
****
Kota Angin adalah kota yang masuk ke dalam wilayah kerajaan Zhu dan merupakan salahsatu kota yang besar dan padat penduduknya dengan banyak gunung dan bukit tinggi menjulang mengelilingi kota.
Saat ini di alun-alun kota banyak sekali orang berkerumun dengan menggunakan berbagai atribut termasuk lima orang yang Xiao Feng lihat dirumah makan, ya hari ini adalah hari terakhir pendaftaran kompetisi bela diri untuk memasuki situs warisan yang terbuka setiap 100 tahun sekali. Tentu orang-orang sangat antusias untuk ikut serta.
Xiao Feng yang juga sudah sampai melihat antrian yang lumayan panjang hanya mendesah pelan dan langsung memasuki antrian. Satu persatu orang yang hendak mendaftar pun dilayani dua orang penjaga yang mengenakan pakaian seperti prajurit.
Dari arah belakang muncul sepuluh orang berpakaian kuning masing-masing membawa golok yang tergantung di pinggang kirinya.
"Tuan Muda sekte Golok Kuning mau lewat beri jalan!" Teriak salahsatu pengawalnya yang berdiri paling depan, orang yang mendengar langsung memberi jalan mereka tahu kalau sekte Golok Kuning merupakan sekte menengah yang cukup kuat jadi tidak ingin mencari masalah, Xiao Feng berdiri diantrian saja tidak menghiraukan.
"Hei kau apa kau tidak dengar kalau tuan muda kami mau lewat!" Ucap pengawal itu sambil menunjuk Xiao Feng.
"Kalau mau lewat ya lewat saja memangnya siapa tuan mudamu itu aku juga tidak kenal" ucap Xiao Feng acuh dan pengawal yang mendengar itu sontak memerah wajahnya karena marah lalu melayangkan tinjuan bermaksud memberi pelajaran kepada Xiao Feng. Sesaat tinjuan itu akan sampai tiba-tiba pengawal itu berhenti dan berdiri mematung, Xiao Feng memegang kerah bajunya dan melemparkan ke arah kelompok sekte Golok Kuning.
"Wushh!"
"Brukk!"
Pengawal itu jatuh mengenai kelompok Golok Kuning beruntung tuan mudanya segera melompat menghindar, tuan muda itu kemudian mencabut golok dari sarungnya dan melesat ke arah Xiao Feng. Namun sebelum mendekati Xiao Feng seorang pria mengenakan baju zirah khas prajurit menghadangnya.
"Cukup sampai disini jika ingin melanjutkan kalian bisa dikompetisi atau kalian akan diusir tidak perduli kalian dari sekte menengah, jika membuat keributan sekte kalian akan diratakan kerajaan Zhu!" Ucap prajurit tegas dan dingin. Tuan muda sekte Golok Kuning membanting goloknya dan memaki panjang pendek.
"Awas saja kalau bertemu di kompetisi akan kuhajar dia!" Ucapnya.
"Tuan muda bukankah dia orangnya yang merupakan buronan sekte!" Ucap salahsatu pengawal sambil membuka gulungan kertas. Tuan muda itu menyeringai melihat gambar Xiao Feng.
__ADS_1
"Sebuah kebetulan jika aku bisa membawa kepala bangsat itu aku akan mendapat kredit besar dari ayah sekaligus memenangkan kompetisi"
"Kenapa tidak sekarang tuan muda?"
"Kau bodoh,, disini banyak orang belum lagi prajurit kerajaan Zhu yang berjaga tentu tidak akan tinggal diam, kita ringkus dia di kompetisi kalau tidak bisa dan dia lolos kita bunuh dia disitus warisan" ucap tuan muda itu.
"Baiklah kami menuruti perintah"
"Siapa orang itu berani menyinggung sekte Golok Kuning" ucap salahsatu orang yang menonton kejadian Xiao Feng melempar pengawal.
"Yang pasti dari pakaian mewahnya dia sepertinya anggota bangsawan kelas atas"
"Benar sepertinya begitu karena tidak mungkin orang biasa berani bersinggungan dengan sekte aliran hitam!"
"Tapi aku mengagumi keberanian tuan muda itu dengan mudah dia melemparkan seseorang yang berada di ranah Raja Emas *2 padahal dia sendiri di Raja Emas *1"
Xiao Feng yang mendengar pembicaraan orang-orang hanya tersenyum saja.
"Sekte Golok Kuning ya,, tampaknya mereka sudah menargetkan ku,, baiklah kita lihat saja nanti" gumam Xiao Feng.
****
Akhirnya giliran Xiao Feng untuk mendaftar, dia mengeluarkan token identitasnya dari paviliun Gagak Hitam.
"Hei Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam!" Ucap Xiao Feng dan penjaga segera menuliskan namanya di buku catatan dan menyerahkan sebuah token bernomor 120.
"Ini nomormu jangan sampai hilang, besok kau datang kesini pagi-pagi!" Ucap penjaga dan Xiao Feng segera menerimanya. Setelah selesai Xiao Feng pun kembali dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Keesokkan harinya
Suasana alun-alun kota Angin sangat ramai, sebab hari ini dimana akan digelar acara kompetisi beladiri para kultivator muda yang akan memasuki sebuah situs warisan. Tentu acara sebesar ini sangat meriah dan menguntungkan semua orang seperti para pedagang, pengelola penginapan dan rumah makan. Kota Angin sendiri juga mendapatkan banyak penghasilan dari pajak dan lain-lain.
Xiao Feng sudah keluar dari penginapan segera menuju alun-alun kota, dia hari ini mengenakkan pakaian hanfu hitam dengan garis emas dibagian kerah sampai ke ikat pinggang, rambutnya digelung ke atas dan ada mahkota kecil yang di ganjal dengan tusuk konde kecil, tak lupa sebuah kipas hitam kesayangannya sudah bertengger didepan dadanya. Penampilan Xiao Feng sangat tampan dan menunjukan seolah kalau dia adalah seorang tuan muda dari klan bangsawan.
Xiao Feng pun sudah sampai di alun-alun kota dan memasuki sebuah bangunan besar yang terletak ditengah.
"Identitas!" Ucap penjaga ketika Xiao Feng hendak masuk, Xiao Feng kemudian mengeluarkan token peserta kompetisi.
"Oh kau adalah peserta ya, masuklah"
"Terimakasih tuan!"
Xiao Feng pun mulai memasuki bangunan itu, ternyata bangunan besar itu merupakan sebuah arena mirip seperti stadion sepakbola dengan terdapat 10 panggung besar di tengahnya, dan ada banyak sekali kursi melingkar yang digunakan sebagai area penonton. Xiao Feng melihat sudah banyak sekali orang menduduki kursi penonton dan dibagian peserta Xiao Feng melihat hanya ada 150 kursi itupun sisa satu yang kosong. Tanpa fikir panjang Xiao Feng pun menuju kursi kosong khusus peserta.
Semua orang menatap kedatangan Xiao Feng dengan heran dan kagum, sebab baru pertama kali mereka melihat seorang tuan muda tampan sendirian mengikuti kompetisi dimana yang lain bahkan diantar oleh tetua sekte atau klan dengan membawa lima atau enam orang pengawal.
Tanpa Xiao Feng sadari di bagian paling depan ada sosok gadis cantik memakai hanfu biru yang memperhatikan Xiao Feng dengan lekat, air matanya menitik menyusuri pipi halusnya dan senyum terukir diwajahnya cantiknya ketika melihat kedatangan Xiao Feng.
"Walaupun sudah lama aku masih ingat mata emasnya itu tidak kusangka akan bertemu dengannya disini" gumam gadis cantik itu.
"Adik seperguruan kau kenapa menangis?" Ucap pria yang duduk disebelahnya, gadis cantik itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa mataku kelilipan" jawab gadis itu berbohong, pria muda disebelahnya menganggukkan kepala tidak bertanya lagi lalu membuka sebuah buku dan membacanya sembari menunggu semua peserta datang. Xiao Feng semakin mendekat dan dia juga melihat ke arah gadis cantik yang duduk didepan, seketika Xiao Feng pun terdiam karena dia ingat dengan gadis cantik didepannya.
(Siapakah gadis cantik itu, apa ada hubungannya dengan Xiao Feng? Dan apakah Xiao Feng mengenalnya? Simak di chapter selanjutnya)
__ADS_1
*** Bersambung ***