat giok pada salah satu kios jalanan yang menarik dan membelinya untuk hadiah Yi'er, dan giok itu pun menghabiskan seluruh uangnya.
>> Bagaimana bisa Lei semiskin itu thorr??... Sabar-sabar pembaca budiman saya beri penjelasan "Jadi begini, Ketika orang misterius menghancurkan meridian Lei, dia mengambil seluruh harta Lei termasuk buah zara yang di dapatnya, barulah orang misterius itu pergi" <<
__ADS_1
Xiao Lei akhirnya sampai di kediaman Keluarga Yi, dia melapor ingin bertemu "Saya Xiao Lei, datang untuk menemui Yi'er" ucapnya, tanpa basa basi seluruh penjaga berkata "Ternyata sampah keluarga Xiao, pergi jauh-jauh sana dari nona Yi Mei kami!", sembari mengusir Xiao Lei dengan kasar dan bahkan main tangan juga. Tak lama pintu kediaman terbuka "Kenapa bisa ada ribut-ribut di sini, siapa yang berani membuat onar!?", ucap Yi Sang (ayah Yi Mei dan juga tetua kedua keluarga Yi) dengan nada keras dan mendominasi. Lei langsung menjawab "Ayah mertua, saya datang mencari Yi'er dan mereka malah mengusir saya" dengan nada menahan sakit. Dengan sombongnya Yi Sang berkata "Kau tak pantas untuk anakku yang cantik dan jenius! Pergi sana kediaman Yi tak menerima kehadiranmu disini!". Xiao Lei pun pergi dengan luka yang dia terima. Tak menyerah disitu, Lei ternyata terus bersembunyi dan menunggu Yi'er keluar dari kediaman.
Xiao Lei bergegas kembali ke kediaman keluarga Xiao. Tak di sangka ketika perjalanan pulang Xiao Lei yang sudah lemas malah tertabrak oleh anak kecil yang berlarian di jalan, dan mengungkapkan identitas asli Xiao Lei, semua mata lalu tertuju kepada Xiao Lei yang terjatuh di jalanan dan banyaknya hinaan yang keluar dari mulut orang-orang sekitar. "Lihatlah bukankan itu Xiao Lei!", "Xiao Lei si jenius sampah itu,Cih menjijikan!", "Lihatlah keadaanya bahkan lebih buruk dari sampah!", "Wow, bukankah dia tadi di usir dari kediaman keluarga Yi.", "Heh... sampah sepertinya tak pantas untuk dewi Yi'er kita!", "Aku saja tak sudi jika harus bersama dengannya!", "Jenius Langka apanya... Sampah!!!" banyaknya orang yang mengerumuninya dan menhinanya dengan berbagai hinaan. Xiao Lei yang geram, mengumpulkan semua keberanian dan harga dirinya, lalu bangkit dan berkata "Heh... kalianlah yang menjijikan! Dulu kalian menjilatku dan sekarang kalian menghinaku seperti ini! Aku bersumpah mulai saat ini Xiao Lei bukanlah Xiao Lei yang dulu akan kubuktikan pada kalian semua yang menghinaku bahwa kalian tak lebih baik dari yang kalian sebut sampah ini! Tunggulah kehancuran kalian sendiri!", seketika menjadi senyap dan tak selang beberapa detik sekalian menjadi sangat ramai karena tertawaan semua orang yang menertawakan Lei. Lei pun meneruskan perjalanannya kembali ke keluarga Xiao dengan tekad yang kuat dan tak menghiraukan hinaan di sepanjang jalan yang dia lewati.
__ADS_1
Di kediaman Xiao, semua tetua masih berdiskusi dan Xiao Lei menerobos masuk ke ruang diskusi dan berkata "Kalian tak perlu memikirkan solusi untuk ku lagi, jasaku selama ini aku berikan kepada keluarga dan aku akan pergi tanpa membawa apapun agar tak mempermalukan keluarga Xiao kita.", Xiao Le menimbali "Tapi nak, bagaimana bisa begitu!", Lei pun berkata dengan lembut "Maafkan aku Ayah, Ayah tak perlu mengkhawatirkan aku lagi, aku baru bisa hidup jika aku keluar. Tapi aku ingin meminta satu hal kepada kakek, aku ingin tau siapa sebenarnya yang membuatku menjadi seperti ini, tolong kakek selidiki setelah aku mengetahuinya aku akan pergi.". Akhirnya semua tetua setuju dengan keputusan Xiao Lei.
Author : Coba tebak siap yang menjadi dalangnya??
__ADS_1