Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 299 Babak Kedua Kompetisi


__ADS_3

****


"Mei Ling bagaimana dengan nasib saudaraku Ao Xuan apa kau tahu?" Xiao Feng bertanya ketika mereka sudah duduk dikursi, Lin Mei Ling menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku tidak tahu Tuan Muda Feng sejak saat itu aku hanya berdua dengan ayah yang bersama tidak tahu dengan yang lain" ucap Lin Mei Ling, Xiao Feng menghela nafasnya kemudian menganggukkan kepalanya pelan.


"Peri Xian Hu'er juga?"


"Sama aku tidak tahu keadaan peri Xian Hu'er"


"Adik seperguruan tidak baik berbicara dengan orang asing" Gu Jong yang duduk disebelah kiri Lin Mei Ling tiba-tiba berkata nadanya sedikit sinis. Xiao Feng dalam hati tersenyum melihat itu. Lin Mei Ling kemudian menatap Gu Jong.


"Kakak senior tuan muda Feng ini bukan orang asing bagiku dimasa lalu dia banyak membantuku, budinya sangat besar jika tidak ada tuan muda Feng mungkin aku juga tidak akan ada disini" ucap Lin Mei Ling sambil tersenyum.


"Jadi pemuda ini yang menyebabkan Mei Ling tidak menanggapi perasaanku, hanya modal tampan saja kekuatannya lemah hanya di Raja Emas *1" gumam Gu Jong dalam hatinya, Gu Jong sendiri memiliki kultivasi di ranah Raja Platinum *5 dan masih berada dibawah Lin Mei Ling. Sejak kedatangan Lin Mei Ling di sekte Bintang Timur tempat asal Gu Jong, dia langsung jatuh hati pada pandangan pertama kepada Lin Mei Ling, jelas saja wajah sangat cantik dan merupakan gadis tercantik alam roh tentu saja gadis itu menjadi kecintaan setiap pemuda bahkan disekte Bintang Timur Lin Mei Ling menjadi primadona bagi setiap murid pria disana.


Setengah jam telah berlalu dan bunyi gong terdengar lagi menandakan waktu istirahat selesai, pria tua selaku pembawa acara naik lagi ke atas panggung.


"Baiklah istirahat selesai peserta yang lolos silahkan naik ke arena!" Teriak pria tua itu, Xiao Feng dan Lin Mei Ling serta peserta lain yang lolos segera berdiri dan menaiki arena sebelumnya.


"Peraturannya tetap sama, kalahkan empat lawanmu. Jika menyerah atau terlempar keluar dari arena maka dinyatakan gugur apakah kalian faham!" Seru pria tua itu.


"Kami faham!" Ucap semua peserta, pria tua itu menganggukkan kepala


"Baiklah babak kedua kompetisi beladiri generasi muda dimulai!" Seru pria tua kemudian melompat keluar dari arena.


"Goong!"


Bunyi gong menandakan dimulainya kompetisi babak kedua berbunyi dan para peserta kembali bersiap mengeluarkan senjata masing-masing.


"Kawan lebih baik kita kerjasama singkirkan dulu orang itu biar lebih mudah!" Ucap salahsatu peserta yang satu panggung dengan Xiao Feng.


"Hanya ranah Raja Emas *1 saja kita harus bekerjasama? Kau saja sendiri yang melakukan!"


"Kenapa berebut lebih baik kalian semua maju sini!" Ucap Xiao Feng sambil tersenyum dan mengibas-ngibaskan pelan kipasnya.


"Sombong sekali untuk ukuran Raja Emas *1, baiklah jika itu maumu akan kutendang kau keluar arena,, hiiyaa!" Ucap salahsatu peserta yang berada diranah Raja Emas *7 lalu menerjang dengan menebaskan pedangnya sementara yang lain masih melihat dulu.


Xiao Feng dengan santai menutup kipasnya lalu bergerak menangkis tebasan pedang.

__ADS_1


"Trankk!"


"Trank!"


Dua serangan cepat dari lawannya ditahan dengan mudah oleh kipas Xiao Feng dan membuat penyerangnya tidak percaya sebab serangannya dipatahkan dengan mudah, dia kembali lagi menyerang dengan mengincar bagian kaki Xiao Feng.


Xiao Feng melompat ke atas dan bersalto satu kali ke belakang sambil menggerakkan tangan yang memegang kipas dari kiri ke kanan secara horizontal, siuran angin dingin dengan butiran es muncul dan menerjang ke arah lawannya. Melihat Xiao Feng menyerang dengan elemen lawannya juga langsung mengaliri pedangnya dengan elemen angin.


Pedangnya diputar dan menimbulkan angin cukup kencang untuk menahan serangan angin dingin Xiao Feng.


"Wusshh!"


Kedua angin beradu dan menyebar, ketiga orang yang melihat segera melompat mundur agar tidak terkena sambaran angin serangan lalu ketiganya saling memandang dan menganggukkan kepala.


"Ayo kita serang bersama!"


Ketiga orang itu kemudian melesat dan bergabung dengan satu orang tadi yang menjadi lawan Xiao Feng, kini Xiao Feng menghadapi empat lawan sekaligus. Namun Xiao Feng masih santai sebab kultivasi mereka paling tinggi di ranah Raja Platinum *4.


Keempat orang mulai mengurung Xiao Feng dari empat arah dengan Xiao Feng berada ditengah, keempatnya langsung menyerang dengan menusukkan dan menebaskan pedangnya, Xiao Feng melompat dan berputar menghindari serangan empat orang itu lalu dia menukik dengan mengulurkan tangan tangan yang memegang kipas ke arah empat orang.


"Wuushh!"


Keempat orang itu sempat melompat mundur hingga serangan Xiao Feng hanya mengenai lantai arena, namun lantai itu sangat keras dan tidak hancur hanya menimbulkan debu saja.


"Brengsek apa ranah dia palsu kenapa kultivasi rendah seperti itu memiliki daya serang kuat!" Ucap salahsatu peserta.


"Masa bodoh, dia sendiri kita berempat ayo serang saja!"


Kali ini keempat orang itu mulai menggunakan elemen untuk menyerang, dua orang berelemen api dan sisanya berelemen angin dan es.


"Teknik Bola Api Pembakar Raga!"


"Teknik Pedang Api!"


"Teknik Angin Pemotong!"


"Teknik Es Pembeku Jiwa!"


Empat serangan teknik elemen pun mulai menyerang Xiao Feng yang pertama sampai adalah bola api merah besar disusul lima buah pedang dari elemen api dari arah kiri. Serangan bola dan pedang api itu bergabung dengan angin tajam hingga daya rusaknya semakin kuat ditambah arena perlahan berubah membeku yang menjalar dari penyerang diarah belakang menuju Xiao Feng bermaksud membekukannya untuk membatasi gerak Xiao Feng. Mereka hanya melihat Xiao Feng pengguna elemen es tentu saja yang memiliki elemen api berfikir lebih mudah menghadapi Xiao Feng

__ADS_1


"Ingin mengadu elemen api denganku? Baiklah akan ku tunjukan apa itu elemen api!" Ucap Xiao Feng lalu mengalirkan elemen api emas ke dalam kipas. Xiao Feng mengangkat kipasnya didepan wajah lalu dia meniup kipasnya.


"Wushh!"


Lima bola api emas tercipta dan perlahan membentuk lima ekor burung lalu lima ekor burung api emas kemudian menyerang lima pedang api milik lawannya. Tidak sampai disitu Xiao Feng kembali mengibaskan kipasnya dan memunculkan bola api yang sama besarnya dengan bola api yang bergabung dengan elemen angin lalu bola api emas Xiao Feng melesat dan beradu dengan bola api lawannya.


"Wushh!"


"Boom!"


"Boom!"


"Boomm!"


Enam ledakan tercipta ketika serangan tiga lawannya beradu dengan serangan Xiao Feng dan menimbulkan angin kencang dan debu menyapu sekeliling, Xiao Feng yang bisa melihat dengan jelas kemudian kembali mengibaskan kipasnya yang dialiri elemen es ke arah lawan dibelakangnya.


"Wussh!"


Puluhan pedang kecil dari elemen es menerjang lawan dibelakangnya yang masih terkejut dengan kejadian itu, lawan dibelakangnya berusaha menepis serangan pedang es Xiao Feng namun hanya beberapa saja yang bisa ditepis, dua buah pedang menusuk paha kiri dan kanan menyebabkan lawan dibelakangnya langsung jatuh. Sedangkan tiga orang tadi terhempas keluar panggung akibat ledakan.


"Brukk!"


"Brukk!"


"Brukk!"


Ketiganya terkapar diluar panggung dan langsung tidak sadarkan diri, petugas segera bergerak memeriksa dan memastikan kalau tiga peserta masih hidup. Diatas panggung lawannya yang pengguna es masih jatuh terduduk, Xiao Feng berjalan mendekatinya lalu menempelkan pinggiran kipasnya yang tajam ke leher orang itu.


"Aa,, aku menyerah!" Ucap pria itu sambil mengangkat tangan kanan, Xiao Feng menepuk bahunya lalu seorang juri naik ke panggung dan menyatakan Xiao Feng pemenangnya, Xiao Feng pun kembali berjalan menuju kursi peserta.


"Luar biasa tuan muda itu, bisa menumbangkan empat lawannya yang memiliki kultivasi diatasnya" ucap salahsatu penonton.


"Hai apa kau lihat tadi, dia menggunakan elemen api dan elemen es,, luar biasa dia bisa menguasai dua elemen berlawanan!"


"Benar,, kurasa dia akan menjadi kuda hitam dikompetisi ini!"


Ucapan kekaguman para penonton yang melihat pertarungan Xiao Feng tidak terelakkan, beberapa tetua dari sekte maupun klan menengah dan atas diam-diam memperhatikan Xiao Feng dan berencana merekrutnya untuk masuk ke dalam sektenya setelah acara selesai.


*** Bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2