Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 43 Membantai Monster


__ADS_3

*****


Semua orang terkejut melihatnya dan kalajengking itu marah,dia melihat sekeliling mencari-cari siapa yang memotong capitnya.


Namun lagi-lagi kipas itu terbang dan memotong langsung ekornya dengan cepat.


"Sriingg...boom...Grooarkhh"


Darah menyembur dari bagian yang terpotong,kalajengking itu meraung kesakitan dan kemudian jatuh terguling saat kipas itu kembali memotong semua kakinya.Xiao Feng yang melihat langsung membuat pedang es dan melemparkannya ke arah kalajengking dan membekukannya.Akhirnya kalajengking itu mati dan Xiao Feng langsung bergerak mengambil inti kristalnya.Suara pemberitahuan sistem sengaja di matikan Xiao Feng agar lebih fokus membantai monster yang ditemuinya.


Xiao Feng berjalan mendekati mereka dengan kipas yang dikembangkan didadanya.Semua orang yang terkejut melihat kalajengking itu mati dengan serangan sederhana langsung membungkuk ke Xiao Feng.


"Tuan Muda,,terimakasih atas bantuan anda,kami sangat berhutang budi" kata orang yang menjadi pemimpin kelompok.


"Kalian tidak perlu sungkan"


"Perkenalkan kami dari sekte Daun Angin namaku Jiurong dan ini teman-temanku"


Mereka pun mengenalkan namanya masing-masing.


"Kenalkan aku Feng Xi dari kota Liang"


Mereka pun duduk dan berbincang ringan,sebagian lagi yang terluka mereka meminum pil penyembuhan dan mulai memulihkan diri.


"Sebaiknya kalian meninggalkan tempat ini,bukan memandang rendah kemampuan kalian namun monster yang berada disini adalah sesuatu yang tidak bisa kalian hadapi."


Setelah berkata seperti itu Xiao Feng melesat meninggalkan mereka.Kelompok itu memandang takjub pada Xiao Feng,mereka tidak merasa marah atau kesal tetapi mereka sadar diri tidak berkemampuan,tadinya ingin mengikuti Xiao Feng,namun sepertinya Xiao Feng tidak ingin diikuti.


Xiao Feng melayang rendah diantara pepohonan sambil melihat peta sistem.


"Sistem tandai lokasi yang terdapat banyak monster"


Tak lama kemudian di dalam peta terlihat beberapa titik yang tanda merahnya berkedip-kedip.Xiao Feng melihat jaraknya sekitar 2 km.Tanpa berlama-lama Xiao Feng segera melesat ke arah lokasi itu.

__ADS_1


Ketika sudah sampai Xiao Feng melihat padang rumput luas yang terdapat sekelompok besar monster berbagai jenis dan ukuran.Dan tingkat mereka beragam paling rendah di Alam Kaisar *1 dan paling tinggi di Alam Kaisar *9.


Xiao Feng yang melihat ratusan ribu monster itu menyeringai dia langsung melayang rendah dengan tangan kanan yang memegang kipas diarahkan ke depan.Ketika sudah dekat Xiao Feng mengalirkan Qi ke kipas dan mengibaskannya bolak-balik.


"Wuushh"


"Boom"


"Duarrr"


"Grooaahrkk"


Suara dentuman,ledakan dan raungan monster saling bersahutan ketika angin dingin dan ribuan pedang es yang dikeluarkan Xiao Feng membantai ratusan monster yang didekatnya.Bau amis darah tercium menyebar ke segala arah.Monster yang melihatnya kawanannya dibantai oleh seorang manusia mulai menyerang Xiao Feng.


Xiao Feng kini terkepung ditengah-tengah,namun bukannya takut Xiao Feng malah tertawa kencang,memegang kipasnya dan dia terbang rendah kemudian memutarkan badan seperti gasing.Ribuan pedang es melesat ke segala arah menghantam para monster yang mengepungnya.


"Ssiuuutt"


"Boom"


"Krakk"


"Groaarkkh"


Suara-suara itu seolah melodi kematian terdengar sangat indah di telinga Xiao Feng.Xiao Feng tampak sangat menikmati pembantaiannya tidak peduli darah yang bercipratan mengenai tubuh dan pakaiannya.Xiao Feng terus saja mengibaskan kipasnya membantai ribuan monster itu.


Hari menjelang sore semburat warna kuning kemerahan menghias langit menandakan panasnya matahari berganti menjadi dinginnya bulan,angin bertiup mengirimkan aroma amis dan suasana hening.Rumput hijau kini telah memerah dan tanah subur kini menjadi luluh lantak dengan terciptanya banyak lubang membentuk kawah besar maupun kecil.Ribuan bangkai berbagai jenis monster terlihat menggunung di berbagai tempat dan ada sosok manusia memegang kipas menatap sekeliling.Sosok itu penuh darah membuatnya tampak menyeramkan seolah dia Iblis yang merangkak dari dasar neraka.


Xiao Feng yang seharian telah membantai ribuan monster kini terduduk di atas bangkai monster banteng,nafasnya terengah-engah namun di wajah tampannya yang berlumuran darah senyum puas tersungging.


"Hah,,hah,,hah,, melelahkan sekali tapi tadi itu sangat menyenangkan hahahaha"


Xiao Feng pun bergerak mengambil inti kristal dari monster yang di bunuhnya,kelebatan bayangan hitam bergerak cepat berpindah-pindah ke setiap bangkai monster yang menumpuk.Tiga jam kemudian Xiao Feng sudah mengumpulkan semua inti kristal itu.Xiao Feng kemudian berbaring sebentar sambil melihat langit yang kini sudah bermunculan bintang-bintang kecil.

__ADS_1


"Hari ini sangat melelahkan mungkin monster di tempat ini sudah habis,sebaiknya aku istirahat dulu besok baru melanjutkan"


Xiao Feng kemudian mencari gua dan menemukannya dia masuk ke dalam gua dan mengambil satu inti kristal kemudian mengalirkan qi dan kristal pun bersinar terang.Dia menaruhnya di tengah gua kemudian membuka dunia jiwa dan dia masuk untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Sebenarnya bisa saja Xiao Feng beristirahat di dunia jiwa tetapi Xiao Feng lebih memilih di gua karena kalau di dunia jiwa akan lama menunggu besok pagi di dunia luar.


Setelah berpakaian,Xiao Feng keluar dari dunia jiwa,dia mengeluarkan daging monster dan membakarnya.Aroma harum pun tercium menandakan daging telah matang.Xiao Feng langsung saja memotong dan melahapnya sampai habis.


*****


Sementara itu di tempat lain Feng Xi masih belum keluar dari padang pasir dia tidak menyangka titik hitam itu sangat jauh.Feng Xi sendiri dihadang beberapa kali oleh banyak monster di tingkat kaisar *6.Memang bukan lawan yang berat tetapi kalau banyak jumlahnya tetap saja merepotkan.


"Nasibku sial sekali,tak ku sangka jaraknya jauh juga mana monster-monster ini juga merepotkan selalu mengejar dan menghadangku,,oowh dewa kenapa kau memberiku cobaan berat ini aku butuh makanan,arak,pakaian"


Feng Xi menggerutu sambil berjalan mencari tempat yang bisa digunakan untuk bermalam.


"Coba saja ada si rubah hitam aku tidak akan menderita begini"


Akhirnya Feng Xi pun menemukan gundukan batu besar memanjang dan batu itu ternyata ada lubang sepanjang 10 meter cukuplah untuknya bermalam.


"Aku menyesal tidak membawa pakaian cadangan,pakaianku bau darah begini dan aku sangat kotor,,bagaimana nanti para pria akan tertarik denganku"


Feng Xi berkata dengan nada meratap seolah merasakan ketidakadilan.Dia tidak perduli lagi,karena sudah lelah dia pun tidur dengan keadaan yang berantakan.


*****


Xiao Feng tampak sedang berbaring dan melihat-lihat layar sistem,dia melihat cukup banyak PS sistem dan PP yang didapat.Namun belum mampu menerobos tingkat selanjutnya hanya tinggal sedikit lagi.


"Huuh cuma kurang 2000 PP saja sistem sangat pelit,,ayolah aku sudah kerja keras hari ini berikanlah sedikit PP untukku sistem"


Karena sistem diam saja tidak menjawab,akhirnya Xiao Feng pun tidur.


**** bersambung

__ADS_1


__ADS_2