
*****
Keesokkan harinya Xiao Feng dan Feng Xi sudah bangun, mereka kini sedang berada di tanah lapang belakang istana, ditangan mereka sudah ada masing-masing pedang. Xiao Feng dengan pedang elemen dan Feng Xi dengan Pedang Saljunya. Karena perbedaan waktu didunia jiwa, jika menunggu esok didunia luar berarti sama dengan lima belas hari didunia jiwa. Xiao Feng mengajak Feng Xi untuk berlatih.
"Ayo Xixi, kita berlatih tanding aku akan menurunkan kultivasiku ke ranah Raja Perak *3 biar sama denganmu!" ucap Xiao Feng.
"Ayo jangan sampai kau kalah, yang kalah harus memasak malam ini!" ucap Feng Xi sambil memutar-mutar pedang.
"Cih, aku kalah atau menang sama saja aku yang memasak!"
"Hahaha!"
Mereka pun bersiap dan langsung melesat satu sama lain, Xiao Feng menusukkan pedang dan Feng Xi mengibaskan pedangnya menahan serangan Xiao Feng.
"Trinkk..!"
Bunga api memercik namun tidak menghentikan mereka, Mereka berdua kembali menyerang satu sama lain. Xiao Feng mengalirkan elemen api emasnya ke dalam pedang lalu mengibaskannya secara horizontal. Api besar mendatar menerjang, Feng Xi juga menusukkan pedangnya ke tanah sambil mengalirkan elemen esnya lalu tercipta dinding tebal didepannya.
"Wuushh!"
"Buum!"
"Cesss!"
Ketika api emas Xiao Feng menyentuh dinding es Feng Xi, langsung terdengar ledakan dan bunyi mendesis. Kabut tebal pun tercipta akibat hasil benturan dua elemen berbeda. Feng Xi langsung melompat ke atas dan membuat puluhan tombak dari elemen esnya. Begitupun Xiao Feng yang juga membuat puluhan pedang dari elemen es guna menghadapi tombak es Feng Xi.
__ADS_1
"Wuushhh,,!"
Pedang dan tombak es mulai bergerak dan saling beradu, Xiao Feng dan Feng Xi langsung bertarung lagi secara langsung ketika puluhan pedang dan tombak masih saling beradu diudara.
"Trinkk!"
"Trankk!"
Mereka saling menyerang satu sama lain, setengah jam kemudian mereka berhenti dan melanjutkan dengan berlatih teknik pedang Yinyang.
"Xixi kau masih sanggup melanjutkan!"
"Tenang saja aku masih sanggup!"
"Baiklah!"
"Pilmu masih enak juga walau agak pahit" ucapnya sambil menelan pil, Xiao Feng tanpa aba-aba langsung mengecup dan sedikit ******* bibir Feng Xi. Feng Xi sontak terdiam kaku dengan mata membulat dan mulut sedikit terbuka, Xiao Feng tersenyum lalu mengusap bibir indah berwarna merah itu.
"Sekarang sudah tidak pahit lagi kan" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, Feng Xi terbengong sebentar dan dia dengan cepat balik mengecup bibir Xiao Feng lalu terbang melesat menuju istana dengan wajah memerah malu. Xiao Feng mengusap bibirnya dan menggelengkan kepala. Dia juga kemudian terbang ke istananya.
*****
Tak terasa lima belas hari sudah berlalu didunia jiwa yang berarti di luar sudah esok hari, selama waktu itu Xiao Feng dan Feng Xi menghabiskan waktu dengan berlatih dan bersantai. Xiao Feng dan Feng Xi keluar dari dunia jiwa dan mereka langsung terbang menuju ibukota Qingzhou. Rencananya Xiao Feng ingin memusnahkan lima perkampungan kultivator iblis yang lain namun lokasinya berada di bagian barat Qingzhou dan tentu saja melewati ibukota, Jadi mereka berencana singgah dulu di kerajaan.
Xiao Feng dan Feng Xi turun ketika melewati sebuah kota dekat dengan ibukota, suasana kota itu memang tampak ramai. Banyak orang mengantri didepan gerbang untuk memasuki kota itu mulai dari pedagang rakyat biasa sampai kultivator bebas. Xiao Feng dan Feng Xi mengantri dibarisan kultivator, semua orang memandang keduanya dengan tatapan kagum.
__ADS_1
"Wah lihat pemuda itu sangat tampan sekali apalagi kata emasnya begitu menawan, biarpun jadi selir yang ke 10 pun aku bersedia" ucap salah seorang gadis dengan pelan yang mengantri disebelah Xiao Feng.
"Kau ini terlalu berharap,, apa kau tidak lihat gadis yang bersamanya itu sangat cantik, aku sebagai sesama wanita juga mengagumi kecantikan gadis itu" temannya menimpali.
"Hhhh kenapa dewa tidak adil, yang tampan selalu dengan yang cantik,, terus yang jelek sepertiku kebagian apa hahaha" ucapannya mereka terhenti ketika Feng Xi menatap kedua gadis itu tajam, tangannya langsung memeluk lengan Xiao Feng sambil mengangkat dagunya sedikit. Sementara Xiao Feng sendiri hanya tersenyum melihat Feng Xi cemburu seperti itu.
Tak lama kemudian dari arah belakang muncul kereta yang ditarik empat ekor kuda dan dibelakangnya tampak lima orang mengikutinya.
"Beri jalan kepada Tuan Muda Shin" teriak seseorang dibelakang pemuda, yang sedang mengantri sontak kepinggir karena kereta kuda itu terus saja menerobos.
"Hai, kalian berdua tidak dengar kalau Tuan Muda Shin akan lewat kalian mencari mati,, minggir!" ucapnya lagi ketika melihat Xiao Feng dan Feng Xi masih berdiri. Kereta kuda berhenti dan dari dalam kereta keluar seorang pemuda cukup tampan namun wajahnya terlihat angkuh dan sombong.
"Ada apa ini, kalian rakyat jelata berani menghalangi bangsawan seperti kami" ucap pemuda itu, tatapannya terhenti ketika melihat Feng Xi yang sangat cantik, lantas dia mendekati Feng Xi.
"Oh rupanya ada bunga cantik disini, nona muda kenalkan aku Tuan Muda Shin, Bangsawan Kelas Satu dari Qingzhen, apa nona bersedia masuk ke kota bersama" ucapnya sambil tersenyum, Feng Xi malah menatapnya jijik.
"Aku tidak tahu siapa Tuan Muda Shin dan aku tidak bersedia!" ucap Feng Xi ketus, Tuan Muda itu menggelap wajahnya.
"Haha baru kau gadis pertama yang menolakku seperti ini, sungguh menarik!" ucapnya lalu memberi kode kepada pengawalnya untuk memberi pelajaran kepada Feng Xi. Semua orang yang tahu tidak berani berbuat apa-apa karena mereka berasal dari keluarga Shin yang merupakan bangsawan kelas satu di ibukota Qingzhen bahkan Patriaknya adalah salahsatu Mentri di istana.
Pengawalnya mengangguk lalu lima orang segera melesat mendekati Feng Xi, sementara Tuan Muda Shin sudah mundur. Xiao Feng dan Feng Xi tenang saja dan ketika kelima orang itu sudah dekat sebuah tendangan dengan cepat menendang dada mereka dan melemparkannya ke belakang.
"Buukk,, bukk,,bukk,,bukk,bukk!"
Kelima orang itu terlempar dan langsung tidak sadarkan diri. Tuan Muda Shin kaget melihatnya, ternyata Xiao Feng yang menendang tadi. Sejak muncul pemuda itu dan berniat menggoda Feng Xi, dia sudah kesal.
__ADS_1
"Ka,, kau ,, tunggu saja pembalasanku!" ucapnya lalu berjalan mundur dan masuk ke dalam keretanya. Kelima orang tadi juga langsung dibawa dan mereka segera masuk ke dalam kota dengan terburu-buru. Semua orang juga terkejut karena tidak menyangka orang yang tidak memiliki aura kultivasi bisa melumpuhkan lima orang sekaligus. Penjaga pun tidak berani meminta identitas dan pajak kepada Xiao Feng ketika giliran mereka untuk memasuki kota.
***** bersambung