
****
Disisi lain sejak pertarungan Xiao Feng dengan lima tetua, Feng Xi dan Lin Mei Ling juga langsung menerjang. Kedua gadis cantik ini dikelilingi para pasukan berbaju hitam yang menatap mereka lapar.
"Gadis cantik lebih baik menyerah saja, sayang kulit kalian yang putih mulus bagai giok terluka hehehe!"
"Cih,, majulah"
"Dasar,, lihat bagaimana kami akan menangkapmu, maju!"
Sepuluh orang maju bersamaan terlebih dahulu, mereka mencoba melepaskan tujuan ke arah Feng Xi. Feng Xi hanya tersenyum tipis sesekali mengusap seolah ngantuk, tinju pertama yang terlebih dahulu sampai adalah orang yang berbicara tadi tangannya terulur mengincar dada Feng Xi.
Dengan sigap Feng Xi menangkap pergelangan tangan sekaligus mematahkannya.
"Krakk"
"Arrghh!"
Masih dengan memegang tangan Feng Xi dengan mudah memutar orang itu dan melemparkan ke kerumunan didepannya.
"Wuutt!"
"Bruukkk!"
Orang itu terlempar ke arah kerumunan dan beberapa orang terjatuh namun Feng Xi tidak hanya sampai disitu dia mengeluarkan selendang putihnya.
"Wusshh!"
Selendang putihnya memanjang ke depan sekilas hanyalah sebuah kain namun selendang itu berubah keras dan langsung menusuk sepuluh orang.
"Crasshhh!"
"Uhuukk!"
Sepuluh orang tewas begitu saja tentu saja membuat semua orang terkejut masalahnya sepuluh orang itu berada di alam Raja Berlian *1 dan pasukan khusus yang dilatih oleh Liu Zhong. Feng Xi kembali menerjang selendang putihnya tampak meliuk-liuk bagai ular yang mematuk mangsa kadang keras, tajam kadang bisa lentur seperti kain biasa.
"Sialan gadis ini sudah membunuh 60 orang kita, ayo serang pakai senjata mustahil kain butut seperti itu tidak bisa dihancurkan pedang!" seru seseorang, Feng Xi hanya tertawa mengejek.
"Cih,, selendang ku ini bukan barang mainan dipasar coba saja kalau kalian penasaran!" ucap Feng Xi sambil menarik selendangnya, noda darah diselendangnya pun jatuh ke tanah menjadi butiran es berwarna merah.
__ADS_1
Kini dua puluh orang menyerbu dengan menusukkan senjatanya bahkan beberapa anak panah pun di lemparkan, Feng Xi memutar selendangnya dan menutupi tubuhnya kokoh.
"Trankk!"
"Trankk!"
Seolah menabrak besi senjata yang menyerang Feng Xi langsung hancur ketika bersentuhan dengan selendang putih, Feng Xi tersenyum tipis lalu mengalirkan elemen es ke dalam selendangnya dan menghentikan selendangnya dari atas ke bawah.
"Blaaarr!"
Ketika jatuh ke tanah, muncul barisan es hitam tajam dan runcing dari dalam tanah mencuat ke atas, para penyerang yang tidak menyadari terlambat menghindar, tubuh mereka harus pasrah tertusuk es hitam Feng Xi.
"Crasshh!"
"Arrghhh!"
Jeritan kematian terdengar, pasukan yang lain melihat itu jadi gemetar hatinya melihat kekejaman Feng Xi.
Disisi lain Lin Mei Ling sendiri bertarung dengan cepat, menghadapi serbuan pasukan berbaju hitam gadis cantik itu tidak gentar walaupun di kepung oleh banyaknya orang yang memiliki kultivasi hampir sama dengannya. Dengan kemampuan mengendalikan elemen air yang sudah tahap sempurna Lin Mei Ling seolah Dewi air.
"Rasakan ini gadis,, Tapak Iblis!"
"Wusshh!"
"Boom!"
"Cess!"
Seperti besi panas terkena air, tapak berwarna ungu itu langsung lenyap ketika bersentuhan dengan dinding air Lin Mei Ling.
"Apa tidak ada kasih sayang lagi, kalian sebagai manusia harusnya menabur kasih bukan angka murka!"
"Haha gadis cantik, aku bisa berbagi kasih denganmu diranjang!"
"Huft kasihmu itu sesuatu yang keji!"
Lin Mei Ling kembali menggerakkan kedua tangannya, air muncul banyak sekali dari tanah berbentuk sulur akar, sulur air meliuk-liuk lalu menyerang kumpulan penyerangnya.
"Wusshh!"
__ADS_1
"Crasshh!"
"Aarrghh"
"Kenapa air ini seperti besi saja keras dan menusuk!"
"Tolong aku aarggh!"
Dua puluh orang langsung tewas tertusuk sulur air Lin Mei Ling, namun dari belakang seseorang mencoba menyerang diam-diam, Lin Mei Ling tahu dan bergerak menghindar namun sebuah selendang putih melesat dan mematahkan serangan membokong itu, Lin Mei Ling tersenyum lalu meraih ujung selendang. Feng Xi yang melihat Lin Mei Ling menangkap selendangnya langsung menarik dan otomatis Lin Mei Ling tertarik.
Saat masih melayang dua jari tangan kanan Lin Mei Ling diluruskan lalu dia mengalirkan qi elemennya, tak lama kemudian semburan air seukuran tingkat kecil muncul dari ujung jari Lin Mei Ling. Semburan air itu sangat dahsyat seolah sinar laser pemotong, Lin Mei Ling mengerakkan tangannya dari kiri ke kanan.
Semburan air bertekanan tinggi yang panjangnya lebih dari sepuluh meter bergerak memotong pengepungan dan langsung memotongnya menjadi dua bagian.
"Wuushh!"
"Crasshh!"
"Arrghh!"
"Bagus Mei Ling mereka seperti daging ayam ahahah!" seru Feng Xi yang masih menarik Lin Mei Ling.
"Feng Xi ini sangat kejam bukan?!" ucap Lin Mei Ling ketika dia sudah mendarat disisi Feng Xi, kini kedua gadis cantik itu saling membelakangi dengan memasang kuda-kuda bersiap bertarung.
"Aduh,, bagi orang seperti mereka kejam adalah bagiannya!"
"Baiklah jika begitu,, tapi lawan masih tersisa banyak!"
"Haha tenang saja mereka hanya semut" ucap Feng Xi lalu mengeluarkan Pedang Salju, Lin Mei Ling melihat senjata itu sudah dipastikan pemberian Xiao Feng karena ada tulisan nama Xiao Feng kecil di bagian sisi pedang. Karena tidak ingin kalah Lin Mei Ling dengan Feng Xi juga mengeluarkan pedangnya. Sebuah pedang biru muda dengan ukiran bunga teratai pemberian Xiao Feng sewaktu mereka bertualang di situs warisan Pedang Hujan Angin Timur, Lin Mei Ling menarik pedang dari sarungnya dan sebuah sinar kebiruan tampak membungkus pedang dan menebar aura sejuk.
"Wah pedang bagus kau memiliki pedang hebat juga" ucap Feng Xi kagum dengan keindahan Pedang Hujan Angin Timur.
"Ehm ini pemberian Feng!" ucap Lin Mei Ling dia merasa tidak enak dengan Feng Xi.
"Haiss si rubah hitam memang begitu sudahlah ayo kita hajar mereka" ucap Feng Xi, dia tidak mempermasalahkan Xiao Feng memberikan apapun kepada orang yang didekatnya bahkan dulu saja dia begitu royal memberikan senjata kelas tinggi kepada bawahannya.
"Haha keberuntungan besar, kita akan dapat dua gadis cantik dan senjata kelas tinggi ayo serang mereka!"
Feng Xi dan Lin Mei Ling saling menganggukkan kepala, kedua gadis cantik itu langsung bergerak menyambut serangan sekitar 60 an orang. Pedang Salju ditangan Feng Xi selalu menebar aura dingin disertai butiran es ditambah dengan Pedang Hujan Angin Timur ditangan Lin Mei Ling membuat kedua gadis itu seolah menari. Beberapa orang yang terkena tebasan Pedang Salju langsung berubah menjadi es dan hancur dan beberapa yang terkena sabetan Pedang Hujan Angin Timur tubuhnya terpotong sebab ketika ditebaskan pedang itu selalu mengeluarkan angin tajam walaupun Lin Mei Ling tidak mengalirkan elemen anginnya ke dalam pedang.
__ADS_1
*** bersambung ***