
*****
Huang Xiwen terus melesat secepat yang dia bisa dan dibelakangnya pengawal pribadi Ling Xu Yuan semakin mendekat. Huang Xiwen merutuk dalam hatinya dia tidak menyangka kalau pria idamannya ternyata memiliki rencana terselubung dan tidak menyangka kalau kepribadiannya begitu jahat dan seketika itu juga rasa kagum dan cintanya hilang tak berbekas.
"Berhenti putri sia-sia saja melarikan diri" ucap pengawal Ling Xu Yuan.
"Sial dia semakin dekat saja" ucap Xiwen kesal, biarpun sudah berada di Alam Langit *9 namun yang mengejar berada di Alam Ilahi *5 tentu saja lebih cepat. Entah panik atau bagaimana Huang Xiwen malah terbang menjauh dari istana dia malah menuju ke arah hutan dan terhenti ketika pengawal pribadi Ling Xu Yuan berhasil mencegatnya.
"Menyingkir dariku" bentak Huang Xiwen.
"Hoho tidak semudah itu tuan putri kau sudah mengetahui rencana tuan mudaku dan imbalannya harus mati,, aku Lou Zi sangat beruntung bisa membunuhmu,, tapi sayang sekali kalau dibunuh langsung" ucap pengawal itu yang mengenalkan namanya Lou Zi.
"Apa maksudmu!"
"Hoho kau sangat cantik bukankah rugi kalau kau mati masih keadaan perawan, kalau tuan putri mau menemani tidurku malam ini aku akan berjanji tuan putri mati tidak merasakan sakit yang ada hanyalah nikmat" ucap Lou Zi sambil tersenyum menyeringai, pandangan matanya menatap mesum Huang Xiwen. Huang Xiwen berubah parasnya mendengar itu.
"Tak ada jalan lain aku harus melawan lebih baik mati daripada dipermalukan" Huang Xiwen kemudian mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan dan melesat menyerang Lou Zi, yang diserang tertawa kecil lalu menyambut serangan Huang Xiwen. Pertarungan pun terjadi berat sebelah karena perbedaan kultivasinya yang cukup jauh.
Lou Zi tenang saja menghindari setiap serangan Huang Xiwen, sebenarnya dia ditugaskan untuk membunuhnya cepat namun karena tergoda kecantikan paras dan keindahan tubuh Huang Xiwen dia merencanakan hal lain. Sekitar setengah jam bertarung mulai terlihat kalau Huang Xiwen kelelahan dan gadis itu hanya bisa bertahan saja sambil melangkah mundur, pakaian hanfunya sudah robek disana sini menampakkan beberapa bagian kulit putih mulusnya membuat Lou Zi semakin berkobar nafsunya melihat itu.
"Berhenti jangan mendekat" ucap Huang Xiwen sambil melangkah mundur dan langkahnya terhenti ketika mendapati tebing di belakangnya.
"Hahaha bukankah lebih baik kau menurut saja dari tadi dengan begitu kau tidak akan menderita" ucap Lou Zi dan dengan cepat menggerakkan dia jarinya menusuk titik dileher Huang Xiwen yang membuatnya langsung lemas tidak bisa menggerakkan badannya hanya suara saja yang masih bisa.
__ADS_1
"Bajingan,, apa yang hendak kau lakukan" teriak Huang Xiwen saat dirinya sudah terbaring lemas diatas tanah.
"Hoho inilah yang seharusnya kulakukan dari tadi tuan putri" ucap Lou Zi lalu tangannya bergerak ke arah dada Huang Xiwen yang ketika berbaring terlihat membusung. Huang Xiwen hanya memejamkan matanya pasrah, air mata mengalir membasahi pipinya yang halus. Namun beberapa saat tidak ada yang terjadi, dia hanya mendengar suara teriakan.
"Brengsek kepada putri kekaisaran kau berani kurang ajar"
Huang Xiwen membuka mata dan melihat ada orang berdiri membelakanginya, orang itu terlihat mengeluarkan pakaian pria dari cincinnya lalu dia menutupi tubuhnya dengan pakaian itu, karena malam dan pandangannya masih berkabut oleh air mata Huang Xiwen belum bisa melihat jelas rupa pria itu.
"Tuan Putri pakailah dulu untuk menutupi pakaianmu yang robek,, dan tunggulah aku akan membereskan dulu bajingan itu" ucap pria itu sambil menusuk titik akupuntur dileher Huang Xiwen dan membuatnya kini bisa bergerak. Huang Xiwen pun dengan susah payah bangkit duduk dan segera memakai pakaian itu. Sementara pria barusan langsung saja melesat ke arah Lou Zi.
Siapakah pria itu? Huang Xiwen tidak terlalu jelas melihatnya namun dia bersyukur ada yang menolongnya.
"Bajingan siapa kau?" teriak Lou Zi karena kesenangannya terganggu.
"Kau tidak layak bertanya" ucap pria itu sambil melesat menyerang dengan cepat, tangannya di ulurkan ke depan membentuk cakar.
"Wuusshhh!"
Muncul siluet cakar dari elemen api yang panas menyerang Lou Zi, Lou Zi dengan sigap menghindar namun gerakannya kalah cepat ketika dia melompat ternyata pria yang menyerangnya sudah berada diatasnya menunggu. Lou Zi menyilangkan kedua tangannya ketika pria misterius itu menghantamkan tangan kanan yang sudah dilapisi api.
"Bukk!"
"Buum!"
__ADS_1
Lou Zi terlempar ke bawah dan jatuh berdebuk diatas tanah hingga membentuk kawah kecil. Lou Zi tidak bisa bergerak seolah seluruh tubuhnya kaku. Pria misterius langsung melesat dan kaki kanannya bergerak ke arah leher Lou Zi.
"Krekkk!"
Tak sampai disitu, setelah mematahkan lehernya pria itu memukul kepala Lou Zi hingga pecah dengan darah dan otak berhamburan yang langsung membunuh Lou Zi tanpa sempat berteriak. Setelah selesai pria itu menepuk bajunya seolah membersihkan debu dan meludah ke arah mayat Lou Zi.
"Cuihh,, sampah sepertimu tidak layak hidup"
Pria itu kemudian berjalan mendekati Huang Xiwen yang masih duduk menyender ke pohon.
"Si..siapa kau?" ucap Xiwen takut-takut.
"Tuan putri tenanglah semua sudah aman" ucap pria itu, karena hari gelap pria itu membuat api dari tangannya. Akhirnya terlihat jelas wajah pria yang tampan sedang tersenyum. Huang Xiwen menghela nafas lega ketika tahu siapa pria itu refleks dia memeluk dan menangis di pelukan pria itu.
"Sudahlah tuan putri jangan seperti ini" ucap pria itu menenangkan Xiwen, Huang Xiwen melepas pelukannya dan mengusap air mata.
"Pangeran Xiao Chen terimakasih kalau tidak ada pangeran aku akan menanggung malu seumur hidupku" ucap Huang Xiwen, ternyata pria itu adalah Xiao Chen.
"Sebaiknya kita meninggalkan tempat ini terlebih dahulu" ucap Xiao Chen, karena Huang Xiwen masih lemas dan terluka akibat pertarungan Xiao Chen segera menggendong Huang Xiwen lalu melesat meninggalkan hutan ke arah kota.
Sebelumnya Xiao Chen memang sedang berjalan-jalan menikmati keramaian ibukota, dia sedang memandang ke arah langit di atas gedung tinggi. Pandangannya seketika tertuju pada dua buah lesatan cahaya bergerak cepat di atas bukit. Karena penasaran Xiao Chen segera mengikuti cahaya itu namun tidak menyangka kalau kedua cahaya itu adalah Huang Xiwen dan seorang pria.
Xiao Chen terus mengikuti sampai ke hutan dan melihat Huang Xiwen sudah tidak berdaya, tanpa lama-lama Xiao Chen segera turun dan menyelamatkan Tuan Putri Kekaisaran itu. Setelah berhasil menyelamatkan, Xiao Chen membawa Huang Xiwen ke penginapan di kota.
__ADS_1
Dipenginapan Huang Xiwen sudah berganti pakaian, tubuhnya sudah kembali bugar karena di berikan pil oleh Xiao Chen yang mana pil itu buatan Xiao Feng tentu khasiatnya luar biasa. Huang Xiwen kemudian menemui Xiao Chen yang sedang duduk diteras belakang.
***** bersambung *****