Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 109 Menuju Kerajaan Angin Timur


__ADS_3

****


"Saudaraku ada hal yang harus aku lakukan kau ikut aku untuk membalas perbuatan dari orang yang mencelakaiku" Ao Xuan berkata lalu seekor lebah raksasa muncul dari udara mengeluarkan suara dengungan, Xiao Feng mendongkakkan kepalanya


"Rupanya lebah yang kulihat tadi milik pria ini" gumamnya.


"Baiklah karena aku juga belum tahu Alam ini, aku juga akan ikut denganmu"


Ao Xuan menganggukkan kepala lalu mengajak Xiao Feng untuk naik tunggangannya, namun baru saja hendak duduk tiba-tiba muncul tiga orang pria dengan wajah garang ditangannya terhunus masing-masing pedang.


"Ao Xuan bajingan dicari berbulan purnama akhirnya ku temui juga kau, teganya kau membunuh Mi'er keponakanku, hari ini aku akan mencabut nyawamu dan jiwamu tidak akan diterima langit" orang paling depan membentak.


rekannya yang disebelah tersentak kaget "Lihat, bagaimana dia berhasil lolos dari pendaman besi?"


"Kalian bertiga langit tidak terjungkal segala fitnah tidak kusenangi kalian tenangkan diri dulu, ijinkan aku memberi keterangan"


Xiao Feng menyaksikan semua itu bergumam "tiga orang di ranah Raja erunggu *9 dan Raja Perak *2, sepertinya dunia ini banyak orang hebat"


Pria paruh baya yang berada paling depan meludah ke tanah "Cuih,, setelah membunuh keponakanku kau masih bicara langit tidak terjungkal menebar fitnah"


"Tetua Jing Tian paman istri Jing Mi yang kucintai, perihnya hati dan lukanya jiwa belum terobati, bagaimana teganya paman menuduhku membunuh Jing Mi" ucap Ao Xuan tenang namun telinganya memerah panas.


"Bajingan seperti kau masih berambisi mulut mencari dalih, aku punya saksi kalau kau membunuh Mi'er dan membuang mayatnya ke jurang Bukit Cinta"


"Paman boleh punya seribu saksi namun aku punya para dewa yang menjadi saksi"


"Sialan beraninya kau mengatasnamakan dewa untuk ucapan palsumu" bentak Jing Tian marah.


"Aku berani karena tidak membunuh Jing Mi, dia bunuh diri dengan melompat ke jurang, itu bukti penyesalan diri karena berlaku khianat menikahi Ying Chan pangkal bencana"


"Pandai sekali kau bertutur kata memutar fakta" ucap pria disebelah Jing Tian, dia adalah Jing Yu sepupu Jing Mi "Ying Chan sendiri yang menyaksikan kau membunuh Jing Mi dan melemparnya ke jurang".


"Jing Yu aku tahu kau membenciku dari dulu, jangan kau pakai kesempatan ini untuk membela Ying Chan"


"Ao Xuan ketahuilah saat ini Ying Chan sudah menjadi raja Angin Timur, seorang raja tidak akan berdusta karena telah disumpah dihadapan dewa untuk berkata benar" ucap Jing Yu

__ADS_1


Ao Xuan menyeringai "Kebenaran tidak dinilai dari ucapan, apalagi dia menjadi raja secara curang. Kuharap kalian bertiga menyingkir dari hadapanku"


"Jing Yu, Jing Nan serang dia kita akan menamatkan riwayatnya malam ini" seru Jing Tian


Mendengar ucapan Jing Tian, mereka berdua segera menyerbu dengan menusukkan pedangnya, Jing Tian ikut menyerang dia melemparkan batu giok bersinar. Ao Xuan tenang saja menghadapi serangan mereka bertiga, dia melompat dan berkelit ke samping, tusukan pedang melewati sisi kanan tubuhnya, kakinya bergerak menendang batu yang dilemparkan Jing Tian.


"Brukk,,"


Benda bersinar itu terlempar oleh tendangan Ao Xuan, sementara pedang yang berhasil di elaknya kembali berbalik menyerang, tanpa fikir panjang Ao Xuan mengeluarkan pedangnya dan langsung menebas dengan mengalirkan qi api nya.


"Wuss"


Lima bola api kehitaman menyebur ke arah Jing Yu dan Jing Nan "Awass itu Lima Api Kutukan Langit" teriak Jing Tian memperingati, berubahlah paras kedua pemuda. Dengan segera melompat menghindar namun Ao Xuan tidak melepas dia menyusul dengan kembali melemparkan bola api,


"Tidaaakk"


"Aaakhhh"


"Desss....desss" Jing Yu dan Jing Nan terkena satu bola api dan pemandangan mengerikan pun terlihat. Tubuh kedua pemuda itu bergulingan ditanah dan perlahan tubuhnya mengkerut dan mengeluarkan asap, ketika asap hilang kini tidak lagi terlihat kedua pemuda melainkan dua sosok yang mengering seperti batang pohon lapuk.


"Rupanya benar salahsatu teknik api yang hebat berhasil dikuasai dia,aku harus segera kabur" Jing Tian langsung berbalik dan melesat melarikan diri, namun Ao Xuan hanya melihatnya saja tidak berusaha mengejar, karena dia masih menghargai paman istrinya.


Ao Xuan kemudian berbalik dan berjalan ke arah lebahnya "Saudaraku ayo kita pergi aku akan menghajar Ying Chan"


"Baik" Xiao Feng hanya menganggukkan kepala, dalam hati dia merasa kagum rupanya Alam ini menyimpan banyak orang-orang kuat.


"Aku harus sesegera mungkin menjadi lebih kuat" gumamnya, lalu bertanya kepada sistem


"Sistem apakah ada pil untuk membesarkan badan agar sama dengan penduduk Alam ini?"


[Ding... sistem tidak menjual]


Xiao Feng menghela nafas panjang dia memutar otak menelusuri ingatannya tentang kitab 1001 pengobatan namun tetap tidak menemukannya.


"Sebaiknya aku harus mencari orang yang bisa membesarkan tubuhku"

__ADS_1


*****


Lebah itu terbang dengan cepat dikegelapan malam, menjelang pagi ketika sinar matahari mulai muncul Ao Xuan dan Xiao Feng memasuki bukit tinggi dan ketika melihat ke bawah tampak pemandangan kota yang indah dengan bangunan yang tersusun rapi ada yang berbentuk rumah biasa dan beberapa menyerupai jamur raksasa atau pohon.


Tiba-tiba terdengar suitan keras, Ao Xuan menghentikan lebahnya dan turun ke tanah, Xiao Feng tetap duduk. Lalu muncul enam orang menunggangi kadal besar dengan senjata pedang pendek di masing-masing tangannya, mereka mengenakan celana saja dan bertelanjang dada. Enam orang ini berada di ranah Raja Perunggu *3, Ao Xuan segera mengetahui kalau mereka dari kerajaan Angin Timur dan sahabat dekat Ying Chan.


"Hmm sepertinya si bajingan Ying Chan sudah tahu kalau aku akan datang dan menyiapkan penyambutan" ujar Ao Xuan.


"Kami mendapat tugas untuk menyingkirkan sumber bahaya seperti dirimu" jawab orang paling depan.


"Hmm siapa yang memberi tugas kepada kalian" tanya Ao Xuan sambil mengelus dagunya yang mulai ditumbuhi janggut.


"Yang Mulia Ying Chan"


"Sejak kapan dia menjadi raja di Angin Timur, siapa yang mengangkatnya?" telinga Ao Xuan panas mendengar ucapan orang.


"Beberapa hari yang lalu, rakyat mengangkatnya selain seorang jendral dia juga berada di ranah Raja Perak *2 dan menurut yang mulai kau sudah tewas enam purnama yang lalu"


Ao Xuan menggelengkan kepalanya "Ckckc kalian sudah buta atau bagaimana, kalau aku sudah mati bagaimana mungkin berada didepan kalian"


"Yang kami lihat memang Ao Xuan bekas raja Angin Timur, namun apakah ini tubuh kasarnya atau jiwanya yang tidak diterima langit dan tidak diterima Alam Akhirat" orang paling depan berkata sinis.


Ao Xuan telinganya bertambah panas amarah mulai menggelegak "aku tidak tahu siapa yang dungu dan buta diantara kita, lekas kalian menyingkir jika tidak jangan salahkan aku menurunkan tangan kasar"


"Ao Xuan, Ao Xuan biarpun kau kuat tapi kalah jumlah kau jangan melewati batasan"


"Haha,, kalian tidak tahu tingginya gunung Tangzhe dan dalamnya laut Heishen berani mencari langit terjungkat"


"Ao Xuan keadaan sudah berubah kau tidak diijinkan memasuki wilayah kerajaan Angin Timur"


Ao Xuan tidak menjawab dia mengangkat tangan kanannya jarinya terkembang membentuk cakar yang menghadap ke atas dan disetiap jari perlahan muncul bola api kecil merah kehitaman. Paras keenam orang seketika berubah.


"Lima Api Kutukan Langit"


**** bersambung

__ADS_1


__ADS_2