Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 412


__ADS_3

****


"Makanan sudah siap?" Li Ying berseru sedikit berteriak sambil membawa nampan berisi makanan disusul Ling'er dan Xiao Feng dari belakang. Li Ying dan Ling'er kemudian menatanya di meja.


Sun Guan dengan tidak sabaran langsung mengambil daging ayam dengan sumpitnya tapi Feng Xi dengan cekatan menampar tangannya.


"Plakk!"


"Kau ini dimana sopan santun mu,, tanganmu kotor sekali cuci tanganmu" seru Feng Xi.


"Tapi jiejie tanganku bersih dan aku memakai sumpit" ujar Sun Guan.


"ishh kau ini tidak menurut cepat cuci tanganmu!" Feng Xi berkata dengan mendelikkan matanya, bukannya takut Sun Guan malah tertawa kecil lalu tanpa berbicara lagi dia beranjak pergi mencuci tangannya.


"Si kecil bau itu masih saja mau dibohongi haha" seru Feng Xi lalu mencomot daging ayam yang hendak diambil Sun Guan yang lain hanya tertawa melihatnya.


"Ummm ini enak sekali"


"Tentu saja jiejie aku dan Ling'er yang memasaknya" sahut Li Ying.


"Benarkah?"


"Benar Xixi mereka yang memasak aku hanya melihat saja" ucap Xiao Feng sambil mengambil potongan daging dengan sumpit.


"Uhh kalian benar-benar hebat" ucap Feng Xi sambil memeluk Li Ying dan Sun Ling'er gemas "Dimasa depan aku mengandalkan kalian untuk menghidupiku"


"Yah benar mereka hebat hanya beberapa kali mendengar arahanku mereka langsung mengerti, memang harusnya seperti itu wanita minimal harus bisa memasak bukan hanya tahu makan saja" ucap Xiao Feng dengan tawa tertahan.


"Kau menyindirku rubah hitam?" Ucap Feng Xi dengan menyipitkan matanya menatap Xiao Feng.

__ADS_1


"Haha aku tidak menyindir siapapun" ucap Xiao Feng, Feng Xi memutar bola matanya dia melampiaskan kesalnya dengan melahap makanan didepannya yang membuat semua orang tertawa.


****


Setelah selesai acara makan bersama mereka duduk santai di sekitar taman sambil berbincang ringan.


"Kalian menunjukan hasil bagus bisa mencapai ranah Dewa Merah" Xiao Feng berkata sambil melihat kekuatan keempat anak muda didepannya sudah naik ranah dan sama dengan Yuan Li hanya Sun Guan saja yang berada di tahap Dewa Merah tahap menengah yang lainnya sendiri sudah berada ditahap Dewa Merah tahap akhir, Feng Xi sendiri juga naik tingkat dan kini berada di ranah Kaisar Dewa Dewa Perak tahap akhir.


"Tentu saja kami harus berlatih keras agar bisa sekuat kakak" ucap Li Ying, Xiao Feng tersenyum melihatnya. Bocah kecil yang dulu terlihat menyedihkan ketika pertama kali bertemu kini menjelma menjadi anak muda tampan dan cantik serta memiliki kekuatan luar biasa untuk ukuran berusia dibawah dua puluh tahun tentu saja tidak lepas dari campur tangan Xiao Feng.


"Rubah hitam apa rencanamu selanjutnya dan Yuan Li kemana?" Ucap Feng Xi.


"Rencanaku saat ini tidak ada, oh iya mengenai Yuan Li ada cerita menarik"


"Apa itu?" Semua orang bertanya dengan penasaran.


"Berarti apakah itu klan sama dengan tuan?" Ucap Sun Xie.


"Benar klan Xiao di alam dewa ternyata leluhur klan Xiao di alam manusia Xiao Tianjun yang merupakan kakek dari ayahku" ucap Xiao Feng, Feng Xi sedikit terkejut mendengarnya.


"Xiao Tianjun bukannya dalam cerita dia sudah meninggal bersama dengan leluhur empat kerajaan dan kekaisaran?"


"Tidak sepenuhnya benar, leluhur Xiao Tianjun naik ke alam dewa namun untuk mencegah hal berbahaya dia memerintahkan untuk menyebar kabar kalau dia meninggal" ucap Xiao Feng.


"Berarti ada kemungkinan leluhurku juga naik ke alam dewa?" Feng Xi kembali berkata.


"Aku tidak tahu jelasnya tapi mungkin kita akan bertanya kepada leluhur, untuk itulah aku akan mengajak kalian keluar dan melihat keadaan alam dewa dan klan Xiao" ucap Xiao Feng.


"Yeayy akhirnya bisa jalan-jalan juga berlatih membuatku sedikit jenuh nanti kita bisa melihat kota Bukit Patah aku yakin keadaannya lebih makmur dari kota dialam manusia" ucap Li Ying.

__ADS_1


"Benar sekali dan aku yakin kualitas barangnya lebih bagus kebetulan aku ingin membeli baju baru" ucap Ling'er.


"Eh kalian juga harus mengajakku awas saja kalau kalian pergi berdua saja" ucap Feng Xi.


"Tentu saja jiejie" ketiga gadis itu malah sibuk berbincang akan rencana mereka ketika sudah berada di kota Bukit Patah, para pria hanya menghela nafasnya panjang.


"Benar sekali-sekali kalian boleh bersantai sejenak berlatih kultivasi selain memakan waktu panjang juga sedikit membosankan dan jika dipaksakan maka tidak baik, tidak heran para kultivator kadang bertualang kesana kemari bukan hanya untuk menguji kekuatan saja tetapi juga pencerahan agar proses dalam kultivasi berjalan lancar dan tentu pencerahan itu didapat tidak hanya dari duduk diam" ucap Xiao Feng, keempat anak muda menganggukkan kepala mendengarnya.


"Rubah hitam kenapa ketika dia serius terlihat sangat tampan" gumam Feng Xi dalam hati sambil melihat Xiao Feng berbicara dengan dagu di tekankan ke kedua telapak tangan, wajahnya sedikit merona. Xiao Feng yang memang tahu kalau Feng Xi memperhatikannya menoleh sedikit sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Feng Xi. Benar saja gadis cantik berambut putih langsung berpura-pura melihat ke arah lain dengan wajah yang semakin memerah.


"Jiejie kau sakit?" Sun Guan tiba-tiba berkata, semua orang sontak menoleh.


"Siapa yang sakit, aku baik-baik saja"


"Itu kenapa wajah jiejie memerah" Ucap Sun Guan sambil menunjuk pipi Feng Xi.


"Ishh kau menyebalkan sekali, ini karena makan makanan pedas tadi" kilah Feng Xi sambil mencubit pipi Sun Guan, dia langsung berdiri dan meninggalkan mereka. Xiao Feng tertawa lebar melihat itu, sudah dipastikan kalau Feng Xi malu mendapat pertanyaan Sun Guan.


"Baiklah kalian bersihkan diri kalian terlebih dahulu lalu kita akan langsung ke kediaman leluhur klan Xiao" ucap Xiao Feng.


Setelah semua orang pergi, Xiao Feng mengeluarkan sekotak rokok dan menyalakannya satu, asap tipis dihembuskan.


"Hmm dengan adanya klan Jian yang tunduk kepada klan Xiao, kekuatan klan Xiao sedikitnya bisa bertambah. Setelah mengurus beberapa hal lagi aku akan mencoba melihat-lihat keadaan keluarga Ming dan keluarga Lin" gumam Xiao Feng, mengingat itu sekelebat bayangan wajah cantik Lin Mei Ling terlintas dipikirannya.


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk mengingat keluarga Ming mengajukan lamaran pernikahan dan anehnya orang keluarga Lin bisa tahu kalau Lin Mei Ling anaknya Lin Feng, tampaknya ini tidak sesederhana kelihatannya"


Xiao Feng memikirkan beberapa hal rencana untuk memperkuat klan Xiao, dia juga ingin mencari tahu dulu maksud keluarga Ming melamar Lin Mei Ling, padahal dengan kekuatan Lin Feng klan Ming akan berfikir dua kali namun mengingat dibelakang Klan Ming ada sekte kuat di bagian dalam pusat alam dewa tentu saja itu juga yang bisa jadi membuat Lin Feng tidak bisa berbuat banyak.


****Bersambung****

__ADS_1


__ADS_2