Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 339 Menonton Kompetisi Alkemis


__ADS_3

****


Hari pun berlalu dengan cepat tak terasa lagi pun menjelang diawali dengan sinar matahari yang muncul menyinari alam dewa menggantikan bulan, sepasang insan masih saja duduk sambil berpelukan diatap sebuah penginapan.


"Feng Ge sudah pagi ya,, cepat sekali"


"Iya benar,, asal bersamamu waktu terasa pendek"


"Hmm kenapa bisa?"


"Definisi waktu itu tidak bisa diukur oleh menit atau jam, waktu terasa singkat ketika kita bahagia dan terasa panjang ketika kita bosan"


"Uhh kata-katamu membuatku lapar"


"Haha yasudah ayo kita turun kita telah melewatkan kompetisi hari pertama kemarin"


Xiao Feng dan Feng Xi pun turun dari atap dan langsung menuju bagian bawah penginapan yang merupakan sebuah rumah makan, Bai Hu dan Qing Long pun muncul.


"Bai Hu, Qing Long lama tidak bertemu" ucap Feng Xi ketika melihat keduanya, Bai Hu dan Qing Long pun menangkupkan kedua tangan.


"Salam Nona kami baik-baik saja, syukurlah nona sudah sampai di alam dewa dengan selamat" ucap Bai Hu, pelayan pun datang membawakan banyak makanan.


"Ayo Bai Hu, Qing Long makan bersama"


"Terimakasih nona kami disini saja"


"Perintah Xixi berarti perintah dariku juga, cepatlah duduk" ucap Xiao Feng, tentu saja Bai Hu dan Qing Long terpaksa ikut bergabung. Mereka sarapan pagi sambil berbincang ringan tak lama pintu terbuka dan muncul enam orang pria muda dengan arogan.


"Kalian semua keluar tuan muda sekte Kalajengking Merah ingin makan disini!" seru seseorang dan membuat semua pengunjung ketakutan, tidak takut bagaimana mereka tahu reputasi sekte Kalajengking Merah yang dikenal sebagai sekte aliran hitam yang kejam dan kuat bahkan istana pun berfikir dua kali jika ingin menyinggung sekte ini. Tuan muda sekte Kalajengking Merah memandang dengan puas ketika semua orang namun pandangannya terhenti ketika melihat gadis sangat cantik berambut putih sedang duduk semeja bersama tiga orang.

__ADS_1


Dengan langkah lebar tuan muda itu mendekati meja Xiao Feng.


"Nona cantik, aku tuan muda sekte Kalajengking Merah aku mengundangmu untuk makan bersama" ucap pemuda itu tidak melihat Xiao Feng dan yang lainnya, Feng Xi tidak menghiraukan dia terus saja melahap makanannya tanpa perduli.


"Dasar wanita ****** berani sekali mengabaikan ku!" ucap tuan muda itu lalu mengulurkan tangan hendak memegang pundak Feng Xi, namun sebuah sambaran kipas memotong tangannya.


"Wush"


"Crasshh!"


"Arrghh tanganku, ka,, kau yang melakukan ini sialan pengawal bunuh dia" ucap tuan muda sekte Kalajengking Merah dengan marah, Feng Xi seolah tidak apa-apa dia tetap saja meneruskan makannya.


"Tuan biar aku saja" ucap Bai Hu, namun Xiao Feng mencegahnya.


"Seumur hidupnya dia dimanjakan dan dilimpahi kasih sayang dari orang-orang disekelilingnya, kau berani menyebut dia wanita ****** putus nyawamu dan mati tanpa terkubur!" ucap Xiao Feng dingin, aura pembunuhan merembes keluar. Bagi Xiao Feng orang terdekatnya adalah garis batasnya, biarpun dewa tertinggi pun akan dia bunuh jika berani menyentuh sisiknya.


Xiao Feng melemparkan kipasnya ke arah lima orang yang bergerak menyerbu, sambaran kipas yang berputar cepat tidak bisa dihindari mereka.


"Plukk,, pluk,, plukk!"


Lima kepala terjatuh ditanah Xiao Feng tidak berhenti dia menjentikkan tangannya dan lima bola api kecil meluncur dari jarinya langsung membakar mayat kelima orang itu tanpa sisa.


[Ding,, selamat tuan telah membunuh lima di level Raja Platinum mendapatkan 180.000 PS dan 1.800.000 PP]


Xiao Feng menatap tajam tuan muda sekte Kalajengking Merah dan bangkit berdiri lalu berjalan mendekatinya, tuan muda sekte Kalajengking Merah bergerak mundur dengan ketakutan.


"Ka..kau jangan mendekat dibelakangmu ada sekte Kalejengking Merah, jika kau membunuhku ayahku akan mengejar mu ke ujung dunia sekalipun!" ucap tuan muda itu mencoba mengancam Xiao Feng dengan latar belakangnya.


"Sekte Kalajengking Merah? aku tidak peduli sekte sampah seperti itu" ucap Xiao Feng lalu menendang dadanya hingga melesak ke dalam dan menghancurkan jantungnya, tuan muda sekte kalajengking Merah mati dengan mata melotot tidak percaya dia akan mati semuda itu. Xiao Feng membakar tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya yang langsung dia masukkan ke dalam cincin penyimpanan lalu kembali duduk.

__ADS_1


"Apa kau sudah puas?" ucap Feng Xi tanpa melirik.


"Hhuuhh aku belum puas, dia begitu lemah mati tanpa perlawanan!" ucap Xiao Feng sambil menyesap arak.


"Jelas saja dia dialam Raja Platinum bukan lawan tuan!" ucap Bai Hu dalam hatinya. Mereka meneruskan makan seolah tidak ada apa-apa, pelayan laki-laki yang berada di meja resepsionis hanya meneguk ludahnya kasar.


"Tuan Muda ini tanpa kompromi membunuh anak dari Patriak sekte aliran hitam itu, mengerikan!" gumamnya tapi tidak dengan dua pelayan wanita, mereka memandang Xiao Feng dengan tatapan berbintang.


"Keren sekali, tampan, kuat, kaya melindungi wanitanya seperti itu,, andai aku jadi istrinya aku bahagia di tujuh kehidupan!"


"Ckck lihat wajahmu apakah sebanding dengan nona muda itu kalau bermimpi jangan tinggi-tinggi nanti jatuhnya sakit" ucap temannya, Xiao Feng pun membayar makanannya dan keluar dari rumah makan menuju alun-alun kota.


****


Alun-alun ibukota kerajaan Zhu semakin ramai jauh lebih ramai dari hari kemarin, mungkin ini memasuki babak besar hingga orang-orang pun antusias untuk menyaksikan.


Xiao Feng berjalan berdampingan dengan Feng Xi dan dibelakangnya Qing Long dan Bai Hu mengikuti, mereka menjadi pusat perhatian disetiap berjalan melewati orang-orang, bagaimana tidak sosok tampan rupawan Xiao Feng dan sosok sangat cantik Feng Xi apalagi dengan rambut putihnya yang seolah bersinar ditambah kedua bawahan yang juga tidak kalah tampan seolah meredupkan pesona para tuan muda dan nona muda dari tiap sekte maupun klan.


"Beruntung sekali gadis itu dikelilingi para pria tampan"


"Wah,, darimana mereka kalau melihat dari penampilannya mereka mungkin tuan dan nona muda suatu klan bangsawan"


Xiao Feng terus berjalan dan mulai memasuki area kompetisi, Lin Mei Ling yang kebetulan juga baru datang berpapasan dengan Xiao Feng. Wajahnya terkejut dan rasa perih kembali menghinggapinya namun sebisa mungkin Lin Mei Ling sembunyikan, Feng Xi yang melihat kedatangan gadis cantik itu segera menghampirinya.


"Hai Mei Ling kita bertemu lagi" ucap Feng Xi ramah, Lin Mei Ling tersenyum manis dan memberi hormat.


"Hai nona Feng Xi"


"Ishh kau tidak asyik panggil Feng Xi saja jangan pakai nona kesannya aku seperti orang tua saja ahaha,, ayo kita masuk bersama" ucap Feng Xi lalu menarik lengan Lin Mei Ling, mau tidak mau Lin Mei Ling hanya pasrah mengikuti. Xiao Feng juga melihat itu tidak berkomentar dia melemparkan senyumannya ke arah Lin Mei Ling lalu mereka bertiga diikuti Qing Long dan Bai Hu memasuki arena kebagian penonton.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2