
Sementara itu di ibukota Shangzhen anggota Paviliun Gagak Hitam dan pasukan istana telah membantai anggota kelompok Naga Hitam yang ditugaskan menyerang wanita dan anak-anak yang diungsikan, dengan kerjasama apik mereka berhasil mencegah pembantaian itu.
"Kami dari istana mengucapkan terima kasih atas bantuan Paviliun Gagak Hitam" ucap seorang jendral sambil menangkupkan tangan
"Kelompok Naga Hitam sangat kejam tidak melepaskan wanita dan anak-anak beruntung bisa dicegah tepat waktu" Ketua Paviliun Gagak Hitam Shangzhou berkata. Tidak lama kemudian Xiao Feng dan Yuan Li datang dengan Bai Hu dipundak Xiao Feng.
"Salam kepada Tuan Muda Feng dan senior Yuan" ucap ketua, jendral yang mendengar kemudian mengalihkan pandangannya pada Xiao Feng lalu sedikit membungkukkan badan.
"Salam pada Yuan Muda Feng Xi, aku sudah lama mendengar namamu" ucap jendral itu, Xiao Feng hanya tersenyum
"Kenapa kalian disini?" tanya Xiao Feng kepada ketua Gagak Hitam.
"Kami di minta Nona Feng untuk menyergap kelompok Naga Hitam yang dipastikan akan menyerang wanita dan anak-anak keluarga Mu, dengan bantuan dari istana kami dapat mencegah tepat waktu" ucap ketua.
"Hmm,, tidak kusangka dia menyembunyikan ini dariku, kau beri kabar kalau disini sudah bisa teratasi"
"Baik"
*****
Feng Xi yang masih bertarung dengan tiga orang tiba-tiba melihat ada kembang api melesat dari kejauhan, dia tahu kalau itu tanda dari paviliun Gagak Hitam kalau sudah bisa mengatasi masalah di ibukota. Lalu melompat mundur dan berkata kepada tiga orang itu.
"Hahaha,, kalian pikir sedang menjebakku justru kalianlah yang aku jebak, orang yang kalian kirim sudah gagal menghabisi keluarga Mu di Shangzhen" Shangdi yang mendengar pun menggeram marah.
"Beraninya kau merusak rencana pemimpin"
Mereka kembali menyerang Feng Xi. Mu Mengjian dan Langjuo yang sedang bertarung sengit kini memasuki akhir pertarungan terlihat kalau Mau Mengjian sudah hampir kehabisan Qi dia diserang terus-terusan oleh Langjuo dan tidak di berikan kesempatan untuk menelan pil pemulih, sampai akhirnya saber itu menebas satu jari tangan kiri yang ada cincin penyimpanan Mu Mengjian dan menendangnya hingga jatuh membentur dinding.
__ADS_1
"Sreet..crash,"
Jari itu putus dan Langjuo segera menangkapnya lalu melesat terbang, Mu Mengjian meletakkan dua jari tangan kanan di mulut dan terdengar sebuah siulan nyaring. Kuda yang berada di kandang meringkik dan berlarian keluar serta langsung menyerang Langjuo. Melihat itu Langjuo melompat ke atas dan berjumpalitan ke belakang. Feng Xi yang mendengar itu keluar dari pertempuran dan melesat menuju MU Mengjian.
"Tuan Mu" ucap Feng Xi, Mu Mengjian perlahan bangkit berdiri.
",Cincin itu berisi buku rahasia melatih kuda"
"Tidak ada waktu,, Tuan pergi dulu biar aku yang mengambilnya" Feng Xi kemudian menangkap tali kekang kuda yang lewat didepannya dan menaikkan Mu Mengjian, lalu menepuk punggung kuda dan Mu Mengjian melesat meninggalkan itu. Sementara Bing Mua Yin yang sudah selesai bertarung dan membunuh Chijian dia membantu muridnya yang masih bertarung dengan Nantian. Ketika sampai dia melihat muridnya tampak kerepotan melawan Nantian.
"Kalian tidak apa-apa?" ucap Bing Mua Yin
"Dia sangat kuat guru" ucap Muridnya, Bing Mua Yin menganggukkan kepala dan melihat Nantian, tangannya kini telah memegang pedang.
"Hoho,, Dewi Es turun tangan sendiri,, sungguh kehormatan bagiku namun maaf aku tidak punya waktu melayanimu" ucap Nantian lalu melesat terbang. Bing Mua Yin tidak mengejar dia mengobati dulu luka muridnya dan membantu yang lain.
Setelah Mu Mengjian pergi, Feng Xi kini dikepung 5 orang yang kini sudah bergabung, mereka langsung menyerang bersamaan. Feng Xi berusaha menghindari serangan yang di arahkan padanya. Shangdi yang menggunakan pedang melesat terlebih dahulu dia menebaskan pedangnya dengan gerakan cepat, Feng Xi menahan dengan selendangnya namun dari arah samping benang sutra halus menusuk ke arah jantungnya dengan cepat Feng Xi memiringkan tubuh dan benang itu menggores lengan kanannya. Feng Xi menggeram kesal dan melompat ke atas, namun Shangdi mengejar dan berhasil melukai lengan kirinya. Feng Xi mundur menjauh dan berdiri dia menatap luka dilengan kanan kirinya. Sementara lima orang Iblis Neraka mengepungnya.
"Baiklah,,ayo kita bermain,,bersiaplah,hiyaahh "
Feng Xi berseru lalu menggerakkan tangan seolah hendak menyerang, lima Iblis Neraka segera bersiap namun Feng Xi malah melesat kabur ke arah hutan yang ada jurang kecil.
"Sialan dia menipu, ayo kejar" Karena dirasuki amarah dipermainkan Feng Xi, mereka yang tadinya ingin langsung pergi karena sudah mendapatkan kitab keluarga Mu malah mengejar Feng Xi. Kini Feng Xi dan lima Iblis Neraka sudah berada dihutan.
"Mau kemana kau akan lari gadis sialan" ucap Langjuo.
"Haha,, aku tidak lari bahkan masih ingin mengantar kalian menghadap raja Yama"
__ADS_1
"Cih,, sudah tersudut masih saja omong besar" setelah berkata seperti itu, tiba-tiba dari atas melayang turun perlahan dengan elegan sosok pria muda bermata emas dan memegang kipas di tangannya. Lima Iblis Neraka yang mengenali sontak mereka sedikit terkejut. Feng Xi yang tahu siapa yang datang menghela nafas lega.
"Hei Feng Xi kau jangan ikut campur" teriak Shangdi, Xiao Feng mengabaikan dan melihat ke arah luka Feng Xi.
"Aku kira kau tidak akan datang" ucap Feng Xi, Xiao Feng hanya tersenyum dan berbalik ke arah lima orang Iblis Neraka.
"Luka di lengan kirinya disebabkan olehmu, kau akan tahu setelah aku melakukan hal yang sama padamu" Xiao Feng berkata dingin.
"Cih,,cuma omong besar,,, hiiyaa" Shangdi menyerang dengan menusukkan pedang, Xiao Feng dengan santai menepis tangan Shangdi dan pedang itu terlempar ke atas, Shangdi yang terkejut serangannya di mentahkan dengan mudah tidak sempat menghindar ketika Xiao Feng menendang dadanya.
"Buukk,, uhuuukk"
Shandi terlempar melayang ke belakang dia memuntahkan darah dengan segera dia mencoba menyeimbangkan tubuhnya,namun sebuah pedang yang dilempar Xiao Feng dengan cepat menusuk dadanya hingga tembus ke punggung
[Ding,, selamat Tuan telah membunuh di level Alam Ilahi *5 mendapatkan 25.000 PS dan 250.000 PP]
Nantian yang melihat Shangdi dikalahkan dengan dua gerakan langsung menyerang Xiao Feng dengan benangnya, benang sutra itu menusuk mengincar tenggorokan Xiao Feng, Xiao Feng menutup kipas dan menahan benang itu, benang sutra terlilit di kipas Xiao Feng.
"Goresan benang sutra di tubuhnya kukembalikan padamu" Xiao Feng mengibaskan kipasnya dan benang sutra itu dengan cepat menusuk dada Nantian. Taishan menyusul menyerang dengan tapak api nya dan Xiao Feng melompat ke atas beradu pukulan dengan tapak api Taishan dia melapisi tangannya dengan elemen es. Nantian juga menyerang dengan benangnya.
"Bukk,,Bukk,,"
Dua lengan saling beradu dan Taishan terlempar ke belakang dan Xiao Feng melemparkan benang sutra Nantian dengan kipasnya ke arah Taishan hingga menusuk kedua tangannya.
"Aakkk"
Taishan berteriak kesakitan setelah terkena tusukan benang sutra yang diubah arahnya oleh Xiao Feng, namun dia tidak sempat melepasnya Xiao Feng yang masih melayang di udara menginjak benang itu, Taishan dan Nantian tertarik hingga mereka beradu badannya. Xiao Feng kemudian memegang benang yang masih terulur lalu melempar benang itu dan dengan cepat langsung menusuk jantung Nantian dan Taishan hingga mereka langsung tergeletak mati.
__ADS_1
[Ding,, selamat Tuan telah membunuh 2 orang di level Alam Ilahi *5 mendapatkan 50.000 PS dan 500.000 PP]
**** bersambung